Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
Penyelamatan Yang Dilakukan Trio Sekawan


__ADS_3

Melihat Leo yang babak belur Zara langsung mendekat ke jeruji besi yang membatasi mereka. Zara memegang pipi Leo yang membiru karena pukulan.


"Leo hik...hik...., maafkan aku"ucap Zara pelan sambil menangis.


"Untuk apa minta maaf Zara, sebagai suami aku harus bisa melindungimu Zara, justru aku yang minta maaf karena..."ucap Leo.


Zara langsung menutup mulut Leo menggunakan jari telunjuknya.


"Aku mencintaimu Leo, tidak peduli kalau kita mati bersama ditempat ini"ucap Zara.


"Zara jangan pernah tanda tangani surat perceraian itu walaupun aku mati sekalipun"ucap Leo.


"Leo hik...hik...., kau tidak boleh mati. Kita akan mati bersama. Aku tak akan membiarkan mereka menyakitimu sendirian, jika harus mati, ayo kita mati bersama hik...hik...."ucap Zara.


Leo mencium kening Zara dari balik jeruji besi itu.


"Waktunya habis"ucap Doni lalu menarik Zara membawanya pergi dari tempat itu.


Leo merasa sangat bersedih dengan semua kejadian ini. Dia langsung berlutut dan menangis.


"Ya Allah, hanya Engkau yang bisa menolong kami, tiada lagi tempatku memohon selain padamu"ucap Leo.


*********


Harun dan Gerald menunggu Leo diruangan rapat tapi Leo belum hadir juga. Mereka keluar dari ruangan rapat dan menanyakan pada Sekretaris Beti tentang keberadaan Leo.


"Sekretaris Beti dimana Bos Leo?"tanya Harun.


"Bos sudah tidak masuk kerja sejak kemarin pagi" ucap Sekretaris Beti.


"Lalu kemana Bos Leo?"tanya Harun.


"Handphonenya tidak aktif, saya coba telpon ke rumahnya kata pembantunya, Nona Zara dan Bos sudah tidak pulang sejak kemarin dan tidak ada kabarnya"ucap Sekretaris Beti.


"Oya seseorang warga menemukan mobil Nona Zara ditepi jalan dan melaporkannya ke polisi"ucap Sekretaris Beti.


"Mobil Zara ditepi jalan?"tanya Gerald.


"Kaca pintu mobil itu pecah dan Nona Zara tidak ada dimobilnya"ucap Sekretaris Beti.


"Berarti sudah lapor polisi ya?"tanya Gerald.


"Sudah"ucap Sekretaris Beti.


Harun langsung mengajak Gerald berbicara empat mata diruangannya.


"Gue rasa ini perbuatan Gengster Bulan Sabit Merah, dua hari yang lalu mereka datang kemari. Dan Leo terlihat diam seperti menyembunyikan masalah"ucap Harun.


"Gengster Bulan Sabit Merah? aku pernah dengar" ucap Gerald.


"Apa kita pergi kesana saja, aku yakin pasti Leo dan Zara diculik mereka?"tanya Harun.


"Oke, sebagai sahabat mereka kita tidak mungkin berdiam diri saat sahabat kita dalam bahaya" ucap Gerald.


"Tapi tempatnya berbahaya, kau berani?"tanya Harun.


"Gak ada yang gue takutin kecuali Allah Sang Maha Pencipta"ucap Gerald.


"Bagus, anak jantan memang harus begitu"ucap Harun.


"Gue ajak King juga"ucap Gerald.


"Oke, pertama-tama kita pastikan laporan dipolisi dulu, setelah itu berangkat"ucap Harun.


Harun dan Gerald setuju untuk pergi menolong Leo dan Zara yang berada ditangan Gengster Bulan Sabit Merah. Mereka tak ingin sahabatnya sendirian dalam kesulitan.


************


Gerald, Harun dan King masuk ke Markas Bulan Sabit Merah. Mereka tak bisa lewat jalur depan karena penuh penjagaan. Akhirnya mereka sepakat memanjat tembok pagar itu dengan peralatan seadanya dari mobil mereka.


"Gerald gue takut ketinggian, gimana nih?"tanya King.


"Udah Lo nunggu sini aja sampai polisi datang" ucap Gerald.


