Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 50


__ADS_3

"Lalu kenapa tidak segera didonorkan dari keluarganya, biar Cinta cepat sembuh"ucap Leo.


"Justru karena saya belum menemukan orangtua kandungnya, Cinta belum bisa mendapatkan donor sumsum tulang belakang"ucap Rehan.


"Orangtua kandungnya? maksudnya bagaimana Presdir Rehan?"tanya Leo.


"Cinta ditemukan disungai oleh kedua orangtua yang merawatnya 17 tahun yang lalu, itu sebabnya saya belum bisa menemukan orangtua kandung Cinta"ucap Rehan.


"Cinta hilang 17 tahun lalu.....putriku juga hilang 17 tahun yang lalu, aku dan Zara baru bertemu Cinta tapi perasaan kami begitu dekat dengannya"batin Leo.


"Seandainya saya bisa menemukan orangtua Cinta secepatnya, mungkin Cinta akan cepat sembuh"ucap Rehan.


"Presdir Rehan, anak saya hilang 17 tahun yang lalu dibawa Mirna. Sampai sekarang saya masih menyelidiki hilangnya putri kandung kami, entah kenapa saat bertemu Cinta, kami merasakan perasaan yang begitu dekat. Mendengar ceritamu tentang Cinta, saya jadi ingin melakukan Test DNA antara saya dan Cinta, apa mungkin Cinta adalah anak kandung kami"ucap Leo.


"Saya juga berpikir seperti itu Bos Leo, saat kemarin datang ke rumah Anda, saya melihat foto bayi Clara putri Anda sedikit mirip dengan foto Cinta saat bayi"ucap Rehan.


"Kalau begitu kita harus segera melakukan Test DNA biar semuanya jelas"ucap Leo.


"Saya setuju"ucap Rehan.


Setelah Rehan berbincang dengan Leo, Rehan berbicara dengan Dokter yang menangani Cinta diruangannya.


"Perkembangan leukimianya mengalami kenaikan, leukimianya sudah memasuki stadium dua lebih cepat dari perkiraan"ucap Dokter Siwon.


"Dokter jika Cinta segera mendapatkan donor sumsum tulang belakang, apa penyakitnya bisa disembuhkan?"tanya Rehan.


"Kesembuhan datang dari Allah, manusia hanya berusaha. Kemungkinan sembuh 50:50 karena sudah memasuki stadium dua, transplantasi sumsum tulang belakang harus dari pendonor yang memiliki kecocokan DNA yang mirip, kemungkinan dari anggota keluarganya. Tapi tetap saja ada resiko dari transplantasi itu sendiri"ucap Dokter Siwon.


"Lakukan apapun Dok, yang terpenting Cinta sembuh"ucap Rehan.


"Baik"ucap Dokter.


Rehan keluar dari ruangan Dokter Siwon. Dia sangat sedih ketika mengetahui Leukimia yang diderita Cinta sudah memasuki stadium 2. Rehan berjalan menuju ke mushola di rumah sakit itu, ternyata Leo juga ada dimushola itu. Mereka akhirnya sholat berjamaah. Mereka berdoa untuk kesembuhan Cinta.


"Ya Allah sembuhkan istriku, aku tahu Engkau Maha Pengasih dan Penyayang, Engkau Maha Penguasa atas semua ada didunia ini. Sangat mudah untukMu menyembuhkan istriku, mungkin dosaku begitu banyak tapi ku mohon dengarlah doaku dan kabulkanlah Ya Allah, amin"batin Rehan saat berdoa.


"Ya Allah sembuhkan Cinta, Engkau Maha Besar, Maha Penyembuh, tidak ada yang mustahil bagiMu, Cinta yang mungkin adalah putriku Clara, sedang menderita Leukimia, penyakit yang tidak ringan, dia pasti sangat menderita dengan penyakitnya itu. Sembuhkanlah Cinta Ya Allah, amin" batin Leo saat berdoa.


Leo dan Rehan berdoa untuk kesembuhan Cinta.


Selesai sholat Rehan dan Leo mengobrol dikursi luar mushola.


"Presdir Rehan gimana kata Dokter Siwon mengenai kondisi Cinta?"tanya Leo.


"Leukimia yang diderita Cinta sudah memasuki stadium dua, kemungkinan sembuh 50:50 dengan transplantasi sumsum tulang belakang itupun ada resikonya"ucap Rehan.


"Kalau begitu hari ini juga Test DNA itu harus dilakukan, biar Cinta segera mendapat donor sumsum tulang belakang"ucap Leo.


"Anda benar Bos Leo"ucap Rehan.


************


Zara masuk ruang perawatan tempat Cinta berada. Dia melihat Cinta yang berbaring diranjang. Zara menghampiri Cinta dan duduk dikursi samping ranjang itu. Cinta masih belum sadar, tak terasa air mata Zara menetes dipipinya. Tangannya meraba pipi Cinta yang sedang tertidur itu.


"Cinta cepat sembuh nak, Tante gak bisa melihat Cinta sakit seperti ini. Kau harus sembuh, sehat lagi nak hik.....hik....."ucap Zara sambil menangis.

__ADS_1


"Hati Tante sakit rasanya melihatmu harus menderita seperti ini, Tante masih ingin mengobrol denganmu nak, berbagi cerita dan bercanda bersama hik....hik......"ucap Zara.


Mata Cinta mulai terbuka, dia melihat Zara menangis didepannya.


