
Gia terlihat mondar-mandir tidak jelas di dalam ruang bersalin tersebut, dia merasa takut, tegang dan juga merasa kasihan saat melihat Elsa meringis menahan sakit.
"Ini sudah pembukaan 8, kita harus bersiap-siap untuk melakukan persalinan," ucap Dokter tersebut.
Gia langsung terdiam, dia menatap bingung ke arah dokter dan juga Elsa secara bergantian.
"Lalu, apa yang harus saya lakukan sekarang?" tanya Gia.
Dokter itu pun langsung menepuk jidatnya, lalu dia pun berkata pada Gia.
"Tolong anda beri support istri anda, setidaknya anda memberikan kata-kata cinta untuk istri anda, dan berhentilah berjalan mondar-mandir seperti tadi." Gia menurut, dia langsung menghampiri Elsa dan menggenggam tangan Elsa dengan erat.
"Kamu pasti bisa, Sayang." Gia mengecup kening Elsa dengan mesra.
Elsa pun mengangguk seraya meringis menahan sakit, dokter yang memeriksa Elsa tadi pun terlihat pergi untuk mempersiapkan alat bantu untuk lahiran Elsa.
Tak lama kemudian, dokter datang kembali dan dia sangat kaget saat melihat kepala bayi sudah terlihat menyembul seakan tak sabar untuk segera bertemu dengan kedua orang tuanya.
"Ayo Nyonya Elsa, semangat. Kepala bayinya sudah terlihat," ucap Dokter tersebut.
Elsa pun langsung menarik nafas dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, sebenarnya ada keraguan di hati Elsa.
Karena saat melahirkan twins A, dia melakukannya dengan cara caesar. Namun dia tetap berdo'a di dalam hati dan meminta pada Tuhan agar diberikan yang terbaik.
"Ya Tuhan, berilah kelancaran pada persalinan ku ini. Semoga aku dan bayiku engkau berikan keselamatan," do'a Elsa dalam hati.
Setelah melakukan perjuangan selama 15 menit, akhirnya bayi yang sangat cantik pun terlahir ke dunia yang fana ini. Wajahnya terlihat begitu mirip dengan Gia.
"Selamat ya Nyonya, Tuan. Bayi anda perempuan, sangat cantik," ucap Dokter tersebut.
Dokter tersebut lalu mengangkat bayi milik Elsa dan juga Gia, lalu menyerahkannya kepada suster untuk dibersihkan. Sedangkan dokter tersebut kembali menghampiri Elsa dan membersihkan bekas persalinannya.
Elsa merasa sangat bahagia, karena akhirnya dia bisa melahirkan dengan normal di kehamilannya kali ini.
" Terima kasih, Sayang. Karena kamu sudah kembali melahirkan 1 putri yang begitu cantik untukku," ucap Gia.
Gia terlihat sangat bahagia, air matanya bahkan menetes begitu saja. Sungguh dia merasa jika Tuhan begitu baik terhadapnya, karena kembali memberikan kepercayaan kepada dirinya untuk merawat bayi mungil yang terlihat sangat cantik.
__ADS_1
Sebenarnya dia menginginkan seorang anak laki-laki, seorang penerus untuk keluarga Pranatdja. Namun, saat melihat bayi perempuan yang begitu cantik terlahir ke dunia ini, dia pun tak mempermasalahkan lagi mau lelaki ataupun perempuan.
Karena setelah dia pikir, anak perempuan pun bisa menjadi penerus generasi Pranadtja, yang penting tekun dalam belajar berbisnis.
"Mas Kenapa diam?" tanya Elsa.
"Ah, tidak apa-apa, Sayang. Aku hanya sedang memikirkan nama untuk putri kita," elak Gia.
"Mas nggak kecewakan karena anak ketiga kita adalah perempuan?" tanya Elsa
"Tidak, Sayang. Mas tidak kecewa, mau lelaki ataupun perempuan sama saja. Lagian kamu masih muda, masih ada kesempatan untuk Kamu hamil lagi. Siapa tahu nanti kita memiliki anak lelaki," ucap Gia.
"Mas! kamu tuh keterlaluan, aku aja baru lahiran. Lukanya masih sakit banget ini bekas melahirkan anak kita, kamu malah udah ngurusin punya anak lagi aja!" protes Elsa.
"Tapi kenyataannya seperti itu, Yang. Kita bisa memprosesnya lagi, Iya kan Dok?" tanya Gia kepada Dokter yang sedang membersihkan bekas lahiran Elsa.
Dokter tersebut pun langsung tersenyum hangat kepada Elsa dan juga Gia.
