
"Sesuatu yang aku pegang pada akhirnya terlepaskan. Sesuatu yang aku usahakan ku jaga dengan sebaik mungkin pada akhirnya tercemar oleh tangan lain. Aku mengakui kalau mungkin aku ini banyak kekurangan! sehingga aku di abaikan--"
Renata sedikit mendekat. "Apa maksud kamu?" dengan tatapan penuh air mata. "Kalau seandainya kamu tahu aku salah! kenapa tidak kamu tegur aku? bukan langsung begin! kalau begini caranya, kamu tega. Kamu jahat, mau permalukan keluarga yang khususnya keluarga ku sebab gagal menikahkan kita sayang."
"Ini bukan niatku menyakitimu atau membuat malu keluarga mu, mungkin kita tidak berjodoh dengan cara kau sendiri yang merubah sesuatu yang sudah direncanakan dengan matang. Menjadi hancur berantakan--"
"Maksudnya, AA apa? Bunda cuma minta penjelasan." Bunda Tita memotong perkataan Arya yang bikin ia semakin bingung.
Netra mata Arya mengarah pada bunda Tita. Wajah Renata pucat Pasih panik pasti Arya akan membongkar perselingkuhannya dengan Doni kalau memang tahu itu semua.
"Maaf, Bunda dan Ayah. Aku tak bisa menjelaskan ini semua, gak enak banget kalau aku harus membongkarnya semuanya. Biar ini menjadi rahasia sampai semua terbongkar dengan sendirinya." Arya tetap bungkam tak ingin mengatakan hal yang sebenarnya.
"Tidak bisa, Bunda harus tahu alasan kamu memutuskan Renata, apa kamu ada wanita lain? atau kalian berdua ada masalah? ngomong biar kita mengerti. Jangan menganggap ini main-main Nak Arya, ini menyangkut hal penting sebuah pernikahan yang suci. Sakral, kamu mau permainkan begitu saja." Bunda Tita terus mendesak dan agar Arya bicara.
"Saya tidak menyangka kalau sosok pemuda yang kamu banggakan ternyata brengsek dan tidak bertanggung jawab. Dimana pria muda yang kami banggakan, pria yang begitu jujur dan bersahaja? Jangan-jangan kamu punya wanita lain, setelah kamu bosan dengan putri saya." Ayah Renata menimpali istrinya.
"Tuan jangan bicara sembarangan tentang putra Umi. Sebab, AA pasti punya alasan yang tersendiri. Tidak mungkin AA meninggalkan Renata begitu saja tanpa alasan." Pada akhirnya umi mengeluarkan suara dari mulutnya sedari tadi terdiam.
"Buktinya dia ninggalin anak saya di saat pernikahan diambang pintu." Sergah ayah Renata.
Tubuh Bunda Tita lemas, dan tak kuasa meneteskan air mata. Sedih melihat putrinya yang menangis tersedu terdengar pilu. Bunda mendekat dan memeluk putrinya itu.
__ADS_1
"Nak Arya, apa kesalahan Renata sehingga kamu tega seperti ini?" lirih bunda Tita.
"Mungkin saat ini kami tidak berjodoh, Bunda. Tolong jangan tanyakan kenapa? sebab aku gak sanggup tuk cerita apapun, kalau Bunda dan Ayah ingin tau? tanyakan saja pada putrimu itu, mungkin dia bisa menjelaskan semuanya. Apa penyebab kegagalan pernikahan ini," suara Arya bergetar dan beberapa kali terlihat menelan saliva nya. Manik matanya berembun yang sesungguhnya tidak tega melihat Renata menangis pilu seperti itu.
"Aku tak sanggup membeberkan alasan kenapa keputusan ini aku buat. Bukan sebab aku ada wanita lain atau aku tidak bertanggung jawab akan pernikahan ini. Tapi! tanyakan saja pada Renata, biar dia yang menjelaskan ini semua." Arya berdiri yang langsung Renata peluk kedua kakinya Arya.
