
Setibanya di Mension, Fatma langsung menemui si gadis kecil yang merajuk ingin eskrim itu. "Sayang, Mama bawakan eskrim kesukaan Rania nih, dimakan ya?" Mengusap pucuk Kapala anak itu yang sedang bermain boneka-bonekaan.
"Mia, tolong ya bawakan minuman dingin untuk saya?" Fatma melirik ke arah Mia yang tengah menemani Rania bermain.
Mia mengangguk dan beranjak pergi untuk mengambil minuman dingin permintaan Fatma.
Setelah Mia tak ada, netra mata Fatma beralih kembali pada Rania yang tampak cuek dan eskrim pun tidak dia sentuh sama sekali membuat Fatma heran. "Lho kok ga di makan? tadi minta itu tapi sekarang malah dianggurin gimana sih?"
Beberapa saat kemudian Rania menoleh, mata polosnya itu menatap lekat pada sang bunda. "Om ganteng mana sih? katanya mau telepon kan?"
Fatma tersenyum simpul dan menggeleng kepala pelan. "Ooh iya, Mama lupa deh, tadi omnya telepon sewaktu masih di kantor. Katanya om sedang di perjalan pulang ke Jakarta dari Bandung."
"Mama gak bohong kan?" menatap netra mata sang bunda seakan mencari kebenaran di sana.
"Sayang ... beneran, kalau gak percaya lihat aja ponselnya." Fatma memberikan ponselnya.
Rania mengambil dengan pintarnya membuka panggilan dan benar tertera nama Arya di sana. Langsung memanggil balik.
"Lho, ngapain manggil balik? omnya di jalan sayang." Fatma heran.
"Nggak pa-pa, Rania kangen Om." gumamnya anak itu.
"Ooh ... ya sudah, boleh. Rania sudah makan dan minum obat belum?"
"Sudah," sahut anak itu dan tersenyum lebar ketika sambungan telepon diterima oleh Arya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Nona manis? sudah sembuh ya?" tanya Arya lewat sambungan VC.
"Om ganteng, eh lupa. Wa'alaikum salam, Om dimana?" balas Rania, wajahnya menjadi sumringah.
Arya yang menepikan mobil ke pinggir demi untuk menerima telepon dari Rania. "Em ... Om lagi di jalan menuju pulang. Kenapa?"
"Pulangnya ke sini ya Om? Rania kangen ... deh. Om lihat deh. Mama belikan eskrim buat Rania." Memperlihatkan cup eskrim yang masih tertutup.
"Aduh, gak bisa Rania. Om hari ini gak bisa ke sana, sebab Om ada urusan penting dulu. Maaf ya? kan kangennya bisa di simpan dulu buat nanti, lagian kita bisa VC lagi." Arya menggerak netra nya pada Fatma yang berada di belakang Rania tak membuka suara sedikitpun.
Fatma memang banyak berkata, dia hanya diam sambil memainkan jarinya di laptop. Hanya sesekali melirik layar ponsel yang dipegang Rania.
"Ah ... gitu ya. Em ... baiklah, Kalau Om sedang sibuk, tapi jangan lama-lama ya? Rania tunggu Om ke sini," ucap Rania penuh harap.
"Iya Nona manis ... nanti Om ke sana kalau sudah tidak sibuk. Yang di belakang menunggu Om gak?" Arya melempar pandangan pada Fatma yang anteng dengan laptopnya.
"Mama, kata Om ganteng Mama menunggu gak?" Rania menoleh sang bunda yang langsung menggeleng.
"Nggak katanya Om, berarti Rania aja yang kangen Om. Ya sudah, hati-hati ya Om, darah ..."
Rania menutup sambungan VC nya. Lalu diberikan pada Fatma. "Ini Mam. Sekarang Rania mau makan eskrim, nyami-nyami, nyami ...."
Bibir Fatma tersenyum manis. Lalu meneguk minuman dingin, lek-lek, lek. Air minum mengalir di tenggorokan Fatma, setelah minumannya habis, pun Fatma menutup laptop dan beranjak dari duduknya. "Oke. Mama mau mandi dulu ya? dimakan yang habis, satu lagi jangan nakal."
"Iya, Mam." Rania mengangguk sambil makan eskrim nya.
__ADS_1
"Aunty Mia temenin Rania ya?" Fatma melirik Mia yang berdiri tidak jauh dari tempat Rania duduk.
Fatma berjalan membawa langkahnya ke luar kamar Rania menuju kamar pribadinya. Bibirnya tertarik ke samping. "Hem. Mulai pandai menggombal y a sekarang dia, bikin hati orang berbunga-bunga saja." sedikit menggelengkan kepalanya.
Setibanya di kamar, Fatma langsung bersiap membersihkan dirinya yang berasa gerah dan lengket dengan keringat. Mantap dirinya di cermin dengan intens, kini luka bekas penganiayaan Aldian sudah mulai berangsur hilang.
...****...
"Siapa A? meuni lucu pisan." tanya umi Santi pada Arya setelah panggilan selesai dan Arya bersiap berangkat lagi.
"Itu, Rania putrinya Kak Fatma."
"Putrinya Nak Fatma, beneran?" Bu Santi sangat antusias mendengar Arya menyebut nama Fatma.
"Iya, kak Fatma." Timpal Arya sambil fokus nyetir yang sebentar lagi juga sampai di apartemennya ....
"Masha Allah ... tabarakallah ... cantik pisan, lucu. Umi mau ketemu boleh?" uminya Arya tampak sangat menyukai Rania. Walau baru dilihatnya.
"Boleh, tentu boleh, kebetulan orang tua kak Fatma juga ada di Indonesia."
"Lucu, cantik seperti mamanya." Gumamnya Abah Yadi. "Lalu gitu kita silaturahmi aja ke sana A, kebetulan kami kan belum kenal sama orang tuanya."
"Iya, besok atau lusa kita ke sana bersilaturahmi," sambung Arya kembali dan mulai memasuki area parkiran apartemen ....
****
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan vote nya🙏