"Boleh Tuan, Nyonya. Yang penting diperhatikan kehamilannya, soalnya Nyonya Elsa yang pertama kan lahiran caesar. sekarang bisa melahirkan normal karena jarak yang lumayan jauh dari anak pertama, namun jika anda ingin cepat-cepat memiliki keturunan lagi, nanti harus lebih sering berkonsultasi kepada dokter kandungan agar tidak menimbulkan hal yang tidak diinginkan nantinya," jelas Dokter.
"Siap, Dok," jawab Gia semangat.
"Maaf, Tuan. Baju Dedenya mana? Kain bedongannya juga nggak ada, sama perlengkapan bayinya juga belum dikasih," ucap suster tersebut.
Gia langsung menepuk jidatnya, karena dia begitu panik hingga melupakan segalanya.
"Wah... Maaf, Sus. Saya belum membawa perlengkapannya," ucap Gia.
Dokter yang ada di sana, beserta dengan kedua suster yang membantu persalinan Elsa langsung menggelengkan kepalanya.
"Begini saja, Sus. Saya ke rumah dulu kalau begitu, saya mau mengambilkan baju Baby punya anak saya di rumah," kata Dokter tersebut.
"Baik, Dokter," ucap Suster tersebut.
Giadan Elsa pun menjadi tak enak hati, namun jika menunggu mengambil dulu ke rumah pasti tidak akan sempat. Baby mereka pasti akan kedinginan.
"Terima kasih, Dokter," ucap Gia tulus.
__ADS_1
"Sama-sama, Tuan," jawab Dokter tersebut.
Dokter tersebut pun langsung meninggalkan ruangan bersalin tersebut, tentunya untuk mengambil perlengkapan Baby.
Selama dokter tersebut pergi ke rumahnya, suster tersebut pun mengintruksikan Elsa untuk IMD. Suster itu langsung menelungkupkan Baby cantik tersebut di atas dada Elsa.
Tak lama kemudian Baby cantik itu langsung mencari sumber makanan yang bisa dia raih, Gia spai tertawa dibuatnya.
Ternyata sangat indah pikirnya, melihat persalinan buah hati mereka. Rasanya dia begitu bangga saat melihat buah cintanya bersama dengan Elsa terlahir ke dunia ini.
sepuluh menit kemudian, dokter itu sudah kembali dengan membawa perlengkapan bayi di tangannya. Karena memang rumahnya ada di samping klinik tersebut.
Setengah jam kemudian, Elsa pun sudah dipindahkan kedalam ruang perawatan. Baby cantik Elsa dan juga Gia pun sedang terlelap di atas box bayi.
Dia terlihat begitu pulas dalam tidurnya, tentunya karena dia sudah mendapatkan asupan makanan pertamanya.
"Terima kasih ya, Sayang. Karena kamu sudah melahirkan tiga putri cantik untukku," ucap Gia.
"Sama-sama, Mas. Berjanjilah kamu akan tetap selalu menyayangiku dan juga putri-putri kita," cap Elsa.
"Ya, Sayang. Aku akan menyayangi mereka dan tak akan pernah membedakan kasih sayangku terhadap semua anak-anak kita," ucap Gia.
"Oiya, Mas. Mas sudah telepon orang rumah kalau aku udah melahirkan?" tanya Elsa.
"Belum, Yang. Kamu enggak lihat ini pukul berapa?" tanya Gia.
Elsa langsung menggelengkan kepalanya, dan saat Elsa melihat jam yang bertengger cantik di dinding kamar Rumah Sakit tersebut, ternyata waktu menunjukkan pukul 2 malam.
"Ya sudah nggak apa-apa, mungkin besok baru dikabari. Kasihan juga kalau telpon sekarang, ini sudah terlalu malam," ucap Elsa.
"Ya, sekarang kamu tidurlah. Beristirahatlah, kamu pasti lelah setelah melahirkan putri cantik kita. Aku pun ingin beristirahat sejenak di atas apa sana," ucap Gia seraya melirik sofa yang terlihat melambai-lambai meminta untuk ditiduri.
"Ya, Mas," ucap Elsa.
Elsa lalu memejamkan matanya, Gia pun dengan setia menemani istrinya sambil mengelus lembut puncak kepalanya.
Setelah memastikan istrinya terlelap, dia pun mengecup kening Elsa lalu dia pun melangkahkan kakinya menuju sofa dan merebahkan tubuh lelahnya di sana.
__ADS_1
"Terima kasih, Ya Tuhan. Walaupun aku lelaki yang penuh dosa karena telah menyakiti Elsa dan merenggut kesuciannya, tapi engkau masih memberikan kesempatan padaku untuk memperbaiki semua kesalahanku. Terima kasih juga karena saat ini selalu kebahagiaan yang kau berikan kepadaku," ucap Gia sebelum matanya terpejam.