
Pukul sepuluh pagi Tuan Alfonso dan juga Gadis sudah sampai di sebuah Caffe tempat janji temu dengan pemilik perusahaan XT, Nyonya Mariene Hithler.
Setelah lima menit menunggu, dari arah pintu masuk nampaklah Nyonya Mariene berjalan dengan mesra dengan Aldino.
Mereka terlihat tak canggung untuk saling menggenggam tangan dan saling melempar senyum.
Gadis dan Tuan Alfonso sempat saling pandang, lalu kemudian mereka pun terlihat menggelengkan kepalanya.
Ternyata benar apa yang diucapkan oleh Ajun, jika Aldino memang seperti memiliki hubungan khusus dengan Nyonya Mariene.
Padahal Aldino baru berusia tiga puluh tahun, sedangkan Nyonya Mariene berusia empat puluh tahun.
Terasa sangat tidak masuk akal menurut Tuan Alfonso dan juga Gadis jika mereka memiliki hubungan asmara, kecuali memang ada hubungan simbiosis mutualisme diantara keduanya.
Nyonya Mariene mendapatkan kepuasan dari Aldino, sedangkan Aldino mendapatkan imbalan yang besar dari selingkuhannya tersebut.
Saat Nyonya Mariene dan juga Aldino terlihat sudah mendekat kearah meja yang diduduki oleh Gadis dan juga Tuan Alfonso, Aldino terlihat melepas tautan tantangannya.
Dia baru tersadar jika di depannya adalah Gadis, istri dari kakak sepupunya Ajun.
"Selamat siang, Tuan Alfonso." Nyonya Mariene nampak mengulurkan tangannya.
Tuan Alfonso dan Gadis pun, dengan senang hati langsung membalas uluran tangan dari Nyonya Mariene.
Setelah itu, Aldino pun nampak mengulurkan tangannya. Gadis dan Tuan Alfonso kembali menerima uluran tangan dari Aldino.
"Silahkan duduk!" kata Tuan Alfonso.
"Terima kasih," jawab Nyonya Mariene.
Nyonya Mariene terlihat duduk dengan gayanya yang terlihat anggun, sedangkan Aldino terlihat ragu-ragu untuk duduk.
Sesekali dia menatap kearah Gadis dan Tuan Alfonso, lalu dia menundukkan pandangannya. Entah apa yang ada di pikiran lelaki itu, Gadis tak tahu. Gadis hanya melihat raut ketakutan di wajah Aldino.
Perusahaan Tuan Alfonso memang sudah lama mempunyai kerjasama dengan perusahaan XT, namun selama ini Andrew' lah yang selalu melakukan janji temu dengan Nyonya Mariene.
__ADS_1
Karena Tuan Alfonso memang jarang berada di Indonesia, dia lebih banyak menghabiskan waktu di negara kelahirannya.
Namun, semenjak mengetahui Gadis adalah putri kandungnya bersama dengan Intan Permata, Tuan Alfonso pun memutuskan untuk tinggal bersama dengan putrinya itu.
"Saya senang sekali bisa berjumpa secara langsung bersama dengan anda, Tuan. Karena biasanya kami hanya bisa bertemu dengan Tuan Andrew," ucap Nyonya Mariene mengawali pembicaraan.
Tuan Alfonso nampak tersenyum, lalu dia pun menggenggam tangan Gadis dan mengelus punggung tanganya dengan lembut.
"Karena sudah satu minggu ini, perusahaan milikku resmi dipimpin oleh anak semata wayangku. Jadi, jika suatu saat nanti ada janji temu mungkin anak saya ini yang akan mewakili saya bersama dengan Andrew," jawab Tuan Alfonso.
Nyonya Mariene nampak tersenyum kearah Gadis, dengan senang hati Gadis pun membalas senyuman Nyonya Mariene dengan sangat manis.
Setelah saling menyapa, akhirnya pembicaraan tentang bisnis pun dilaksanakan. Hampir satu jam mereka melakukan meeting di cafe tersebut.
Selama meeting berlangsung, Aldino sesekali menatap Gadis. Entah apa yang dirasakan lelaki itu, Gadis tak tahu dan tak ingin tahu.
Justru saat melihat wajah Aldino, Gadis merasa sangat benci dan kesal. Istrinya membantunya bekerja banting tulang untuk menghidupi keluarganya, namun dia malah asyik-asyikkan berselingkuh dengan wanita lain yang notabene adalah bosnya sendiri.