"Gak ah, gue setia kawan sama Leo. Masa sahabat kesusahan gue cuma santai disini"ucap King.


"Yaudah King, Lo harus beraniin diri paling ngompol doang wajarlah"ucap Harun.


"Ayo naik keburu Leo dan Zara kenapa-kenapa" ucap Gerald.


"Gue duluan"ucap Harun.


"Gue setelah Harun"ucap King.


"Oke gue terakhir"ucap Gerald.


Setelah Harun berhasil masuk, giliran King memanjat tapi celananya tersangkut dibesi yang menonjol ditembok.


"Gerald gimana nih celana gue tersangkut besi nih susah gerak?"tanya King.


"Gue tolongin, tenang jangan gerak. Gue menyusul Lo memanjat nih"ucap Gerald.


Gerald menarik-narik celana King dari bawahnya tapi celana itu malah merosot kebawah.


"Yah Gerald kenapa celana gue Lo plorotin" ucap King.


"Aurat Bro, segera ditutup sebelum para jones melihat"ucap Gerald.


"Gimana caranya memakai celana gue lagi tangan gue aja buat pegangan"tanya King.

__ADS_1


"Kalau gitu udah nasib Lo, naik aja lanjutin biarin melorot dikit, anggap aja promosi"ucap Gerald.


King meneruskan naik ke atas pagar tembok itu. Lalu dia menunggu Gerald. Setelah Gerald sampai diatas King menyuruhnya turun duluan,


Geraldpun turun ke bawah.


"King ayo turun, cepetan"ucap Harun.


"Bro gue takut turunnya, perut gue udah mabok nih, mau buang lahar panas nih"ucap King.


"Minggir Gerald kita bisa kena lahar panasnya King"ucap Harun.


Mereka akhirnya menjauh dari tempat semula.


King akhirnya muntah berkali-kali sampai perut lega.


"King udah lima kali muntah nih, berapa episode lagi, jangan bertele-tele, nanti bosen yang nungguinnya"ucap Gerald.


"Iya gue turun nih"ucap King.


King akhirnya turun dari pagar itu. Mereka bertiga berkumpul dan melihat ternyata masih ada satu pagar tembok lagi.


"Yah Bro pagarnya berlapis"ucap Harun.


"Terus gimana? manjat lagi gue udah gak sanggup"ucap King.


"Pagar itu beraliran listrik, kita bisa kesetrum bila memanjatnya"ucap Harun.


"Ada cara lain gak Harun?"tanya Gerald.


"Ada lewat gorong-gorong, alias selokan"ucap Harun.


"Yah kotor dong, kalau ada tai gimana?"tanya King.


"Itu berarti bonus dari perjalanan ini"ucap Harun.


"Udah lupakan tai, kita harus segera pergi menyelamatkan Leo dan Zara"ucap Gerald.


Akhirnya mereka masuk ke gorong-gorong itu membawa peralatan seadanya yang dibawa mereka.


"Baunya sedap ya Gerald, berasa dipulau tumpukan sampah"ucap King.


"Awas King, samping Lo kepala tikus nyisa tuh"ucap Gerald.


"Alamak bangkai tikus itu udah tinggal kepalanya doang, semoga mati dengan tenang"ucap King.


"Harun masih jauh?"tanya Gerald.


"Kalau baju kita udah kotor semua berarti udah mau nyampai"ucap Harun.


"Apes kali hari ini, gue harap selanjutnya mujur" ucap King.


"Gunakan ini untuk senjata"ucap Harun.


"Ini kaya difilm eksen, babu hantam segala. Gue berdoa dulu ya biar gak mati disini, belum nikah soalnya tar penasaran"ucap King.


"Oke"ucap Harun dan Gerald.


Mereka bertiga berdoa bersama lalu masuk ke dalam markas itu. Baru masuk sudah disambut beberapa anak buah Jojo. Mereka saling melawan berpasangan.


"Gue kebagian yang gendut, gampang. Biasa yang gendut lelet, gampang capek"ucap King.


Lelaki gendut itu melawan King dengan pedang miliknya.


"Hei tunggu dulu"ucap King.


"Apa?"tanya Lelaki gendut itu.


