Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Gadis Berliana


__ADS_3

"Maaf, Tuan. Saya tidak sengaja, saya terlalu terburu-buru." Gadis itu terus saja mengambil potongan buah dari dada Ajun.


Ajun hanya diam sambil mencebik kesal, begitupun dengan Gia. Ambyar sudah keinginannya untuk menikmati sup buah tersebut.


Padahal dia begitu menginginkan sup buah tersebut, Bahkan air liurnya saja seakan mau menetes saking pengennya.


Baju Ajun sudah terlihat kotor dan lengket, gadis itu begitu telaten membuang semua potongan buah yang menempel di baju Ajun.


Bahkan dia juga mengusap bagian dada Ajun yang bajunya terlihat berubah warna menjadi merah. Pandangan semua orang yang ada di sana pun tertuju pada Gia, Ajun dan gadis yang menabrak tubuh Ajun.


"Ck, kalau begini caranya bagaimana aku bisa makan sup buahnya?" tanya Gia dengan setia memegang mangkok kosong di tangan kanannya.


Ajun dan gadis tersebut langsung menoleh kearah Gia, mereka bisa melihat jika Gia terlihat begitu kesal. Bahkan wajahnya pun kini sudah benar-benar terlihat ditekuk, gadis itu pun langsung menghampiri Gia dan meminta maaf kepadanya.


"Maaf, Tuan. Saya akan segera mengganti sup buahnya," kata Gadis itu. " Baju anda di buka saja, Tuan. Nanti saya cuci, karena kalau untuk membelikan baju baru saya ngga ada uangnya." Ujarnya pada Ajun.


Tanpa ragu Ajun langsung membuka kemeja yang dia pakai, lalu melemparkannya tepat di wajah gadis itu. Sontak para ibu-ibu dan gadis-gadis yang ada di sana langsung melotot melihat tubuh gagah milik Ajun.



Babang Ajun ya gengs..


Untuk Visual Gia sama Elsa, silahkan berfantasi sendiri. Takut ngga sesuai dengan daya imajinasi Kaleyan...


Bahkan gadis itu pun sampai memelototkan matanya, dengan mulut menganga. Baru kali ini dia melihat tubuh yang menurutnya sangat sempurna.


Bahkan otaknya langsung traveling kemana-mana, dia malah membayangkan tangan mungilnya menyentuh perut Ajun yang terlihat begitu menonjol.


Bukan karena berlemak, tapi karena berotot. Uuuhh... andai saja kejadiannya tak seperti ini, gadia itu pasti sudah memberanikan diri untuk mengusap perut Ajun yang terlihat begitu sekseh di matanya.


"Cuci yang bersih," ucap Ajun." Saya duluan, Tuan." Pamit Ajun.


Gia terlihat mendelik sebal, dia masih memikirkan tentang sup buah yang sangat dia inginkan.

__ADS_1


"Nona, bagaimana dengan nasib saya?" tanya Gia pada gadis yang menabraknya, dia merasa kesal karena gadis itu malah melongo melihat penampilan asisten peribadinya itu.


Gadis yang sedang melongo itu, bahkan sedang memikirkan hal yang belum pernah dia bayangkan dan dia rasakan. Namun mendengar pertanyaan dari Gia dengan nada yang lumayan tinggi, membuat dia terlonjak kaget.


Dia langsung menatap Gia yang sedang mengulurkan tangannya, memberikan mangkok kosong bekas sup buah yang belum sempat dia makan sama sekali.


Gadis itu terlihat terburu-buru, lalu dia pergi ke belakang sambil membawa mangkok yang Gia berikan.


Tak lama gadis itu terlihat kembali membawa semangkok sup buah di tangannya, Gia langsung tersenyum senang karena ternyata keinginannya bisa terpenuhi.


Cepat-cepat dia pun lalu melahap sup buah yang diberikan oleh gadis tersebut, dia terlihat seperti orang yang tidak pernah makan selama 3 hari. Dia terlihat begitu rakus saat menghabiskan 1 mangkok sup buah tersebut.


