Mencintai Ibu Angkatku

Mencintai Ibu Angkatku
Miliki aku


__ADS_3

Ceklek, pintu di kunci agar tak ada yang masuk. Langkahnya Arya kembali menghampiri sang istri yang masih duduk dan menyimpangkan tangan.


Arya merangkak naik mendekati kembali dengan napas yang tampak maraton itu. Sebelumnya membuka kaosnya sehingga mengekspos perut sixpeks dan dada yang bidang.


Fatma menelan saliva nya berulang-ulang. Manik matanya terus memandangi tubuh sang suami, bibirnya sudah terbuka mau menyampaikan sesuatu dengan niatnya yang mau mandi dulu. Dan merawat daerah intinya. Tapi Arya dengan cepat merangkul dan menempelkan lagi bibirnya dengan bibir Fatma yang seolah menantang tersebut.


Tangannya merangkul tubuh bagian atas yang terbuka itu, telapak tangan Arya mengusap lembut punggung Fatma bergerak naik turun, kemudian mengunci tengkuk nya. Agar tak menjauh, semakin mengekspor sentuhan yang kian merangsang otak untuk melakukan sesuatu.


Lengan yang satu lagi pun tak tinggal diam. Terus bergerilya ke mana-mana, sejenak Arya menyudahi ciumannya.


"Emang mau sekarang?" tanya Fatma menatap sendu.


Dengan pelan Arya mengangguk, di matanya sudah dipenuhi dengan kabut hasrat yang menggebu. "Aku gak bisa nahan lagi." Suaranya bergetar menahan sesuatu.


Fatma sedikit menyunggingkan senyumnya. Dan menunggu reaksi Arya selanjutnya aksinya itu. "Lakukanlah, lakukan kewajiban mu. Miliki aku seutuhnya." Balas Fatma, suaranya nyaris tak terdengar dan menyembunyikan wajah di dada bidang Arya.


Benar saja, Arya tidak membuang waktu lagi untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang suami, ia mendorong kedua bahu Fatma ke belakang. Menidurkannya dengan pelan, membelai pipinya dengan sangat lembut.


"Sudah siapkah?" tanya Arya dengan sangat pelan dan bergetar.


"Aku siap lahir dan batin, melayani mu saat ini." Fatma mengangguk pelan.


Arya merasa bahagia mendengar jawaban dari sang istri. Kemudian netra mata Arya bergerak melihat gorden yang masih terbuka, dia turun dengan mengayunkan langkahnya yang lebar meraih gorden dan menutupnya. Setelah itu buru mendatangi kembali sang istri yang sudah menunggu.


Kini Arya melancarkan kembali aksinya mencumbui Fatma, memuncak kan kembali hasratnya. Arya yang terus mengungkung sang istri, menarik selimut untuk menutupi tubuh keduanya.


Tangan Fatma melingkar di pundak Arya membelai rambutnya dengan mesra. Ketika mau mulai penetrasi, Arya terdiam sejenak.


"Kenapa sayang?" Fatma terheran-heran. Padahal dirinya sudah sangat siap.


Arya bengong sesaat. Apa dia sudah membaca doa ketika mau mencumbu istrinya? ketika ingat sudah membaca dan membaca ulang.


Bismillah, Allahumma jannib naassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa.


Artinya: "Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan supaya tidak mengganggu apa (anak) yang akan engkau rezeki kan kepada kami."


Arya langsung memposisikan dirinya walau ini kali pertamanya namun Arya tidak ragu untuk melakukannya. tanpa Fatma arahkan.

__ADS_1


"Miliki aku seutuhnya sayang." Suara Arya di sela-sela ritual yang baru pertama kalinya ini.


Fatma mengikuti ritme yang Arya ciptakan dan sangat teratur. Dalam hati kecilnya takut menyakiti Fatma walau bukan yang pertama buat Fatma namun mengingat masa lalu Fatma, menjadikan Arya merasa was-was takut, takut Fatma merasa tersakiti.


Keduanya begitu sangat menikmati permainan panasnya. Yang mampu hilangkan semua beban pikiran apapun, keringat pun membanjiri kedua tubuh tersebut.


Suasana di luar yang begitu sangat terik, panas membakar bumi. Menambah panas pula pergulatan yang Arya ciptakan. Sudah beberapa kali mereka merasakan puncaknya, yang amat sangat mengasyikan membuat hati bahagia dan merasa terpuaskan satu sama lain.


