Mencintai Ibu Angkatku

Mencintai Ibu Angkatku
Kangen


__ADS_3

Setibanya di pekarangan rumah Renata, Arya membuka helmnya lalu membawa langkahnya ke teras dan langsung disambut oleh Renata yang berhambur memeluk Arya.


"Em, sayang ... kangen. Lama tak jumpa." Renata mengeratkan pelukannya.


"Hi ... aku juga rindu." Arya membalas pelukan Renata. Sesaat kemudian mereka duduk di ruang tengah.


"Bunda ke mana? sepi." Tanya Arya netra matanya bergerak melihat-lihat k sekitaran yang tampak sepi.


"Bunda, sedang ada acara ke luar. Oya, aku ambil minuman dulu ya ke belakang." Renata beranjak dari tempat duduknya. Membawa langkah ke dapur. Dibalas dengan anggukan.


Arya duduk bersandar sambil mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut ruangan tersebut. Sesaat kemudian Renata datang membawa nampan yang berisi segelas air jus dan ia suguhkan di depan Arya.


"Minum sayang, pasti haus kan?" dengan dibarengi senyum ramahnya.


"Makasih," balas Arya lalu tangannya mengulur mengambil gelas lalu ia sedap sedikit.


Netra matanya menangkap pemandangan yang terbilang aneh bagi Arya. Tak sengaja matanya menangkap warna merah di leher belakang Renata yang sebagian tertutupi rambutnya yang panjang.


Melihat sorot mata Arya tertuju pada dirinya, Renata sedikit gugup dan merasa dicurigai.


"Itu, leher mu kenapa Ren?" pada akhirnya bertanya mengutarakan rasa herannya.


"Ha? nggak ke napa-napa ah," Renata meraba-raba lehernya sampai ke satu titik yang ia rasa menjadi pusat perhatian manik mata Arya.


"Itu, merah-merah?" sambung Arya masih merasa terheran-heran.


"Ooh ini, digigit nyamuk semalam," sahutnya sambil menutupi dengan rambutnya. Jantungnya berdebar tak karuan, tampak gugup dan gelisah namun mengulas senyumnya untuk menutupi rasa gugup itu.


"Ooh," ucapan Arya yang terbilang singkat. Namun dalam hati mulai traveling mengingat kecurigaannya pada Renata dengan Doni.


Beberapa waktu mereka mengobrol menghabiskan waktu bersama, memasak dan makan siang berdua. Walau dalam hati dan pikirannya Arya teringat pada sosok Fatmala yang sudah beberapa hari ini di luar kota.


"Kenapa melamun sayang?" tanya Renata merasa heran dengan Arya yang terlihat melamun.


"Ah, nggak. Ayo makan!" menunjuk makanannya.


Setelah makan siang selesai, Renata mengajak Arya ke atas. "Ke atas yu? ngobrolnya di balkon."


"Iya, tapi bekas makannya bereskan dulu lah." Arya membawa piring kotor ke wastafel dan Renata yang nyuci.


Arya membawa langkahnya mendekati kolam renang di sebelah rumah yang terhalang dinding kaca itu.


"Yu sayang." Ajak Renata dan menarik tangan Arya tuk naik ke lantai atas.

__ADS_1


Langkah Arya pun mengikuti langkah Renata yang mengajaknya ke lantai atas rencananya mau mengobrol di balkon.


Melihat-lihat pemandangan di sana dari balkon, Arya berdiri dengan tangan memegangi pagar yang ada rambatan bunga tersebut. Menghela napas panjang serta pandangan yang jauh ke depan dalam pikirannya tetap tertuju pada sosok wanita itu. Ingin rasanya memandang wajah dan senyumnya yang teduh dan menenangkan.


"Oya, kamu kapan ambil cuti? ada acara di Bandung, kan?" Renata melirik calon suaminya.


"Nanti saja waktunya." Balas Arya tanpa menoleh ke arah Renata.


"Aku, bunda. Perginya bareng kamu ya?"


"Iya," Arya mengangguk pelan kemudian menundukkan kepalanya melihat ke bawah.


Melintas sebuah mobil yang Arya yakini itu mobil Doni bersama Indah. Renata menundukkan pandangannya pada mobil Doni.


"Aduh, ngapain ke sini sekarang sih? kenapa gak komfirmasi dulu, kan ada Arya." Batin Renata hatinya gusar." Untungnya bersama Indah. Bibir Renata melukis senyuman.


Renata berlari menyambut Doni dan Indah di bawah. Tanpa menghiraukan Arya yang berdiri di sampingnya sebelum ia tinggalkan. Arya menghela napas kasar lalu ia hembuskan berulang-ulang.


"Hi, indah? aku seneng deh kamu ke sini. Kok gak bilang-bilang sih?" ungkap Renata ketika menyambut kedatangan Doni dan Indah. Namun matanya dengan jelas melirik ke arah Doni.


Doni mengerti dengan lirikan mata Renata sebab ia juga melihat ada motor Arya terparkir di luar. Ada rasa sesak di dada Doni, terbakar cemburu dengan mereka berdua. Apalagi setelah mendengar Renata bilang kalau bundanya sedang keluar, kan otomatis Renata dan Arya cuma berdua saja kebetulan setau Doni asisten rumah Renata sedang melakukan cuti. Doni sedikit cemberut dan menghempaskan diri di sofa.


