Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Menunggu Kamu


__ADS_3

"Selama ini aku selalu saja malas untuk membantu ayah di perusahaan miliknya, aku hanya serius menjalani usaha kecil-kecilan yang aku jalani. Tapi semenjak mengenal kamu, aku setuju untuk memimpin perusahaan ayah," kata Cristian.


"Hubungannya sama aku?" tanya Aurelia.


"Biar bisa mengumpulkan uang yang banyak dari gaji selama aku bekerja," jawab Cristian.


"Untuk apa uangnya?" tanya Aurelia.


Dia terlihat begitu penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Cristian.


"Untuk menikahi kamu," jawab Cristian cepat.


Aurelia terdiam, dia sedang mencerna apa yang sedari tadi Cristian ucapkan. Dia pandang wajah Cristian dengan lekat, dia seolah mencari kejujuran di matanya.


Tak ada sedikitpun kebohongan yang tersirat di mata berwarna hitam itu, Aurelia tersenyum lalu dia berkata.


"Kalau kamu sungguh-sungguh, kamu harus sabar menunggu sampai aku lukus kuliah," kata Aurelia.


Mata Cristian langsung berbinar mendengar apa yang diucapkan oleh Aurelia, dia benar-benar sangat bahagia dengan apa yang dia dengar.


"Jadi, kamu menerima diriku?" tanya Cristian.


"Ya, kita jalani semuanya seperti air yang mengalir. Nanti, setelah aku lulus kuliah, kamu boleh melamarku," jawab Aurelia.


"Ya ampun, aku senang sekali mendengarnya." Cristian mengangkat kedua tangannya, ingin rasanya dia memeluk wanita yang sudah membuatnya jatuh hati itu.


Sayangnya dia belum berani, dia ingin menghargai keputusan Aurelia untuk saling mengenal terlebih dahulu. Manjalani semuanya tanpa adanya ikatan.


"Ehm!"

__ADS_1


Aurelia dan juga Cristian langsung mencari aragmh suara deheman yang cukup keras, ternyata tak jauh dari sana ada Gia yang sedang memeperhatikan keduanya.


"Kenapa tidak masuk ke dalam?" tanya Gia.


Cristian dan Aurelia nampak saling pandang, kemudian Cristian tersenyum lalu berkata.


"Anu, Om. Nona Cantik tidak mengajakku," jawab Cristian.


Mendengar jawaban dari Cristian, Aurelia langsung mendelik sebal.


"Ish! Kenapa kamu menyalahkan aku?" keluh Aurelia.


Gia dan juga Cristian nampak tersenyum melihat kekesalan di wajah Aurelia.


"Sudah-sudah, ini sudah malam. Besok kamu kuliah, pulangnya juga harus ke kantor untuk ikut meeting. Sekarang masuklah!" perintah Gia.


"Baik, Ayah." Aurelia nampak memandang Cristian, lalu dia berkata. "Aku masuk dulu, kalau besok mau bertemu, jangan telat jemput."


"Ehm, Om. Saya pamit pulang, besok pagi saya ke sini lagi," pamit Cristian.


"Ya," jawab Gia.


Setelah berpamitan, Cristian langsung masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari kediaman Pranadtja dengan hati yang berbunga.


Di dalam kamar.


Aurelia langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur kesayangannya, dia ambil guling dan memeluknya dengan erat.


"Aku bahagia, karena akhirnya ada juga pria yang tulus menyayangi aku," kata Aurelia.

__ADS_1


Senyum di bibir Aurelia nampak terus mengembang, dia tidak menyangka pertemuannya dengan Cristian akan membawanya pada titik ini.


Tiga tahun kemudian.


Kedua anak kembar Elsa dan juga Gia kini sudah berpakaian rapi, mereka kini berada di sebuah Restoran mewah yang ada di pusat kota.


Setelah lulus dengan nilai terbaik, kini mereka bersama dengan kedua orang tua, adik dan juga para kerabatnya akan merayakan hal itu.


Jangan lupa, di sana juga sudah ada Kiandra dan juga Cristian. Dua pria tampan yang sangat mengharapakan saat ini tiba, begitu terlihat senang kuar biasa.


Mereka senang karena pada akhirnya kedua wanita yang mereka tunggu sudah diperbolehkan untuk menjalin ikatan dengan mereka.


Bahkan mereka sudah berencana akan langsung mengajak kedua wanita kembar itu untuk menikah, tidak perlu pacar-pacaran.


Karena selama tiga tahun mereka bersama, sudah cukup bagi kedua pasangan tersebut untuk saling mengenal dan juga saling memahami sifat antara satu dengan yang lainnya.


"Selamat, ya Sayang." Gia langsung memeluk kedua putrinya dengan penuh kasih.


"Tank's, Ayah." Aurelia dan Aurora membalas pelukan Gia.


"Ehm, Bunda ngga dipeluk juga?" kata Elsa dengan nada cemburu.


Aurora dan juga Aurelia terlihat melerai pelukannya, kemudian mereka langsung menghampiri Elsa dan memeluk wanita yang telah melahirkan mereka ke dunia tersebut.


"Terima kasih, Bunda. Terima kasih untuk semuanya," ucap Aurelia.


"Terima kasih, karena sudah menjadi Bunda yang terbaik untuk kami," kata Aurora.


"Sama-sama, Sayang. Bunda juga mengucapkan terima kasih, karena kalian selalu jadi penyemangat untuk Bunda," kata Elsa.

__ADS_1


Mereka bertiga berpelukan dengan penuh haru, Gia yang melihat akan hal itu langsung menghampiri ketiga wanita cantik itu lalu ikut berpelukan.


__ADS_2