Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)

Belum Siap Menikah (Bad Boy VS Good Girl)
New Generation Part 25


__ADS_3

Kirana sedang membaca buku diperpustakaan. Rehan menghampirinya dan duduk didepan Kirana. Dia mencoba untuk berbicara pada Kirana terlebih dahulu.


"Kirana kau suka baca buku?"tanya Rehan.


"Dari pada bingung mau ngapain, baca buku nambah ilmu"ucap Kirana.


"Apa kau mau makan, kita ke kantin yuk"ucap Rehan.


"Aku belum lapar, aku lagi diet"ucap Kirana.


"Memang buat apa diet? kau sudah langsing kok" ucap Rehan.


"Aku harus jaga penampilan, sekarangkan aku publik figur"ucap Kirana.


"Tapi kalau itu membuatmu tersiksa lebih baik jangan"ucap Rehan.


"Tidak juga, aku hanya ingin punya tubuh yang tetap ideal agar terlihat bagus saat dikamera" ucap Kirana.


"Oya sinetronmu Pacar SMA lagi naik ya ratingnya"ucap Rehan.


"Iya, bahkan aku jadi kebanjiran tawaran iklan dan model pakaian remaja masa kini"ucap Kirana.


"Wah kau semakin terkenal"ucap Rehan.


"Aku memang semakin terkenal Reni, tapi aku ingin punya seseorang yang membuatku semangat"ucap Kirana.


"Kau ingin seorang teman spesial ya"ucap Rehan.


"Tapi orang itu jauh dan dingin padaku"ucap Kirana.


"Kenapa kau tidak melihat disekelilingmu, mungkin ada seseorang yang sejak lama peduli padamu bahkan dia rela menjadi orang lain hanya untukmu"ucap Rehan.


"Sebenarnya ada seseorang yang seperti itu, tapi aku tidak memberinya kesempatan, dia baik sih tapi......di dalam hatiku sudah ada seseorang yang tidak peduli dan dingin itu"ucap Kirana.


"Sepertinya Kirana menyukai seseorang tapi siapa?"batin Rehan.


Rehan menemani Kirana membaca buku di perpustakaan itu. Dia memikirkan seseorang yang disukai Kirana.


*************


Cinta pulang sekolah bertemu Rehan yang menunggunya didepan sepeda miliknya. Cinta tersenyum pada Rehan, tiba-tiba Cinta terjatuh. Rehan langsung menghampiri Cinta yang terjatuh.


"Cinta, kau tidak apa-apa?"tanya Rehan.


"Gak papa, tadi tiba-tiba pusing jadi jatuh"ucap Cinta.


"Cinta hidungmu mimisan"ucap Rehan.


"Mimisan?.....mungkin aku panas dalam"ucap Cinta.


Rehan mengeluarkan sapu tangannya dan mengusap darah dihidung Cinta.


"Cinta hari ini kau harus istirahat, jangan kecapean nanti kau malah sakit"ucap Rehan.


"Reni aku sudah sehat, lagian banyak baju yang belum ku gosok, kemarinkan setrikaku rusak" ucap Cinta.

__ADS_1


"Kalau begitu ayo pulang biar aku yang bonceng kamu ya"ucap Rehan.


Cinta mengangguk, Rehan mengayuh sepeda dan Cinta membonceng dibelakang. Sampai dikamar asrama Cinta melihat ada setrika baru untuknya.


"Ini setrika baru untukku? tapi dari siapa? apa punyamu Reni?"tanya Cinta.


"Itu untukmu"ucap Reni.


"Untukku, tapi inikan mahal, pasti kau menghabiskan banyak uang jajanmu ya"ucap Cinta.


"Tidak juga, aku dapat doorprize saat belanja di Mall, karena aku tahu kau membutuhkan setrika jadi aku hadiahkan untukmu"ucap Rehan berbohong pada Cinta.


"Makasih ya Reni, tapi aku gak enak kau baik sekali padaku"ucap Cinta.


"Kalau begitu hari ini beristirahatlah ya"ucap Rehan.


"Tapi gosokkanku gimana?"tanya Cinta.


"Biar nanti ku panggilkan Om Jin biar menyulap baju gosokkannya rapi semua"ucap Rehan.


"Baiklah aku akan istirahat sebentar"ucap Cinta.


Cinta berganti pakaian dan berbaring diranjangnya hingga dia tertidur. Rehan menyelimutinya kemudian dia menggosok baju yang menumpuk dikeranjang.


"Ternyata capek juga menggosok pakaian begini mana banyak lagi, Cinta benar-benar pekerja keras, pagi jualan nasi bungkus dan siangnya cuci gosok"ucap Rehan.


Rehan menggosok pakaian itu sampai sore hari. Dia menyelesaikkan baju gosokan itu. Tak lama Cinta bangun dan melihat Rehan sudah berbaring diranjangnya.


