
Melani mengangguk, lalu dia mengambil jas tersebut dari tangan Ajun.
"Terima kasih," ucapnya tulus.
Ajun menganggukkan kepalanya, lalu dia pun mulai melajukan mobilnya.
Melani nampak terdiam, dia terlihat memeluk tubuhnya yang terlihat basah. Ajun yang penasaran pun langsung bertanya kepada Melani.
"Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kenapa kamu bisa kehujanan dan sendirian di pinggir jalan?" tanya Ajun.
Melanie memalingkan wajahnya, lalu dia menatap wajah Ajun sekilas, kemudian dia menunduk sambil meremat kedua tangannya.
"Aku dan Aldino bertengkar," kata Melani lirih.
"Lalu?" tanya Ajun.
"Dia marah dan meninggalkan aku sendirian di pinggir jalan, sedangkan dia pergi begitu saja," Jawab Melani.
"Ck! Kalian itu sudah lama menikah, kalian juga sudah memiliki dua orang anak yang begitu lucu dan menggemaskan. Lalu, kenapa kalian harus bertengkar?" tanya Ajun.
Melani terlihat menghela napas berat, lalu dia pun menghembuskannya secara perlahan. Setelah terlihat lebih tenang, Melanie pun lalu menceritakan kejadian yang baru saja dia alami bersama dengan Aldino, suaminya.
"Aku melihat Aldino pergi bersama dengan seorang wanita, Kak. Lalu, aku bertanya kepada Aldino tentang siapa wanita itu. Namun, dia malah marah terhadap diriku dan dengan teganya dia menurunkan aku di pinggir jalan," adu Melani.
"Sepertinya kamu harus mencari tahu terlebih dahulu siapa wanita itu, mungkin saja dia hanya teman Aldino," ucap Ajun berusaha menenangkan.
"Tapi, aku melihat mereka begitu mesra, Kak. Bahkan Aldino terlihat memeluk pinggang wanita itu dengan posesif," ucap Melani lirih.
"Bersabarlah dan berpikirlah hal yang positif," kata Ajun.
"Iya, Kak," jawab Melani pasrah.
Ajun pun segera mengantarkan Melani ke rumah Tante Mesti, karena memang Aldino tak tinggal bersama Melani dan juga anaknya saja.
__ADS_1
Akan tetapi dia masih tinggal bersama dengan Tante Mesti, dia beralasan jika Tante Mesti akan kesepian jika Aldino dan istri serta anaknya meninggalkan ibunya tersebut.
Tiba di depan rumah Tante Mesti, ternyata dia sudah menunggu di depan rumahnya. Ajun segera turun bersama Melani dan menghampiri Tante Mesti.
"Ya ampun, Sayang. Kenapa kamu basah kuyup seperti ini, memangnya Aldino tidak menjemput kamu?" tanya Tante Mesti.
Mendengar pertanyaan dari mertuanya, Melanie pun berusaha tersenyum dengan sangat manis. Lalu, dia pun mengelus lembut tangan mertuanya tersebut.
"Mas Aldino lagi sibuk, Mah. Jadi, dia tidak sempat menjemput Melani," jawab Melani.
Ajun sempat melihat ke arah Melani, dia bisa melihat dengan jelas jika Melani sedang menyembunyikan kesedihannya.
"Ck! seharusnya dia menyempatkan waktu untuk menjemput kamu, lagian Mamah bingung sama dia. Dia kan cuman asisten pribadi, namun kenapa pekerjaannya seperti seorang bos? Dia itu terlihat begitu sibuk," ucap Tante Mesti.
Melani terlihat mengusap-ngusap pundak mertuanya, lalu dia pun kembali berkata.
"Jangan marah, Mah. Mama' kan sangat tahu, jika Mas Aldino sedang mencari uang untuk kita. Agar hidup kita bisa lebih baik, jadi Mamah jangan marah terhadap Mas Aldino," ucap Melani.
Tante Mesti terlihat tersenyum hangat kepada Melani, lalu dia mengusap puncak kepala merani dengan lembut.
Dia bahkan selalu berkata baik tentang putranya, dia hanya meminta izin untuk bekerja sama dengan temannya untuk mengelola Caffe agar merasa tak jenuh jika hanya di rumah saja.
