
Sekitar 15 menit kemudian, Arya sudah siap dan rapi. Bergegas membawa langkahnya ke parkiran untuk mengambil kendaraan roda duanya. Saatnya pergi menjemput Rania si gadis kecil yang selalu menantikan kehadirannya.
Arya melajukan motornya, tidak lupa mengenakan helm terlebih dahulu. Grung-grung, grung. Suara mesin motor Arya ketika dinyalakan.
Tidak lama kemudian si kuda besi tersebut meluncur begitu cepat dan bak anak panah yang melesat dari busurnya. Agar segera sampai di tempat tujuan.
Pandangan yang lepas ke depan dibarengi pikiran yang melayang entah kemana namun Arya tetap fokus mengendari roda duanya berpacu dengan kuda-kuda besi lainnya.
Dalam jarak sekitar 15 menit, Arya tiba di depan sekolahan Rania yang sudah terlihat menunggu di depan pintu bersama ibu guru Rosa.
Rania memekik kencang pada Arya yang baru melepas helm nya. "Om ...."
Arya melambaikan tangannya sembari mengayunkan langkah kaki menghampiri Rania. Dengan senyum ramah dan mengangguk hormat pada Bu guru Rosa yang sudah lebih dulu melempar senyumnya. Mungkin sekarang sudah tidak asing lagi melihat Arya di tempat tersebut.
Rania menyeruak memeluk Arya, menyambut dengan riang. "Om, pulang yu? tapi beli eskrim dulu, boleh ya?" sedikit memelas.
"Met siang Bu! terima kasih sudah menjaga Rania sampai saya datang," ucap Arya pada Bu guru Rosa.
"Om, pulang?" tangan mungil Rania menggoyang tangan Arya yang berbincang dengan ibu guru.
"Iya sayang, iya. Sebentar ya ... Om sedang berbicara dulu sama Ibu guru." Arya mengangguk.
Rania cemberut dan menggeser tubuhnya dari Arya, dia tampak kesal dan marah. Terlihat dari wajahnya yang di tekuk dan bibir maju ke depan.
"Gimana, apa Rania menjadi salah satu murid yang baik di sini?" tanya Arya pada Bu guru.
__ADS_1
"Oh, baik sungguh baik. Pinter dan rajin, perangainya pun ramah, ceria. Oke tak ada keluhan kok," balas bu Rosa dengan ramahnya.
"Bagus lah, oke. Saya pamit dulu sampai berjumpa lagi." Arya mengundur diri sambil menganggur hormat kembali.
"Sampai jumpa kembali." Bu Rosa membalas anggukan hormat dari arya.
Menoleh ke arah Rania yang cemberut, wajah pun ditekuk tampak kesal dan matanya mendelik, tampak lucu sekali. "Hi ... anak cantik. Kok ngambek sih? em ... Om salah apa ya?" mengetuk-ngetukkan jari di dagunya.
"Om, sudah mendiamkan Rania. Om jahat gak sayang sama Rania," membalikan badan dengan tangan dilipat di dada.
Kening Arya mengerut, berusaha mencari kesalahan yang sudah ia buat sehingga Rania bersikap marah padanya. "Ooh, itu ... bukan diemin kamu sayang," ucap Arya sambil berjongkok dan memegang bahu Rania. "Om kan harus ramah dan bicara baik-baik. Masa Om harus jutek sama ibu guru? kan gak baik."
Rania melempar pandangannya pada Arya yang tersenyum padanya. "Rania ngerti Om." Menunduk.
"Yu, mau-mau." Wajah Rania kembali ceria dan riang. Rania Arya dudukan di depan dan Arya mengenakan dulu helm nya, sebelum membawa motornya melaju.
"Mau membeli eskrim nya di mana sayang?" tanya Arya mendominasi suara mesin kendaraan.
"Di pinggir jalan juga gak kenapa-napa kok." Jawab Rania.
"Oke, kita beli eskrim."
Selang beberapa lama, motor Arya memasuki halaman rumah mewah Fatma, dalam tugas mengantar Rania sampai tempat dengan selamat.
Rania Arya turunkan, dan di sambut hangat oleh Bu Wati. Arya menjinjing tas dan cap eskrim yang dibeli di jalan tadi.
__ADS_1
"Eh ... cucu Oma sudah pulang? gimana sekolahnya lancar?"
"Lancar Oma, Oya Oma. Tadi banyak yang nanya sama Rania kalau om ganteng ini papanya rania?" celoteh Rania.
"Terus Rania jawab apa emang sayang?" tanya Bu Wati menatap Rania dengan lekat.
"Rania jawab aja iya." Jawab Rania.
"Assalamu'alaikum ..." ucap Arya sambil berjalan menyusul Rania yang sudah sampai di teras dan berbincang dengan Omanya.
"Wa'alaikum salam. Makasih, Nak Arya yu, masuk?" Bu Wati menuntun Rania tuk masuk.
Asisten datang dan mengambil tas dan kantong lainnya dari tangan Arya. Dibawanya ke dalam.
"Bu?" panggil Arya. Membuat Bu Wati menoleh dan menghentikan langkahnya.
"Aku pamit pulang saja, mau istirahat dulu, nanti sore ada tugas."
"Lho ... kok pulang? Istirahat saja di sini," ucap by Wati menyuruh Arya istirahat saja di rumah tersebut.
"Mau pulang saja, Rania. Om pulang dulu ya. Mau tugas soalnya, Om kan sudah janji! kalau gak tugas akan selalu antar jemput Rania sekolah." Arya mengalihkan pandangan pada Rania yang bengong ....
****
Mampir juga di GSM ya🙏
__ADS_1