Renata sadar kalau dia sudah berbuat hilaf, sudah berbuat kesalahan menduakan Arya dengan Doni. Tapi itu cuma main-main dan akan berakhir bila mendekati hari pernikahan. "Aku sayang sama kamu, kenapa kamu putuskan aku huhuhu ... kalau kamu sayang sama aku kenapa ini terjadi? seharusnya kamu pertahankan aku. Bukan begini hik hik hik." Renata bersimpuh di lantai memeluk kaki Arya.
Arya yang berdiri tak bisa melangkah akibat kakinya terkunci oleh tangan Renata. Ia menghela napas dalam
"Aku minta maaf? aku dah salah tapi bukan berarti harus begini! aku akan memperbaiki diri dengan dukungan mu sayang, jangan tinggalkan aku." Renata terus memohon. Wajahnya yang terus dibanjiri dengan air mata tampak sangat kacau balau.
Orang tua Renata semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi dan kesalahan fatal apa yang Renata perbuat? bundanya berjongkok dan memegang kedua belah bahu Renata supaya berdiri. Supaya kembali duduk sebelum bertanya mengusap pipinya Renata yang basah dengan air mata.
Renata bukannya menjawab malah tangisnya semakin menjadi. Suara tangisnya semakin keras meraung bagai orang kesakitan.
Sultan yang sedari tadi terdiam sudah mulai jengah. Muak melihat adegan ini yang ia pikir bertele-tele. "Bro, kenapa sih gak bilang aja kalau Renata itu selingkuh. Belum nikah aja berani begitu apalagi nanti setelah menikah? seandainya kurang belaian sementara kamu banyak tugas sehingga menuntut kamu sering meninggalkannya." Suara Sultan dengan lantangnya ditujukan pada Arya.
Arya melotot pada Sultan yang lancang mengatakan sesuatu yang tidak ingin Arya ungkapkan sama sekali.
Bahkan Arya berniat berpamitan, sebab tak ingin mendengar pengakuan dari Renata tentang perselingkuhannya. Arya tidak sudi mendengar penjelasan atau permohonan maaf dari Renata atau merajuk untuk tidak memutuskan pertunangan atau entah apalah.
__ADS_1
"Apa?" bentak ayah Renata tampak tercengang.
Bunda menggerakkan manik matanya dari Sultan ke Renata kembali dan mengangkat wajah Renata dengan jarinya. "Jawab sayang, apa benar yang dikatakan Sultan itu?"
Renata yang terus meraung. Pada akhirnya mengangguk pelan. Membuat tubuh bundanya melemas seakan tak bertenaga sama sekali. Anggukan dari Renata membuatnya benar-benat shock. Tidak pernah menyangka kalau putrinya melakukan itu.
Melihat anggukan dari Renata, sang ayah jelas naik darah. Dia berdiri dan bersiap menampar Renata namun tangannya.
Geph!
Tangan yang mengayun untuk memukul Renata ditangkap Arya. "Jangan lakukan itu Yah, tidak baik. Bagaimanapun Renata putri Ayah yang harus dijaga, apapun yang terjadi jangan sakiti dia. Aku gak bisa menjaganya lagi, aku kembalikan pada Ayah dan bunda. Sekarang ... aku pamit, mohon maaf atas segala kekurangan aku selama ini."
Tangan Arya mencium punggung tangan ayah Renata penuh hormat. Lalu meraih tangan bunda Tita yang mematung dengan air mata yang terus mengalir di pipinya tak mampu lagi berkata-kata.
Renata tak berhenti menangis sambil terus merajuk pada Arya agar tak meninggalkannya. Ia tak terima bila pernikahannya harus gagal ditengah jalan seperti ini.
Ia mengejar dan memeluk tangan Arya dan memohon-mohon supaya pernikahan terus berjalan serta berjanji akan memperbaiki diri untuk lebih baik lagi.
Arya berusaha melepaskannya. "Aku tidak bisa Ren, maaf aku tidak bisa." Manik mata Arya melirik ke arah Sultan seakan meminta bantuan agar Renata mau melepaskan tangannya. Sementara orang tua Renata tetap di dalam dengan perasaan shock nya.
Sultan mendekat dan membantu melepaskan tangan Renata dari tangan Arya yang bergegas masuk ke dalam mobil ....
__ADS_1
****
Mohon dukungannya dari reader ku semua agar aku tambah semangat untuk berkarya🙏