
Rehan bersiap pergi ke asrama tempat Cinta tinggal. Dia berpakaian layaknya seorang perempuan, mengenakan dress, legging, wig, kaca mata, syal, memakai bra pada dadanya dan berdandan cantik layaknya perempuan. Sekretaris Yuda menunggunya dimobil. Rehan keluar dari apartemennya membawa koper yang berisi baju dan perlengkapannya selama diasrama nanti.
Dia masuk ke dalam mobil miliknya dan duduk disamping Sekretaris Yuda.
"Presdir, apa Anda yakin akan menyamar seperti ini, soalnya dari drama korea yang saya tonton tidak mudah menyamar jadi perempuan, apalagi menyamakan suara perempuan"ucap Sekretaris Yuda. Tidak mudah menyamar menjadi perempuan apalagi harus seharian. Yudha ini memastikan bosnya apakah benda-benda bersungguh-sungguh ingin menyamar menjadi seorang perempuan.
"Demi Kirana apapun akan ku lakukan"ucap Rehan.
Dia melakukan itu semua untuk bisa dekat dengan Kirana apapun caranya Rehan akan melakukannya.
"Presdir benar-benar pejuang cinta sejati, saya dukung Anda, semangat Presdir"ucap Sekretaris Yuda. Hanya dukungan semangat yang diberikan Yudha pada Bosnya itu.
"Yuda, selama saya menyamar, kau harus terus memantau pekerjaan Direktur Jordan dalam mengurus perusahaan"ucap Rehan.
"Baik Presdir"ucap Sekretaris Yuda.
"Aku akan mengerjakan pekerjaan kantor saat senggang di asrama, kabari aku bila ada meeting penting ataupun urusan penting perusahaan"ucap Rehan.
"Beres Presdir"ucap Rehan.
Mobil itu melaju menuju ke Asrama Best Star School. Sampai ditempat itu, Rehan turun dari mobil. Dia masuk ke dalam asrama. Berjejer pintu-pintu disetiap ruangan. Satu kamar asrama untuk dua siswa. Rehan sengaja meminta Sekretaris Yuda untuk mengatur semuanya agar bisa satu kamar bersama Cinta. Kebetulan Cinta selama ini belum punya teman sekamar. Dia sendirian dari pertama kali masuk ke asrama itu.
Rehan masuk ke kamar yang ditempati Cinta. Dia membuka pintu kamar itu dengan kunci kamar yang dimilikinya. Saat pintu mulai dibuka, dia masuk ke dalam. Matanya terbelangak melihat pemandangan yang membuatnya risih. Kamar itu berantakan dan kotor tidak seperti kamar perempuan pada umumnya yang selalu rapih dan bersih.
"Ya ampun ini kamar cewek atau tempat sampah" ucap Rehan. Dia tak menyangka kamar Cinta ternyata sangat jorok untuk seorang perempuan.
Rehan mengamati sekelilingnya, sampah plastik, sayur, telor, buku, baju, tas, dan barang lainnya yang tak tertata rapi. Rehan mendekati dua ranjang didepannya. Dia melihat sebuah barang penting milik wanita.
"Ampun deh ini bra sama CD ngapain di ranjang berserakan, yang tinggal di kamar ini orang gila apa ya"ucap Rehan. Dia mengira Cinta adalah orang yang sangat gila dan jorok. Tidak memiliki etika, sopan santun dan kebersihan sebagai seorang perempuan yang yang cantik dan rapi.
Rehan memungut bra dan CD milik Cinta yang ada di ranjang sebelah kiri. Dia benar-benar tak habis pikir kenapa ada perempuan seperti Cinta di dunia ini. Kalau bukan demi Kirana dia tidak mungkin tetap bertahan di dalam kamar itu padahal Rehan sangat tidak menyukai hal yang kotor.
"Ih....ini cewek gak rapi banget, jorok, amit-amit kalau punya istri kaya gini"ucap Rehan. Dia tidak bisa membayangkan jika ternyata Cinta adalah istrinya. Bukan tipe wanita idaman yang dicintai banyak pria.
Rehan melempar bra dan CD itu ke ranjang sebelah kanan.
"Gak ada AC lagi, pasti panas, aku lupa tadi kenapa gak sekalian menyuruh Yuda mengurus semua ini"ucap Rehan.
Rehan akhirnya beristirahat di ranjang sebelah kiri.
Tak lama dia tertidur dengan pulas. Siang harinya Cinta pulang dari sekolah, dia memarkirkan sepedanya di parkiran asrama itu. Cinta masuk ke dalam asrama. Kebetulan kamar asramanya ada dilantai dua. Cinta baik ke lantai atas menuju kamarnya. Saat masuk dia belum tahu ada Rehan yang berbaring di ranjang. Cinta masuk dan melempar tas miliknya ke ranjang sebelah kiri.
Bruuuuug...................(suara tas milik Cinta yang terjatuh di atas tubuh Rehan).
"Aw................"ucap Rehan kesakitan.
