
Di tengah perjalanan. Aya mampir sebentar ke Alfamart untuk belanja bekal Rania. Setelah itu barulah melanjutkan perjalanannya.
Setibanya di sekolahan Rania, Arya tidak serta-merta meninggalkannya. Melainkan menitipkan anak itu ke guru pembimbing dia.
"Titip ya, Bu. Titip Rania?" Arya mengangguk hormat.
"Iya, Tuan. tentu akan kami jaga. Putrinya ini," Bu guru membalas anggukan dengan ramah pula.
"Terima kasih?"
Kemudian Arya berjongkok di depan Rania sambil mengusap kepalanya. "Sayang, yang pintar ya? papa pergi dulu, dan nanti Papa jemput lagi ya?"
"Oke Papa." Rania mengangguk dengan netra mata melihat ke arah kawan-kawannya.
"Ya sudah, salam dulu?" menyodorkan tangan ke Rania. "Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam ..."
Setelah memastikan Rani masuk ke dalam kelas, barulah Arya kembali menjalankan motornya. Dengan tujuan balik lagi ke apartemen.
......................
"Selamat datang di kantor lagi, Bu Fatma?" Zayn membungkuk hormat menyambut kedatangan sang Bos yang baru masuk setelah beberapa hari ini libur.
"Selamat pagi?" gumam Fatma seraya berjalan penuh wibawa menuju ruangannya.
"Pagi juga," balas semua setiap dan karyawan yang kebetulan ada di luar ruangan Fatma.
Fatma berjalan dengan Zayn memasuki ruang kerja Fatma.
"Ini, ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani." Zayn menyimpan berkas di meja Fatma.
Fatma duduk dan kedua matanya mengitari seluruh ruangan dengan intens. "Oke ..." dan langsung membubuhkan tantangan nya di berkas yang sudah ia baca.
"Oya besok akan ada pertemuan semua staf, mengenai pengembangan salah satu anak cabang," sambung Zayn.
"Iya, dan aku ingin pertemuan itu di adakan di ballroom apartemen jalan xx." Lanjut Fatma.
"Di jalan xx?" Zayn memicingkan matanya. Apa kau tinggal di sana?"
"Iya, kenapa?" Fatma balik tanya pada Zayn. "Aku memang tinggal di sana, di unit suami ku."
"Suami? kapan kau menikah lagi? di Bandung? kok diam-diam gitu," selidik Zayn.
"Iya, itu benar. Saya sudah menikah lagi di sana dan memang ceritanya sangat mendadak, Dan memang cuma disaksikan orang-orang di sana saja." Tambah Fatma.
"Wah ... selamat ya? tapi dengan siapa secepat itu?" selidik Zayn sambil memeluk bantal sofa yang ia duduki.
__ADS_1
Fatma mengambil ponsel dan membuka galeri yang ada Poto pernikahannya dengan Arya. Ia perlihatkan pada Zayn.
"Ooh ... dia!" gumam Zayn.
"Kau mengenalnya?" tanya Fatma menatap penasaran.
Zayn menggeleng. "Nggak."
"Aish ... saya kira kau mengenalnya. Bilang Ooh, dia." Fatma menggeleng dan mesem.
"Hem, lagi masa hanymoon dong," ucap Zayn tanpa ragu.
Fatma tersipu malu, dan berusaha menyembunyikan senyumnya itu. Ia menunduk dengan perasan yang suit di artikan. "Begitulah."
"Hem ... kalau begitu oke lah libur lagi, saya siap gantikan eh. Tapi ingat, bayaran lebih besar lah." Zayn berkata sembari tersenyum licik.
"Nggak ada, aku mau masuk normal saja. Sebagimana mestinya, kecuali ada urusan yang lebih penting," ucap Fatma.
"Nggak percaya amat sama sepupu mu ini?" sambung Zayn, lalu ia meraih berkas yang sudah Fatma tanda tangani.
''Oya, apa tidak akan mengadakan resepsi di Jakarta ini?" tanya Zayn sebelum melangkahkan kakinya.
"Em, insya Allah nanti dan entah kapan? belum kami pikirkan." Fatma menatap lepas ke arah jendela.
"Oya, kemarin wanita itu datang lagi menanyakan mu." Timpal Zayn sambil melangkah dan membuka pintu.
"Wanita yang waktu itu datang! siapa lagi?" sambung Zayn seraya menutup pintu.
"Suci! ada apa dia datang mulu?" gumamnya Fatma.
Kemudian Fatma berkutat dengan pekerjaannya, berkas-berkas yang menumpuk di meja. Sesekali mengecek email nya.