"Tante jangan menangis Cinta udah sadar Tante" ucap Cinta.


"Cinta......."ucap Zara langsung memeluk Cinta.


"Tante seneng kamu sudah sadar nak hik....hik...." ucap Zara.


"Cinta juga seneng ada Tante disini"ucap Cinta.


"Kamu harus sehat nak, nanti kalau kamu sudah sehat, Tante akan memasak masakan kesukaanmu"ucap Zara.


"Aku suka makan sup iga Tante"ucap Cinta.


"Leo juga suka sup iga"batin Zara.


"Tante akan masak sup iga untuk Cinta"ucap Zara.


"Makasih Tante"ucap Cinta.


"Iya nak"ucap Zara.


Tak lama Leo dan Rehan masuk ke ruangan itu.


Zara langsung memberi tempat untuk Rehan menghampiri Cinta. Kemudian dia berdiri didekat Leo.


"Gadis kecil kau sudah sadar"ucap Rehan.


"Presdir Rehan kami pamit pulang dulu, besok kami akan kesini lagi"ucap Leo.


"Baik Bos Leo, terimakasih sudah mengantar istri saya ke rumah sakit"ucap Rehan.


"Sama-sama"ucap Leo.


"Cinta, Tante pulang dulu ya nak"ucap Zara.


"Iya Tante, hati-hati dijalan"ucap Cinta.


"Assalamu'alaikum"ucap Leo dan Zara.


"Wa'alaikumsallam"ucap Rehan dan Cinta.


Leo dan Zara keluar dari ruang perawatan itu.


Mereka masuk ke laboratorium untuk menyerahkan sample darahnya untuk Test DNA.


Setelah itu barulah mereka pulang. Leo dan Zara berbincang didalam mobil.


"Pa, Mama yakin kalau Cinta anak kita, ikatan batin seorang ibu tidak mungkin salah"ucap Zara.


"Papa juga berpikir seperti itu, Cinta bisa jadi memang anak kita, Clara Ma"ucap Leo.


"Cinta suka sup iga sama kaya Papa"ucap Zara.

__ADS_1


"Semoga saja Cinta memang benar anak kita, jadi Cinta bisa segera disembuhkan, dan Cinta bisa berkumpul dengan kita Ma"ucap Leo.


"Semoga Cinta memang anak kita, Mama rindu Clara anak kita, bayi kecil yang dulu selalu kita timang semoga kita bisa berkumpul lagi hik....hik......"ucap Zara lalu menangis.


Leo langsung merangkul Zara.


"Sabar ya Ma, Allah pasti akan menunjukkan kebenarannya pada kita"ucap Leo.


"Iya Pa"ucap Zara.


***********


Rehan menemani Cinta diruangan perawatan itu. Rehan terus menggenggam tangan Cinta seakan tak mau berpisah dari Cinta. Senyuman manis Cinta membuatnya tak bosan memandang gadis kecil kesayangannya itu.


"Tuan yang sombong tidurlah disampingku"ucap Cinta.


"Baiklah"ucap Rehan.


Rehan berbaring disamping Cinta dan memeluknya.


"Gadis kecil kau harus sembuh, jangan berani meninggalkanku"ucap Rehan.


"Iya Tuan yang sombong, tapi kau harus membelikanku es krim"ucap Cinta.


"Oke, kalau perlu aku akan membeli pabrik es krim, biar kau bisa makan es krim sebanyak mungkin sampai perut kecilmu itu membuncit"ucap Rehan.


"Wah....nanti aku gak pulang dong, tidur di pabrik es krim biar seharian bisa makan es krim"ucap Cinta.


"Oh....kalau kau tidak pulang, aku akan memindahkan rumahku didekat pabrik es krim itu biar setiap hari bisa bertemu denganmu"ucap Rehan.


"Tuan yang sombong aku senang bisa bertemu Om Leo dan Tante Zara, mereka orangnya baik" ucap Cinta.


"Gadis kecil jika ternyata mereka orangtuamu bagaimana?"tanya Rehan.


"Aku pasti sangat bahagia, disaat aku seperti ini bisa bertemu orangtuaku hik...hik....paling tidak jika Allah mengambil nyawaku, aku sudah ikhlas......"ucap Cinta.


Rehan memegang pipi Cinta dengan kedua tangannya dan menatap wajahnya.


"Gadis kecil jangan bicara seperti itu, kau pasti akan sembuh, jangan tinggalkan aku....hidupku baru saja berarti saat kau ada disisiku"ucap Rehan.


"Aku bahagia bisa bertemu denganmu hik....hik....


Saat aku sakit ada orang yang setia dan selalu ada mendampingiku hik...hik......aku bahagia bersamamu Kak Rehan hik....hik....."ucap Cinta.


"Kau harus bersamaku selamanya Cinta, aku mencintaimu"ucap Rehan.


"Aku juga mencintaimu Kak Rehan"ucap Cinta.


Rehan meneteskan air matanya, dia mendekatkan kepalanya hingga bersentuhan dengan kepala Cinta.


"Jika kau harus mati, kita akan mati bersama, aku akan minta Allah untuk mencabut nyawaku juga agar bisa pergi bersamamu"ucap Rehan.


"Hik....hik......hik......."Cinta menangis.


Cinta tidur dipelukan Rehan. Rasa hangat penuh cinta itu membuatnya merasa hidupnya berharga. Dia ingin sembuh biar bisa bersama Rehan dan bertemu dengan orangtuanya.

__ADS_1


__ADS_2