Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 19


__ADS_3

Tak lama Pak Theo Rayan dengan anak buah masuk ke dalam ruangan kerja Rehan.


"Selamat pagi Bos Besar"ucap Rehan.


"Selamat pagi Bos besar"ucap Sekretaris Yuda.


"Pagi"ucap Pak Theo.


Pak Theo langsung duduk dikursi kerja diruangan itu. Anak buahnya mengecek semua berkas yang ada diruangan itu.


"Predir Rehan yang terhormat, aku dengar kau mendapat proyek besar"ucap Pak Theo.


"Benar Bos besar, lalu apa yang ingin Anda ketahui dari itu?"tanya Rehan.


"Anak kemarin sore sepertimu membuatku tak yakin mampu mengerjakan proyek besar itu sendirian"ucap Pak Theo.


"Bukankah Bos besar tahu selama tiga tahun ini seperti apa kepemimpinanku diperusahaan ini, tentu Anda tidak mungkin meragukan kemampuaku"ucap Rehan.


"Kau tidak sedang bekerja sama dengan perusahaan lawan"ucap Pak Theo.


"Menurut Bos besar mungkinkah aku bekerja sama dengan perusahaan lawan jika Anda sendiri masih terus memantau saya"ucap Rehan.


"Bagus, kau akan menanggung akibatnya jika berani melanggar perintah dan aturanku"ucap Pak Theo.


Salah satu anak buah Pak Theo menemukan bra yang dibuang Rehan. Dia langsung memperlihatkan bra itu pada Pak Theo.


"Bos besar saya menemukan ini"ucap Anak buah Pak Theo sambil memperlihatkan bra itu.


"Ya ampun itu bra ngapain nongol lagi, habis deh gue sama Papa"batin Rehan.


"Presdir Rehan yang terhormat apa kau sering bermain dengan wanita liar dikantor ini?"tanya Pak Theo.


"Bos besar haruskah aku memberitahumu berapa banyak wanita liar yang ku sewa untuk memuaskanku?"tanya Rehan balik.


"Seorang yang terhormat harusnya bermain rapi, tapi ternyata kau masih belum berpengalaman, hingga kebusukanmu tercium olehku"ucap Pak Theo.


"Aku rasa masalah pribadiku tak perlu dibahas dalam audit ini, atau kualitas audit ini akan berkurang dan malah berganti acara pembukaan aib pribadiku"ucap Rehan.


"Ternyata anak kecilku sudah pandai bersilat lidah, aku akan melenyapkan semua wanita liar itu jika itu membuatmu tidak fokus pada perintah dan aturanku"ucap Pak Theo.


"Harusnya Anda tahu pasti, selama ini aku selalu patuh dan taat padamu bukan begitu Bos besar"ucap Rehan.


Rehan berusaha menutupi kegugupannya dihadapan ayahnya yang terus mencari kesalahannya.

__ADS_1


"Leo Ariendra sudah mulai bekerjasama dengan pengusaha dari luar negeri, aku ingin kau menggagalkannya, dan merebut kerjasama itu untuk perusahaan kita"ucap Pak Theo.


"Bos besar sepertinya terus memantau pergerakan bisnis Leo Ariendra, sampai paham betul dia mulai menjalin kerjasama dengan pengusaha dari luar negeri"ucap Rehan.


"Bukannya aku menciptakanmu untuk menjatuhkan perusahaan milik Leo Ariendra"ucap Pak Theo.


"Bos besar tak perlu khawatir, aku sedang bergerak sesuai kemauanmu dan Anda sebaiknya bersantai diistana Anda"ucap Rehan.


Karena pembicaraan semakin memanas, Rehan menyuruh Sekretaris Yuda keluar dari ruangannya.


"Sekretaris Yuda kau boleh keluar dulu, ada yang aku ingin bicarakan empat mata dengan Bos besar"ucap Rehan.


"Baik Presdir"ucap Sekretaris Yuda.


Sekretaris Yuda keluar dari ruangan itu.


"Haruskah saya bicara empat mata dengan Bos besar tapi anak buah Anda masih ada disini"ucap Rehan.


"Keluar kalian"ucap Pak Theo pada anak buahnya.


"Baik Bos besar"ucap Anak buah Pak Theo.


Anak buah Pak Theo keluar dari ruangan itu.


"Sampai aku mati, Presdir Rehan yang terhormat tidak boleh bekerjasama atau memiliki hubungan apapun dengan Leo Ariendra. Kau hanya boleh menghancurkannya"ucap Pak Theo.