Putaran jam sudah menunjukan jamnya makan siang. Fatma sudah janjian dengan Arya dan Rania untuk makan siang bersama di sebuah restoran sekalian dia ada pertemuan dengan rekan bisnisnya.
Mobil yang di tumpangi Fatma melaju dengan sangat cepat. Menuju restoran yang sudah di janjikan.
Zayn yang dengan mobil lain menyusul di belakang.
Beberapa menit kemudian mobil berhenti di area parkir restoran tersebut. Berjalan memasuki restoran dengan gayanya yang khas, jalan biasa tapi berlenggok menarik perhatian terutama kaum pria.
Bahkan rekan kerjanya yang sudah berada di sana pun terkagum-kagum dengan kecantikan dan penampilan Fatma apalagi dengan keramahannya walau kadang dingin namun senyuman selalu ia sebarkan.
Semua mengangguk hormat dan Fatma menebarkan senyuman manisnya. Ada seorang pria yang menarik kursi buat Fatma.
"Silakan Bu?" mempersilakan Fatma buat duduk.
Fatma mengangguk serta memberikan senyumnya. "Terima kasih? dan selamat siang semuanya?"
__ADS_1
"Sama-sama." Pria dewasa itu mengangguk.
"Selamat siang juga." Balas semuanya serempak.
Tidak lama Zayn datang dan ikut bergabung dengan mereka di meja yang sama. "Sorry, saya terlambat? jalan mendadak macet."
"Tidak apa-apa." Jawab sebagian orang yang di sana.
"Mama? Rania datang!" pekik Rania yang di tuntun oleh Arya.
"Hi ... sayang," sahut Fatma sembari merentangkan kedua tangannya.
Rania berhambur memeluk sang bunda. "Mam. Di jalan macet, ada insiden. Iih ... Rania takut."
"Tapi kamu gak kenapa-napa kan?" tanya Fatma yang langsung direspon dengan gelengan.
"Assalamu'alaikum, selamat siang semuanya?" sapa Arya ke arah orang-orang yang berada di meja panjang tersebut.
"Wa'alaikum salam, selamat siang juga." Dalas semua dengan sedikit penasaran, siapa pria muda ini?
Terkecuali Zayn yang sudah melihat fotonya di ponsel Fatma.
Arya berdiri di dekat sang istri setelah sang istri menyambutnya dengan senyuman hangat.
"Selain ada yang ingin kita bicarakan tentang bisnis, saya ingin perkenalkan seseorang terlebih dahulu." Manik mata Fatma mengitari semua rekan bisnisnya terutama orang yang Fatma anggap menyimpan rasa padanya.
Kemudian Fatma mengalihkan pandangan ke arah Arya yang berdiri di dekatnya. "Saya mau mengenalkan, kalau pria ini adalah suami saya. Namanya Arya. Saputra, dia ... seorang pilot," sambung Fatma kembali dan menyapukan penglihatan ke semua orang yang ada di sana.
Orang-orang saling melempar pandangan dan tidak menyangka kalau Fatma sudah menikah lagi. Dan yang paling bikin terkesiap, kok gak ada undangan pernikahan yang mereka terima?serta membuat para pria yang masih lajang patah hati berjamaah.
"Kalian, pasti bertanya-tanya! kok gak ada undangan? insya Allah bulan depan kami akan mengadakan resepsi dan kalian semua akan kami undang." Lanjut Fatma dengan wajah yang tampak sumringah.
"Dan saya tambahkan, bahwa besok siang akan di adakan rapat di ballroom apartemen jalan xx," ucap Zayn sambil berdiri.
Semua mengangguk dan mengucapkan selamat kepada Arya dan Fatma. Walau hati sebagian para pria merasa kecewa kalau mereka tak punya kesempatan lagi untuk mendekati Fatmala.
Lanjut mereka makan bersama di barengi obrolan tentang usaha mereka. Sementara Rania dia tidak banyak ngoceh. Makan dengan sangat lahap, sesekali di ajak ngobrol sama Arya agar tidak merasa bosan.
Sehabis makan, Rania Arya ajak jalan-jalan di sekitar sana. Sampai Rania merasa capek dan meminta pulang.
"Rania minta pulang, dia tampak capek, Aa ajak pulang duluan ya?" bisik Arya pada Fatma yang masih sibuk berbincang.
Fatma mengangguk. "Aku juga akan secepatnya pulang kok."
"Oke." Arya mencium kepala Fatma membuat yang melihat merasa iri ....
****
__ADS_1
Apa kabar reader ku semua? jangan lupa like komen dan vote nya🙏