Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Kebersamaan King dan Niken, serta Masa Lalu Leo dan Tania


__ADS_3

King dan Niken pergi ke taman bunga. Mereka berjalan-jalan ditaman bunga itu. Baik King dan Niken masih diam. Masing-masing dari mereka bingung ingin bicara duluan atau tidak. King akhirnya memulai pembicaraan.


"Niken kita duduk dibawah pohon itu"ucap King.


"Anak mami, kau memanggilku Niken tadi"ucap Niken.


"Kenapa? oh masih ingin dipanggil cewek galak bawel. Itu memang sebutan paling cocok untukmu he...he...."ucap King.


"Anak mami mulai lagi ya"ucap Niken.


"Bukannya itu panggilan sayang dariku ya, coba siapa yang akan memberimu panggilan khusus cewek galak bawel selain aku"ucap King.


"Ih......"ucap Niken mulai kesak.


Melihat Niken yang kesal, King langsung menunjukkan gelang yang dipakai ditangannya.


"Nih, gelang yang kau berikan untukku sudah ku pakai, bagus ya"ucap King.


"Kirain kau takkan pakai"ucap Niken.


"Jangan-jangan kau sendiri yang tidak memakai gelang dariku"ucap King.


"Aku pakai nih"ucap Niken menunjukkan gelang yang dipakainya.


"Itu aku beli khusus nitip Mama saat keluar negeri, pakai terus ya"ucap King.


Niken hanya tersenyum, mereka berjalan menuju pohon itu. King dan Niken duduk dibawah pohon sambil menatap sebuah danau didepan mereka.


"Niken aku akan berangkat pekan depan ke bandara, apa kau mau mengantarkanku ke bandara?"tanya King.


"Ngapain, aku gak punya waktu untuk itu"ucap Niken ketus.


"Cewek galak bawel bisakah kau baik sedikit padaku, aku ini mau pergi jauh tau, kau akan kehilanganku nanti"ucap King.


"Enggak, seneng aja tuh"ucap Niken.


"Ku kira kau akan sedih kalau aku pergi kaya difilm-film lari-lari ngejar cowoknya dibandara"ucap King sambel ngambek memalingkan wajahnya dari Niken.


"Kau marah, aku hanya bercanda, aku minta maaf. Sejujurnya aku sedih kau akan pergi, siapa yang ku ajak bertengkar nanti. Gak akan ada yang jahilin aku lagi, apalagi yang bikin aku kesel udah gak ada, nanti hidupku damai. Tapi aku merasa sepi pasti, ada sesuatu yang menghilang dan pergi jauh"ucap Niken.


"Senengnya denger ucapan manismu, lagi dong" ucap King.


"Gak ada pengulangan atau penambahan" ucap Niken.


"Niken diam disini dulu oke"ucap King.


Niken hanya mengangguk, sementara King berjalan menuju hamparan bunga yang bermekaran, dia memetik bunga itu lalu memberikannya untuk Niken.


"Bunga ini ku petik untukmu, maukah kau menerimanya"ucap King.


"King, itu bunga tahi ayam"ucap Niken.


"Bunga tahi ayam? baunya menyengat dihidung ketika dicium sih. Eh ada uletnya lagi nyemil cantik lagi, iiiihhh"ucap King.


"Tapi gak papa, kamu udah susah payah memetiknya, berikan padaku akan ku simpan sebagai kenangan darimu"ucap Niken.


"Tapi ada uletnya nih, gue usir dulu biar gang ngekos dibunga ini si ulet"ucap King.


King mencari ranting pohon untuk membuang ulet pada bunga tahi ayam itu.


"Udahan ya ulet ngekos ditempat lain aja, bunga ini mau ku berikan pada orang yang spesial"ucap King.


Ulet itu berhasil disingkirkan dari bunga tahi ayam itu.


"Akhirnya, si ulet udah ku singkirkan, eh ini apaan yang jatuh dari atas"ucap King sambil meraba rambutnya yang kejatuhan sesuatu.


"Ini kok kayanya tai ya, bau. Pasti tuh burung diatas pohon buang tai sembarangan kena rambut gue. Nih pasti gue kena karma menyingkirkan si ulet dengan paksa"ucap King.


Setelah selesai King menghampiri Niken yang duduk dipohon sampingnya. Dia memberikan bunga itu pada Niken.


"Terimakasih King"ucap Niken tersenyum menerima bunga tahi ayam itu.


"Niken maukah kau menungguku sampai lulus kuliah nanti?"tanya King.

__ADS_1


"Menunggu untuk apa?"tanya Niken.