"Sekarang mandilah, badan kamu terlihat basah. Kamu juga pasti capek karena sudah bekerja seharian, dari tadi putra dan putrimu sudah menanyakan keberadaanmu," ucap Tante Mesti.
"Iya, Mah," jawab Melani.
Tanpa basa-basi Melanie langsung masuk ke dalam, sedangkan Ajun langsung memeluk Tante Mesti untuk meluapkan rasa rindunya.
"Ajun kangen sama Tante," ucap Ajun.
"Ya, Tante pun kangen sama kamu. Setelah menikah kamu tambah tampan saja," ucap Tante Mesti.
"Pasti dong Tante," jawab Ajun.
__ADS_1
"Apa kamu bahagia menikah dengan anak dari Tuan Alfonso itu?" tanya Tante Mesti.
"Ya, Tante. Aku sangat bahagia dan apa Tante tahu? Istriku sekarang sedang mengandung," jawab Ajun.
Tante Mesti nampak membulatkan matanya, lalu dia melerai pelukannya dengan Ajun. Dia merasa tidak percaya jika Tuhan begitu baik kepada mereka, Ajun langsung diberikan keturunan oleh sang pencipta.
Dulu Aldino pun seperti itu, baru 2 bulan menikah dengan Melani, lalu dokter pun sudah berkata jika Melani sedang mengandung putri dari Aldino.
"Selamat ya, Sayang. Karena kamu bisa langsung mendapatkan keturunan, padahal Tante kira kamu akan lama loh mendapatkan keturunan," ucap Tante Mesti.
"Terima kasih, Tante. Oh ya, Ajun pamit, takutnya Gadis sudah menunggu, kan kasihan," ucap Ajun.
"Ya, pulanglah dengan segera. Karena wanita hamil sangat membutuhkan suaminya, jangan seperti Aldino yang begitu sibuk dengan pekerjaannya. Dia jarang sekali memperhatikan Melani, sebenarnya Tante kasihan sama dia. Tapi Tante tidak bisa berkata apa-apa, karena setiap Tante bertanya Aldino pasti menjawab 'Aku sedang mencari uang untuk masa depan keluarga kita'," ucap Tante Mesti lesu.
Ajun nampak prihatin mendengarkan ucapan Tante Mesti, namun Ajun tak bisa berkata apa-apa. Karena dia tak tahu apa yang dilakukan oleh Aldino di belakang keluarganya.
"Mungkin Aldino memang sedang sibuk, Tante jangan berpikiran yang tidak-tidak," ucap Ajun menenangkan.
Setelah berpamitan kepada Tante Mesti, Ajun pun langsung melajukan mobilnya menuju kediaman Tuan Alfonso.
Saat dia sedang di perjalanan menuju pulang, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ternyata yang menelponnya adalah Gadis, dengan cepat Ajun pun mengangkat telepon tersebut.
Ternyata Gadis meminta Ajun untuk membelikan sea food yang dijual di restoran bintang 5 yang letaknya tak jauh dari hotel berbintang yang ada di daerah elite sebelum masuk ke kawasan komplek perumahan milik Tuan Alfonso.
Tentu saja Ajun pun mengiyakan, dia tahu jika Gadis sedang mengidam. Karena dia sudah berpengalaman menuruti keinginan Gia saat hamil Elsa.
Saat tiba di Restoran bintang lima, Ajun langsung menepikan mobilnya. Dia pun langsung masuk ke sana dan memesan makanan yang diinginkan oleh Gadis.
Mata Ajun langsung membulat sempurna, kala dia melihat Aldino yang tengah mengobrol dengan wanita tak jauh dari tempat dia memesan makanan yang diinginkan oleh Gadis.
Aldino terlihat memegang tangan seorang wanita dengan sangat mesra, bahkan mereka terlihat begitu intim.
Aldino memperlakukan Wanita itu benar-benar sangat istimewa, Ajun pun memperhatikan wanita tersebut dan Ajun langsung kaget saat tahu siapa wanita tersebut.
__ADS_1
Ternyata wanita yang sangat dipuja oleh Aldino tersebut adalah bosnya sendiri, wanita pemilik perusahaan XT.
Ajun pun jadi berniat untuk menyelidiki kasus yang menimpa Aldino tersebut, tentunya dia tidak akan membuat keributan. Tapi, besok hari dia akan menyelidikinya secara diam-diam.