"Itu pedang beneran atau KW ya?"tanya King.


"Ya beneran masa KW"ucap Lelaki gendut.


"Original ya, wah gue lagi nyari pedang original. Udah gue beli aja berapa harganya?"tanya King.


"Boleh juga gue butuh duit buat beliin mas kawin buat pacar gue, gaji gue habis buat makan gue yang sebakul"ucap Lelaki gendut itu.


"Yaudah duduk dulu dipinggir kita tawar menawar harga"ucap King.


"Oke"ucap Lelaki gendut itu.


Mereka berdua akhirnya duduk dipinggir ruangan itu sambil berbincang santai.


"Gak ada minum bro"ucap Momon sigendut itu.


"Gak masalah bro, mau jual berapa pedangnya?" tanya King.


"Yang penting cukup buat beli mas kawin dan seserahan sekalian, sedih bro jomblo dari TK sampai sekarang, giliran ada yang mau itupun budenya temen gue"ucap Momon.


"Tua dong"ucap King.


"Gak masalah yang penting laku, kasihan emak gue udah pasang selebaran sampai dipohon pisang segala cuma buat nyariin jodoh buat gue" ucap Momon.


"Miris banget, gue ikut bersedih bro. Oya kenapa Lo bisa kerja ditempat beginian?"tanya King.


"Panjang bro kalau diceritain udah kaya novel tiga musim"ucap Momon.


"Udah spoilernya aja udah cukup bro"ucap King.


"Dulu gue nyari kerja dikantor jadi OB, eh karena gendut kurang gesit jadi gak diterima. Kerja direstoran jadi tukang cuci piring setiap ada sisaan makanan dipiring yang masih utuh gue makanin, eh cucian piringnya jadi numpuk deh gue dipecat. Kerja jadi baby sister, gue ketiduran balitanya minum air di WC duduknya, ketahuan majikan, gue dipecat. Terus kerja jadi penunggu rumah kosong, tiap malam ditemenin pocong ma kunti sampai gue berasa gila sendiri. Kerja jadi asisten Mbah dukun tiap hari kena semburan buat sampel sebelum ke pelanggan. Gak ada kerjaan yang cocok dan sesuai. Akhirnya gue gabung disini yang penting dapet nasi bungkus sama gaji bulanan"ucap Momon.

__ADS_1


"Miris juga padahal baru spoilernya aja"ucap King.


"Yaudah bro gue beli 5 juta itu pedang gimana?" tanya King.


"Kurangi dikit 4 juta gimana?"tanya Momon.


"Lo gimana sih bro? otak Lo mesti dikursusin tuh biar gak belet, loadingnya kelamaan konslet jadinya"ucap King.


Sementara King tawar menawar harga pedang itu, Gerald dan Harun masih babu hantam dengan anak buah Jojo. Setelah beberapa anak buah itu tumbang, King sudah menyelesaikan jual belinya dengan lelaki gendut itu.


"Harun, Gerald lihat nih. Gue beli pedang dari Si gendut tadi. Lumayankan buat koleksi"ucap King.


"Bagus King tar buat senjata Lo ngelawan anak buah Bos Gengster Bulan Sabit Merah"ucap Harun.


"Kirain buat pajangan"ucap King.


Mereka terus berjalan, disepanjang perjalanan mereka babu hantam dengan anak buah Jojo.


"Mereka cukup banyak, jangan lengah"ucap Harun.


"Oke"ucap Gerald dan King.


Mereka bertiga memasuki ruangan berikutnya. Disana sudah ada beberapa anak buah Jojo.


"King Lo lawan yang botak"ucap Harun.


"Oke"ucap King.


Harun melawan dua orang sekaligus begitupun dengan Gerald. Hanya King yang melawan satu orang.


"Bang, kepala Lo botak rambutnya pindah ke ketek ya, itu rambut keteknya sampai panjang bener dikepang kaya kuda poni"ucap King saat melawan lelaki botak itu.


"Rambut ketek gue ini dirawat tau, dibawa ke salon sebulan sekali buat creambath, dibonding lagi"ucap Lelaki itu.


King menahan tawa sampai perutnya sakit.


Dia kembali melawan lelaki botak itu dan menjatuhkannya ke lantai lalu King menduduki punggung belakangnya.


