
Elsa mengerjapkan matanya, dia merasa sudah sangat puas tidur. Setelah matanya terbuka dengan sempurna, Elsa melihat Gia yang sedang memeluknya dengan posesif.
Elsa merasa jika wajah Gia, terlihat sangat tampan jika sedang terlelap.
Dia sempat melirik jam yang telah menunjukan pukul sebelas malam, pantas saja dia merasa sangat puas tidur, rupanya sudah sangat malam.
Elsa langsung tersenyum, dia mengusap pipi Gia dengan lembut. Lalu, Elsa pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Elsa merasa malu, saat mengingat dia yang begitu liar bermain di atas tubuh Gia. Padahal, jika Elsa tahu bahwa itu adalah ulah Gia, entah apa yang akan di lakukan Elsa pada Gia.
Elsa kembali membuka matanya, dia merasa sangat lapar. Dia pun berusaha untuk melepaskan pelukan Gia, lalu bangun dengan perlahan.
Dia langsung melangkahkan kakinya menuju dapur, lalu mencari makanan yang bisa dia makan. Akan tetapi, ternyata tidak ada makanan matang yang Elsa temukan.
Hanya banyak bahan makanan mentah, dan juga mie instan. Elsa pun memilih untuk memasak mie instan, dia mengambil telur, cabe, sawi dan juga bakso untuk campuran mie'nya.
"Tak apa lah, makan mie instan. Yang penting, perut aku ngga bakal keroncongan lagi." Elsa langsung mengambil panci kecil dan menyimpannya di atas kompor.
Lima belas menit kemudian, mie pun sudah matang. Elsa langsung mencoba mie yang masih terlihat panas itu dengan tak sabar.
"Enak, pesdasnya pas. Baksonya juga enak, berasa dagingnya. " Elsa meniup-niup mie yang masih terlihat mengepul.
Lagi-lagi dia menyuapkan satu sendok mie ke dalam mulutnya, dia benar-benar menikmati mie yang dia buat.
"Sa, elu ngga salah makan mie tengah malem?!" tanya Dina yang sudah duduk tepat di samping Elsa.
"Apa? Emangnya kenapa?" tanya Elsa dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Elu kelaparan?" tanya Dina.
Elsa tak menjawab, hanya anggukan kepala tanda mengiyakan. Karena mulutnya, terlihat begitu penuh. Dina sampai tertawa dibuatnya, dia merasa lucu akan tingkah Elsa.
"Ck, elu kaya bocah. Memangnya elu ngelakuinnya ampe berapa ronde? Kenapa elu ampe sakit? Terus, sekarang malah terlihat kaya orang kelaparan?" tanya Dina.
Mendengar pertanyaan dari Dina, otomatis Elsa langsung tersedak. Dia tak menyangka jika seorang gadis seperti Dina mampu bertanya seperti itu.
Uhuk ! Uhuk!
Dina, dengan cepat mengambil segelas air minum dan menyerahkannya pada Elsa. Dengan cepat Elsa menyambarnya dan menegak minumannya hingga tandas.
__ADS_1
"Elu kenapa malah keselek? Gua kan cuma nanya, emang enak banget ya? Gue jadi pengen buru-buru ngerasain," Dian langsung memangku dagunya dengan kedua tangannya.
Dia tersenyum senyum sambil membayangkan yang entah apa Elsa pun tak tahu.
"Na, jangan dibayangin aja. Buruan elu nikah, biar tahu kaya apa rasanya." Elsa berucap, lalu menutup wajahnya.
"Tapi, gue belum yakin." Dina langsung mengkrucutkan bibirnya.
Dia memang melihat kesungguhan di wajah VB, tapi Dina merasa takut jika mengingat usia mereka yang terpaut jauh.
"Kalau elu ngeliat keseriusan di wajah VB, terima aja. Entar elu keburu tua, keburu ngga ada yang mau." Kata Elsa.
Dina langsung mendelik sebal, dia merasa tak terima dengan apa yang di ucapkan oleh Elsa. Walupun sebenarnya, Elsa berucap dengan benar.
"Elu tuh, bikin gue ilfeel dodol." Dina langsung bangun dan masuk ke dalam kamarnya.
Dina lebih baik tidur, dari pada mendengarkan ucapan Elsa yang terkadang membuatnya merasa tersinggung.