"Oh ada orang, maaf"ucap Cinta. Dia tidak tahu kalau di ranjang sebelah kiri itu ada orang yang sedang berbaring. Selama ini cinta hanya tinggal sendirian di kamar itu.
Rehan bangun dan melihat gadis kecil yang ditemuinya di jalan itu. Dia tak menyangka akan bertemu dengannya di tempat yang tidak diduga.
"Kamu"ucap Rehan.
"Kamu teman satu kamarku"ucap Cinta yang tidak tahu teman wanitanya itu adalah Rehan yang menyamar.
"Buset deh kenapa satu kamar dengan gadis kecil ini, apa Yuda gak salah milihin kamar untukku" batin Rehan.
"Namaku Cinta Mutiara, kamu siapa?"tanya Cinta.
"Hah Cinta, jadi gadis kecil ini Cinta"batin Rehan.
"Re.......Reni"ucap Rehan. Hampir saja Rehan menyebutkan namanya sendiri, untung saja dia ingat kalau dia sedang menyamar.
"Nama yang bagus, oya Reni aku mau keluar dulu, bisakah kau bereskan kamarnya supaya nyaman kau tempati, nanti sisanya aku yang bereskan" ucap Cinta. Padahal cinta belum mengenal Reni tapi dia sudah menyuruhnya untuk ikut membersihkan kamar itu. Seolah mereka sudah akrab dan mengenal satu sama lain.
"Gadis kecil belum apa-apa kau sudah menyuruhku"batin Rehan. Dia kesal karena cinta sudah menyuruhnya ini itu padahal Rehan Baru saja datang ke kamar asrama itu.
__ADS_1
"Oke"ucap Rehan.
Cinta langsung menanggalkan seragamnya, Rehan kaget melihat Cinta menanggalkan seragamnya meskipun masih mengenakan baju dalam. Dia malu-malu mengintip sesaat tubuh cinta yang mulus.
"Kenapa melihat pemandangan seperti ini bikin naik aja"batin Rehan.
Cinta mengenakan pakaian dan mengucir rambutnya kembali.
"Reni aku keluar dulu ya, sapu dan pengkinya digantung di dapur ya"ucap Cinta.
"Iya"ucap Rehan yang masih bengong.
Cinta ke luar dari kamar asramanya. Rehan masih duduk di ranjang sambil memikirkan apa yang dilihatnya tadi. Dia tak menyangka akan melihat pemandangan yang selama ini tak pernah dipikirkan nya sama sekali. Semenjak dia mencintai Kirana.
"Aduh udah terlanjur naik nih, ke toilet aja deh, sialan gadis kecil untung aku gak lepas kendali" ucap Rehan.
Rehan akhirnya pergi ke toilet untuk mandi agar pikirannya jernih dan tidak membayangkan apa yang dilihatnya tadi. Hampir saja dia memikirkan hal yang jorok dan memangsa gadis kecil yang dilihatnya tadi.
Selesai mandi Rehan membersihkankan kamar asramanya. Dia memunguti sampah yang berserakan dilantai. Dan menata kembali barang-barang yang tidak rapi.
"Gadis kecil kenapa kau bisa hidup ditempat seperti ini, dia benar-benar gak tahu kebersihan, seumur-umur baru kali ini aku jadi pembantu"ucap Rehan.
"Kok bra ada di ranjang gini mana ukurannya mantep lagi, aduh jangan dibayangin tar naik lagi repot" ucap Rehan.
Rehan menyapu dan mengepel seluruh ruangan. dia benar-benar menjadi pembantu dalam waktu sehari itu. Hal yang tak pernah dilakukan Rehan sebelumnya. Biasanya dia hanya memerintah bawahannya. Tapi kali ini Dia harus mengerjakan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh OB.
"Capek"ucap Rehan berbaring di ranjang. membuang napas besarnya. Menghirup udara segar setelah lelah bekerja seharian.
"Seharian kerja di kantor perasaan gak secapek ini"ucap Rehan.
Rehan akhirnya tidur di ranjang kamar asrama itu.
Dia benar-benar kelelahan setelah membersihkan kamar asramanya. Demi Kirana dia melakukan hal yang tak pernah dilakukan sebelumnya.
***
"Alhamdulillah lumayan banyak baju kotornya, aku bisa dapat uang yang cukup banyak"ucap Cinta.
Cinta mencuci baju kotor milik teman seasramanya dan beberapa warga diperumahan dekat asramanya. Selesai mencuci Cinta menjemurnya di atap gedung asrama. Dia melakukan semua pekerjaan itu sendirian. meskipun berat dan lelah tapi Cinta tidak pernah menyerah.
"Ya Allah semoga Ibu cepat sembuh, dan Cinta punya uang untuk membeli rumah petakan untuk kami tinggal nanti"ucap Cinta.
Cinta turun dari atap gedung asramanya menuju kamarnya lalu dia shalat dan mengaji. Rehan terbangun mendengar Cinta mengaji.
"Cinta kalau nyanyi jangan kenceng-kenceng, aku lagi tidur"ucap Rehan.
"Aku sedang mengaji bukan bernyanyi, memangnya kau sudah shalat?"tanya Cinta.