"Rasain nih"ucap King menepuk-nepuk punggung lelaki botak itu dengan kencang.


"Aw....Aw.....aw......"ucap Lelaki botak itu.


"Bang memang sakit?"tanya King.


"Bukan itu, panu dipunggung Abang gatel, tolong garukin tersiksa nih, gatel banget"ucap Lelaki botak itu.


"Ih.......,tapi kasihan juga ya. Gue bantuin garuk deh"ucap King.


King membuka kaos lelaki botak itu dan melihat begitu banyak panu dipunggungnya.


"Bang panunya banyak amat, dakinya juga berapa senti nih"ucap King.


"Habis gue jarang mandi, udah seminggu nih belum mandi"ucap Lelaki botak itu.


"Ampun deh, pantesan dari tadi bau, ternyata Abang"ucap King.


"Kalau mandi tar hujan lagi, kasihan yang rumahnya tepi sungai kebanjiran"ucap lelaki botak itu.


"Bisa aja alasannya Si Abang"ucap King.


King menggarukkan punggung lelaki botak itu.


Karena kebaikan King mereka berdamai dan menjadi teman. Setelah itu King menghampiri Gerald dan Harun yang sudah mengalahkan anak buah Bos Gengster Bulan Sabit Merah. Mereka berjalan kembali ke ruangan lain. Diruangan itu begitu banyak anak buah Bos Gengster Bulan Sabit Merah. Meraka dikepung semua anak buah Bos Gengster Bukan Sabit Merah. Harun memberi tahu King dan Gerald.


"King, Gerald kita harus waspada dan tetap fokus salah langkah nyawa taruhannya"ucap Harun.


"Yah gue belum pamit sama Papa dan Mama gimana kalau mati disini, Niken aja belum gue kabarin kalau gue kesini. Nelangsa pulang tinggal nama"ucap King.


"Sabar bro kalau mati kita rame-rame, gak tau deh kalau dialam kubur, dosa Lo banyak gak?"tanya Gerald.


"Aduh dosa gue setumpuk, sampai capek malaikat nyatetnya. Mati disini siksa kubur menanti, gak tahu bakal ada yang doain atau gak"ucap Harun.


"Hei, kalian jangan gosip. Ini bukan acara biang rumpi. Ganti Chanel, kita alihkan ke acara babu hantam lebih laki"ucap Bokot salah satu anggota Gengster Bulan Sabit Merah.


"Tunggu iklan dulu, lumayan sekali iklan bayarannya mahal"ucap King.


Mereka menunggu sebentar lalu Bokot berbicara pada mereka lagi.


"Udah sepuluh menit, sudah selesai iklannya"ucap Bokot.


"Tunggu dulu, acaranya lagi naik rating biasanya iklannya segambreng jadi sabar dulu"ucap Harun.


"Haruskah kita melawan mereka semua Harun? jumlah mereka cukup banyak"ucap Gerald.


"Maju atau mundur sama aja, kita bakal dilenyapkan"ucap Harun.


"Dilenyapkan?"ucap King.


"Sabar King ini ujian, kita harus bersama-sama melawan mereka sampai tangan dan kaki pegel" ucap Gerald.


"Padahal bentar lagi gue nikah, yah harus mempertaruhkan nyawa dimedan perang"ucap King.


"Iklannya udah kelamaan, ayo teman-teman lenyapkan anak-anak ini"ucap Bobot.


Mereka melawan semua anak buah Bos Gengster Bulan Sabit Merah tanpa menyerah. Tapi mereka sudah kelelahan dari tadi, hingga kesulitan melawan. Akhirnya mereka tumbang, saat semua anak buah Bos Gengster Bulan Sabit Merah diruangan itu mengacungkan pedang, terdengar suara lelaki paruh baya yang berteriak pada mereka.


"Hentikan"ucap Lelaki paruh baya itu.


"Bos Besar"ucap Mereka semua.

__ADS_1


Semua anak buah Bos Gengster Bulan Sabit Merah itu menjatuhkan pedang ke lantai dan takut pada lelaki paruh baya itu. King, Gerald dan Harun diselamatkan lelaki paruh baya itu.


__ADS_2