Mencintai Ibu Angkatku

Mencintai Ibu Angkatku
Jemput


__ADS_3

"Kok, Om Tatan yang jawab? ah gak seru. Maunya Om ganteng yang jawabnya." Anak itu cemberut dan melipatkan tangan di dada.


Arya dan Sultan saling bersitatap dan Sultan mencibirkan bibirnya ke arah Arya sambil menaikan kedua bahunya.


"Iya, sayang, Om--"


"Hore! Rania seneng ... deh." lagi-lagi anak itu berjingkrak kegirangan.


"TOS dulu sama Om Tatan," kata Sultan sambil memberikan telapak tangannya untuk tos dengan Rania yang langsung di sambut oleh gadis kecil tersebut.


"Kau ini masuk jalan mana sih? tiba-tiba sudah menjelma di sini aja?" tanya Arya sambil merapikan atas nakas, sementara Rania berlari keluar kamar.


"Ha ha ha ... ya jalan lewat pintu lah. Kau pikir aku jin apa? bisa menyelinap dari sela-sela pintu? langsung menjelma di sini Ting! he he he ...."


Sultan berjalan keluar dan menghampiri lemari pendingin. Black, berjongkok dan terheran-heran. "A, ini lemari kau kuras pake bayclin ya? bersih amat?" menoleh pada Arya yang baru muncul di sana.


"Bukan pake bayclin lagi. Pemutih wajah gue masukan sana." Arya sekenanya dan diakhiri dengan tawa tergelak.


"Oh, sekalian aja lemarinya dijual, biar tambah kinclong, bersih tempatnya. Ha ha ha ... belanja dong, laper nih," ucap Sultan.


Arya memicingkan matanya pada Sultan. "Kamu ke sini cuman minta makan apa?"


"Ha ha ha ... iya sih, sekalian temenin lu, lagian itu nak orang gak di kasih makan apa? bapak yang kejam lu!" ucapnya Sultan nyeleneh.


"Eat! jangan salah, anak itu sudah ku kasih makan, minum susu pula. Sudah kenyang dia." Timpal Arya sambil melirik ke arah Rania yang tengah bermain sangat anteng.


"Itu, susunya. Susu sapi atau susu emak nya?" selidik Sultan dengan candanya.


"Maksud? ya susu sapi lah," ketus Arya.


"Ya, kali saja. Susu emak nya buat nanti suaminya yang pilot ini, ha ha ha." Sultan tergelak.

__ADS_1


"Ngeres lu. Otak mu cuci sana dengan sikat bila perlu pakai pemutih. Biar bersih." Arya menggelengkan kepalanya.


"Bukan ngeres bro, kebutuhan. Gak gak gak ..." lagi-lagi tertawa lepas.


Arya mengangkat tangan yang mengepal, mengarah ke Sultan dengan ekspresi yang sulit diartikan.


Kemudian Rania menghampiri dan dengan tidak ragu duduk dipangkuan Arya. Tangan Arya membelai rambutnya penuh kasih. "Kenapa hem?"


"Kangen mama." Sambil menempelkan bahunya di dada Arya.


"Em ... kan sedang ada urusan kerja sayang. Bentar lagi juga pulang." Cuph! mencium pucuk kepalanya Rania.


"Yah, anak cantik manja. Mamanya nanti juga pulang, gimana kalau kita main kuda-kudaan sama Om Tatan?"


"Mau," Rania senyum riang.


"Oke, tapi Om ganteng. Bikinkan om Tatan mie rebus, kudanya kan harus di kasih makan dulu biar bertenaga, bener gak gadis cantik?"


"Iya, nanti. Kalau tidak dikasih makan, kudanya mati." Lanjut Rania dengan bersiap naik ke punggung Sultan.


Arya berdiri beranjak ke dapur mau menyedihkan mie rebus buat Sultan. Baru saja mengambil panci, ponsel Arya berbunyi dan Arya segera merogoh sakunya mengambil ponsel yang dia lihat bu Wati nelpon.


^^^Arya: " halo, Assalamu'alaikum?"^^^


^^^Bu Wati: "Nak Arya, bisa ibu minta tolong gak?"^^^


^^^Arya: "Apa itu Bu?"^^^


^^^Bu Wati: "Pak Harlan ada urusan keluarganya. Pak Dudin kurang enak badan. Bisa jemput Fatma tidak ke bandara? Fatma cuma sama bodyguardnya saja."^^^


^^^Arya: "Ooh. Bisa, kapan ke bandaranya?"^^^

__ADS_1


^^^Bu Wati: "landing nya nanti jam delapan malam. Sekalian kan nganterin Rania, Mia juga lagi libur."^^^


^^^Arya: "Iya sebentar lagi ke sana. Ngambil mobilnya."^^^


^^^Bu wati: "Makasih banyak ya Nak Arya?"^^^


^^^Arya: "Sama-sama Bu!"^^^


Bibir Arya tersenyum simpul setelah menyimpan ponsel ke sakunya. Lalu melanjutkan kerjaannya memasak mie.


Tidak lama kemudian mie pun matang dan Arya sajikan pada Sultan yang sedang mengajak Rania bermain kuda-kudaan.


"Tan, ini mie nya. Cepetan makan, Rania kita ke rumah ngambil mobil buat jemput mama ke bandara." Arya mengalihkan pandangan pada Rania lalu mendudukkan dirinya di sofa.


"Apa? mau jemput calon bini ke bandara? aku ikut!" ucapnya Sultan sambil meniup mie yang masih mengepul tersebut.


"Iya, makanya bentar lagi kita berangkat ngambil mobil."


"Om ganteng, Rania boleh ya ikut? jemput mama," ucap Rania penuh permohonan.


"Tapi, malam sayang. Baiknya Rania tunggu saja di rumah ya?" mengusap kepala Rania yang tampak sedih. "Tapi ... kalau mau ikut juga, boleh. Tapi nanti ngambil jaket ya?"


"Iya, Rania mau pakai jaket." Anak itu tampak senang. "Rania janji. Gak minta eskrim kok nanti gak akan bikin Om ganteng repot."


"Iya, sekarang Om mau siap-siap dulu ya!" sambung Arya kalau beranjak menuju kamar.


"Yang ganteng ya bro?" pekik Sultan ketika Arya mau melintasi pintu kamarnya.


Arya menoleh. "Gak tahu ya? ini sudah ganteng bro, gak lihat apa?" Arya menggeleng lalu memasuki kamarnya ....


****

__ADS_1


Like komen dan vote nya.


__ADS_2