"Aku tidak percaya adanya Tuhan"ucap Rehan.
Cinta langsung menghampiri Rehan dan duduk di sampingnya.
"Memang kenapa kau tak percaya adanya Tuhan?"tanya Cinta.
"Dikeluargaku tidak ada yang beragama. Dari kecil aku sudah terbiasa hidup tanpa Tuhan. Jadi untuk apa percaya Tuhan kalau aku bisa tetap hidup tanpa Tuhan. Kalau Tuhan ada kenapa aku tak bisa melihatnya"ucap Rehan.
"Reni, kau tahu udara? udara itu tidak terlihat tapi bisa kita rasakan bahkan kita hirup setiap hari. Sesuatu yang tak terlihat belum tentu tidak ada, begitupun dengan Tuhan, meskipun kita tidak bisa melihatnya tapi Tuhan itu ada. Kau tahu baju dibuat oleh siapa? tukang jahit, lalu makanan dibuat oleh seorang koki, lalu manusia dan bumi seisinya siapa yang membuatnya kalau bukan Tuhan"ucap Cinta.
"iya, Cinta apa sering beribadah seperti itu?"tanya Rehan.
"Iya, lima kali sehari"ucap Cinta.
"Kenapa harus sering beribadah, menyita waktu saja"ucap Rehan.
"Manusia selalu banyak keinginan ini itu tak ada habisnya bahkan selalu mengeluh kurang, selalu ingin semuanya terwujud, tapi ketika Allah meminta hanya lima kali dalam sehari masa kita merasa berat. Sebagai manusia kita selalu ingin diperhatikan oleh Allah tapi kita sendiri apa pernah memperhatikannya, tak jarang kita sering lupa dan sibuk dengan urusan dunia"ucap Cinta.
__ADS_1
Rehan memikirkan ucapan Cinta, walaupun dia belum sepenuhnya setuju dengan penjelasannya.
Bagi Rehan, Tuhan itu tidak ada dan dia baik-baik saja tanpa harus percaya akan keberadaannya.
Malam harinya Cinta tidur diranjang sebelah kanan dan Rehan tidur diranjang sebelah kiri.
Krooook.......kroooook.......krooook........
Suara Cinta yang tidur mengorok karena kelelahan seharian bekerja.
"Aduh berisik banget nih gadis kecil, dia ngorok mana mungkin aku bisa tidur. Cantik-cantik kok ngorok"batin Rehan.
Rehan bolak balik tak bisa tidur, tak lama Cinta bangun dan berjalan sambil mengigau.
"Pangeran aku disini, tolong aku"ucap Cinta mengugau sambil tidur berjalan.
"Ya ampun dia juga tidur berjalan, parah bisa tiap malam gak bisa tidur nih"ucap Rehan.
Cinta tidur berjalan menghampiri ranjang Rehan dan terjatuh disamping Rehan.
Bruuuuug.................
"Kenapa gadis kecil ini jadi disini, aku balas saja atas semua perbuatannya dari kemarin, mumpung dia tidur"ucap Rehan.
Rehan mendekati wajah Cinta hendak menciumnya tapi malah ditonjok Cinta.
Dug....................
"Aw................."ucap Rehan kesakitan.
"Rasakan itu penjahat, takkan ku biarkan kau melukai pangeran"ucap Cinta mengigau.
Cinta kemudian menendang Rehan hingga mengenai bagian terpentingnya.
Dug..............
"Aw............kena dua kali sakitnya"ucap Rehan.
"Masa depanku bisa hancur kalau ditendang mulu tiap malam"batin Rehan.
"Aku tidak takut, lebih baik mati terhormat dari pada menyerah"ucap Cinta mengigau.
"Gue harus bertindak, dari pada gue diserang lebih baik menyerang duluan"ucap Rehan.
Rehan bangun dan menindih Cinta lalu memegang kedua tangannya. Dia hendak mencium bibir cantik Cinta tapi Cinta malah terbangun.
"Reni kamu ngapain?"tanya Cinta.
"Itu tadi Cinta mengigau kesetanan jadi aku coba menenangkan"ucap Rehan.
"Oo.....aku memang sering mengigau kalau kelelahan,maaf"ucap Cinta.
Rehan bangun dari tubuh Cinta kemudian duduk, Cintapun juga bangun dan duduk.
"Aku ada diranjangmu, pasti tadi tidur berjalan lagi"ucap Cinta.
"Kau sering begitu?"tanya Rehan.
"Kadang kalau terlalu lelah"ucap Cinta.
"Oh begitu ya"ucap Rehan.
"Bisa tiap malam aku kena pukul dan tendang, siap-siap pakai helm dan baju pelindung sebelum tidur"batin Rehan.
"Aku kembali ke ranjangku, maaf ya Reni"ucap Cinta.
__ADS_1
"Oke santai aja"ucap Rehan.
Cinta kembali ke ranjangnya dan tidur dengan pulas. Begitupun dengan Rehan yang tidur sambil menutupi bagian terpentingnya jikalau Cinta kembali mengigau.