"Aku akan kuliah selama empat tahun diluar negeri, ketika aku pulang nanti aku ingin melamarmu"ucap King.


"Apa?.....kau bilang tadi melamarku?"tanya Niken.


"Gak ada pengulangan dan penambahan oke" ucap King.


"Kau ikut-ikutan aku anak mami"ucap Niken.


"Aku akan menelponmu setiap mau tidur dan setiap minggu. Saat libur kuliah aku akan pulang untuk bertemu denganmu. Maukah kau menjadi orang yang spesial untukku"ucap King.


"..........."Niken diam saja.


"Aku tadi sudah bicara panjang lebar kenapa kau diam saja"ucap King.


"Aku akan menunggumu"ucap Niken.


King langsung spontan mau memeluk Niken.


Tapi Niken langsung menghentikannya.


"Belum waktunya pelukan, yang sabar ya. Oya awas aja kalau disana kau macam-macam, bogem mentah ini bisa aktif kapan saja kalau perlu aku paketin kesana"ucap Niken.


"Gak akan, mana berani aku macam-macam denganmu cewek galak bawel, bisa babak belur ditanganmu nanti"ucap King.


"Kau bilang apa anak mami?"ucap Niken.


"Aduh cewek galak bawel pasti marah lagi, lebih baik aku kabur selagi bisa"ucap King dalam hati.


"Cewek galak bawel dah...."ucap King berdiri dan berlari menjauh dari Niken.


"Heh anak mami tunggu, sini aku kesel banget ya sama kamu gak ada romantis-romantisnya, bikin kesel dan nyebelin"ucap Niken berlari mengejar King.


"Kejar aku kalau bisa, pakai kebaya gitu larimu kaya kura-kura, eh bukan siput lebih lambaaaat" ucap King.


"Awas ya kalau sampai aku bisa menangkapmu" ucap Niken.


"Siput lambat...siput lambat....."ucap King.


Mereka terus kejar-kejaran sampai lelah. Walaupun sudah saling tahu perasaan satu sama lain tapi kebiasaan mereka tetap tak bisa dihilangkan. Bertengkar dan saling meledek itu hal yang biasa untuk mereka. Dari situlah mereka merasakan bahagia bersama.


**********


Dokter sedang berbicara dengan Pak Dirgan. Mereka membicarakan Tania yang sedang koma setelah menderita kanker paru-paru stadium 4. Tania sudah tiga bulan koma. Pak Dirgan hanya bisa pasrah tak banyak harapan karena sel kanker itu sudah menyebar ditubuh Tania. Dokter menyampaikan kondisi Tania pada Pak Dirgan.


"Sebenarnya tubuh Tania sudah sangat lemah, bahkan sel kankernya sudah menyebar ke organ lain. Tapi satu hal yang membuat saya heran, tubuhnya tetap bertahan. Seperti ada sesuatu yang ditunggu Tania"ucap Dokter Nirwan.


"Maksud Dokter Nirwan, Tania menunggu kehadiran seseorang?"tanya Pak Dirgan.


"Seorang perawat tak sengaja pernah mendengar Tania yang sedang koma memangil nama Leo"ucap Dokter Nirwan.


"Leo"ucap Pak Dirgan.


"Saya tidak tahu hubungan Tania dengan Leo tapi pasti Leo orang yang penting untuk Tania sehingga dalam komanya saja memanggil nama Leo"ucap Dokter Nirwan.


Setelah bicara dengan Dokter Nirwan, Pak Dirgan berjalan dikoridor rumah sakit. Ucapan Dokter Nirwan terngiang-ngiang ditelinganya.


Pak Dirgan memutuskan pulang ke rumahnya. Dia langsung masuk ke kamar Tania. Pak Dirgan masuk ke ruangan kecil dikamar Tania, itu ruangan khusus Tania melukis.


"Selama ini Tania selalu melukis Leo dan kenangan bersamanya"ucap Pak Dirgan.


Pak Dirgan memperhatikan semua barang dikamar Tania, dia berjalan mendekati sebuah meja belajar milik Tania. Pak Dirgan memegang meja belajar itu dan mengecek satu persatu barang dimeja belajar itu. Dia melihat buku diary milik Tania. Pak Dirgan membuka buku itu dan membacanya secara acak.


