
Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, acara resepsi pernikahan pun sudah berakhir. Dina sudah masuk ke kamar hotel, yang kini menjadi kamar pengantin nya.
Sedangkan VB, dia masih belum bisa beristirahat. Karena teman-teman satu profesinya masih berada di sana, malahan teman-temannya itu seperti ingin menunda malam pertama VB.
Padahal, VB sudah sangat lelah. Dia ingin sekali masuk ke kamarnya untuk beristirahat.
Eh?
Tunggu dulu, apa katanya? Lelah? ingin beristirahat?
Kayaknya bohong deh, pasti dia ingin segera menemui istrinya dan melaksanakan keinginan yang sudah dia tunggu-tunggu.
Belah Duren guys, masa iya rela nganggurin Neng Dina yang bahenolnya ngga ketulungan. Bukan untuk beristirahat, seperti alasannya.
"Ayo dong, Nyet. Kita rayain acara pernikahan elu dulu," pinta si Aktor A.
Teman-temannya sengaja mengajak VB untuk minum-minum, mereka ingin mengerjai temannya itu di malam pengantinnya.
"Ngga bisa, gue cape banget ini." Keluh VB.
VB sudah tidak tahan lagi, ia ingin segera masuk ke dalam kamar hotelnya dan menikmati malam pengantinnya.
"Caelah! biasanya syuting dari pagi ketemu pagi juga ngga pernah masalah!" kata si Aktor B.
Dia sengaja memanas-manasi VB, agar VB mau berkumpul bersama dengan mereka.
"Gue cape Jir, kaki gue pegel. Badan gue juga terasa lelah, gue mau istirahat." VB sudah mulai melangkahkan kakinya, dia sudah tak sabar untuk menemui istrinya di dalam kamar pengantin mereka.
"Mau ke mana, Nyet? gua belum kelar ngomong, kita taruhan minum, kalau elu menang elu boleh balik ke kamar pengantin." Kata si Aktor A.
VB terlihat mendengus kesal, tapi walau bagaimanapun, dia tidak enak hati terhadap teman teman satu profesinya itu. Akhirnya, VB pun menyanggupinya.
Akhirnya mereka pun masuk kedalam barang kecil yang ada di dalam hotel tersebut. VB dan juga temannya langsung melakukan taruhan minum.
Dimulai dari 1 gelas, 2 hela, 3 gelas, hingga tidak tahu lagi berapa banyak VB dan temannya minum. Hingga pada akhirnya, mereka pun tak sadarkan diri.
Salah satu pelayan yang ada di sana, hanya bisa menggelengkan kepalanya. Karena memang dia sudah terbiasa melihat orang-orang seperti itu.
__ADS_1
Sedangkan pemilik bar yang mengenali mereka, akhirnya membiarkan mereka tertidur begitu saja di ruang VIP yang sudah mereka pesan.
Sedangkan di dalam kamar pengantin, kini Dina sedang kebingungan. Pasalnya, waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam. Akan tetapi, VB tak juga kunjung kembali.
Karena lelah menunggu, akhirnya Dina pun memutuskan untuk membuka kado. Tentu saja kado yang pertama dia buka adalah kado dari temannya, Elsa.
Saat membuka kado dari Elsa, wajah Dina langsung memberengut kesal. Pasalnya, Elsa memberikan kado obat anti nyeri dan juga jamu pegal linu. Bahkan di dalam kadonya ada tulisan tangan Elsa.
*To: My Friend
Sorry jika gue ngasih ini sama elu, bukannya apa-apa. Hanya saja, VB sepertinya merupakan tipe pria buas di atas ranjang.
Gue cuma khawatir, kalau pagi nanti elu ngga bakal bisa bangun. Jadinya, gue antisipasi dari sekarang.
Selamat malam pertama, jangan teriak. Cukup elu gigit aja tuh pundaknya si VB. 😘🤗😁*
"Dasar Elsa, sialan! ngapain coba ngasih gue kayak ginian!? mana pake catatan segala lagi, apa coba maksudnya?"
Dina langsung melemparkan kado dari Elsa ke dalam kolong ranjang, karena dia merasa kesel pada sahabatnya itu. Dina tak habis pikir, kenapa Elsa malah memberikan kado berisi obat anti nyeri dan juga jamu pegal linu.
"Issh! harusnya dia ngasih gue kado yang spesial di hari spesial gue, masa malah ngasih obat gituan kan nyebelin." Seru Dina.