"Ada Arya ya, Ren?" tanya Indah menatap ke arah Renata.


"Enak ya? berduaan." Gumam Doni sambil membuang muka kelainan tempat.


"Hei, cemburu ya?" Indah menyenggol bahu Doni sambil tertawa.


"Settt ... apaan sih? aku ambilkan minum ya?" Renata hendak mengayunkan kakinya namun urung.


"Indah, kayanya kita kurang tepat deh datang ke sini, seharusnya tanya-tanya dulu. Kali saja mereka sedang asik-asiknya," gerutu Doni pada Indah.


Renata bengong mendengar ucapan dari Doni lalu menoleh pada Indah yang terdiam begitu saja. "Jangan gitu dong ... sekarang, kan kalian sudah ada di sini. Iya sih kenapa tadi sebelum datang gak ngasih tahu dulu. Sekarang, sudah ada di sini gimana?"


Arya yang sudah turun dari lantai atas, sejenak mendengar obrolan mereka. Kemudian menghampiri ketiganya yang mungkin sedikit tegang.


"Eh ... kalian berdua. Apa kabar bro?" sikap Arya begitu ramah seolah tak menyimpan curiga dan mengulurkan tangan pada Doni dan Indah.


"Oh, baik bro." Jawab Doni membalas jabatan tangan Arya. Begitupun Indah.


Lain lagi dengan Renata, ia terkejut, heran kok tiba-tiba Arya sudah berada di sana dan tak ketauan turunnya dari atas. Renata mengernyitkan keningnya seraya bertanya. "Kamu, kapan turunnya? kok tidak kelihatan."


"Aneh ya sayang?" Arya menyenggol tangan Renata seraya berbisik namun jelas terdengar oleh Doni dan Indah. "Aku kan bisa muncul kapan saja di dekat mu," sambil mengulum senyumnya dan duduk di sofa sebrang Doni dan Indah.

__ADS_1


Renata tertegun mendengarnya, lalu membawa langkahnya ke dapur tuk mengambil minuman. Diikuti oleh Indah.


"Ren-Renata?" panggil Indah menyusul Renata.


"Apa?" balas Renata menoleh sahabatnya itu.


"Dari kapan Arya di sini?" selidik Indah. Suaranya sedikit pelan.


"Dari tadi. Kenapa?" tanya Renata sambil menuangkan air ke dalam gelas.


"Ooh, nggak sih." Indah jelas tahu hubungan Renata dengan Doni yang mengkhianati Arya. Sebab memang sengaja mendekatkan Renata dengan Doni atas permintaan Doni padanya.


Renata tidak tahu kalau Indah tahu perselingkuhannya dengan Doni. Ia pikir cukup mereka berdua saja yang tahu dan menjalani. Renata berkomitmen kalau hubungan dengan Doni cuma selir cinta disaat Arya tidak ada atau main-main saja karena nanti ia menikah dengan Arya semua akan berakhir dan itu sudah disepakati Doni dan dirinya.


"Kau sering juga ya main ke rumah Renata?" Arya menatap ke arah Doni dengan tatapan seakan mencari tau.


Doni menoleh, sesaat bola mata mereka bertemu kemudian Doni berpaling. "Seperti itulah. Kamu tahu juga kan! kalau kami sering nongkrong atau ya ... sekedar berbincang." Jawaban yang begitu santai.


Arya mengangguk-anggukkan kepalanya saja tanpa berkata lagi namun tatapannya begitu sulit di artikan.


"Kau sendiri tidak tugas?" tanya Doni tampak serius.


"Ini lagi jam terbang." Sembari mengangguk.


Doni tak mengerti dengan jawaban dari Arya. "Maksud?"


"Ya ... jam kerja mengunjungi sang kekasih." Jawabnya dengan sedikit senyuman di bibirnya.


"Ooh. Iya benar!" kini Doni yang gantian mengangguk pelan.


"Minuman nya dah datang ..." suara Renata dan Indah dari arah dapur.


"Oya, karena aku sudah puas di sini. Sekarang waktunya aku pulang! Rena, aku pulang dulu ya?" Arya mengedarkan pandangan pada Doni, Indah dan Renata.


"Lho, kok pulang sih? masih kangen juga." Renata tampak sedih dan mendongak pada Arya yang mengenakan jaketnya.


"Pulang aja sana, kini giliran gua." Gumamnya Doni dalam hati. Bibirnya menyembunyikan senyuman liciknya.


"Lain-kali bisa bertemu lagi." Arya mengusap pucuk kepala Renata.


Kemudian Arya keluar meninggalkan Doni dan Indah. Sementara Renata mengantarnya sampai teras. Setelah pamitan lagi. Arya menaiki motor kesayangannya itu lalu melaju dengan sangat cepat. Menjauh dari kediaman Renata ....


****

__ADS_1


Ayo mana dukungannya nih? biar aku tambah semangat ya!


__ADS_2