Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Saudara Sepupu


__ADS_3

Setelah mengetahui siapa pelakunya, Ajun dan lucas langsung meretas Cctv jalanan. Mereka terlihat sedikit kesulitan, karena ternyata di kota G masih minim pemasangan Cctv.


Satu hal yang mereka bisa tebak, para penculik Tuan Alson dan Juga Gia membawa mereka ke arah timur. Itu artinya masuk ke dalam hutan.


Segala macam pikiran buruk pun terlintas di dalam pikiran Ajun dan Lucas, tapi mereka tak mungkin menyakiti Tuan Alson dan juga Gia.


Karena mereka pasti menginginkan sebuah proyek besar yang sedang mereka rencanakan antara tiga perusahaan besar dalam negeri.


"Jadi siapa pelakunya?" tanya Tuan Dirja tak sabar.


"Tuan Elias, dari perusahaan Delta Qyuta." Jawab Ajun dan Lucas bersamaan.


"Ck! Kenapa mereka mengincar anakku, kalau memang mau balas dendam kenapa tak datang padaku?!" tanya Tuan Dirja dengan kesal.


Setelah mendengar siapa yang menculik Gia, Tuan Dirja merasa sangat geram. Kenapa juga Elias malah menculik Gia, pikirnya.


Kalau memang ada masalah yang harus diselesaikan, kenapa tak duduk bersama dan membahasnya secara baik. Mereka memang punya masalah di masa lalu, akan tetapi tak wajar rasanya jika Elias masih saja memperpanjang masalah tersebut.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan Tuan?" tanya Ajun kepada tuan Dirja.


"Kita harus secepatnya menemui Elias, aku tidak mau terjadi sesuatu terhadap putraku dan juga Tuan Alson. sepertinya, kami memang harus bertemu." Ucap tuan Dirja.


"Dia siapa, Dad. Kenapa mereka menculik suamiku?" tanya Elsa.


Tuan Dirja terlihat menarik nafas dalam, lalu dia pun langsung berkata.


"Anaknya Elias, Maria mati bunuh diri saat berusia 17 tahun. Dia begitu terobsesi dengan Gia, sampai-sampai minta dinikahkan saat itu juga dengan Gia. Akan tetapi, Gia merasa di usianya yang baru 17 masih terlalu kecil untuk menikah, lagi pula dia tidak mencintai Maria. Gia pun menolak dan pada akhirnya Maria langsung bunuh diri." Tuan Dirja terlihat menghela napasnya.


''Lagi pula mereka sepupuan, itu alasan utamanya, Elias adalah adikku, adik kandungku." Kata Tuan Dirja lagi.

__ADS_1


Semua yang ada di sana terlihat kaget, mereka tak menyangka jika yang menculik Gia adalah Om'nya sendiri.


Tuan Dirja memejamkan matanya, masih segar di dalam ingatannya Maria merengek minta untuk dinikahkan dengan Gia.


Padahal saat itu dia masih sangat kecil, Gia saja tak pernah berpikir untuk berpacaran apa lagi sampai menikah di usia muda. Dia juga tak mau menikah dengan wanita yang dia anggap sebagai adiknya sendiri.


Maria mengamuk, semua barang yang ada di sekitarnya langsung dia lempar secara asal. Bahkan tangannya pun terlihat berdarah, tanpa Tuan Dirja duga Maria mengambil pecahan pas bunga dan langsung menyayat urat nadinya.


Tuan Dirja kaget bukan kepalang, dengan cepat dia menggendong Maria dan membawanya ke Rumah Sakit, sayangnya nyawa Maria tak tertolong.


Elias, Ayah dari Maria mengamuk. Dia bahkan terus menyalahkan Gia, dia pun pernah berjanji jika dia tak akan rela jika Gia bahagia dengan pasangan hidupnya nanti.


Mungkin saat inilah yang di rasa tepat untuk Elias balas dendam, di saat Gia terlihat sangat bahagia dengan pilihan hidupnya. Menikah dengan Elsa dan bahkan sudah terlebih dahulu di karuniai dua putri.


