
Milik VB yang sedari tadi sudah berdiri tegak, kini langsung lemes seketika. Bukan karena telah mendapatkan rasa nikmat yang katanya tiada tara itu.
Akan tetapi, lemes karena kaget. Bagimana tidak kaget, jika baru saja mau manjat sudah di gebrak. Bahkan triplek yang menjadi sekat di antara setiap kamar itu pun langsung retak seketika.
Dina dan VB bahkan dengan cepat memunguti pakaian mereka dan memakainya dengan cepat. Detak jantung VB seakan berdetak lebih kencang, bukan karena dia jatuh cinta kembali.
Namun, karena rasa kaget yang masih dia rasakan. Untung saja jantung cintaan Tuhan, kalau made in China sudah bisa dipastikan copot seketika.
"Ayang..." bisik VB." Pagi-pagi banget pokoknya kita cari hotel, aku ngga nyaman di sini." Protes VB dengan bibir yang sudah mengkrucut.
Dina hanya bisa mendesah pasrah, dia pun kaget bukan kepalang. Bukan hanya VB, beruntung mereka pasangan menikah. Kalau tidak, pasti sudah di arak keliling kampung. Tanpa busana pula.
"Iya, besok kita pindah ke hotel. Sekarang kita tidur dulu," kata Dina dengan suaranya yang sangat rendah.
VB dan dina langsung merebahkan tubuh mereka di atas kasur yang sangat kecil. Kasur yang hanya berukuran 90 x 200, Dina dan VB bahkan harus tidur berdempetan dan saling memeluk.
Agar mereka tak jatuh, beruntung mereka pasangan pengantin baru. Jadinya, mereka tak keberatan. Awalnya VB terlihat kesusahan untuk memejamkan matanya.
Akan tetapi, karena pelukan hangat dari Dina dan juga usapan tangan istrinya yang begitu menenangkan. Membuat VB pun tertidur dengan pulas.
Begitupun dengan Dina, dia sudah sangat lelah seharian berusaha kabur dari suaminya. VB dan Dina pun akhirnya tidur dengan saling memeluk.
Pukul enam pagi, pasangan pengantin baru itu pun terbangun dari tidurnya. Karena mendengar suara berisik dari luar. Ternyata, para penyewa hendak pulang karena sudah selesai dengan masa liburannya.
VB dan Dina pun bergegas untuk pergi, tapi bukan pergi ke rumah ya... karena mereka sudah sepakat akan mencari hotel terbaik yang ada di sana.
Mereka sudah sepakat akan melakukan pembukaan segel yang sempat tertunda karena kejadian-kejadian yang tak terduga.
Sebelum pergi dari sana, VB tak lupa untuk berpamitan dengan penjaga penginapan dan bertanya tentang hotel terbaik yang ada di sana.
Sampai di hotel, Dina merasa senang karena walaupun tak semewah hotel yang kemarin mereka tempati suasananya terasa nyaman.
"Ayo, Sayang. Buruan mesen kamarnya dulu, aku udah ngga tahan kalau di suruh nahan mulu." Ujar VB.
__ADS_1
Dina sempat mendelik sebal kearah VB, pasalnya dia masih ingin menikmati udara sejuk sambil melihat air yang terasa menyejukan mata. Akan tetapi, dia tak bisa memaksakan kehendaknya.
Karena dia tahu, jika suaminya sudah sangat menginginkan dirinya. Akhirnya, dengan berat hati Dina pun langsung ke meja resepsionis dan memesan 1 kamar bersama dengan VB.
Setelah mendapatkan kamar, mereka pun langsung masuk kedalam kamar yang sudah mereka sewa. Walaupun kamarnya tidak terlalu besar, akan tetapi VB dan Dina sangat menyukai ruangan tersebut.
Apalagi saat melihat keluar, Dina bisa melihat pemandangan yang begitu indah dari balkon kamar tersebut
"Ayo, Sayang." Ajak VB.
Dina yang belum paham akan keinginan VB, hanya terdiam. VB yang merasa gemas pun langsung menggendong Dina dan merebahkan tubuh Dina di atas kasur.
VB yang sudah tak sabar langsung mengungkung tubuh istrinya, dia langsung menautkan bibirnya ke bibir istrinya. Dina berusaha untuk menghentikan aksi VB dengan mendorong dadanya.
