Mencintai Ibu Angkatku

Mencintai Ibu Angkatku
Apa sebabnya


__ADS_3

Sesaat kemudian mereka sudah berada di dekat mobil dan baru saja mau masuk, terdengar suara klakson motor Sultan.


"Tunggu? kalian mau kemana? ikut dong ... gak ngajak-ngajak, ngomong kek. Telepon atau apa gitu! sama Ibu Negara aja suka bilang, masa sama saya nggak. Gak adil," gerutu Sultan sambil turun dari motornya dan membuka helm dan menyimpannya.


"Assalamu'alaikum, Nak Sultan apa kabar, sehat?" Abah langsung menyambutnya Sultan dengan hangatnya.


"Wa'alaikum salam, sehat, Bah. Aku baru datang, kalian sudah mau pergi saja tidak mau bertemu aku apa?" Sultan berjabat tangan dengan Abah dan berpelukan, begitupun dengan umi Santi.


"Ya ampun ... Nak Sultan makin ganteng saja kamu teh," ucap umi Santi sambil menatap Sultan dengan intens.


"Aduh ... baru kali ini aku dibilang ganteng bro, kamu saja tidak mau mengakui saya ganteng. Tega benar," Sultan melirik ke arah Arya yang mengitari mobil bagian depan.


"Jangan banyak bicara kalau mau ikut? masuk buruan, nanti keburu malam." Jelas Arya tanpa basa-basi.


"Nah ... gitu, Umi. Abah, putra kalian suka bikin esmoshi ... akyu saja, di tanya bukannya jawab malah bicara yang lain, itu-tuh putra kalian." Sultan ngomel sambil membuka pintu depan samping kemudi, lalu masuk dan duduk.


Arya menoleh ke belakang dimana Abah dan Umi sudah duduk dengan santai di sana.


"Mau kemana sih?" tanya Sultan menatap Arya yang bersiap putar kemudi.


"Nggak usah banyak tanya yeh ... cukup duduk temani gue dan mendengarkan percakapan kami nantinya. Sudah," ucap Arya tanpa menoleh.

__ADS_1


"Ck! nyebelin lu! Umi, Abah. Kita mau kemana sekarang ini?" Sultan bertanya pada orang yang duduk di belakang.


Umi melirik dan berkata. "Mau ke rumah Renata, mau batalin tunangan."


"A what? What's the reason it's grounded, way? mengapa?" Sultan tampak shock mendengarnya.


"Apa, Tan? Abah mah gak ngerti! pake bahasa Inggris segala?"


Sultan menggaruk kepalanya. "Em, maksud saya ... apa sebab dibatalkan?"


"Enough! Stop talking so much," ucap Arya kembali.


Sultan pun terdiam, dengan gejolak hati yang dipenuhi beribu pertanyaan. Sesekali dia menatap ke arah Arya dan terbayang di ingatannya seringnya dia melihat Renata dengan Doni tampak mesra. Apa itu sebabnya Arya memutuskan pertunangan? Sultan menggeleng.


"Umi mau pesan apa? Abah juga?" Arya menatap kedua orang tua nya.


"Saya gak ditanyain?" Sultan mesem.


"Lu bisa pesan sendiri bro." Balas Arya.


"Umi nasi putih saja dan gulai daging. Abah juga ya, Bah?" umi Sinta menoleh sang suami.

__ADS_1


"Iya, Abah mah samakan saja dengan umi.


Arya memesan sesuai yang orang tua nya inginkan. Tidak menunggu lama, hidangan pun tersaji di meja dan mereka langsung menyantapnya dengan sangat lahap. Tapi Arya hanya memesan sup hangat saja dan juse jeruk.


...****...


Di kediaman bunda Tita, Renata tampak cantik dengan penampilannya malam ini, yang mengenakan dress panjang motif bunga. Bundanya dan ayah Renata sedang duduk bersiap makan malam.


"Ayo, sayang makan dulu." Kata Bunda pada Renata yang baru turun dengan langkah yang teratur. Sangat tampak cantik sekali dengan tatanan rambut di sanggul kecil.


"Kok mereka belum datang? jadi gak makan malam nya nih?" tanya ayahnya Renata.


"Mereka makan malam di luar Yah, jadi Bunda sama Ayah makan saja." Kata Renata sambil mendudukkan dirinya di kursi meja makan tepat didepan orang tua nya.


"Ooh, ya sudah kita makan saja, Yah." Bu Tita mengambilkan piring dan nasi beserta lauknya untuk sang suami. Keduanya makan.


Sementara Renata sibuk dengan ponselnya, sibuk dengan media sosialnya lalu menggambarkan perasannya saat ini yang sangat bahagia dan langsung mendapat respon dari teman-taman termasuk Doni. Doni komen kalau bahagia itu cuma milik kita berdua, Renata langsung delete komentar dari Doni. Khawatir berkelanjutan dilihat orang.


Waktu sudah menunjukan pukul 20. 00 namun Arya dan keluarganya belum juga tampak di sana sehingga Renata dan keluarga terlihat gusar ....


****

__ADS_1


Semoga malam ini kabar kalian ada dalam lindungan Allah yang maha kuasa Aamiin🤲


__ADS_2