Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Bulan Madu


__ADS_3

Jika Gia kini sedang beristirahat karena lelah selama dua hari menemani istrinya yang telah melahirkan, berbeda dengan Ajun yang kini terlihat sedang begitu bahagia.


Ajun dan gadis kini telah bersiap untuk pergi ke negara Turki, negara yang sangat ingin sekali dikunjungi oleh gadis.


Tuan Alfonso dan juga pak Galuh mengantarkan Gadis dan Ajun sampai ke Bandara.


Sebelum Gadis pergi, dia terlihat memeluk Daddynya dengan sangat erat. Sesekali dia juga memeluk pak Galuh, bahagia rasanya diapit oleh tiga laku-laki yang begitu menyayanginya, itulah yang Gadis rasakan.


Ajun, hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kekanak-kanakan dari istrinya tersebut.


Sudah besar tapi tetap saja mencari perhatian dari Daddynya dan juga dari pak Galuh.


Tak lama kemudian, Gadis dan Ajun pun berangkat ke negara Turki. Tuan Alfonso dan juga pak Galuh hanya bisa berdo'a untuk keselamatan anak dan juga menantunya itu.


Selama di dalam pesawat, Gadis terus saja memeluk lengan kekar Ajun sambil menyandarkan kepalanya di pundak suaminya tersebut.


Dia bertingkah begitu manja pada Ajun, apalagi ini adalah penerbangan pertama Gadis. Dia terlihat begitu gugup dan senang dalam waktu bersamaan, namun Ajun dengan Setia memeluk dan menenangkan istrinya itu.


"Hubby, terima kasih karena kamu sudah mau menuruti keinginanku untuk pergi ke Turki," ucap Gadis.


Ajun terlihat tersenyum dengan sangat manis kepada istrinya, dia begitu senang karena melihat Rona bahagia di wajah istrinya.


"Iya, Sayang. Tapi maaf, kita tidak bisa lama di sana. Hanya bisa 5 hari saja. Itu pun sudah termasuk perjalanan pulang pergi," jawab Ajun.


Gadis membalas senyuman Ajun, tentu saja tidak masalah walaupun cuma 5 hari. Karena yang penting dia bisa jalan-jalan ke negara Turki tersebut.


"Ya, tidak apa-apa. Yang penting aku bisa ke Turki," jawab Gadis.


Setelah mengatakan hal itu, dia memejamkan matanya kembali lalu menyandarkan kepalanya di pundak suaminya.


Ajun tersenyum melihat tingkah istrinya, lalu dia memeluk Gadis dan mengusap-usap pundak Gadis dengan lembut.


Setelah melakukan perjalanan selama 12 jam, akhirnya Gadis dan juga Ajun tiba di negara yang Gadis sangat ingin kunjungi.


Mereka langsung pergi ke hotel yang sudah dipesan oleh Tuan Alfonso, tentunya hotel mewah khusus untuk pengantin baru.


Tuan Alfonso benar-benar memanjakan anak dan menantunya tersebut, dia berpikir untuk siapa selama ini dia bekerja keras jika bukan untuk putri dan juga menantunya.


Tuan Alfonso bahkan rela memberikan apa pun jika Gadis memintanya, karena hanya Gadis lah keturunannya. Hanya Gadis lah anak yang terlahir dari wanita yang sangat dia cintai, Intan Paramita.


"Cape," rengek Gadis.


Mendengar ucapan istrinya, Ajun langsung menggendong Gadis dan merebahkan tubuh Gadis dengan perlahan di atas tempat tidur.


"Sekarang beristirahatlah, nanti sore kita akan jalan-jalan," ucap Ajun.


Gadis terlihat mengernyit heran saat mendengar ucapan dari suaminya tersebut.


"Jalan-jalan ke mana, Hubby?" tanya Gadis.


"Kemana saja, terserah yang kamu mau," ucap Ajun.


"Hubby, Ini ini sudah jam tiga sore, lalu Hubby mau jam berapa mengajakku jalan-jalan?" tanya Gadis.


Mendengar ucapan Gadis, Ajun pun langsung melihat jam yang bertengger cantik di kamar tersebut.


Benar saja, waktu sudah menunjukkan pukul tiga sore. Ajun pun langsung menatap istrinya dan tersenyum sambil memamerkan deretan gigi putihnya.

__ADS_1


"Aku nggak sadar, Yang. Kalau ini sudah sore," ucap Ajun.


"Jadi, karena ini sudah sore mending Hubby tidur sama aku. Nanti malam kita dinner romantis," ajak Gadis.


"Baiklah kalau begitu, kita tidur," jawab Ajun.


Akhirnya Gadis dan Ajun pun tertidur, mereka tertidur dengan saling memeluk satu sama lain.


*/*


Pukul enam sore Ajun dan Gadis terbangun dari tidurnya, mereka langsung mandi dan bersiap untuk pergi untuk dinner romantis.


Pukul tujuh mereka sudah terlihat bersiap, Ajun sudah terlihat tampan dengan setelan casualnya.


Dia memakai kaos panjang berwarna marun, dibalut dengan mantel berwarna senada. Begitu pun dengan Gadis, dia memakai gaun malam berwarna merah marun dibalut dengan mantel dengan warna senada.


"Hubby, aku ingin makan kebab," ucap Gadis.


"Loh, katanya mau dinner romantis?" tanya Ajun.


"Tapi aku mau makan kebab aja, Hubby. Mumpung di turki, pasti rasanya enak," jawab Gadis.


"Baiklah, kalau begitu kita ke pergi sekarang. Aku tahu di mana tempat kebab yang enak," ajak Ajun.


"Baiklah, aku menurut," ucap Gadis.


Akhirnya Ajun dan Gadis pun pergi dari hotel tersebut, tentu saja mereka pergi dengan mobil yang sudah mereka sewa.


