Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Tertembak


__ADS_3

Selamat pagi, Abang." Sapanya yang tak lain adalah Elias.


Tuan Dirja tersenyum hangat, lalu dia pun membalas sapaan dari adiknya tersebut.


"Selamat pagi Elias, apakah Gia bersamamu?" tanya Tuan Dirja dengan sangat sopan.


Bukannya menjawab, Elias malah tertawa terbahak-bahak, dia merasa sangat lucu dengan apa yang ditanyakan oleh Tuan Dirja padanya.


"Jangan bercanda Elias, jawab pertanyaanku." Pinta Tuan Dirja.


Dia sangat geram dengan tingkah Elias, kalau saja dia bukan adiknya, mungkin Tuan Dirja sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk menghajar Elias.


"Tentu, mereka ada di dalam." Jawab Elias.


Setengah acuh dia berkata, dia sudah tak sabar menunggu Tuan Dirja. Dia sangat ingin melihat Tuan Dirja menangisi anaknya, sama seperti dirinya yang dua belas tahun lalu menangisi kematian anaknya.


"Lepaskan anakku, Elias. Jangan seperti ini, kita bisa bicara berdua dan mengobrol dengan baik." Saran Tuan Dirja.


Elias tertawa, dia hanya ingin melihat Tuan Dirja menangis. Bukan mengajaknya bernegosiasi.


"Sayangnya aku tak mau, aku hanya ingin kamu merasakan apa yang pernah aku rasakan." Ucap Elias dengan senyum sinis di bibirnya.


"Jangan macam-macam Elias!" sentak Tuan Dirja.


Sementara Tuan Dirja dan Elias berbicara, Ajun memerintahkan beberapa Bodyguard untuk menyusup lewat jalan belakang. Mereka harus segera menyelamatkan Gia dan Tuan Alson.


Karena dari gelagat yang Ajun tanggap, Elias tak akan membiarkan Gia pergi dari sana. Bukan harta atau kekuasaan yang Elias mau, dia ingin nyawa Gia sebagai ganti nyawa Maria.


Ajun bahkan memberikan kode pada Tuan Durja, agar mengajak Elias untuk berbicara lebih lama.


"Aku tak macam-macam, Bang. Hanya ingin bermain-main sebentar dan... " kata Elias terhenti karena melihat raut wajah Tuan Dirja yang terlihat murka.


Dia sangat puas melihat wajah Abangnya, baru disekap saja sudah sangat marah. Apa lagi saat melihat kematian putranya yang sudah dia persiapkan.


"Kita adalah sodara Elias, tolong jangan seperti ini..." pinta Tuan Dirja memelas.

__ADS_1


Elias tertawa sambil memukul dadanya.


"Sodara, ya... itulah alasan yang membuat Maria meninggal. Apa susahnya menikahkan Gia dengan Maria?" tanya Elias dengan mata yang sudah memerah.


Dia menahan rasa sesak di dadanya, karena mengingat anaknya yang meregang nyawa karena bunuh diri.


Tuan Dirja memang merasa bersalah atas apa yang menimpa Maria, akan tetapi itu bukan sepenuhnya kesalahannya.


Mereka sodara kandung, pikirnya. Banyak pria tampan, kaya dan juga baik di luar sana. Kenapa Maria malah memilih untuk mengakhiri hidupnya hanya karena Gia tak mau menikah dengannya.


"Tapi itu benar adanya, Elias. Aku menyayangimu, Elias. Kembalilah seperti dulu, aku rindu kamu yang dulu. Selalu pengertian dan penuh kasih sayang." Ucap Tuan Dirja memelas.


Brugh!


Terdengar bunyi keributan dari dalam ruangan tersebut, Elias dengan cepat berlari ke dalam. Ternyata Gia dan Tuan Alson sudah diselamatkan olah anak buah Ajun.


Elias terlihat murka, dengan cepat dia kembali ke depan markas mereka. Kemarahan Elias semakin menjadi, karena Tuan dirja sudah tak ada di sana.


Elias dan beberapa anak buahnya yang masih berjaga langsung mengejar Tuan Dirja, tak jauh dari sana mereka melihat Tuan Dirja yang sedang membantu Gia untuk masuk ke dalam mobil bersama tiga orang permpuan dinsana.