VB sempat menaikkan kedua alisnya, akan tetapi dia pun melepaskan tautannya saat melihat tatapan dari istrinya.
VB memandang lekat wajah Dina." Kenapa, Sayang? Apa aku nggak boleh melakukan itu sama kamu?"
"Kita belum sarapan, Sayang. Kita juga belum mandi," kata Dina.
"Nggak bisa entar dulu gitu, Yang? Ini aku udah gak sabar, kamu nggak lihat dia dari tadi sudah bangun? Bahkan, dia sudah sangat siap untuk membobol gawang lawannya." Kata VB sambil mengelus miliknya.
Dina langsung tertawa melihat tingkah VB yang benar-benar seperti anak kecil. Sedangkan VB terlihat mendelik sebal, dia sudah merasakan jika hasratnya sudah mencapai ubun-ubun.
"Masa ditunda lagi sih, Yang? Tega banget sih kamu," Kata VB.
"Iya-iya, bukannya ditunda. Akunya laper, sarapan dulu ya?" kata Dina mencoba bernegosiasi.
VB langsung menggelengkan kepalanya, dia sudah sabar menahan hasratnya dari semalam. Masa harus di tunda lagi, gimana nasib si entong coba?
"Nggak mau, Yang. Aku mau itu dulu, nanti sarapannya habis itu aja. Boleh ya? Biar sekalian lemes, terus makan deh biar terisi full tenaganya." Kata VB.
Karena kasihan pada suaminya yang terus saja merengek, Dina pun akhirnya setuju. karena VB yang menatapnya dengan tatapan penuh permohonan.
__ADS_1
Dina pun menganggukkan kepalanya dengan perlahan, VB pun terlihat sangat senang. Dia pun langsung memberikan sentuhan-sentuhan mautnya, agar saat penyatuan nanti Dina tidak terlalu merasakan kesakitan.
Karena yang dia sering dengar dari para sahabatnya yang sudah menikah, jika melakukannya untuk pertama kalinya sang istri akan merasa kesakitan di area intinya. Untuk membuat Dina rileks, VB pun melakukan pemanasan terlebih dahulu.
VB bisa melihat kala Dina menyukai setiap sentuhan yang dia berikan, terbukti dengan suara Oh Uh Ah yang keluar dari mulut Dina.
Itu tandanya, jika Dina sangat menyukainya. VB yang sudah melihat reaksi kenikmatan istrinya semalam, membuatnya tertantang untuk kembali melakukannya.
Mengecupi dan menggigit kecil area terkecil dari tubuh istrinya. Dina menggelinjang dan seperti sedang merasakan sesuatu yang sangat nikmat.
"Kamu udah basah banget, Sayang." Kata VB.
VB mengusap area inti istrinya, kemudian menenggelamkan dua jarinya di sana. Dina makin terbuai dibuatnya.
"Aku satuin sekarang ya, Sayang?" tanya VB saat melihat wajah Dina yang terlihat memerah.
Dina masih merasakan nikmat di area intinya, Dia hanya menganggukan kepalanya.
Penuh semangat VB pun langsung mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh istrinya, kemudian dia mengarahkan miliknya ke dalam liang kelembutan milik Dina.
Dina yang baru merasakan untuk pertama kalinya, langsung menghampiri mengangkat kepalanya dan langsung menggigit pundak VB. VB yang kaget pun tanpa sengaja memasukan semua miliknya.
"Aww!!" Dina dan VB memekik bersamaan.
Jika VB sakit karena pundaknya kini mendapatkan cap gigi dari istrinya, sedangkan Dina memekik karena miliknya begitu sakit. Rasanya seperti ada yang sobek di area inti miliknya.
"Sakit..." Dina langsung mengeluarkan air matanya.
Hal itu membuat VB tak tega, VB pun memutuskan untuk tidak melakukannya terlebih dahulu.
"Besok pagi aja kalau gitu, aku ngga tega lihat kamu kesakitan." Kata VB loyo.
VB hendak menarik miliknya, akan tetapi Dina malah menahan pinggang VB. VB yang mengerti pun langsung tersenyum, dia mengecupi wajah Dina dan menautkan bibirnya kembali ke bibir istrinya.
Tak lupa, pinggulnya pun dia gerakan secara perlahan agar istrinya tidak merasakan rasa sakit itu lagi.
__ADS_1