
Mata Elsa langsung membulat sempurna, saat melihat isi kado dari Tuan Dirja. Karena ternyata, di dalam kado yang diberikan oleh Tuan Dirja, terdapat sebuah sertifikat tanah dan juga tiket untuk berbulan madu ke Paris.
Elsa langsung menatap Tuan Dirja, dengan tatapan penuh tanda tanya. Begitupun dengan Gia dan juga yang lainnya, mereka merasa sangat bingung dengan apa yang mereka lihat.
Tuan dirja langsung tersenyum, karena melihat raut muka bingung di wajah semua orang yang ada di sana.
"Dad, sudah membelikan rumah untuk Elsa." Kata Tuan Dirja singkat.
Mendengar ucapan Tuan Dirja, baik Elsa ataupun Gia merasa sangat bingung. Karena pada dasarnya, Gia memang sudah punya rumah sendiri.
Akan tetapi, dia sengaja tinggal di rumah Dad'nya nya. Agar Tuan Dirja tidak kesepian. Lalu, kenapa Tuan Dirja malah memberikan sebuah rumah untuk Elsa.
Apa lagi saat Gia melihat sertifikat tersebut, ternyata Tuan Dirja membelikan rumah mewah itu di perumahan elit yang berada di pusat kota.
Sudah dapat dipastikan, jika harganya sudah pasti sangat mahal.
"Dad, apa ini maksudnya?" tanya Gia.
Elsa langsung menatap Gia, seolah dia berterima kasih karena pertanyaan yang yang ada di dalam hatinya langsung diucapkan oleh Gia.
"Dad, sengaja memberikan rumah di sana. Agar kamu dan anak-anak kamu, merasa nyaman." Tuan Dirja langsung duduk di bangku taman.
Elsa dan Gia langsung ikut duduk di samping Tuan Dirja, mereka menunggu apa lagi yang akan dikatakan oleh Tuan Dirja.
"Dad, tahu jika kalian sengaja tinggal di sini karena menghawatirkan Daddy. Tapi, Daddy rasa akan lebih baik jika kalian rumah tangga secara mandiri." Tuan Dirja pun langsung menjelaskan.
Gia merasa tidak setuju dengan apa yang diucapkan oleh Dad' nya, dia merasa jika ini adalah bakti terakhirnya, di saat orang tuanya memasuki usia senja.
"Tapi, Dad. Aku ingin tinggal bersama Daddy, aku ingin menemani Daddy di masa tua Daddy." Gia langsung memeluk Tuan Dirja, dia merasa tak ingin jauh-jauh dari Dad'nya.
Tuan Dirja langsung menarik napas dalam, lalu mengeluarkannya dengan perlahan.
"Baiklah, Boy. Kita akan terus tinggal bersama, Tapi, untuk tiket bulan madunya, Dad harap kalian tak akan menolaknya." Kata Tuan Dirja penuh harap.
Gia dan Elsa pun langsung tersenyum. Kemudian mereka pun memeluk Tuan Dirja dengan penuh kasih sayang. Mereka sangat menyayangi Tuan Dirja, jika untuk pergi dari rumahnya, mereka memang tidak akan mau.
__ADS_1
Karena takut Tuan Dirja akan merasa kesepian, tetapi jika untuk berlibur, tentu saja mereka mau.
"Yes, Dad. Kami mau, kapan kami harus berangkat?" tanya Gia.
Mendengar Gia yang menyetujui acara honeymoon yang sudah direncanakan oleh Tuan Dirja, Dia langsung tertawa senang.
Berbeda dengan Aurora dan Aurelia, mereka terlihat cemberut. Karena melihat tiket ke paris yang hanya diperuntukkan kedua orang tuanya.
"Kakek, jahat!" rutuk Aurora.
"Kakek, bener-bener Kakek, yang sangat kejam!" ucap Aurelia menimpali.
Tuan Dirja langsung tersenyum, melihat kecemburuan di mata kedua cucunya. Bukan tanpa alsan Tuan Dirja memberikan tiket honeymoon untuk mereka berdua.
Tuan Dirja hanya ingin, Gia dan Elsa bercocok tanam tanpa adanya gangguan. Entah gangguan dari dirinya, dari kedua cucunya ataupun dari pekerjaan yang menumpuk.
Bahkan Tuan Dirja berencana akan kembali ke kantor selama mereka honeymoon, Tuan Dirja tak merasa khawatir. Karena ada Ajun si bujang lapuk, karena di usianya yang sudah menginjak 32 tahun, Ajun masih setia membujang.
