Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Hari Bahagia


__ADS_3

Perjuangan yang Andrew lakukan akhirnya membuahkan hasil yang membahagiakan, penikahan sederhana yang diinginkan oleh Melani pun akhirnya terwujud.


Sore ini Melani dan Andrew melaksanakan pernikahan mereka di sebuah tanah kosong yang ada di belakang rumah Andrew, tanah kosong tersebut di sulap menjadi tempat yang terlihat begitu indah dan sejuk dipandang mata.


Karena dihiasi berbagai macam bunga hidup yang sangat cantik, tentu saja mereka menggunakan jasa WO dalam mengatur semuanya


Awalnya Andrew ingin melaksanakan resepsi pernikahannya di ballroom hotel, namun Melani menolak.


Menurutnya terlalu mewah jika mereka mengadakan resepsi pernikahan di sana, lebih baik memanfaatkan tanah kosong yang ada di belakang rumah milik Andrew.


Andrew terlihat sangat tampan dengan tuxedo berwarna hitam yang dia pakai, begitupun dengan Melani yang nampak cantik dengan gaun pernikahan sederhana namun nampak elegan.


Setelah mengucapkan janji suci, akhirnya kedua insan yang baru saja meresmikan hubungan mereka dalam sebuah ikatan pernikahan itu pun, bisa berdiri di atas pelaminan dengan senyuman manisnya.


Kedua buah hatinya Melani pun terlihat bahagia, Fajri terlihat terus saja menempel pada Andrew. Sedangkan Merissa berdiri tepat di samping Melani.


Mereka benar-benar terlihat seperti keluarga kecil yang sangat bahagia, banyak tamu undangan yang hadir di acara sederhana mereka.


Dari mulai keluarga, kerabat dan juga para karyawan tempat dimana Andrew bekerja, tentu saja Tuan Alfonso pun ikut hadir bersama dengan Gadis dan juga Ajun.


Gia pun juga turut hadir bersama dengan Elsa dan ketiga putri cantiknya, bahkan Aldino dan Nyonya Mesti pun nampak hadir di sana.


Para tamu yang datang pun nampak bergiliran naik ke atas pelaminan dan mengucapkan selamat kepada Melani dan juga Andrew, tentu yang pertama kali mengucapkan selamat adalah Mama Andrew dan juga Anita.


Tak lama kemudian, Nyonya Mesti dan Aldino nampak menghampiri Melani dan juga Andrew. Aldino tersenyum lalu mengulurkan tangannya.


"Selamat ya, Mel. Untuk pernikahan kamu yang sekarang, semoga kamu bahagia. Maaf kalau selama kita berumah tangga, aku banyak melakukan kesalahan sama kamu," ucap Aldino tulus.


"Iya, Mas. Semuanya sudah berlalu, aku sudah memaafkan kamu. Semoga Mas juga bisa mendapatkan kebahagiaan," kata Melani.


Aldino tersenyum, lalu dia pun mengucapkan selamat kepada Andrew.


"Selamat ya, Bro. Atas pernikahannya, semoga selalu bahagia. Jangan sakiti dia, dia wanita yang sempurna." Tepukan lembut dia daratkan di bahu Andew.


"Never! Terima kasih karena sudah hadir," kata Andrew.


"Sama-sama," kata Aldino.


Setelah mengucapkan selamat kepada Andrew dan juga Melani, aldino nampak turun dari pelaminan. Dia terlihat menunduk sambil mengusap matanya yang terlihat basah.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Nyonya Mesti nampak menghampiri Melani. Dia memeluk Melani dengan sangat erat, Nyonya Mesti seakan tak kuasa untuk mengatakan apa pun.


Bibirnya tersenyum, namun air matanya mengalir dengan deras. Dia benar-benar menyesali dan merutuki perbuatan anaknya yang menyia-nyiakan wanita sebaik Melani.


Menurutnya Melani adalah menantu yang sangat sempurna, dia bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya.


Melani bisa menjadi anak menantu yang baik dan juga istri yang baik untuk Aldino, sayangnya Aldino dibutakan oleh kenikmatan sesaat yang ditawarkan oleh Nyonya Mariene, sehingga membuat Aldino merasakan penyesalan yang sangat luar biasa.


Apa lagi setelah perpisahannya dengan Melani, Nyonya Mariene sering mengganggu hidupnya Aldino.


Bahkan wanita itu sering mengancam Aldino, dia berkata akan bunuh diri jika Aldino tidak mau menikahinya.


Beruntung saat mereka selingkuh mereka tidak pernah sekalipun mendokumentasikan kegiatan panas mereka melalui video, kalau iya, sudah dapat dipastikan jika Nyonya Mariene akan bertindak lebih brutal lagi terhadap Aldino.


