Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Kado Kejutan


__ADS_3

Hati Dina senang tiada kepalang, dia sudah merasa tak sabar untuk memberitahukan soal kehamilannya pada suami brondongnya.


Setelah keluar dari ruangan Dokter, senyum di bibir Dina tak kunjung pudar. Yang ada malah makin mengembang, rona bahagia terpancar jelas di wajah cantiknya.


"Ya Tuhan, aku tidak percaya jika aku hamil. Padahal tidak ada tanda-tanda sama sekali, puji tuhan ini benar-benar keajaiban," ucap Dina.


Dina masuk ke dalam mobil dan langsung duduk di kursi penumpang, sang Sopir yang melihat Nyonya mudanya terlihat bahagia pun tak tahan untuk bertanya.


"Nyonya, sebenarnya ada apa?" tanya Pak Manto.


"Aku sedang bahagia, Pak. Kita langsung ke kantor Mas VB saja, tapi sebelum itu, kita ke toko aksesoris dulu ya, Pak?" pinta Dina.


"Ya, Nyonya. "Pak Manto terlihat menganggukan kepalanya walaupun tak mengerti dengan apa yang tengah direncanakan oleh istri dari anak majikannya.


Saat melihat toko aksesoris, Pak Manto pun memberhentikan mobilnya.


"Kenapa berhenti, Pak?" tanya Dina.


"Itu, Nyonya. Ada toko aksesoris di seberang jalan sana," tunjuk Pak manto pada sebuah toko.


"Ah, iya benar. Hampir saja saya lupa, tunggu sebentar ya, Pak." Dina langsung turun dari mobil yang dikendarai oleh Pak Manto, kemudian dia pun menyeberang jalan dan masuk ke dalam toko aksesoris tersebut.


Tiba di dalam toko aksesoris, Dina meminta pada pelayan toko untuk membungkus tespek dan juga foto hasil USG.


"Yang cantik ya, Mbak. Saya juga beli pena sama kertas surat sama amplopnya yang cantik," pinta Dina.


"Siap, Mbak. Silahkan dipilih," kata Mbak pelayan toko.


Sementara Mbak pelayan toko membungkus tespek sama hasil USG, Dina mencoretkan kata cinta di sebuah kertas yang sangat cantik dan memasukannya ke dalam amplop berwarna merah hati.


Dina sudah seperti anak abege yang baru mengenal cinta, dia terlihat luar biasa bahagia.


"Sudah selesai, Mbak. Apa ada lagi yang bisa dibantu," tanya sopan Mbak pelayan toko.


"Sudah cukup," ucap Dina.


Setelah membayar, Dina langsung keluar dari dalam toko tersebut. Dia benar-benar sudah tak sabar agar bisa bertemu dengan suami berondongnya, tentu hal yang pertama ingin dia sampaikan adalah tentang kehamilannya.


"Oh, Good. Terima kasih atas kebaikanmu," ucap Dina lirih.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan menuju perusahaan milik suaminya, Dina tak hentinya tersenyum. Dia begitu senang, karena dia akan menjadi seorang ibu.


Ada janin yang sedang berkembang di dalam rahimnya, ada nyawa yang harus dia lindungi keberadaannya.


"Sudah sampai, Nyonya." Pak Manto langsung keluar dari dalam mobil dan dengan sigap langsung membukakan pintu mobil untuk Dina.


"Makasih ya, Pak. Bapak pulang aja, Nanti saya pulang sama Mas VB aja." Dina tersenyum hangat kepada Pak Manto, Pak Manto pun langsung membungkuk hormat.


"Saya tinggal ya, Nyonya." Pak Manto langsung masuk ke dalam mobilnya lalu melajukannya menuju kediaman Fahreza.


Setelah kepergian Pak Manto, Dina pun langsung melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam perusahaan suaminya tersebut.


Saat Dina masuk kedalam loby perusahaan milik keluarga Fahreza, semua karyawan langsung membungkuk hormat.


Karena mereka sangat tahu, jika Dina adalah istri dari Vabriella Bian Fahreza. Lelaki muda yang kini menjadi CEO di perusahaan milik keluarga Fahreza.


Senyum di bibir Dina terus terukir manja, dengan ringan dia melangkahkan kakinya menuju ruangan VB.


Saat tiba di depan ruangn VB, Dina langsung mendorong pelan ruangan VB. Tentu saja karena dia tak ingin mengagetkan suaminya itu.