Padahal, selama ini Tuan Dirja sudah sangat berbaik hati saat Elias meminta semua asetnya sebagai ganti rugi atas meninggalnya Maria.


''Kita harus bagaiaman, Tuan?" tanya Ajun.


"Kita pergi ke malasnya, aku tahu dia mana." Kata Tuan Dirja.


"Tapi, Tuan. Kita kekurangan orang," ucap Lucas.


"Aku harus menemui Elias secara langsung, aku tak perduli dengan apa yang akan terjadi nanti." Ucap tegas Tuan Dirja.


Ajun dan Lucas pun bersiap untuk mengawal Tuan Dirja, begitupun dengan Bodyguard yang mereka bawa sudah bersiap untuk menuju tempat di mana tempat disanderanya Tuan Alson dan juga Gia.


Akan tetapi, sebelum mereka berangkat. Tuan Dirja meminta agar VB, Nyonya Miranda, Dina dan juga Elsa untuk mencari tempat menginap saja.


Karena waktu sudah hampir pagi, mereka tak mungkin ikut, Tuan Dirja merasa takut jika mereka akan kelelahan.

__ADS_1


Biarlah Tuan Dirja saja yang bertanggung jawab, dia yang akan pergi ke sana dengan ditemani oleh Ajun, Lucas dan juga beberapa Bodyguard untuk menjaga keamanan di sana.


Akan tetapi, mereka ke ingin ikut, mereka tak mau ditinggal begitu saja. Apalagi Elsa, dia malah menangis karena ingin mengetahui bagaimana keadaan suaminya.


Begitupun dengan Nyonya Miranda, dia malah bersimpuh agar dia diajak ke tempat di mana suaminya di sandera.


Mau tak mau, Tuan Dirja pun akhirnya mengajak mereka semua ke tempat Elias. Pukul 3 pagi mobil pun melaju ke arah hutan, mereka melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Karena mereka harus segera menemukan Gia dan juga Tuan Alson, satu jam kemudian mereka sudah masuk ke dalam hutan yang lebih dalam lagi dan tak jauh dari sana mereka melihat sebuah bangunan tua dengan cahaya remang-remang.


Mereka pun sudah dapat memastikan jika itu adalah markas milik Tuan Elias, di mana dia menyandera Giq dan juga Tuan Alson.


Tak jauh dari sana, mereka pun memberhentikan mobilnya. Mereka berjalan dengan perlahan menuju bangunan tua tersebut, tetapi Tuan Dirja tetap meminta Elsa, Dina dan juga Nyonya Miranda untuk tetap di dalam mobil.


Karena dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada mereka, biarlah saja para pria yang menghampiri gudang tua tersebut. Mereka harus memastikan terlebih dahulu, apakah di sana aman atau tidak?


Akhirnya Nyonya Miranda, Elsa dan juga Dina pun menurut, mereka diam di dalam mobil. Sedangkan para pria langsung melangkahkan kakinya menuju gudang tua tersebut.


Mereka melangkah dengan sangat hati-hati, mereka takut jika di sana ada ranjau ataupun semacam jebakan dan lainnya.


Sampai di depan gudang tua tersebut, ternyata pintu pun langsung terbuka. Orang yang ada di sana seakan tahu jika mereka akan datang saat itu juga dan tak lama muncullah seorang lelaki paruh baya yang masih terlihat gagah menghampiri Tuan Dirja.


Selamat pagi, Abang." Sapanya yang tak lain adalah Elias.


Tuan Dirja tersenyum hangat, lalu dia pun membalas sapaan dari adiknya tersebut.


"Selamat pagi Elias, apakah Gi bersamamu?" tanya Tuan Dirja dengan sangat sopan.


Bukannya menjawab, Elias malah tertawa terbahak-bahak, dia merasa sangat lucu dengan apa yang ditanyakan oleh Tuan Dirja padanya.

__ADS_1


__ADS_2