Aldino bahkan sempat menyangka jika Nyonya Mariene mungkin mengidap gangguan jiwa, karena dengan seenaknya dia mencemarkan nama baik Aldino, sehingga dia tidak bisa bekerja di perusahaan mana pun.


Namun, dengan seenaknya kini dia datang kembali dan meminta dirinya untuk menikahi perempuan itu.


Aldino sampai bertanya dalam hatinya, sebenarnya di mana letak otak perempuan itu? Kenapa dia bisa berbuat seperti itu?


Aldino bahkan kini benar-benar menyesal, kenapa dulu dia bisa tertarik dengan wanita seperti Nyonya Mariene. Padahal Melani benar-benar sempurna menurut dirinya.


Kini tinggal Gadis, Tuan Alfonso dan Ajun yang naik ke atas pelaminan. Mereka menghampiri pasangan pengantin baru tersebut dan mengucapkan selamat.


Ajun terlebih dahulu mengucapkan selamat kepada Melani dan juga Andrew, setelah itu Tuan Alfonso pun mengucapkan selamat kepada pasangan pengantin baru tersebut.


Bahkan Tuan Alfonso memberikan tiket honeymoon untuk pasangan pengantin baru tersebut, karena Andrew adalah asisten kesayangannya.


Begitupun dengan Gadis, dia nampak memberikan selamat kepada pasangan pengantin baru tersebut.


"Ehm, maaf aku tidak bisa lama. Karena tadi aku bertemu dengan Tuan Bima," ucap Tuan Alfonso kepada Andrew.


"Tak apa Mister," jawab Andrew.


Setelah Tuan Alfonso berpamitan, dia nampak mengajak Ajun dan juga Gadis untuk menemui Tuan Bima.


Namun sayangnya, Gadis mengatakan jika dia tidak ingin ikut. Karena dia ingin berfoto terlebih dahulu dengan pasangan pengantin baru tersebut, akhirnya Ajun pun mengizinkan.


"Ya sudah, Daddy ajak suami kamu untuk menemui Tuan Bima terlebih dahulu, nanti kalau kamu butuh sesuatu, bisa langsung hubungi Daddy. Kalau tidak, kamu bisa hubungi suami kamu," pesan Tuan Alfonso,

__ADS_1


"Yes, Daddy," jawab Gadis.


Ajun dan Tuan Alfonso nampak pergi meninggalkan Gadis, mereka turun dari pelaminan dan pergi menghampiri Tuan Bima.


Setelah kepergian Tuan Alfonso dan juga Ajun, Gadis nampak berfoto ria bersama dengan pasangan pengantin baru tersebut.


Bahkan Gadis juga meminta untuk berfoto bersama dengan Merissa dan juga Fajri, Gadis terlihat sangat bahagia berfoto dengan berbagai pose bersama pasangan pengantin tersebut.


Melani hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah dari atasan suaminya tersebut.


"Satu gaya lagi, ya? Aku mau fotonya sambil gandeng mesra tangan kamu, terus Mbak Mel ngeliatin aku kaya orang yang resah gitu," kata Gadis pada Andrew.


Mendengar permintaan dari atasannya, Andrew nampak menatap Melani. Melani terlihat tersenyum, lalu menganggukkan kepalanya.


"Oke!" jawab Andrew.


Gadis pun mulai berpose sesuai dengan keinginan hatinya, Melani dan Andrew nampak menurut.


Namun, baru saja sang fotografer akan mengambil foto tiba-tiba saja Gadis terlihat mencengkeram tangan Andrew dengan sangat kencang.


"Aduh!" ucap Andrew dan juga Gadis secara bersamaan.


Gadis terlihat meringis menahan sakit, tangan kanannya mengelus-elus perutnya. Sedangkan tangan kirinya mencengkram tangan Andrew dengan kuat.


"Nona Muda kenapa?" tanya Andrew panik.


Andrew terlihat celingukan mencari sosok Ajun dan juga Tuan Alfonso, namun sayangnya sejauh matanya memandang dia tak menemukan sosok yang dia cari.


"Sakit, Ini. Sakit banget, kayaknya aku mau melahirkan," kata Gadis.


"Saya harus apa ini?" keluh Andrew bingung.


"Kamu, mending gendong Gadis saja. Kita bawa ke Rumah Sakit," kata Melani.


Andrew terlihat mendesahh pasrah, lalu kemudian dia pun menggendong tubuh Gadis dan turun dari pelaminan, dia berjalan dengan tergesa menuju parkiran.


Melani pun dengan setia mengekori langkah suaminya tersebut, tidak mungkin bukan dia membiarkan suaminya menggendong wanita lain, walaupun itu memang atasan dari Andrew sendiri.


Beruntung kedua buah hati Melani sedang menikmati makanan yang tersedia di sana, jadi Melani tak perlu kerepotan mengurusi kedua buah hatinya.

__ADS_1


__ADS_2