
Acara yang di tunggu-tunggu pun telah terselenggara, konser duet antara Aurora dan Aurelia begitu memukau. Banyak penonton yang berteriak histeris, saat melihat mereka secara langsung.
Penampilan Aurora dan Aurelia, benar-benar membuat semua orang terkagum-kagum.
Aurora begitu memukau dengan keahliannya memainkan berbagai alat musik, Aurelia juga begitu menghipnotis penonton saat suara merdunya mengalun dengan indah.
Bahkan, semua orang terlihat begitu kagum saat Aurelia menyanyi dengan nada yang sangat tinggi. Membuat semua orang merinding takjub dibuatnya.
Elsa dan Tuan Dirja bahkan sampai menangis, saat melihat penampilan memukau dari twins A.
Elsa merasa tak menyangka, jika anak yang telah dia lahirkan benar-benar sangat genius dan berbakat.
Bahkan awalnya, Elsa tak menyangka, jika anak hasil dari pemerkosaan, bisa membawanya ke dalam sebuah perubahan dalam hidupnya.
Tentunya, perubahan dalam hal baik. Semua terasa lebih baik, semenjak Elsa melahirkan kedua putri yang sangat cantik.
Kehidupan Elsa berubah, Setelah bakat kedua putrinya menguak kepermukaan publik. Banyak pundi-pundi rupiah yang Elsa dapat, banyak kebahagiaan yang Elsa rasa.
Walau pada awalnya, Elsa tak memungkiri. Begitu banyak hinaan dan cibiran yang harus dia dapat, saat orang-orang tahu, jika Elsa hamil tanpa suami.
Tuan Dirja juga tak lupa merekam aksi kedua putri Elsa di atas panggung, lalu mengirimkan video nya pada Gia.
Gia merasa sangat terharu, dengan kemampuan yang di tunjukanan oleh kedua putri Elsa.
Saat sedang asyik menonton video Aurora dan Aurelia, ponsel Gia tiba-tiba saja berdering. Gia pun segera melihat dari siapa panggilan tersebut, dan ternyata ada satu panggilan dari Dokter kepercayaan keluarga Pranadtja. Gia pun segera mengangkat telepon tersebut.
"Ya, Dok." ucap Gia.
(...............)
"Baiklah, aku segera ke sana." ucap Gia.
__ADS_1
Gia pun memutuskan sambungan teleponnya, kemudian Gia pun mencari tongkat nya. Setelah menemukan tongkatnya, Gia pun berjalan dengan dibantu tongkat tersebut.
Sampai di depan rumahnya, Gia pun meminta seorang sopir pribadinya untuk mengantarkannya ke rumah sakit. Sampai di rumah sakit, Gia pun langsung menemui Dokter Anggara.
Gia terlihat sangat cemas, dia takut hasilnya tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Tapi, jauh di dalam lubuk hatinya, Gia sangat berharap jika Aurora dan Aurelia benar-benar Putri kandungnya.
" Jadi... Bagaimana Dok, hasilnya?" tanya Gia tidak sabaran.
Dokter Anggara pun langsung tersenyum, dia pun menyodorkan amplop putih yang dia pegang kepada Gia.
Dengan tangan gemetar, GIa pun membuka amplop putih tersebut. Tapi saat dia membuka amplop tersebut, dia tidak bisa membaca hasil dari tes DNA tersebut.
"Aku tidak paham, Dok. Bisa tolong di bacakan," pinta Gia.
"Tentu saja bisa," ucap Dokter Anggara.
Dokter Anggara mengambil kertas yang Gia pegang, kemudian dia pun membacakannya untuk Gia.
"Jadi, mereka putri ku? Mereka berdua, benar-benar putri kandung ku, Dok?" tanya Gia antusias.
Air mata langsung turun begitu saja, di kedua pipinya. Dia sangat terharu karena ternyata mereka benar-benar putrinya, Putri kandungnya, dia benar-benar merasa sangat bahagia.
"Benar, Tuan. Mereka anak kandung anda," ucap Dokter Anggara menjelaskan.
"Ya Tuhan, mereka anakku. Mereka milikku, aku janji akan menjadi Ayah yang baik untuk mereka." ucap Gia.
"Selamat ya, Tuan Muda." ucap dokter Anggara, seraya mengulurkan tangannya.
Dengan senang hati, dia pun langsung menyambut uluran tangan dari Dokter Anggara tersebut. Dia sangat senang, bahkan saking senangnya, dia sampai memeluk Dokter Anggara dengan sangat erat.
"Terimakasih, Dok." ucap Gia.
__ADS_1
"Berterimakasihlah kepada Tuhan, bukan kepada saya. Saya hanya menjalankan tugas saja," ucap Dokter Anggara.
"Anda benar, Dok. Selama ini, saya sudah melupakan Tuhan. Apakah Tuhan masih mau memaafkan semua kesalahanku?" ucap Gia putus asa.
"Jangan menyerah, Tuan muda. Tuhan itu Maha Baik, Dia Maha pengampun. Buktinya, sekarang anda masih diberikan kesempatan untuk mengetahui, jika anda mempunyai dua putri yang sangat cantik, genius dan sangat berbakat." ucap Dokter Anggara.
Gia pun langsung melerai pelukannya, kemudian dia pun menatap Dokter Anggara dengan lekat.
"Anda benar Dok, Tuhan benar-benar baik. Mulai saat ini, saya berjanji akan menjadi manusia yang lebih taat lagi terhadap Tuhan. Saya juga berjanji akan berusaha untuk membahagiakan kedua putri saya, dan saya juga akan berusaha untuk menaklukkan hati wanita yang pernah saya sakiti." ucap Gia.
**
Satu Minggu Kemudian
Setelah menerima hasil tes DNA, semangat Gia makin tumbuh. Dia pun dengan penuh semangat melaksanakan terapinya, bahkan sekarang sudah mulai lancar berjalan tanpa menggunakan tongkatnya.
Gia juga sering menanyakan kabar Elsa dan kedua putrinya lewat pesan singkat, jika malam tiba, Gia akan melakukan Video Call terhadap kedua putrinya.
Terkadang, Gia juga suka curi-curi kesempatan, agar bisa bertatap muka walaupun hanya lewat layar ponsel.
Hingga sampai minggu ke tiga, Gia sudah sangat lancar dalam berjalan. Dia pun bertekad akan menyusul kedua putrinya besok.
Karena besok, adalah tour terakhir di luar Negeri. Tour ke empat yang akan di adakan di Negara T, dan setelah itu, Aurora dan Aurelia akan melaksanakan tour terakhirnya di Indonesia. Sebagai penutupan acara tour keliling Asia tersebut.
Gia begitu bersemangat, bahkan malam ini dia hampir tak bisa tidur. Karena mempersiapkan semuanya, mempersiapkan mental, fisik dan juga semua barang yang akan dibawa menuju negara T.
Gia benar-benar terlihat tak sabar, untuk menanti hari esok. Dia sudah benar-benar tak sabar untuk bertemu dengan Aurora dan Aurelia, dan yang pasti, Gia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Elsa.
Wanita yang pernah dia rusak masa depannya, wanita yang mengandung benih yang dia tanam karena perbuatan bejatnya. Wanita yang dengan sabar membesarkan kedua putrinya, walaupun tanpa ada dirinya di samping Elsa.
Gia benar-benar bersyukur, karena Elsa tak menggugurkan kandungannya saat itu.
__ADS_1