Bahkan Ajun pun sengaja menyewa sopir untuk menjadi penunjuk jalannya, agar dia juga bisa bermesraan dengan Gadis di bangku penumpang.


Setelah sampai di tempat tujuan, Ajun pun langsung mengajak Gadis untuk turun dari mobil tersebut.


Restoran ini menyajikan beragam menu panggang yang diolah menjadi kebab. Daging yang digunakan untuk memasak, diambil langsung dari peternakan keluarga pemilik Restoran. Sehingga terjamin kualitas dan kesegarannya.


Kebab yang paling populer di Restoran tersebut yaitu fistikli kebap atau kebab pistachio.


"Silahkan, Sayang." Ajun menarik satu kursi untuk Gadis duduk.


"Terima kasih, Hubby," jawab Gadis.


Setelah memastikan istrinya duduk dengan nyaman, barulah Ajun duduk tepat di depan Gadis.


Ajun lalu menjentikkan jarinya, seorang pelayan yang paham pun langsung menghampiri mereka.


Ajun dan Gadis memesan apa yang diinginkan oleh Gadis, kebab pistachio yang menjadi andlan di Restoran tersebut.


Gadis juga memesan beberapa daging panggang, dan berbagai aneka makanan yang tersedia di sana.


Hanya menunggu waktu lima belas menit saja, pesanan Gadis yang sangat banyak itu sudah datang.


Gadis terlihat makan dengan sangat lahap, Ajun hanya busa menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.


Gadis terlihat sangat cantik dengan memakai gaun malam yang begitu seksi di mata Ajun, namun kelakuannya sangat berbanding terbalik dengan penampilannya.


"Terima kasih, Sayang," ucap Gadis setelah menghabiskan makanannya.


"Sama-sama, Sayang," jawab Ajun.

__ADS_1


Setelah menyelesaikan makan malamnya, Ajun kembali mengajak Gadis ke hotel tempat mereka menginap.


Sebenarnya Gadis ingin sekali mengajak Ajun jalan-jalan, namun Ajun berkata jika ini sudah larut malam.


Gadis pun menurut, walau dia terlihat cemberut. Pukul 10 malam, mereka pun tertidur kembali.


Menikmati suasana yang begitu dingin di negara tersebut, karena memang di negara Turki sedang musim dingin. Bahkan sedang turun salju.


*/*


Pagi harinya, saat Gadis terbangun, Gadis langsung segera mengajak Ajun untuk mandi dan sarapan.


Tentu saja dia ingin segera pergi jalan-jalan, sesuai dengan rencananya. Ajun terlihat bangun dengan malas, hawa dingin yang menyeruak membuat Ajun malas untuk bangun dari tempat tidur


Namun tidak dengan Gadis, dia terlihat bersemangat untuk berjalan-jalan ke tempat yang sangat dia inginkan.


Pukul sembilan pagi, Gadis mengajak Ajun ke Gunung Uludag. Gunung yang tercatat sebagai gunung tertinggi yang ada di daerah Marmara.


Gunung yang terletak di provinsi Bursa ini puncak tertingginya adalah Kartaltepe dengan ketinggian sekitar 2.543 meter atau sekitar 8.343 kaki.


Gunung Uludag mempunyai panjang sekitar 40 kilometer dan lebih sekitar 15-20 kilometer.


Gunung ini termasuk dalam Taman Nasional Uludag Turki, dimana puncaknya dapat dijangkau dengan cable car atau mobil.


Spot ini sangat cocok untuk bermain salju pada saat liburan musim dingin di Turki. Letaknya tidak terlalu jauh dari Istanbul. Hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan.


Tiba di sana, Gadis langsung mengajak Ajun untuk bermain salju. Gadis benar-benar terlihat seperti anak kecil, dia menghabiskan waktunya untuk bermain salju.


Dia juga membuat boneka salju dan bola-bola salju, mereka berperang menggunakan bola salju layaknya anak kecil.


Bahkan baju yang Gadis dan Ajun pakai pun sampai basah dibuatnya, beruntung mereka menyiapkan baju ganti sebelumnya.


Setelah puas bermain salju, Gadis mengajak Ajun untuk pulang. Karena tubuh Gadis sudah terasa sangat dingin.


Gadis pun meminta Ajun untuk segera pulang dari gunung uludag tersebut, namun bukannya pulang Ajun malah mengajak Gadis pergi ke Galata Bridge.


Galata Bridge adalah salah satu tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi oleh banyak wisatawan, jika berkunjung kesana kita bisa melihat dua sisi bangunan yang berbeda.


Bangunan dengan gaya Asia dan juga bangunan yang bergaya Erofa, jembatan ini juga sangat unik.


Karena terdiri dari dua tingkat, bagian atas jembatan digunakan untuk transportasi dan pejalan kaki. Sedangkan di jembatan bagian bawah dipenuhi dengan Caffe dan juga Restoran.


Ajun sengaja mengajak Gadis ke jembatan tersebut, karena pemandangan sore hari terlihat begitu indah dan memanjakan mata.


"Terima kasih, Hubby," ucap Gadis.


"Sama-sama, Sayang," jawab Ajun.


Pasangan pengantin baru itu terlihat sangat bahagia menikmati harinya, setelah pulang dari jembatan tersebut mereka pun langsung menikmati pergumulan panasnya di atas ranjang.


Selama Gadis dan Ajun di Turki mereka benar-benar menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan dan juga melakukan proses pembuatan Ajun junior.


+


+


Selamat sore, semoga kalian sehat selalu dan tak pernah ada bosannya membaca karya Othor ini.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, comment, Vote dan juga hadiahnya Othor sangat menunggunya, terima kasih...


__ADS_2