
Arya tertegun mendapat tawaran dari pak Wijaya. Tak serta merta menjawab, ia harus berpikir dan hati-hati siapa tahu ini cuma bernada.
"Emang benar, Nak Sultan. Kemarin saja ada beberapa rekan bisnis yang sama-sama punya niat melamar Fatma dalam watu dekat ini. Namun Ayah bilang sama mereka kalau Fatma masih butuh waktu dan kebetulan masih masa Iddah," ujar pak Wijaya yang di akhiri dengan helaan napas panjang.
Degh!
Perasaan Arya jadi tak menentu begini. Melirik ke arah Fatma yang menunduk dalam, di hatinya ada sepercik api yang **********. Api cemburu, Rasa tidak rela kalau Fatma dimiliki orang lain. Apalagi sampai terulang kejadian yang telah lalu.
Fatma terus menunduk tak berani melihat Arya. Jadi malu. Kemudian mendongak melihat kedua orang tau nya, bergantian. "Apa itu benar, Yah. Bu?"
"Benar sayang, sebenarnya Ayah bilang begitu bukan semata-mata kamu masih butuh waktu atau apa sih, tapi kami ingin ..." Bu Wati melirik ke arah suaminya dan Sultan, lalu melihat kembali ke arah Fatma dan Arya. "Kami lebih ingin kalian berdua saling mengenal lebih dekat lagi."
Mendengar itu, sontak Arya menoleh ke arah Fatma, mata mereka pun bertemu. Terlihat keduanya saling menelan saliva nya masing-masing.
"Mungkin, maksud Ibu penjajakan gitu? gak usah penjajakan, Bu. Mereka sudah dekat kok, dalam segi pisik dan hati. Ya ... cuma ini pawang, masih enggan mengakuinya saja." Bibir Sultan sedikit mencibir.
"Pawang? pawang hujan, yang kau maksud?" protes Arya sambil tertawa.
"Pawang cinta!" Sultan singkat.
__ADS_1
Fatma bengong. "Apa iya Arya suka padaku? ah gak mungkin dia jelas-jelas sangat mencintai tunangannya itu, lagian pertunangan mereka bukan waktu sebentar." Terbayang dalam ingatan Fatma, kalau dirinya melihat Renata jalan dengan Doni anak rekan bisnisnya dan sangat nampak kalau hubungan mereka berdua seperti pasangan kekasih.
"Iya, Ayah pikir apa salahnya bila kalian saling lebih menyelami hati masing-masing, mencoba saling mencintai satu sama lain. Apalagi status kalian sudah pada singel dan sebenarnya kalian berdua itu ... punya chemistry yang kuat lho."
"Bener banget, Om, eh Ayah. Mereka ini saling memendam rasa sebenarnya. Cuma ... masih gengsi kali ya? cepetan bro, bertindak. Takutnya keburu di ambil orang," Sultan menatap keduanya.
Fatma, Arya saling tatap dengan intens. Lalu sama-sama mengalihkan pandangan pada lain tempat.
"Ibu harap, kalian pertimbangkan saran kami. Terutama, AA. Sebab kalau wanita sih ngikut saja," ungkap Bu Wati menambahkan perkataan sang suami. "Semoga saja kalian berjodoh."
Arya sebagai pihak utama masih enggan mengiyakan. Atau jawaban lainnya, dia hanya mendengarkan obrolan Bu Wati, pak Wijaya dan Sultan.
Mereka melanjutkan obrolan namun tidak lagi mengarah ke situ, melainkan urusan kerjaan. Lalu Arya melihat jam yang melingkar di tangannya, putaran jarum jam sudah menunjukan pukul 00.00 wib.
Arya menghela napas panjang. "Bro, dah malam, pulang yu?"
"Ya Allah, saking asyiknya berbincang sampai lupa waktu, kalian menginap saja di sini." Pak Wijaya menyuruh Arya dan Sultan menginap.
"Iya, kalian menginap saja, gak usah pulang dulu." Timpal Bu Wati.
__ADS_1
"Ooh, lain kali saja, Bu. Kami pamit dulu." Arya langsung beranjak dan mengucap salam.
Sultan pun berdiri. Matanya memang sudah merasa lelah. "Besok siang kami mau terbang, rencananya barengan juga."
"Ya ... gak apa-apa kalian istirahat di sini saja."Kekeh Bu Wati.
"Terima kasih, Tante eh Ibu. lain kali lah sering-sering datang ke sini untuk bertemu Rania dan calon istri. Ha he he ..." Sultan terkekeh.
"Banyak omong ah," Arya melirik sinis pada Sultan. Kemudian Arya bersalam dan mencium punggung tangan keduanya penuh hormat pada pak Wijaya dan Bu Wati.
Sultan mengikuti langkah Arya dari belakang. Tidak kalah hormatnya dengan Arya. "Assalamu'alaikum ...."
"Wa'alaikum salam. Hati-hati." Bu Wati dan suami melambaikan tangan pada keduanya.
Fatma memandangi punggung Arya yang tanpa menoleh sedikitpun. Pamit pun tidak berjabat tangan dengannya seperti yang dilakukan Sultan. Arya jadi tampak kaku di malam ini ....
****
Apa kabar refer ku semua? semoga kabar kalian baik semua sehat dan tak kurang suatu apapun Aamiin.
__ADS_1