Bahkan, Tuan Dirja sama sekali belum pernah melihat Ajun sekalipun berpacaran. Atau hanya sekedar one night stand pun dia tidak pernah.
"Kakek, tidak kejam. Kalian baru masuk sekolah selam dua minggu, kalau kalian ikut berlibur ngga enak sama Miss Yulie." Tuan Dirja berusaha untuk menjelaskan sebijak mungkin.
Aurelia dan Aurora pun membenarkan ucapan Tuan Dirja. Akan tetapi, mereka tetap saja sedih karena tidak bisa berlibur bersama dengan kedua orang tuanya dan
Mereka pun langsung tertunduk lesu, dengan cepat Elsa menghampiri kedua putrinya. Dia berusaha untuk menenangkan hati kedua putrinya.
"Jangan sedih, Sayang. Nanti Bunda, bawakan oleh-oleh. Mau apa?" tanya Elsa.
"Terserah," jawab mereka bersamaan.
Elsa dan Gia hanya bisa tersenyum kecut, melihat kelakuan kedua putrinya. Sebenarnya mereka ingin sekali mengajak kedua putrinya, akan tetapi mereka pun harus menghargai keinginan dari Tuan Dirja.
"Sudah jangan dipikirin, ada gue entar yang nenangin kedua bocah cantik elu." Dina berusaha untuk menenangkan Elsa, yang seakan enggan pergi tanpa kedua putrinya.
VB yang mendengar ucapan Dina, langsung menyikut tangan calon istrinya itu. Karena menurut VB besok mereka akan menikah, lalu setelahnya dia akan dengan senang hati mengurung Dina di dalam kamar sepanjang hari.
__ADS_1
VB sudah merencanakan semuanya dengan matang, VB bahkan sudah menyediakan jamu kuat dan obat encok untuk pinggang Dina.
Karena dia merasa, jika dia tak akan cukup jika melakukannya hanya sekali saja. Apa lagi saat melihat tubuh Dina yang seksi dan juga menarik. VB benar-benar yakin, jika dia merasa tak akan kuat jauh-jauh dari Dina.
"Jangan menghawatirkan twins A, ada Dad, Bu Anira dan juga mereka akan sibuk satu minggu ini. Karena Kak Mellow sudah menciptakan lagu baru untuk mereka." Jelas Tuan Dirja.
Mendengar penuturan Tuan Dirja, Aurora dan Aurelia pun langsung bersorak kegirangan. Lalu, mereka langsung memeluk Tuan Dirja dan menghujani wajah Tuan Dirja dengan ciuman.
"Terima kasih, Kakek." Ucap Kedua cucunya.
Tuan Dirja langsung terkekeh mendengar ucapan dari kedua cucunya, dia juga merasa senang. Karena akhirnya mereka tak merajuk lagi,
Setelah tak ada lagi kesedihan di wajah twins A, acara pun berlanjut. Mereka mengadakan acara panggang memanggang makanan laut, mereka begitu menikmati momen kebersamaan tersebut.
Elsa juga membuka kado terakhir yang diberikan oleh Ibunya, Elsa sangat senang walaupun Ibu Anira hanya membelikan dua buah daster batik untuk Elsa.
Elsa sempat bertanya pada Ibunya, kenapa jadinya daster?
Bu Anira hanya menjawab, biar gampang. Wajah Elsa pun Auto langsung memerah.
Pada pukul dua siang, Dina dan juga VB berpamitan. Karena Dian harus menjalani perawatan, untuk menyambut hari pernikahannya besok.
VB dengan penuh semangat, langsung melajukan mobilnya ke kediaman Fahreza. Karena Mom'nya memang sudah memesan perawatan kecantikan full servis untuk calon menantunya itu.
VB sudah berencana akan menemani Dina selama menjalani perawatan, tapi sepertinya VB lupa. Jika Mom'nya tidak akan pernah membiarkan itu terjadi.
Karena jika VB dibiarkan berduaan bersama Dina, yang ada dia pasti akan berusaha untuk membobol gawang lawan. Mengajak Dina untuk bertanding, di lapangan luas beralaskan kasur empuk di atas ranjangnya.
+
+
+
Maaf gengs telat up, aku lagi sibuk di dunia nyata. Semoga kalian masih berkenan, membaca karya aku ini.
__ADS_1
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐Untuk Kaleyan semua.