Lenguhan nikmat yang panjang terdengar dari mulut Arya. Baginya ini sungguh lebih dari ekspetasinya. Sesuatu yang teramat akan menjadi candu. Di hari-hari ke depannya.


Arya pun tumbang di atas dada sang istri seiring lenguhan panjang. Tubuhnya terkulai lemah, dan detik kemudian kecupan mesra mendarat di kening sang istri.


"Makasih sayang? dan maaf jika menyakiti mu! aku masih belum faham caranya membuat mu puas di ranjang." Setengah berbisik.


Napasnya Arya yang masih memburu. Membuat dadanya naik turun, Fatma meringsut ke dalam dekapan Arya menempelkan kepalanya di sana.


"Aku cukup puas kok," ucapnya dengan tersenyum bahagia. "Aku juga bahagia kalau Aa merasa puas." Sedikit mendongak.


"Aku, bahagia. Dan sangat puas, pasti aku akan ketagihan." Kata Arya sembari merangkul bahu Fatma.


"Aku juga sangat bahagia," ungkap Fatma sembari mengeratkan pelukannya.


"Aa, kok gak pakai--" Fatma menggantung perkataannya.


Arya mengangkat tangannya tanpa menoleh dan memasuki kamar mandi.


Fatma pun mengibaskan selimut lalu turun, memungut pakaiannya yang tercecer di lantai. Kemudian mengambil pakaian Arya dan mengumpulkannya.


Setelah membereskan tempat tidur yang berantakan bagai kapal pecah tersebut. Fatma melangkah keluar dari kamar, mengayunkan kakinya ke kamar Rania tuk melihat apa Rania sudah bangun atau belum. Perasaan sedari tadi gak kedengaran suaranya. Apa dia terlalu asik bersama dengan Arya.


"Eeh ... putri Mama sudah bangun rupanya," ucap Fatma ketika mendapati Rania sedang bermain boneka.


"Iya, Mama. Dari tadi Rania bangun dan pengen mandi ya Mam?" Anak itu menatap sang bunda yang berdiri dekat pintu.


"Boleh, mau Mama mandiin atau senediri?" tanya Fatma menghampiri.


"Rania mau mandi sendiri aja ah, Mama juga mau mandi ya?"

__ADS_1


"I-iya sayang, papa dulu mandinya," sahut Fatma sambil membereskan tempat tidur Rania.


"Mama dan papa habis bobo ya?" selidik Rania menatap dalam.


"Iya," akunya Fatma lagi tanpa menoleh.


Rania terdiam seakan berpikir, manik matanya bergerak-gerak.


"Ya sudah, Rania mau mandi dulu ya?" anak itu berdiri dan berlalu.


"Oke, yang bersih ya? Mama siapkan dulu bajunya.


"Iya, Mam."


Setelah menyiapkan pakaian Rania. Fatma berlalu menuju kamarnya, dan langsung mendapati Arya tengah menunaikan salat. Kemudian Fatma mamesuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"Ah ... berendam dulu. Biar segar." Fatma mengisi bathub dan aroma terapi nya.


Saat ini Fatma sedang memasak buat makan malam bertiga saja.


Arya datang setelah membereskan pakaian. Mendekati sang istri dan memeluknya dari belakang, menempelkan dagunya ke bahu Fatma.


"Aku, lagi masak sayang ... jangan ganggu dong." Fatma menoleh ke samping.


"Emang, siapa yang bilang kamu sedang mandi? kan memang sedang memasak." Arya tak mengindahkan perkataan sang istri dengan tetap memeluk perutnya.


"Papa?" main yu jalan-jalan ke luar, bosan!" suara Rania mengganggu Arya yang sedang memeluk Fatma.


"Apa sayang?" Arya membalikan tubuhnya.


"Jalan-jalan, Rania bosan di sini terus. Biar Mama masak aja di sini, kita jalan-jalan." Ulang Rania.


"Em ... boleh, Mama. Boleh gak kita berdua jalan-jalan?" menautkan alisnya menoleh ke arah Fatma.


"Em, boleh kok. Tapi jangan lama-lama ya? mati Mama gak ada teman." Fatma fokus dengan masakannya.


Kemudian Arya dan Rania berjalan keluar dan meninggalkan Fatma yang asik dengan aktivitasnya ....

__ADS_1


****


Aduh dalam beberapa hari ini entah kenapa aku down nih. Bleng dalam menulis, dan mohon doa nya. kebetulan kurang fit nih🙏


__ADS_2