"Baju gosokkanku sudah rapi semua, apa Reni yang mengerjakannya?"ucap Cinta.


"Rasanya adem banget mendengar Cinta mengaji, suaranya menyejukkan hatiku"batin Rehan.


Setelah Cinta selesai mengaji, dia menghampiri Rehan.


"Tadi kau menyetrika baju gosokkanku ya?"tanya Cinta.


"Iya, habis aku bingung mau ngapain dari pada gabut jadi ku gosok saja bajunya"ucap Rehan.


"Makasih ya Reni, kau mau apa sebagai tanda terimakasihku?"tanya Cinta.


"Beli jagung bakar sambil jalan-jalan malam ini mau gak?"tanya Rehan.


"Boleh"ucap Cinta.


"Ayo bersiap"ucap Rehan.


"Oke"ucap Cinta.


Rehan dan Cinta berjalan keluar asrama, mereka bertemu Dokter Daniel didepan asrama.


"Cinta"ucap Dokter Daniel menghampirinya.


"Dokter Daniel"ucap Cinta.


"Aku datang kesini untuk mengundangmu makan malam dirumahku, ini permintaan ibuku. Dia ingin bertemu denganmu"ucap Dokter Daniel.

__ADS_1


"Apa?....Dokter ini terus saja mendekati Cinta" batin Rehan.


"Dokter Daniel yang terhormat, Cinta sudah janjian duluan denganku, jadi sebaiknya Anda pulang saja"ucap Rehan.


"Saya tanya pada Cinta dulu, apa dia mau atau tidak. Kalau tidak baru saya akan pulang"ucap Dokter Daniel.


"Gimana ya? ini permintaan ibu Dokter Daniel, tidak sopan rasanya menolak begitu saja tapi aku juga sudah janji makan jagung bakar bersama Reni"batin Cinta.


"Beri saya waktu sebentar ya Dokter Daniel"ucap Cinta pada Dokter Daniel.


Cinta menarik Rehan menjauh dari Dokter Daniel.


Dia bicara pada Rehan dipojok bangunan luar asrama itu.


"Reni sebenarnya aku ingin sekali pergi denganmu, tapi aku tidak enak menolak ajakan ibu Dokter Daniel, bisakah kita makan jagung bakarnya besok saja?"tanya Cinta.


"............"Rehan terdiam.


"Gimana kalau malam ini setelah dari rumah Dokter Daniel saja"ucap Cinta.


"Oke, jangan lama-lama perginya. Aku menunggumu dilapak tukang jagung bakar ditepi Jalan Peteran"ucap Rehan.


"Insya Allah ku usahakan. Dah Reni........."ucap Cinta.


Cinta meninggalkan Rehan, dia berjalan menghampiri Dokter Daniel.


"Kenapa rasanya gue gak rela melihat Cinta bersama Dokter itu"batin Rehan.


Rehan kembali masuk ke kamar asramanya.


Sementara Cinta berangkat bersama Dokter Daniel ke rumahnya.


**********


Pak Irwan sedang nongkrong bersama teman-teman judinya. Dia sampai mabuk dan memeluk kedua wanita malam yang menemaninya. Dia terus menghamburkan uangnya dimeja judi itu.


"Irwan, kemana Mirna? dah lama kita belum diservis sama dia"ucap Pak Feri.


"Dia gila kebanyakan gue jual ke Om-om jadinya stress berat"ucap Pak Irwan.


"Yang gila itu lo, udah habis lo pakai sampai kenyang, lo jual Mirna sampai dia stress gitu" ucap Pak Komar.


"Padahal bodinya semok dan mulus, gue aja masih kebayang saat malam itu bersama Mirna" ucap Pak Agus.


"Nanti kalau anak gue Si Kirana dah gak guna lagi baru gue jual sama kalian, dia lebih cantik dan mulus dari Mirna"ucap Pak Irwan.


"Sadis.....lo lebih jahat dari bini lo yang matre itu" ucap Pak Feri.


"Bini gue itu cuma tambang emas gue, tanpa dia gue gak bisa seneng-seneng seperti sekarang ini" ucap Pak Irwan.


"Istri lo manfaatin Kirana, Lo manfaatin istri lo, sungguh kejam dunia ini"ucap Pak Komar.


"Bini gue itu ngertinya cuma duit, pas gue merkosa Mirna juga dia gak tahu, sampai Mirna gila gara-gara gue terus menerus jual dia ke club malampun bini gue gak tahu, kalaupun tahu juga gak peduli"ucap Pak Irwan.


"Lo penjahat sejati Irwan"ucap Pak Agus.

__ADS_1


Teman-teman Pak Irwan sampai geleng-geleng dengan segudang kejahatan Pak Irwan.


__ADS_2