Mencintai Ibu Angkatku

Mencintai Ibu Angkatku
Ibu mertua


__ADS_3

Setibanya di Mension. Bu Wati dan pak Wijaya, dengan wajah yang berseri-seri menyambut hangat Fatma dan Arya, namun mereka sungguh merasa heran melihat Fatma di gendong oleh Arya. Mereka terus bertanya kenapa sampai seperti itu?


Sultan menjelaskan pada bu Wati dan suami, kalau kaki Fatma terkilir. Dan Rania pun meyakinkan sang Oma dengan kejujuran Sultan tentang sang bunda.


Fatma kembali Arya gendong dari mobil sampai ruang keluarga, di situ Arya kembali menyentuh kaki Fatma ia urut pelan-pelan. Meskipun hatinya terus bergetar.


Kemudian Arya menyuruh Fatma mencoba jalan dengan berpegangan padanya. Dan Fatma menuruti walau tertatih dan rasa sakit itu berkurang setelah Arya pijat yang kedua kalinya ini.


Bibirnya Fatma tertarik dan mengukir senyuman. menunjukan rasa senang dan bahagianya. "Makasih? sakitnya sudah berkurang." Antusias Fatma namun tanpa sadar tangannya masih memegang pergelangan tangan Arya.


"Alhamdulillah ..." Arya mengangguk kecil dengan senyuman tipisnya.


"Syukurlah sayang, lain kali hati-hati." Bu Wati menatap bahagia ke arah Fatma.


"Siapa dulu dong ... tabib Arya memang serba bisa, jangankan luka pisik. Luka hati saja bisa dia obati, hati yang sedih bisa bahagia. Ibarat bunga yang layu berubah bermekaran wah indah deh." Sultan nimbrung.


Pak Wijaya dan istri menoleh pada Sultan dengan sebuah senyuman setuju, pak Wijaya berkata. "Bener-bener! semoga Arya juga mampu mengobati hati Fatma yang Fatah."


"Iya, membalut semua luka yang yang Fatma derita ya, Yah?" sambung Bu Wati akhirnya melirik sang suami.


"Oh, itu pasti Ibu mertua. Jangan meragukan kemampuan calon mantu mu ini," ucap Sultan sambil melirik Arya dengan ekor matanya.


Arya dan Fatma sama-sama tersipu malu lalu menunduk dalam, fatma dengan cepat menarik tangannya yang pegang tangan Arya. Lalu duduk kembali.


"Ups! pasti kalian belum makan? yu makan dulu?" ajak Bu Wati sambil berdiri, begitupun sang suami yang beranjak.

__ADS_1


"Lah, Bu. Rania tertidur di sofa!" ucap Fatma ketika sadar gadis kecilnya yang tertidur lelap di sofa mungkin dia kelelahan.


"Ya ampun ... Ayah pindahin dulu anak itu ke kamarnya." Pinta Bu Wati pada sang suami.


Pak Wijaya maju dan akan mengangkat tubuh Rania. Namun Arya sudah lebih dulu mengangkatnya dan membawa lantai ke atas. Membuat semua mata yang ada di sana tertuju ke punggung Arya yang tengah berjalan menaiki anak tangga.


Arya membawa Rania ke dalam kamarnya. Ia naik berlutut lalu membaringkan tubuhnya dan lalu Arya selimuti sampai menutupi lehernya. "Bobo yang nyenyak putri cantik." Cuph mencium kepalanya Rania.


Detik kemudian Arya beranjak dan meninggalkan Rania di kamar itu.


"Bu, aku pengen mandi dulu ya?" ucap Fatma sambil berdiri.


"Lho. Gak makan dulu? sayang." Bu Wati mendekat hendak membantu Fatma naik ke kamarnya.


"Nggak, dah terlalu malam, Bu." Jawab Fatma kemudian berjalan di antar oleh sang bunda ke atas dan bertemu dengan Arya yang mau turun.


Bibir Arya tersenyum. "Aku pamit dulu mau pulang."


"Lho, kok pulang? makan dulu. Jangan pulang dulu sebelum makan!" cegah Bu Wati pada Arya.


"Iya, nanti saja pulangnya. Aku mau mandi dulu." Fatma pun tak rela kalau Arya pulang cepat.


"Em ... baiklah." Arya menunjukan senyuman menawannya.


Lalu mereka melanjutkan langkahnya menuju tujuannya masing-masing.

__ADS_1


Kemudian Arya menghampiri pak Wijaya dan Sultan yang berada di meja makan.


"Makan dulu, Nak Arya. Nak sultan, makan." Pak Wijaya mengajak makan keduanya.


Ketiganya mengambil piring masing-masing. Arya mengambil menu-menu yang ada di meja, kemudian Bu Wati muncul dan langsung menarik kursi lalu duduk kumpul bersama yang lain.


"Ayo, makannya yang banyak." Bu Wati sambil memulai makannya.


"Iya nih, Ibu mertua Arya sudah makan banyak nih." Sultan menunjuk ke arah Arya yang sedang makan dengan lahap.


Fatma yang tengah berendam dalam bathub sambil melamun mengingat setiap perhatian Arya padanya. Bibirnya senyum-senyum sendiri membayangkan hal-hal itu.


"Makasih calon laki orang?" gumamnya Fatma dengan makin mengembangkan senyumnya.


Lalu berdiri membersihkan dirinya di bawah air shower yang hangat. Lalu meraih kimono handuknya lantas ia kenakan menutupi sebagian tubuhnya.


"Em ... yang mana ya?" menatap pakaian tidur yang menggantung di wardrobe.


Kemudian mengambil pakaian tidur yang berwarna pic berbahan satin yang ********** dengan dada rendah, namun ada luaran semacam kimono.


Rambut dibiarkan terurai bergelombang. Tampak cantik nan anggun, lalu berjalan keluar dari kamar pribadinya. Mendekati tangga untuk menuju meja makan bergabung dengan yang lain.


Arya yang baru selesai makan dan meneguk makannya. Mendongak ke arah Fatma yang sedang menuruni tangga ....


****

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote nya🙏


__ADS_2