Aku menderita kanker paru-paru stadium 4. Aku tahu umurku tak lama lagi. Penyakit ini bahkan sudah mengerogoti tubuhku. Rasanya tersiksa dan menyakitkan. Aku rindu Ibu, aku rindu Kak Leo. Kenapa semua orang yang ku cintai terasa jauh dan tak bisa kutemui. Ibu sudah meninggal dan Kak Leo begitu jauh. Seperti bumi dan langit yang berjarak jauh. Sebelum semua berakhir dan nafas terhenti aku ingin menghabiskan waktu yang tersisa bersama Kak Leo. Aku rindu Kak Leo, andai aku bisa bersamanya. Tapi sepertinya mustahil, dia adalah saudaraku. Hubungan ini sangat menyakitkan. Kenapa aku harus jadi sepupu Kak Leo? cinta ini terlarang, bahkan untuk merindukannya sebagai orang yang ku cintai. Kak Leo seandainya kau tahu aku ingin sekali jadi orang yang ada dihatimu tapi hubungan persaudaraan ini membatasi semuanya. Aku ingat saat kita kecil dulu Kak Leo selalu menemani dan menjagaku, banyak hal yang kita lewati bersama. Aku rindu semua itu, aku rindu bersamamu Kak Leo.


"Selama ini Tania mencintai Leo, pantas saat aku membawanya ikut bersamaku keluar negeri dia murung dan selalu menutup diri. Bahkan aku tak pernah lagi melihat senyuman Tania, dia selalu mengurung diri dikamar dan sikapnya jadi dingin.


Aku tak pernah tahu isi hati putriku sendiri. Tapi Leo adalah keponakanku. Itu yang menyebabkan Tania tersiksa selama ini"ucap Pak Dirgan.


***********


Leo pergi ke Pemakaman Peristirahatan Bunga Kematian. Setelah wisuda SMA, Leo ingin ziarah ke makam Andi. Dia pergi ke sendiri tanpa Zara. Didepan nisan itu Leo berdoa untuk Andi, setelah itu dia duduk dan memegang nisan Andi. Matanya merah berkaca-kaca saat mengingat kebersamaannya bersama Andi semasa hidup.

__ADS_1


"Gue, Harun, Beni dan Kemal udah lulus Ndi.


Kemarin kita wisuda SMA. Satu hal yang kurang, Lo gak ada Ndi. Semoga Lo berada ditempat terbaik, jujur gue kangen banget sama Lo Ndi. Inget dulu kita badung bareng. Mabok, balapan liar, main kartu, game, jahilin orang, sampai tawuran segala. Andi, Gue mau kuliah nih biar jadi Sarjana. Gue terusin mimpi Lo jadi Sarjana. Harun, Beni dan Kemal juga mau kuliah biar jadi Sarjana"ucap Leo.


Handphone milik Leo berdering, ternyata telpon dari Ibunya. Leo segera mengangkat telpon itu.


"Hallo Ma"ucap Leo.


"Hallo Leo"ucap Ibu Vivi.


"Ada apa Ma?"tanya Leo.


"Om Dirgan ada dirumah, kau bisa pulang? ada yang ingin dibicarakan Om Dirgan padamu"ucap Ibu Vivi.


"Oke Ma aku akan pulang"ucap Leo.


Leo pulang ke rumah besar orangtuanya. Dia langsung masuk ke dalam rumah itu. Diruang tamu sudah ada Ibu Vivi dan Om Dirgan.


"Sore Om, sudah lama tidak bertemu"ucap Leo sambil menyalami Om Dirgan.


"Sore Leo, benar juga sudah lama tak bertemu ya"ucap Om Dirgan.


"Leo bisa kita bicara berdua?"tanya Om Dirgan.


"Bisa Om"ucap Leo.


Leo dan Om Dirgan pergi ke taman bunga dihalaman rumah Leo. Mereka duduk digajebo ditaman bunga itu. Om Dirgan mulai berbicara pada Leo.


"Leo kau masih ingat Tania?"tanya Om Dirgan.


"Masih dong Om, Tania kan sepupu Leo masa tidak ingat, oya Om gimana kabar Tania?"tanya Leo.


"Leo Tania sedang koma dirumah sakit karena menderita kanker paru-paru"ucap Om Dirgan.


"Kanker paru-paru?"ucap Leo kaget.


"Ya, sudah lama Tania menderita kanker paru-paru. Tapi Om baru tahu setelah stadium akhir, Tania menyembunyikan sakitnya dari Om. Leo kau tahu Om ini seperti orang yang gagal. Om kehilangan istri Om karena kebodohan Om, sekarang Om juga akan kehilangan Tania. Kondisi Tania sudah sangat lemah, sel kankernya sudah menyebar ke organ lain ditubuhnya. Dulu Om titipkan Tania disini saat Om pergi keluar negeri untuk bekerja. Tania dan Leo tumbuh bersama saat itu. Tania bahkan sangat senang bisa tinggal disini bertahun-tahun. Leo, Tania rindu padamu. Om tidak bisa bicara banyak tapi buku harian ini akan menceritakan semua. Tania menulis semua hal tentangmu disini. Leo, Om berharap kau mau menjenguk Tania ke rumah sakit. Sebenarnya Om sudah empat bulan ini kembali ke dalam negeri demi Tania, awalnya Tania ingin bertemu denganmu tapi entah kenapa tiba-tiba dia tak ingin menemuimu dan kondisinya memburuk sampai akhirnya koma"ucap Om Dirgan.


