
Di kamar Fatma pun tidak luput dihias bunga-bunga yang indah, bunga mawar dan tulip kesukaan Fatma menghiasi setiap sudut kamar dan wanginya menyeruak di ruangan tersebut.
Kelopak bunga mawar merah dan putih. Bertaburan di atas tempat tidur yang bertilam putih nan bersih tersebut.
Arya sedang berdiri dekat kaca jendela yang besar, melihat ke bawah di mana ada segelintir orang yang sedang bekerja. Ada yang menata bunga dan juga yang memasang tenda dan lampu.
Arya merasakan ada tangan yang memeluknya dari belakang, dan tentunya itu tangan sang istri yang memeluk mesra.
"Mikirin apa sih sayang?" tanya Fatma dengan lirih, sambil menempelkan pipi ke punggung Arya yang memakai t-shirt hitam itu.
"Nggak. Gak mikirin apa pun." Arya mengeratkan pelukan tangan Fatma.
Kemudian Arya mengedarkan pandangannya ke tempat tidur yang bertabur kelopak bunga mawar. Menghembuskan napasnya panjang, lantas menarik bibirnya tersenyum manis.
"Berasa sedang malam pertama, di kasur bertabur bunga segala?" ucap Arya sambil membalikan tubuhnya menjadi berhadapan dengan sang istri.
"Emangnya kenapa, gak mau?" Fatma menatap lembut wajah Arya, suaminya.
"Oo! suka, suka banget malah. Jadi tambah bergairah. Bobo nya." Arya menyunggingkan bibirnya membentuk senyuman yang mengembang.
"Hem, kirain apa?" Fatma mengerucutkan bibirnya ke depan membuat Arya merasa gemas untuk mengecupnya.
"Em ... sayang ku emangnya mau apa? bilang sama suami mu ini, biar aku kabulkan segera!" manik Arya bergerak seiring jarinya yang membelai lembut rambut sang istri.
Fatma menggeleng. "Nggak mau apa-apa. Cuma pengen kan selalu ada saja di dekatku."
Fatma kembali memeluk erat Arya dengan sangat erat dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang tersebut.
Hati Arya mencelos mendengarnya. "Sayang ... jauh dekat. Sering atau tidak. Aku harus bekerja! sebab laki-laki itu harga dirinya adalah bekerja memenuhi kebutuhan keluarganya dengan hasil bekerja dia, bukan hasil istrinya. Aku gak mau hanya berpangku tangan dan mengandalkan tangan sang istri. Tidak." Arya menggeleng.
"Jadi. Jangan menuntut ku untuk selalu ada bersama mu. Aku gak bisa!" sambung Arya sambil memberi kecupan di pucuk kepala sang istri.
Sebenarnya Fatma tidak menuntut seperti itu juga. Dia cuma sangat berharap. Ketika ia butuh, Arya ada dan itu sudah cukup. Dia pun bersyukur banget mendapatkan suami yang sangat bertanggung jawab seperti sosok Arya ini.
"Aku mencintai mu!" gumamnya Fatma sembari mendongak.
"Aa, juga sangat menyayangi mu!" balas Arya sembari mengangkat dagu Fatma dengan telunjuknya. Alhasil Arya dengan mudah dapat mengecup bibir sang istri memberi kenyamanan pada wanita ini.
Sementara waktu. Keduanya menikmati kecupan satu sama lain mereguk manisnya cinta dan gelora asmara yang ada.
...---...
Ini hari H nya, di mana acara tujuh bulanan dilaksanakan. Suasana di Mension begitu ramai dengan para keluarga dan juga para tamu undangan dari dalam dan dari luar seperti para istri sejawat dan karyawan.
Ekspresi wajah mereka begitu sumringah menggambarkan kalau mereka semua ikut bahagia dengan adanya acara iani. Tidak satupun menggambarkan wajah-wajah yang sendu ataupun sedih. Selain warna-warni atau raut kebahagiaan yang teramat sangat. Sorot-sorot mata yang bercahaya.
Begitupun dengan Fatma khususunya dan Arya sebagai orang tua yang akan menyambut kedatangan calon baby nya nanti. Dan saat ini adalah proses yang intinya untuk mendoakan si calon baby nya mereka berdua.
Para undangan pun sudah berkumpul di sana sehingga tampak riuh, Fatma berada di antara keramayan dan banyaknya para tamu yang datang.