Gadis yang tadi menabraknya pun sampai melongo tak percaya, dia merasa jika cara makan Gia begitu berbanding terbalik dengan pakaian yang dia pakai.


Jika dilihat dari penampilan, Gia terlihat sangat keren. Bahkan semua barang yang dia pakai pun terlihat barang bermerek dan memiliki harga yang tinggi.


Namun ketika gadis tersebut melihat cara makan Gia, Gia sudah seperti gembel yang tidak mendapatkan makanan selama tiga hari.


"Maaf, Tuan. Kalau saya boleh bertanya, siapa nama lelaki yang tadi?" tanya gadis itu.


"Namanya Ajun, dia asisten peribadiku." Jawab Gia.


"Oh, Tuan tak usah bayar sup buahnya. Karena itu bentuk tanggung jawab saya, karena sudah menabrak anda." Ucap tulus gadia itu.


"Saya sudah memakan sup buah yang sedari tadi saya inginkan, berarti saya harus membayarnya." Kata Gia.


Gia lalu merogoh saku celananya, dia mengambil dompet dan memberikan uang berwarna merah sebanyak 5 lembar ke tangan gadis tersebut.


Gadis itu langsung melongo tak percaya, karena Gia memberikan uang yang begitu banyak padanya. Karena penasaran, dia pun lalu bertanya.


"Tuan Maaf, Kenapa anda memberikan saya uang yang begitu banyak. Padahal harga sop buahnya bahkan cuman Rp20.000," kata gadis tersebut.


"tidwak apa, anggaplah ini rezeki untukmu. Aku sering melihatmu, sepertinya wajah kamu tidak asing, kamu Kalau tidak salah merupakan mahasiswi di universitas XY, ya?" tanya Gia.

__ADS_1


"Ah... iya betul. Dari mana anda tahu? Saya bisa bersekolah di sana karena beasiswa," jawab gadis tersebut.


"Saya pernah melihat data diri kamu di meja saya, karena memang perusahaan saya yang mengeluarkan beasiswa untuk kamu. Setiap tahun kami memberikan kesempatan pada lima orang murid berprestasi yang bersungguh-sunghuh ingin kuliah, seperti kamu." Ucap Gia.


"Jadi, anda pemilik perusahaan Pranadtja?" Gia terlihat menganggukkan kepalanya. "Waah... senang sekali saya bisa bertemu langsung dengan anda." Ucap Gadis itu bangga.


"Saya pergi dulu," ucap Gia yang sudah merasa puas karena sudah mendapatkan apa yang dia mau.


"Oh iya, Tuan. Nama saya Gadis Berliana, jika anda membutuhkan bantuan saya berupa tenaga, saya siap." Ucap Gadis.


"Ya, belajarlah yang rajin. Kalau kamu sudah lulus, kamu bisa melamar kerja di tempatku." Kata Gia.


Wajah Gadis langsung berbinar, "terima kasih, Tuan."


Gadis terlihat begitu senang, ternyata dengan menabrak Gia merupakan keberuntungan untuk dirinya. Dia bisa dapat uang dan apa tadi katanya?


Setelah lulus dia boleh melamar bekerja di perusahaan Pranadtja.


Setelah memakan sup Buah yang Dia inginkan, dia langsung kembali ke dalam ruangannya. Di mana ada Ajun yang masih bertelanjang dada di sana.


"Ck, tidak bisakah kamu memakai baju?" tanya Gia.


"Saya tidak bawa baju ganti, Tuan. Kalau boleh, saya ingin meminjam baju pada anda." Kata Ajun.


Ajun sangat tahu jika Gia memang selalu menyediakan baju ganti, makanya dia memberanikan diri untuk meminjamnya.


Terserah dia mau berkomentar apa, pikirnya. Yang terpenting saat ini, dia bisa memakai baju. Karena saat dia masuk le dalam perusahaan, mata para wanita lapar langsung memindai tubuh Ajun yang terekspos.


+


+


Selamat siang, selamat beraktifitas, semoga Kaleyan sehat selalu. Jangan lupa like, koment dan juga Hadiahnya kalau ada ... Jangan Bosen ya, baca karya Othor.

__ADS_1


__ADS_2