Saat pintu ruangan terbuka, Taraaaaa....


VB sedang terlihat asik mengobrol dengan seorang perempuan cantik dan juga seksi, bahkan perempuan itu terlihat duduk sambil mengelus pelan tangan VB.


Hati Dina langsung memanas, dia pun jadi bertanya-tanya dalam hatinya, apakah VB setiap hari selalu berdekatan dengan perempuan cantik?


Apakah setiap hari VB terlihat begitu menempel dengan wanita seksi dan berbaju bahan minim?


Apakah mungkin, VB juga melakukan itu dengan wanita lain selain dirinya?


Semua pertanyaan buruk pun terlintas di otak Dina, matanya sudah mulai memanas. Hatinya seakan tertusuk ribuan jarum, jantungnya seakan berpacu lebih cepat dan dadanya terlihat naik turun.


Kado yang sudah Dina persiapkan khusus untuk VB pun langsung jatuh dari tangannya, VB yang mendengar ada suara terjatuh pun langsung memalingkan wajahnya dari kertas yang sedari tadi dia pandang.


"Sayang!" pekik VB.


Dia begitu kaget saat melihat wajah istrinya yang terlihat sudah banjir dengan air mata, VB langsung bangun dan hendak menghampiri Dina.


Namun sayangnya, Dina langsung berlari dan masuk ke dalam lift. Rasanya dia sudah tak kuat melihat kebersamaan suaminya dengan wanita lain, dia memilih untuk segera pergi dari sana.

__ADS_1


"Sial!" umpat VB saat melihat pintu lift yang sudah tertutup.


VB kembali ke dalam ruangannya, dia mengambil kunci mobil, dompet, ponsel serta barang yang dijatuhkan oleh Dina, lalu dia bergegas pergi dari sana.


Permpuan yang memakai baju minim bahan tersebut hanya begong melihat kepergian VB, dia lalu merapihkan berkas yang dia bawa lalu pergi dari sana.


VB berlari dengan cepat saat keluar dari dalam lift, sayangnya dia tak menemukan keberadaan istrinya.


VB pun langsung menghampiri security yang ada di sana.


"Jo, elu lihat bini gue, ngga?" tanya VB.


"Nyonya barusan naik taxi, Tuan. Ke arah barat," kata Paijo.


"Tank's, Jo." VB langsung berlari menuju parkiran dan masuk ke dalam mobilnya, dia ingin segera menemui istri cantiknya.


"Harusnya dia jangan pergi dulu, harusnya dia dengerin gue ngomong dulu. Aaargh!" kesal VB sambil memukul stirnya dengan kuat.


VB langsung menjalankan mobilnya, ke arah yang ditunjukan oleh Pak Paijo. Dia berharap bisa dengan segera menemukan istri cantiknya itu.


"Ah, sial! Gue harus nyari kemana?!" VB berteriak panik di dalam mobilnya.


VB Kalu menepikan mobilnya, lalu dia mengambil ponselnya. VB berusaha menghubungi nomor ponsel istrinya, sayangnya tidak aktif.


"Arrrgh!" teriak VB seraya mengacak rambutnya. "Gue ngga bisa nyari dia kalau ponselnya mati, Na... elu si mana, Sayang?" VB terlihat sangat frustrasi.


Pasangan mata VB beralih pada kado dan juga surat yang tadi Dina bawa, tangan VB pun langsung terulur. Dia mengambil amplop berwarna merah hati yang ada di atas kado dari istrinya.


VB pun dengan tak sabar langsung membuka surat tersebut.


**Dear My Husband


Terima kasih, untuk semua yang telah kamu berikan untuk aku selama ini. Terima kasih, karena kamu sudah mau menikah dengan wanita biasa seperti aku ini, maaf jika aku belum bisa jadi istri yang baik.


Sayang, aku ingin menunjukan sesuatu, bukalah kadonya. Aku harap kamu akan sangat senang setelah membuka kado dariku.


From your wife**


VB yang tak sabar langsung mengambil kado dari istrinya, dia pun membukanya dengan kasar. Hingga nampaklah apa yang ada di dalam sana, VB mengambil tespek yang bertuliskan kata positif.

__ADS_1


Air matanya langsung meluncur bebas, dia menangis, dia sangat sedih dan juga bahagia. Semua rasa kini campur aduk menjadi satu.


"Maafkan aku, Sayang."


__ADS_2