Termasuk ibu-ibu pengajian dari komplek sebelah, yang terdiri dari Ummi Alfa. Kurniaty Yati, Wonder Mom. Febby ******, Irma Marlin. Ratna Aza, Nova Susanty. Wiek Soen, Marsih Sumarlinah. Senjaaa, Jar Waty. Sriniti Herawati, Herni dan Rini Haryati, Dan yang lainnya yang tidak dapat ku sebutkan namanya satu persatu.
Mereka semua tampak sangat cantik dengan balutan pakaian yang berseragam serta warna biru langit yang cerah dan kerudung berwarna putih.
Dalam menjalankan tradisi nujuh bulanan Fatma ini, ada beberapa perlengkapan atau tatacara yang sudah disiapkan oleh pihak yang terkait dari sebelumnya. Seperti bahan-bahan atau alat-alat yang akan di gunakan dalam prosesi upacara nujuh bulanan kali ini sebagai berikut.
Gubuk Siraman, termasuk gentong 2 buah, campuran kelopak bunga-bunga, dan tidak lupa juga gayung.
__ADS_1
Kelapa gading 2 buah yang sudah diukir nama yang sangat cantik.
Telur kampung, sudah tersedia di wadah. Entak mitos atau fakta. Yang jelas ini bagian dari adat yang ada.
Kain batik 7 buah dengan warna yang warna-warni.
Kain putih kira-kira 3 sampai
4 meter
Belut
Duit-duitan untuk jual-beli rujak
Souvenir untuk yang nyiram, terdiri pensil. Handuk, cermin. Sisir, benang. Jarum, sabun. Yang kelas ada 7 macam.
Dan semua sudah dikemas di dalam paper bag yang sudah di kemas secantik mungkin.
Souvenir untuk yang datang atau yang hadir di acara pengajian adalah buku pengajiannya tentunya.
Acara pun di mulai oleh seorang MC wanita yang masih terbilang muda.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum? selamat pagi menjelang siang para tamu dan keluarga semuanya?
pertama-tama marilah kita mengucap syukur atas limpahan nikmat dan karunia dari Allah Yang Maha Esa, karena di pagi ini kita semua dapat berkumpul bersama dalam acara syukuran 7 bulan kehamilan Ibu Fatma istri dari Pak Arya." Sejenak MC memberi jeda dan memberi ruang untuk yang hadir menghela napas terlebih dahulu.
"Kedua, sholawat dan salam. Semoga senantiasa tercurah dan terlimpahkan kepada junjungan kita Rasulullah Nabi Muhammad SAW, yang senantiasa kita harapkan syafaatnya di yaumil akhir kelak."
"Saya. Selaku MC yang bertugas di pagi ini, izinkan saya membacakan susunan acara untuk syukuran 7 bulan kehamilan Ibu Fatma pada hari ini.
Pembukaan ya itu sekarang ini yang saya bacakan.
siraman dan sebagainya.
Pembacaan ayat suci Al-Quran dari salah satu ustazah kita.
Sambutan dari tuan rumah yang tentunya akan ramah tamah.
Pembacaan sholawat Nabi kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw.
Dan acara yang ke 5 adalah ... Doa dan penutupan acara ini.
Untuk membuka rangkaian acara berikutnya, marilah kita bersama-sama mengucap kalimat basmalah," ujar MC tersebut dengan sangat panjang lebar.
Selanjutnya Fatma mengikuti setiap rangkaian demi rangkaian acara tujuh bulanan tersebut. Salah satunya sebagai rasa syukur yang telah diberikan keturunan kembali pada Fatma dan Arya, yang tampak sangat bahagia. Tergambar jelas dari wajah keduanya.
Proses demi demi proses, telah Fatma ikuti dengan hikmat dan senang hati. Hingga akhirnya bertemu dengan acara penutupan. Di lanjut dengan makan-makan yang sudah disediakan pihak Fatma sekeluarga.
Selanjutnya pembagian suvenir dengan merata dan tidak ada yang di beda-bedakan. Semuanya sama, mendapatkan hadiah yang sama pula.
Fatma dan Arya saling melempar senyuman. Senyuman yang penuh dengan kebahagiaan. Keduanya saling pegang tangan satu sama lainnya.
"Mama, Papa? Rania siraman pakai air bunga seperti Mama tadi!" anak itu menunjuk bekas siraman Fatma yang tadi.
Fatma dan Arya juga yang mendengar pada bengong menatap anak itu ....
.
.
Mana nih dukungannya para reader ku yang baik hati semuanya 🙏
__ADS_1