Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Tinggal Satu Atap


__ADS_3

Waktu liburan telah usai, kini waktunya untuk pulang ke rumah masing-masing. Karena esok hari semua orang harus memulai harinya dengan bekerja.


Dokter Irawan terlihat menggandeng tangan Anita agar segera masuk ke dalam mobilnya, Gia terlihat menggendong Baby Adelia dan menuntun ketiga wanita cantik di depannya.


Ajun dengan posesif terlihat merengkuh tubuh istrinya yang terlihat menggendong putra mereka, bagitu pun dengan Andrew yang terlihat memeluk pinggang Melani dengan erat.


Hanya Mom Clara dan mama Anita yang berjalan sendiri tanpa pasangan, namun mereka terlihat bahagia melihat rona kebahagiaan di wajah anak-anak mereka.


"Mama, aku ikut Mama aja." Anita terlihat merengek saat hendak masuk ke dalam mobil milik suaminya.


"Sayang, kamu sudah menikah. Jadi, sekarang kamu harus tinggal satu atap dengan suami kamu. Nanti kalau kamu rindu, tinggal main ke rumah. Oke?" kata Mama.


"Baiklah," jawab Anita lesu.


Sebelum Anita dan dokter Irawan masuk ke dalam mobilnya, Gia dan juga Ajun nampak menghampirinya.


"Semoga berhasil menjebol gawang pertahanan lawan," bisik Gia.


"Segera taklukan hatinya, yang muda lebih agresif kalau sudah tahu enaknya berolah raga di atas ranjang," bisik Ajun.


"Sialan! Terus saja meledek," kata Dokter Irawan seraya masuk ke dalam mobilnya.


Ajun dan Gia langsung tergelak mendengar ucapan dan kelakuan dokter Irawan.


*/*


Malam telah menjelang, selepas makan malam, mom Clara langsung masuk ke dalam kamarnya. Dia berdalih kalau dia sangatlah lelah, dia butuh istirahat.


Begitu pun dengan pasangan pengantin baru tersebut, mereka langsung masuk ke dalam kamar yang biasa dokter Irawan tempati.


Ruangan yang didominasi oleh warna hitam putih itu terlihat begitu maskulin, bahkan ruangan tersebut terlihat sangat rapih untuk ukuran seorang pria.


"Tidurlah," kata Dokter Irawan.


Anita menurut, dia melangkahkan kakinya menuju kasur berukuran king size yang terlihat begitu nyaman.

__ADS_1


Anita langsung menghempaskan tubuhnya dan memeluk guling yang ada di sana. Setelah merebahkan tubuhnya, dia terlihat memperhatikan penampilan dokter Irawan yang malah berganti baju dengan pakaian formal.


"Mau kemana?" tanya Anita penasaran.


"Klinik," jawab Dokter Irawan singkat.


"Jadi, aku ditinggalin sendiri?" tanya Anita.


Mendengar ucapan istrinya, dokter Irawan yang hendak memakai baju kebanggaannya pun langsung menghentikan aksinya.


Dia langsung menghampiri istrinya dan ikut merebahkan tubuhnya, dia memeluk istrinya dan mengecupi bibir istrinya beberapa kali.


"Pak Dokter yang tua dan messum ini mau kerja dulu, malam ini banyak pasien. Sedangkan di klinik hanya asda satu dokter saja, kalau kamu merasa takut, temui Mommy. Dia pasti akan sangat senang," jawab Dokter Irawan.


Ada rasa senang di hati dokter Irawan saat Anita terlihat begitu enggan untuk ditinggalkan.


"Baiklah, aku akan merelakan Pak tua ini untuk mengamalkan ilmu kedokterannya." Anita terlihat mencubit dagu Dokter Irawan.


Dokter Irawan yang mendapatkan perlakuan seperti itu langsung tergelak.


"Dasar bocah, aku pergi dulu. Jangan nakal," kata Dokter Irawan.


Sebenarnya dia merasa enggan untuk berpisah dengan istri kecilnya, tapi demi tugas mulia yang sangat dia cintai, dia pun rela untuk meninggalkan istrinya.


