Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Terlihat Menggemaskan


__ADS_3

Pagi telah menjelang, Gia sudah bersiap untuk bekerja. Dia sudah mau masuk ke dalam mobilnya diikuti oleh Elsa sang istri.


Sebelum dia masuk, dia masih saja memeluk pinggang istrinya dengan posesif, lalu mengecup bibirnya.


"Mas berangkat dulu, kamu hati-hati di rumah." Gia kembali mengecup bibir istrinya.


Adelia dan juga Alex yang berada di dalam mobil hanya bisa memutarkan bola matanya, ayahnya selalu saja ingin bermesraan di manapun dengan bundanya itu.


"Ayah, cepatlah! Nanti aku bisa telat," kata Adelia.


"Hem, aku pun." Alex menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan bibir mencebik.


"Sorry!" kata Gia seraya melerai pelukannya.


Gia langsung masuk dan duduk tepat di samping pak sopir, tak lupa dia melambaikan tangannya sebelum meninggalkan istrinya.


"By, Sayang!" seru Gia.


"Dadah Bunda!" teriak Adelia.


"See you, Bunda." Alex memonyongkan bibirnya seakan hendak mengecup pipi Bundanya.


Elsa terkekeh melihat tingkah ketiga orang yang dia sangat sayang itu, dia langsung melambaikan tangannya dengan senyum manis yang mengembang di bibirnya.


Tak lama kemudian pak sopir terlihat melajukan mobilnya, Elsa menghentikan lambaian tangannya ketika mobil yang Gia dan kedua buah hatinya tumpangi tidak terlihat lagi.


Baru saja Elsa hendak masuk ke dalam rumahnya namun dia melihat ada mobil yang masuk ke dalam pekarangan rumahnya.


Elsa tersenyum karena dia sangat tahu siapa pemilik mobil itu, ya... Kiandra' lah yang datang. Dia akan mengajak Aurora untuk pergi ke butik untuk melakukan fitting baju.


"Selamat pagi, Bunda." Kiandra menghampiri Elsa dan mencium punggung tangannya.


"Pagi, Nak. Masuklah!" kata Elsa.


Kiandra menurut, dia berjalan beriringan dengan calon mertuanya menuju ruang tamu. Tiba di ruang tamu Elsa mempersilahkan Kiandra untuk duduk.


"Duduklah dulu, biar Bunda buatkan minuman untukmu," kata Elsa.


"Tidak usah, Bunda. Aku sudah minum, Rara'nya mana?" tanya Kiandra seolah tidak sabar.

__ADS_1


"Masih di dalam kamarnya, sepertinya dia belum bangun. Maklum lagi datang bulan, suka lemas dan males," kata Elsa menerangkan.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Elsa, Kiandra terlihat mengelus dadanya. Lalu dia berkata.


"Syukurlah!" kata Kiandra.


Elsa sempat mengernyit heran, kenapa Kiandra malah bersyukur saat mendengar apa yang diucapkan oleh Elsa?


"Apa yang kamu syukuri?" tanya Elsa.


"Emh, anu Bunda. Itu, ngga apa-apa," jawab Kiandra.


Sebenarnya Kiandra sangat bersyukur karena Aurora ternyata kini sedang datang bulan, pernikahannya tinggal dua minggu lagi.


Itu artinya jika mereka menikah nanti Aurora sudah tidak sedang datang bulan, itu artinya dia bisa melancarkan rencananya untuk membuka segel.


"Kamu tuh aneh," jawab Elsa.


Mendengar apa yang dikatakan oleh calon mertuany,a Kiandra nampak terkekeh. kemudian dia menyerukan suaranya.


"Bunda, apakah aku boleh ke kamar Rara?" tanya Kiandra.


Sebenarnya Elsa keberatan, namun tidak mungkin pikirnya jika Kiandra akan melakukan hal yang tidak-tidak terhadap putrinya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Elsa, Kiandra terlihat meringis.


"Siap, Bunda!" jawabnya.


Setelah mendapatkan persetujuan dari calon mertuanya, Kiandra langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Aurora. Tentunya setelah dia diberitahukan keberadaan kamar calon istrinya tersebut.


Tiba di depan kamar Aurora, dia berusaha untuk mengetuk pintu kamar tersebut. Namun, tidak juga dia mendapatkan sahutan dari dalam kamar tersebut.


Kiandra mencoba keberuntungannya, dia memutar handle pintunya lalu dia mendorong pintu tersebut dengan perlahan.


Ternyata pintunya tidak terkunci, Kiandra dengan perlahan masuk ke dalam kamar tersebut. Pandangannya mengedar dan tidak lama kemudian dia melihat sosok wanita yang sangat dia cintai sedang tertidur dengan lelapnya.


Kiandra tersenyum, dia hampiri wanita pujaan hatinya lalu dia duduk di bibir ranjang. Dia elus punggung Aurora dengan penuh kasih.


"Sebentar lagi, Bunda. Aku masih ngantuk," kata Aurora tanpa membuka matanya.

__ADS_1


Aurora menyangka jika Elsa lah yang datang ke kamarnya dan mencoba untuk membangunkan dirinya.


mendengar gumaman dari wanita kesayangannya, Kiandra nampak tersenyum lalu dia kembali mengelus lembut puncak kepala calon istrinya.


"Ini aku, Yang. Bukan Bunda," kata Kandra.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Kiandra, Aurora nampak menepuk bantal yang ada di sampingnya, kemudian dia berkata.


"Oh ya ampun, bahkan saat aku tertidur pun kamu masih saja datang. Tidak bisakah kau jangan menggangguku wahai bayangan calon suamiku," ucap Aurora dengan mata yang masih terpejam.


Kiandra terlihat begitu gemas dengan apa yang dikatakan oleh Aurora, dia tidak menyangka jika dirinya saat ini hanya dianggap bayangan oleh calon istrinya tersebut.


"Bangun, Yang. Ini beneran aku," kata Kiandra seraya mengecup pipi Aurora.


Merasakan sebuah kecupan hangat di pipinya, Aurora terlihat membukakan matanya dengan sangat cepat.


Matanya langsung membulat dengan sempurna kala dia melihat Kiandra yang kini berada tepat di hadapannya.


"Kakak! Kenapa Kakak ada di kamar aku? Ya Tuhan, wajah aku pasti ada ilernya. Dia langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Malu.


Tentu saja dia merasa sangat malu, karena Kiandra kini melihat keadaannya dalam keadaan bangun tidur.


Pastinya penampilannya terlihat sangat acak-acakan, rambut berantakan dan ada iler juga belek dimana-mana.


Namun, Kiandra bukannya jijik melihat wajah bantal calon istrinya tersebut. Justru dia malah terlihat begitu gemas.


Jika saja dia diperbolehkan, ingin sekali Kiandra memeluk calon istrinya dan memberikan morning kiss padanya.


"Ya ampun, Sayang. Tidak usah ditutupi, aku suka. Sekarang cepatlah mandi, kita sarapan terus kita ke butik," kata Kiandra.


"Kamunya keluar dulu, aku malu. Lagian kamu berani banget masuk ke dalam kamar seorang gadis," kata Aurora yang masih menutup wajahnya.


"Baiklah, aku tunggu di ruang tamu," kata Kiandra.


Setelah mengatakan hal itu, Kiandra langsung keluar dari dalam kamar Aurora. Sedangkan Aurora terlihat turun dari tempat tidur, lalu dia berlari dan masuk ke dalam kamar mandi.


*

__ADS_1


*


BERSAMBUNG....


__ADS_2