Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Kebahagiaan Gia


__ADS_3

Gia tidak pernah menyangka jika Tuhan begitu baik terhadap dirinya, dia tidak menyangka jika dia akan mendapatkan kebahagiaan setelah Gia memperlakukan Elsa dengan tidak baik di masa lalunya.


Gia tidak pernah menyangka jika Elsa akan memberikan dirinya kesempatan untuk memperbaiki diri, bahkan diberikan kesempatan untuk menikah dengan Elsa.


Gia juga merasa sangat beruntung karena mempunyai tiga putri yang cantik dan satu putra yang tampan dari Elsa.


Sungguh nikmat mana lagi yang kau dustakan, semuanya terlalu indah. Semuanya terlalu menyenangkan bagi Gia yang merasa telah melakukan dosa besar.


"Sayang, kamu sedang apa?" tanya Elsa seraya memeluk suaminya dari belakang. Elsa mengelus lembut dada bidang suaminya, membuat gerakan sensual dengan jari-jari lentiknya.


Gia yang sedang melamun di teras balkon seakan tersadar dari lamunannya, dia tersenyum lalu mengelus lembut punggung tangan istrinya.


"Sedang menikmati indahnya malam, tapi... ternyata istriku lebih indah bahkan terlalu indah jika dibandingkan keindahan malam ini," jawab Gia.


Tidak mungkin dia harus jujur dengan apa yang dia pikirkan saat ini, rasanya terlalu malu untuk mengungkit kebodohannya kala itu.


Namun, walau bagaimanapun juga Gia merasa sangat senang. Karena dengan kesalahan dan dosa besar yang sudah dia lakukan, malah menjadikan Elsa sebagai miliknya.


"Gombal garing," kata Elsa seraya mengeratkan pelukannya.


Walaupun mulutnya berkata seperti itu, namun ia suka. Elsa bahagia, Elsa sangat senang berumah tangga dengan lelaki yang dulu sempat membuat dirinya terpuruk.


Bahkan Elsa sempat merasa ingin bunuh diri saja saat banyaknya orang yang menghujat dirinya, hamil tanpa suami. Tentu merupakan beban yang sangat besar untuknya.


Gia membalikkan tubuhnya, hingga kini dia berhadapan dengan istri cantiknya. Walaupun usia Elsa sudah masuk empat puluh lima tahun, tetap saja Elsa terlihat sangat cantik di matanya.

__ADS_1


Dia rangkum kedua pipi istrinya, lalu dia kecup berulang kali bibir mungil yang sudah menjadi candu baginya.


Dia behagia bisa terus bersanding dengan istrinya, dia bahagia karena Tuhan menjadikan Elsa, pendamping hidupnya yang setia.


"Kamu semakin berumur semakin cantik, semakin pandai bermain di atas ranjang," puji gia.


Mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya, Elsa nampak memelototkan matanya. Dia memukul pundak suaminya dengan gemas, wajahnya terlihat memerah.


"Ish! Kamu tuh nyebelin, bukankah kata kamu aku harus pandai memuaskan suami agar--"


Gia terlihat menyelak ucapannya Elsa, sehingga Elsa tidak bisa meneruskan kata-kata apa yang ada di benaknya.


"Agar aku semakin betah dan semakin cinta, hidup itu harus seimbang. Semuanya harus balance," kata Gia.


Elsa langsung terkekeh mendengar apa yang diucapkan oleh Gia, suaminya. Gia selalu saja berkata seperti itu, terhadap dirinya.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Elsa, Gia nampak menyeringai.


"Baiklah, karena kamu sudah sangat siap. Aku akan segera memuaskan Nyai Ratu," kata Gia.


Gia langsung menggendong Elsa dan membawanya ke dalam kamar mereka, dia baringkan tubuh ramping Elsa dengan perlahan.


Ya, walaupun Elsa sudah berumur, namun dia selalu berolahraga dan selalu menjaga pola makannya. Sehingga tubuhnya tetap terjaga, indah dan memiliki body yang sangat bagus.


"Aku menginginkan kamu, Sayang. Bolehkan jika aku bermain dengan ini, ini, ini dan ini?" tanya Gia seraya mengusap bibir, dada, dan juga milik Elsa yang masih terbalut kain pengamannya.

__ADS_1


Elsa menganggukkan kepalanya berulang kali, dia tahu jika suaminya sudah sangat menginginkan dirinya.


"Boleh Mas Gianandra, Sayang. Semuanya milikmu, semuanya boleh kamu sentuh dan kamu mainkan dengan sesuka hatimu. Tapi, yang lembut." Elsa mengelus pipi Gia dengan penuh kasih.


Gia bahagia dengan apa yang diucapkan oleh istrinya, Elsa selalu saja berusaha untuk tidak mengecewakan dirinya. Elsa selalu saja berusaha untuk menjadi istri idamannya.


"Ya, Sayang." Gia tersenyum lalu menautkan bibirnya ke bibir istrinya, dia menikmati manisnya bibir mungil istrinya yang sudah menjadi candu baginya.


Tak lama kemudian, tangan Gia mulai menarik tali tipis lingeri yang Elsa pakai. Hingga tubuh Elsa yang hanya terbalut kain pengaman saja terlihat begitu seksi dan menggoda.


"Mas satuin sekarang, ya? Mas ngga tahan kalau udah lihat milik kamu yang cantik ini," kata Gia seraya mengelus lembut milik istrinya.


Baik Gia maupun Elsa sama-sama terlihat diliputi kabut gairah, mereka saling menginginkan satu sama lainnya.


"He'em," jawab Elsa yang juga menginginkan hal lebih.


Gia langsung melucuti pakaian yang dia kenakan, juga melucuti pakaian yang dikenakan oleh istrinya.


Gia mulai mencumbui istrinya lalu mulai menyatukan tubuhnya, kedua insan yang sudah tidak muda lagi itu terlihat sedang berlomba untuk mencapai puncak kenikmatan.


Bahkan suara desahann dan suara khas percintaan begitu menggema di dalam ruang kedap suara tersebut.


*


*

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2