"Sebegitu bencikah Bos besar pada Leo Ariendra, sampai puluhan tahun masih juga menjaga kebencian itu"ucap Rehan.


"Kau hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa, ikuti perintah dan aturanku kalau kau masih ingin duduk dijabatanmu sekarang ini"ucap Pak Theo.


Pak Theo berdiri dan berjalan sampai disamping tubuh Rehan.


"Jangan bermain api denganku anak muda, aku tahu wanita yang kau sukai, jika kau masih ingin dia hidup, bermainlah sesuai kemauanku"ucap Pak Theo.


Pak Theo tersenyum meninggalkan ruangan itu. Sementara Rehan hanya terpaku dan membisu seolah dia sedang tersambar petir disiang hari.


"Seperti biasa dia terus menekanku"ucap Rehan.


Sekretaris Yuda masuk ke ruangan Rehan dan bicara padanya.


"Presdir, apa yang harus saya lakukan?"tanya Sekretaris Yuda.


"Kumpulkan semua petinggi perusahaan diruangan meeting, aku harus bicara pada mereka"ucap Rehan.

__ADS_1


"Baik Presdir"ucap Sekretaris Yuda.


Rehan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya. Dia harus menghadapi ayahnya sendiri dan berusaha menutupi kerjasamanya dengan Leo.


Rehan masuk ke ruangan meeting. Didalam ruangan itu, semua petinggi perusahaan sudah duduk dikursinya masing-masing. Rehan duduk dikursi kepemimpinannya untuk memulai meeting dadakan itu.


"Kalian semua tahu kenapa aku mengumpulkan kalian?"tanya Rehan.


"Iya Presdir"ucap Semua petinggi perusahaan itu.


"Aku tidak akan mentolerir jika salah satu diantara kalian berkhianat dan membocorkan kerjasamaku dengan Leo Ariendra pada Bos besar, apa kalian semua paham"ucap Rehan.


"Paham Presdir"ucap Semua petinggi perusahaan itu.


"Kalian tahu seperti apa yang akan ku lakukan pada orang yang berkhianat, hidupnya akan menderita dan sengsara bahkan untuk berdiri saja sulit"ucap Rehan mengancam semua petinggi perusahaan.


"............"Semua petinggi perusahaan diam.


"Aku bukan orang yang bisa memaafkan seorang pengkhianat, jadi jangan berharap belas kasihku" ucap Rehan.


"Apa saya boleh bertanya Presdir?"tanya Heru.


"Lakukan dengan cepat jangan buat aku marah" ucap Rehan.


"Presdir, posisi kita tertekan diantara dua kekuatan dan ancaman, kami bingung harus patuh dan mengikuti perintah siapa"ucap Heru.


"Aku tanya siapa pemimpin perusahaan ini sekarang? jawab!"ucap Rehan membentak.


"Presdir"ucap Heru ketakutan.


"Kalau diantara kalian tidak patuh dan tidak mengikuti perintahku, berarti kalian pengkhianat, dan tempat penghianat adalah penderitaan dan kesengsaraan"ucap Rehan.


Rehan langsung berdiri dan meninggalkan ruangan meeting itu setelah bicara pada semua petinggi perusahaannya. Dia terpaksa menekan para petinggi perusahaan agar bersekutu dengannya. Dia tidak ingin kerjasamanya dengan Leo Ariendra diketahui Papanya. Akan sangat berisiko jika Papanya tahu.


Rehan kembali ke ruangan kerjanya. Dia duduk dikursi kerjanya sambil tersenyum memikirkan Cinta yang membuatnya bahagia saat bersamanya.


"Gadis kecil, dia pasti sedang mengerjakan tugas dari guru"ucap Rehan.


"Apa yang akan terjadi jika dia tahu Reni itu aku, apa dia akan marah padaku"ucap Rehan.


Rehan melihat-lihat foto Cinta dihandphonenya yang sengaja dia ambil saat Cinta tidak menyadarinya.


"Kalau lagi tidur gini manis juga, inget saat dia ngorok waktu pertama datang ke asrama, gadis kecil aku jadi merindukanmu"ucap Rehan.

__ADS_1


Rehan melanjutkan pekerjaannya lagi dan mulai mengecek semua data dilaptop miliknya. Dia melupakan sejenak permasalahan yang terjadi tadi.


__ADS_2