Mereka terlihat sangat cemas, apa lagi saat melihat Gia yang babak belur. Sedangkan Tuan Alson masih terlihat lebih baik dari Gia. hanya ada beberapa luka lebam di wajahnya.


"Sayang, kamu kenapa bisa kaya gini?" tanya Elsa, Gia hanya tersenyum menanggapi ucapan Elsa.


Elias yang melihat Elsa mengecupi wajah Gia, langsung berlari dengan cepat dan menarik tangan Elsa, dia langsung menodongkan pistol ke kepala Elsa.


Dina dan Nyonya Miranda langsung berteriak histeris, para Bodyguard suruhan Ajun langsung maju dan berusaha untuk melindungi Elsa. Mereka juga berusaha untuk melumpuhkan anak buah Elias yang masih ada.


Perkelahian pun tak bisa dihindarkan lagi, di saat para Bodyguard dan anak buah Elias bertarung. Elias membawa Elsa menjauh dari sana, dia akan memberikan pelajaran lewat Elsa pikirnya.


Karena jika dilihat dari cara Elsa memperlakukan Gia, pasti Elsa adalah wanita yang paling di cintai oleh Gia.


Gia yang melihat istrinya di seret paksa oleh Elias, langsung berlari dengan tertatih. Dia berusaha untuk menyelamatkan istrinya.


"Lepasin istri gue!" teriak Gia.

__ADS_1


Elias yang sedang menyeret Elsa langsung berhenti sambil tersenyum. "Jadi, dia istri elu anak jahanam?"


"Jangan sakiti dia, elu kalau sakit hati sama gue bisa langsung pukul gue atau apa pun terserah elu. Yang penting jangan sakiti bini gue." Ucap Gia lantang.


"Hahahahaha, sepertinya akan lebih menarik kalau bini elu yang gue matiin. Biar elu bisa ngerasain, bagaimana sakitnya kehilangan orang yang kita sayang." Seru Elias.


Elias menekan pistolnya ke leher Elsa, membuat Elsa meringis dibuatnya. Akan tetapi, dia mencoba untuk menahannya. Agar Gia tak merasa khawatir.


"Tua bangka sialan!" teriak Gia.


Gia sudah bersiap untuk menghajar Elias, dia sudah tak sabar saat melihat Elsa diperlakukan seperti itu.


"Mas," panggil Elsa lirih.


Lehernya sudah sangat sakit, karena tangan kiri Elias mencengkram leher Elsa dengan sangat kuat.


"Lepasin bini gue tua bangka!" geram Gia.


Dia sudah tak tahan melihat penderitaan Elsa, lebih baik dia yang sakit. Jangan sampai anak dan istrinya pula.


"Baiklah, sebagai paman yang baik. Gue lepasin dia, " seru Elias.


Elias melepaskan cengkeraman tangannya, kemudian mendorong Elsa hingga tersungkur ke tanah. Gia pun langsung bernapas dengan lega walaupun Elsa terjatuh, yang penting Elias melepaskan Elsa.


Akan tetapi, itu hanya sebentar. Karena tiba-tiba saja, Elias menarik pelatuk pistolnya dan langsung menembakkan pistolnya tepat di perut Elsa. Elsa tumbang seketika dengan perut yang berlumur dengan darah.


Semua orang yang ada di sana kaget bukan kepalang, Gia langsung memeluk tubuh lemah Elsa dan menggendong nya dengan sekuat tenaga.


Melihat Elsa yang mulai tak sadarkan diri, Elias dengan cepat berlari, dia tak mau jika nantinya dia akan mendapatkan masalah.


Sedangkan Ajun memerintahkan para Bodyguard untuk mengejar Elias, para anak buah Elias langsung lari tunggang langgang melihat Tuannya yang kabur.


VB dengan cepat membantu Gia mengangkat tubuh lemah Elsa, karena Gia sendiri terlihat mau pingsan. Mungkin dia sudah sangat lelah, karena semalam mendapatkan penyiksaan dari Elias dan anak buahnya.


Tolongin bini gue.... "

__ADS_1


Brugh!


Gia ambruk dengan Elsa yang berada di dalam pelukannya.


__ADS_2