Terlintas di pikirannya sebuah pertanyaan, Kenapa VB bisa meninggalkan malam pengantin mereka tanpa mengabari Dina sedikitpun? padahal biasanya dia sangat berantusias, bahkan terlihat sangat Tak sabar.
"Aku coba telpon deh," ucap Dina.
Dina langsung mencari ponselnya, setelah ketemu, Dina pun langsung menelpon VB. Satu kali menelpon VB, tak ada jawaban.
Dua kali, tak diangkat juga. Tiga kali tak diangkat, begitupun seterusnya. Dina pun menjadi kesal, diapun langsung melemparkan ponselnya ke atas kasur.
Karena merasa sangat kesal, Dina pun langsung melompat ke atas kasur yang dipenuhi dengan kelopak bunga.
"Nyebeliiiiin!!! tiap hari kaya orang ngga sabaran, giliran malam pertama malah ditinggalin tanpa kejelasan. Ngenes gue!!" Dina membekap wajahnya dengan bantal, lali berteriak dengan kencang.
Padahal, ruangan itu kedap suara. Jika Dina mau berteriak sekencang apapun, tidak akan ada yang merasa terganggu di luar sana.
Dina pun meluapkan kekesalannya dengan merutuki VB dengan kata-kata kasar, yang bertumpuk di dalam pikirannya. Setelah merasa lelah, Dina pun Langsung tertidur sendirian.
__ADS_1
Malam pengantin yang harusnya menjadi malam yang sangat indah untuknya, tapi kini malah dipenuhi dengan kekecewaan.
Pagi pun telah menjelang, Dina membuka matanya dan mengedarkan pandangannya. Akan tetapi, tetap saja di sana tak ada VB.
Dengan langkah malas, Dina pun bangun dari tidurnya. dia langsung membersihkan tubuhnya, agar merasa lebih segar.
Pukul 7 pagi, Dina pun langsung turun ke Resto Hotel yang berada di lantai dua, Karena Ibu mertuanya sudah menelpon Dina untuk sarapan bersama.
Saat sampai di Resto, Dina melihat Tuan Alson dan Nyonya Miranda yang tengah duduk sambil menikmati sarapan.
Dina pun langsung menghampiri mereka, lalu menautkan pipinya ke pipi Nyonya Miranda.
"Morning, Mom, Dad." Sapa Dina.
"Pagi, Sayang." Kata Tuan Alson dan Nyonya Miranda.
Untuk sesaat, Nyonya Miranda memperhatikan penampilan Dina. Dia terlihat cantik dan juga sangat ceria, wajahnya juga terlihat sangat berseri.
Akan tetapi, dia tidak melihat tanda-tanda jika Dina sudah melakukan Belah Duren dengan VB.
"Sayang, apa kamu dan VB belom itu?" tanya Nyonya Miranda sambil menautkan kedua jari telunjuknya.
Dina terlihat berkerut dahi, dia tidak paham dengan apa yang ditanyakan oleh ibu mertuanya. Dina kemudian duduk dan bertanya.
"Maksud, Mom?" tanya Dina.
" Isssh! kamu tuh! masa enggak paham sih, dengan apa yang tanyakan, Mom. Maksudnya kamu sama VB udah mulai bercocok tanam belum?" tanya Nyonya Miranda dengan gemas.
Wajah Dina langsung berubah sendu, dia saja semalam ditinggal sendirian di dalam kamar pengantin. Mana bisa dia melakukan proses bercocok tanam, sedangkan lawannya pun tak ada.
Melihat wajah Dina, yang tiba-tiba saja berubah sendu. Tuan Alson pun langsung mengelus lengan Dina, kemudian dia pun bertanya dengan sangat lembut.
"Ada apa, Nak? cerita sama Mom and Dad, kalau VB nakal. Pasti Dad akan langsung menghukum VB," kata Tuan Alson.
"Tadi malam, aku ditinggal sendirian. Aku tungguin, tapi ngga dateng-dateng." Adu Dina.
"What?!" pekik Tuan Alson dan Nyonya Miranda.
__ADS_1
Wajah Tuan Alson dan Nyonya Miranda tiba-tiba berubah kesal, mereka tak habis pikir jika VB bisa-bisanya meninggalkan Dina di saat malam pernikahan mereka.
Padahal biasanya, VB terlihat sangat tak sabar. Di saat malam pengantin mereka, dia malah meninggalkan Dina.