"Jadi Om dan Tania sudah kembali kesini, kenapa tidak menemui Leo dan Papa Mama?"tanya Leo.


"Awalnya Om ingin menemui kalian tapi kondisi Tania tiba-tiba memburuk, Om tidak ingin merepotkan kalian lagi. Selama bertahun-tahun Om sudah merepotkan kalian"ucap Om Dirgan.


"Om dan Tania saudara Leo dan Papa Mama, masa merepotkan dengan keluarga sendiri. Kami justru senang bisa bersama Tania dan berkumpul bersama Om juga"ucap Leo.


"Umur Tania tidak akan lama lagi, tolong segera temui Tania Leo, Om mohon"ucap Om Dirgan sambil menangis.


"Om, Leo pasti akan segera menjenguk Tania ke rumah sakit"ucap Leo.


"Terimakasih Leo"ucap Om Dirgan.


"Sama-sama Om"ucap Leo.


Om Dirgan adalah adik kandung Ibu Vivi. Setelah bercerai dengan istrinya, dia pergi keluar negeri untuk bekerja. Om Dirgan menitipkan Tania pada Pak Anton dan Ibu Vivi dari Tania berumur 6 tahun. Tania tinggal bersama mereka dan tumbuh bersama Leo dan Erica Kakak Leo. Tapi Tania lebih dekat dengan Leo karena Erica tidak suka padanya. Sementara Leo begitu menyukai memiliki adik perempuan. Usia Leo beda satu tahun dengan Tania. Leo dan Tania selalu bersama, melakukan banyak hal bersama sampai Tania begitu lengket dengan Leo. Tapi pada saat Leo masuk SMP, dia mulai sibuk dengan teman-temannya. Leo mulai pulang larut malam dan jarang bertemu Tania. Hingga pada saat Leo kelas tiga SMP Tania memutuskan ikut keluar negeri bersama Ayahnya.


Tania memiliki perasaan lebih dari saudara pada Leo. Dia begitu terluka saat berpisah dengan Leo.


Sampai diluar negeri, Tania jadi pendiam, tak pernah tersenyum lagi, dan mengurung diri dikamar ketika dirumah. Tania menyimpan kesedihannya sendiri sampai pada suatu ketika dia menderita kanker paru-paru. Tania menyembunyikan sakitnya dari ayahnya. Sampai pada stadium akhir karena kondisinya memburuk ayahnya baru tahu Tania menderita kanker paru-paru. Setelah berobat bertahun-tahun diluar negeri, Tania meminta ayahnya untuk menghentikan pengobatannya dan ingin pulang ke dalam negeri bertemu Leo, Saat kembali ke dalam negeri, dia tak sengaja melihat Leo sudah bersama Zara. Tania terluka dan kondisinya semakin memburuk hingga koma.


Leo masuk ke kamar lama miliknya dirumah orangtuanya. Dia membuka diary milik Tania dan mulai membacanya. Setelah beberapa jam membacanya, Leo kaget saat tahu perasaan Tania padanya. Buku diary itu sampai terjatuh dan Leo hanya diam dan merenung.


Flash Back Masa Kecil Leo dan Tania


Tania menangis dikamarnya dirumah orangtua Leo. Dia sedih ayahnya pergi keluar negeri dan ingin bertemu Ibunya. Leo menghampirinya dan coba menenangkannya.


"Tania jangan menangis, ada Kak Leo. Tania gak akan kesepian dan sendirian lagi"ucap Leo.


"Aku ingin bersama ayah dan ibu hik....hik....."ucap Tania.


"Ayo main bersama, kita menangkap kupu-kupu" ucap Leo dengan tersenyum.


"Menangkap kupu-kupu?"tanya Tania.


"Iya, menangkap kupu-kupu, belalang dan capung ditaman bunga, mau?"ucap Leo.

__ADS_1


Tania mengangguk, Leo langsung menggandeng tangannya dan mengajak Tania ke taman bunga menangkap kupu-kupu, belalang dan capung. Tania jadi melupakan sejenak kesedihannya. Dia begitu bahagia bermain bersama Leo.


__ADS_2