Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Sepenggal Kisah Lalu


__ADS_3

Pagi ini dokter Irawan nampak merenung, dia merasa bingung harus menghadapi Clarista Handerson dengan cara apa lagi.


Berkali-kali dia menolak permintaan dari sepupu tirinya tersebut, namun terus saja wanita itu mengejar-ngejar dirinya.


Padahal mereka merupakan saudara sepupu, bahkan dokter Irawan yang notabene tak mempunyai adik atau pun kakak sudah menganggap Clarista sebagai adik kandungnya sendiri.


Dari semenjak remaja, Clarista memang sudah mengagumi sosok dokter Irawan. Dia bukan tidak tahu, namun dia sangat tahu akan hal itu.


Akan tetapi mustahil baginya untuk menikah dengan Clarista, selain karena mereka bersaudara, dokter Irawan pun sama sekali tidak mempunyai perasaan apa pun terhadap Clarista.


"Kenapa dia tidak paham sekali, kalau aku tidak menyukai dirinya? Padahal aku sudah berkata jika aku tidak akan pernah mau menikah dengannya, kenapa dia terlihat begitu memaksa?" keluh dokter Irawan.


Saat sedang asyik dengan pemikirannya, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu ruangannya.


Dokter irawan sudah tahu jika itu adalah suster yang bekerja di sana, karena Clarista tidak pernah mengetuk pintu terlebih dahulu jika ingin menemui dirinya.


Dokter Irawan pun langsung mempersilahkan suster tersebut untuk masuk, benar saja... saat pintu terbuka nampaklah seorang suster yang langsung menghampirinya.


"Permisi, Dok. Dokter gantinya sudah datang," ucap Suster.


"Ah, baguslah kalau begitu. Saya memang ada perlu, kalau ada apa-apa langsung telpon saya saja," pesan Dokter Irawan.


"Siap, Dok." Suster tersebut nampak membungkuk hormat, lalu keluar dari ruangan dokter Irawan.


"Aku harus segera pergi, karena Gia dan Ajun pasti sudah menungguku," ucap Dokter Irawan bermonolog sendiri seraya merapikan penampilannya.


Hal itu dia lakukan karena dia ingin bertemu dengan Gia dan juga Ajun, dokter Irawan pun memutuskan untuk memakai jas karena mereka akan bertemu di sebuah Restoran ternama di pusat kota.


Tentunya Gia sudah memesan satu ruangan private untuk mereka bertemu, mereka akan makan siang bersama sambil membicarakan masalah bisnis tentunya.


Sebenarnya dokter Irawan pun mempunyai sebuah perusahaan namun karena dia tidak berbakat di bidang usaha, dia pun meminta Mom'nya untuk mengurus perusahaan tersebut.


Makanya Mom'nya tidak pernah pulang dari Amerika, Apa lagi setelah pertengkaran dirinya bersama Mom'nya.


Sudah sekitar lima tahun Mom'nya tak pernah pulang lagi ke indonesia, dokter Irawan pun seakan tak berinisiatif untuk menemui Mom'nya terlebih dahulu.


Tentu saja semua berawal dari Clarista Handerson, wanita itu menjelekkan wanita yang dia cintai di depan Mom'nya. Bahkan dengan teganya Clarista memfitnah wanitanya.


Hal itu membuat Mom'nya marah besar, dan pertengkaran pun tak bisa dihindari. Dokter Irawan yang membela sang kekasih, membuat Mom'nya marah besar.

__ADS_1


Dua kali dia bertengkar dengan Mom'nya, dua kali pula mereka tenggelam dalam masalah yang terus saja tak kunjung selesai.


Pertengkaran pertama, karena Mom'nya berusaha untuk mempertahankan pernikahannya bersama dengan sang Daddy.


Padahal sudah jelas-jelas sang Daddy berselingkuh di belakang Momnya, namun Momnya seolah tak perduli karena menurutnya nama besar keluarga lebih penting dari apa pun.


Dokter Irawan yang kala itu baru berusia tujuh belas tahun langsung kabur ke negara asal Mom'nya, dia memilih tinggal bersama dengan neneknya.


"Sudah sampai?" tanya Gia saat melihat dokter Irawan yang nampak menghampiri dirinya.


"Sudah," jawab Dokter Irawan seraya duduk di samping Gia.


"Jadi, mau langsung bicara tentang bisnis atau mau makan siang terlebih dahulu?" tanya Ajun.


"Sepertinya makan siang dulu lebih baik, karena gue sudah merasa lapar," jawab Dokter irawan.