Setelah meeting selesai, Tuan Alfonso berbasa-basi mengajak mereka untuk makan siang bersama. Namun, Nyonya Mariene menolak dengan sangat halus.
Tuan Alfonso pun menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan, lalu dia pun menyuruh anak buahnya untuk mengikuti kegiatan apa yang dilakukan oleh Nyonya Mariene bersama dengan Aldino.
Tentu saja anak buah Tuan Alfonso dengan sigap mengikuti dua manusia yang berstatus sebagai atasan dan juga bawahan itu, sedangkan Gadis dan juga Tuan Alfonso terlihat makan siang bersama di Caffe tersebut.
Mobil yang dikendarai oleh Aldino dan Nyonya Mariene, melaju menuju sebuah penginapan yang berada di pinggir pantai.
Hal itu mungkin sengaja mereka lakukan, agar tidak ada orang dari kalangan atas yang tahu tentang hubungan mereka.
Bahkan mereka menyewa sebuah kamar dengan fasilitas sederhana, bukan fasilitas mewah yang berada di hotel berbintang.
Para anak buah Tuan Alfonso pun nampak mengernyit, karena biasanya mereka akan menemukan perselingkuhan di hotel berbintang.
Namun, sepertinya Nyonya Mariene ini sangat pintar. Karena dengan menyewa sebuah kamar di pinggir pantai, itu lebih aman dan jauh dari jangkauan mata-mata suaminya, Jhon Hithler.
Setelah lima belas menit Nyonya Mariane dan Aldino masuk ke dalam kamar penginapan tersebut, anak buah Tuan Alfonso pun nampak kebingungan karena tidak bisa melihat kegiatan mereka.
__ADS_1
Akhirnya, salah satu anak buah Tuan Alfonso pun mulai bertindak, dia berpura-pura menjadi seorang pelayan yang mengantarkan minuman.
Karena memang tak jauh dari sana, ada sebuah rumah makan sederhana yang menyajikan makanan laut.
Setelah benar-benar terlihat seperti pelayan, anak buah Tuan Alfonso pun nampak membawa dua dua gelas just jeruk menuju kamar yang di sewa oleh Nyonya Mariene dan juga Aldini.
Dia nampak mengetuk pintu kamar tersebut, tak lama nampaklah Nyonya Mariene yang terlihat hanya menggunakan kimono mandi saja.
"Ada apa?" tanya Nyonya Mariene lembut.
"Maaf, Nyonya. Ini ada minuman gratis dari rumah makan tempat saya bekerja untuk Nyonya," ucap anak buah Tuan Alfonso.
"Oh, tolong letakkan di atas nakas!" kata Nyonya Mariene.
Dengan senang hati anak buah Tuan Alfonso pun masuk ke dalam kamar tersebut, saat dia masuk dia melihat Aldino yang sedang berbaring di atas ranjang dengan hanya menggunakan boxer saja.
Anak buah Tuan Alfonso lalu menyimpan dua gelas jus jeruk tersebut diatas nakas, kemudian tanpa sepengetahuan mereka, dia pun memasang kamera pengintai yang berukuran sangat kecil di atas tembok yang mengarah ke atas tempat tidur.
"Permisi, Nyonya. Saya sudah selesai," ucap anak buah Tuan Alfonso.
"Ya," jawab Nyonya Mariene.
Setelah kepergian anak buah Tuan Alfonso, Nyonya Mariene nampak menutup pintunya dan menguncinya dengan rapat.
Tanpa membuang waktu, dia langsung membuka kimono mandinya dan melemparnya ke arah sembarang, dia langsung naik ke atas tubuh Aldino dan mengecupi setiap inci tubuh lelaki itu.
Aldino terlihat menggeliat keenakan, bahkan matanya nampak terpejam menikmati suguhan kenikmatan dari sang sugar Mommy.
"Kamu selalu menggairahkan, Sayang," ucap Aldino.
"Hem, kamu pun selalu membuat aku puas," ucap Nyonya Mariene.
Nyonya Mariene nampak menyusuri setiap lekuk tubuh Aldino dengan bibirnya, hingga bibirnya berlabuh pada milik Aldino yang terlihat sedang berdiri tegak.
Dengan begitu semangat Nyonya Mariene bermain pada milik Aldino yang terlihat sangat besar itu, Nyonya Mariene begitu menyukai milik Aldino.
__ADS_1
Karena ukurannya yang jumbo dan mampu membuat dirinya terpuaskan, karena itulah dia sering menghabiskan waktu untuk bercinta bersama dengan asisten kesayangannya itu.