Selepas kepergian suaminya, Anita terlihat tak bisa memejamkan matanya. Entah karena harus tidur di kamar dengan suasana baru, atau tidak bisa tidur karena tak ada sang pemilik kamar.


Satu hal yang dia tahu, dia tidak mau sendirian saja di kamar yang sangat luas itu. Anita pun memutuskan untuk keluar dari dalam kamarnya dan langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mom Clara.


"Mom, buka pintunya!" pinta Anita setelah mengetuk pintu kamar tersebut.


Dia terlihat menatap pintu kamar mom Clara, tak lama kemudian pitu nampak terbuka. Nampaklah Mom Clara yang sudah terlihat memakai piyama tidurnya.


"Ada apa, Sayang?" tanya Mom Clara.


"Pak Dokter suami sedang bertugas untuk mengobati para pasiennya, bolehkah aku tidur bersama dengan Mom?" tanya Anita.

__ADS_1


"Ya, masuklah," ajak Mom Clara.


Anita tersenyum, lalu dia pun langsung masuk dan merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah. Karena selama di kamar hotel, dokter Irawan terus saja mencari kesempatan untuk memeluk dan mencium bibirnya.


Walaupun dia sempat kesal, namun ia juga menikmati akan hal itu.


"Tidurlah," ucap Mom Clara.


Anita menurut, dia mencoba untuk memejamkan matanya dan memeluk guling seperti kebiasaannya. Mom Clara tersenyum, lalu dia pun ikut merebahkan tubuh lelahnya di samping Anita.


*/*


Pagi telah menjelang, malam yang gelap kini berubah menjadi terang. Waktu bahkan sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, tapi Anita terlihat begitu enggan untuk membuka matanya.


Rasanya terasa nyaman saat dia tidur dan terasa begitu hangat saat dia memeluk gulingnya, namun satu yang membuat dirinya aneh.


Guling yang dia peluk terasa lebih besar dan kekar, Bahkan terasa hangat dan membuat tidur Anita semakin lelap.


Anita yang merasa penasaran pun langsung berusaha untuk membuka matanya yang masih terasa berat. Saat mata terbuka, dia begitu kaget karena yang dia peluk bukanlah guling.


Akan tetapi, tubuh kekar suaminya, bahkan dokter Irawan terlihat bertelanjang dada. Dia hanya memakai boxer yang menutupi area pribadinya.


Apa lagi saat kakinya terasa menyentuh benda keras dan panjang, hal itu membuat Anita nampak kaget. Dia berusaha untuk menurunkan kakinya dengan sepelan mungkin. Dia takut akan membangunkan suaminya.


Namun, baru saja dia menggerakkan tubuhnya untuk turun dari ranjang, tiba-tiba saja satu tangn kekar menarik Anita ke dalam pelukan dokter Irawan.


"Tidurlah lagi, aku masih mengantuk. Aku baru pulang pukul empat pagi," kata Dokter Irawan.


Anita nampak terdiam, dia menikmati pelukan hangat dari suaminya. Namun, saat dia merasa sudah nyaman dalam peluk hangat suaminya, tiba-tiba saja Anita teringat jika tadi malam dia tidur bersama dengan mom Clara.


Lalu, kenapa saat dia terbangun kini dia malah tertidur dengan suaminya? Bahkan mereka kini terlihat berada di kamar dokter Irawan.


"Kenapa aku berada di sini? Bukankah tadi malam aku tertidur bersama mom?" tanya Anita lirih.


Dia begitu ingin menanyakan hal tersebut kepada dokter Irawan, namun melihat wajah lelah suaminya, dia pun menjadi tak tega.

__ADS_1


Dia hanya terdiam sambil mengelus lembut puncak kepala suaminya, tentu saja Anita pun terlihat memindai wajah tampan suaminya.


'Ternyata pak dokter suami tua messumku sangatlah tampan, walaupun usia kamu sangatlah tua. Bahkan usia kakakku saja lebih muda dari kamu,' kata Anita dalam hati.


__ADS_2