"Yah, dia ngambek." Elsa seolah tak perduli, dia kembali melahap mie'nya.
Saat Elsa sedang asik makan mie, ternyata Gia terbangun dan mencari keberadaan istrinya.
Tangannya mengelus dada Elsa dan binirnya mengecupi pipi istrinya. Sebenarnya Elsa risih dengan apa yang di lakukan oleh Gia, tapi, dia merasa tak tega jika harus melarangnya.
"Aku laper, Mas." Elsa mengangkat mangkok mie yang sedang dia pegang.
"Mas juga mau, tolong bikinin." Gia langsung duduk di samping Elsa.
"Bentar, Mas. Dikit lagi, abis." Elsa kembali melahap mie'nya sampai habis.
Gia hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah wanita yang sudah menjadi istrinya itu. Dia juga tahu, jika Elsa pasti kelaparan. Karena Elsa baru makan bubur saja tadi siang.
Sepuluh menit menunggu, mie instan buatan Elsa pun sudah siap.
"Makasih, Sayang." Gia langsung mencium bibir istrinya dengan mesra.
Elsa langsung memukul dada Gia, karena kesal dengan tingkah suaminya itu.
"Kamu mau makan mie atau mau apa?" tanya Elsa.
__ADS_1
"Maaf, Sayang. Abisnya bibir kamu seksi banget, Mas jadi tergoda." Gia langsung duduk dan mulai melahap mie buatan istrinya.
Elsa pun langsung duduk tepat di samping Gia, menemani suaminya hingga makanannya habis tak tersisa.
"Makasih, Sayang. Mie'nya jadi tambah enak, kalau kamu yang masak." Gia berucap sambil mengusap punggung tangan istrinya.
"Ngga usah gombal, Mas." Elsa langsung bangun dan mencuci mangkok bekas Gia makan.
Gia menghampiri Elsa, menunggunya sampai selesai Setelah selesai, Gia langsung menggendong Elsa. Elsa sempat melayangkan protesnya, tapi Gia seolah tak perduli.
Bu Anira yang baru saja keluar dari kamarnya, merasa senang melihat kebersamaan Gia dan Elsa.
"Ya Tuhan, semoga engkau selalu memberikan kebahagiaan pada anak, menantu dan cucu-cucu'ku ya Tuhan." Bu Anira pun segera melanjutkan kembali langkah kakinya menuju dapur, mengambil air minum dan membawanya ke dalam kamar.
Sedangkan Gia, langsung merebahkan tubuh Elsa di atas kasur dengan perlahan.
"Sekarang kamu, bobo." Gia ikut merebahkan tubuhnya, lalu merentangkan kedua tangannya.
Elsa yang paham pun, langsung masuk ke dalam pelukannya. Gia langsung mengelus lembut punggung istrinya dan mencium keningnya.
"Tidurlah, Sayang. Besok aku sudah bekerja, harus bangun pagi-pagi. Kamu diem-diem di rumah, ngga usah Ngapa-ngapain. Ada Bibi, kalau mau apa-apa minta sama Bibi." Gia mengeratkan pelukannya.
Elsa pun menurut, dia langsung memejamkan matanya. Menyandarkan kepalanya di dada bidang Gia, terasa nyaman dan membuat Elsa cepat terlelap.
Gia langsung tersenyum saat melihat istrinya yang sudah tidur kembali.
"Tidurlah, Sayang. Aku akan berusaha untuk tidak meminta hak aku, kalau kamunya ngga mau." Ucap Gia seraya mengecup kening istrinya.
*/*
Pagi pun menjelang, kehebohan terjadi karena twins A lupa mengerjakan tugas. Hal itu terjadi, karena mereka menjadi bintang tamu di acara salah stasiun tv swasta, hingga melupakan tugas sekolahnya.
Alhasil, Gia dan Dina pun membantu pekerjaan mereka.
Lalu, bagaimana dengan Elsa?
Elsa masih terlelap dalam tidurnya, dia seperti habis kerja lembur selama tiga hari. Sangat kelelahan, dan seperti enggan untuk bangun tidur.
Setelah selsai membantu kedua putrinya, Gia langsung berangkat tanpa sarapan. Karena waktunya sudah tak cukup, Gia pun memutuskan untuk sarapan di kantor saja.
__ADS_1