Gia nampak terkekeh mendengar jawaban dari dokter Irawan, sebenarnya dia pun sudah merasa sangat lapar.


Karena tadi pagi dia tak sempat sarapan, dia bangun kesiangan karena tadi malam dia meminta jatahnya dua kali kepada istrinya.


"Baiklah, karena elu akan berinvestasi di perusahaan gue, gue akan mentraktir elu," kata Gia.


Ajun, Gia dan Dokter Irawan nampak melihat buku menu. Tak lama kemudian, mereka pun nampak memesan makanan yang mereka inginkan.


Tak perlu menunggu lama, hanya butuh waktu lima belas menit saja pesanan mereka pun telah datang.


Gia, Ajun dan juga dokter Irawan makan dengan sangat lahap. Mereka benar-benar terlihat seperti orang yang tidak makan selama tiga hari.


Jika Gia makan dengan lahap karena bangun kesiangan, berbeda dengan Ajun yang tak sempat sarapan karena dia harus membantu Gadis untuk menjaga Baby Ken.


Sebenarnya Baby Ken sangat anteng, namun dia tetap saja memutuskan untuk menunggu Gadis yang sedang menyusui Baby Ken pagi tadi.


Hal itu membuat Ajun tak sempat untuk sarapan, karena dia terlalu fokus melihat Gadis yang menyusui buah hati mereka dengan penuh kasih sayang.


"Jadi nih, elu nginvestasiin duit elu di perusahaan gue?" tanya Gia setelah mereka selesai makan.


"Jadi, gue memang tidak pandai usaha. Namun, gue harus pandai dalam mengolah duit," ucap Dokter Irawan.


"Gue setuju," ucap Gia dan Ajun secara bersamaan.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan pembicaraan tentang investasi di perusahaan Gia, sesekali mereka terlihat tertawa dan saling meledek.


Ketiga sahabat itu jikalau sudah bertemu di luar jam kerja pasti akan berubah menjadi hangat dan lebih ceria.


Satu jam kemudian, mereka pun memutuskan untuk berpisah. Karena Gia dan Ajun harus segera pergi ke kantor untuk kembali bekerja, berbeda dengan dokter Irawan yang memang waktunya untuk beristirahat.


Saat keluar dari ruangan private yang mereka pesan, dokter Irawan melihat ada kerumunan wanita yang tak jauh dari pintu keluar Resto tersebut.


Awalnya dia merasa tak perduli, namun ketika melihat Clarista yang sedang marah-marah, dia pun menjadi penasaran.


"Kalian balik dulua, gue kesana sebentar," ucap Dokter Irawan seraya menepuk pundak Gia.


"Ya," jawab Gia dan Ajun bersamaan.


Setelah berpamitan kepada Ajun dan juga Gia, dokter Irawan langsung menghampiri Clarista.


Alangkah kagetnya saat dia melihat Clarista yang sedang memaki-maki Anita, wanita yang kemarin telah menyelamatkan dirinya dari jerat Clarista.


Bahkan dokter Irawan lebih merasa kaget lagi saat melihat Clarista yang tiba-tiba saja mengambil gelas berisikan jus dan menuangnya langsung ke tubuh Anita.


"Dasar jalangg sialan! Gue ingetin sama elu, jangan pernah deketin calon suami gue!"


Clarista mengatakan hal itu sambil berteriak dan menunjuk wajah Anita dengan berapi-api, dokter Irawan sempat melihat wajah Anita.


Dia terlihat menangis, badannya pun terlihat basah karena jus yang Clarista tumpahkan pada tubuhnya.


Bahkan bagian depan tubuh Anita terlihat dengan jelas, karena badannya yang basah. Tanpa banyak bicara, dokter Irawan langsung melepas jasnya, dia menghampiri Anita dan langsung menutupi tubuhnya.


"Aku bukan calon suami kamu, Anita bukan jalangg. Ingat Clarista, Anita adalah calon istriku. Jangan pernah lagi ganggu hubungan kami," ucap Dokter Irawan.


Melihat kedatangan dokter Irawan yang secara tiba-tiba datang, Clarista nampak kaget.


Namun dokter Irawan sekolah ta memedulikan Clarista, dia langsung menggendong Anita dan membawanya keluar dari Resto tersebut.


Hal itu membuat Anita sangat kaget, dia yang merasa malu pun langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang dokter Irawan.


Melihat hal seintim itu, Clarista nampak murka. Dia langsung mengambil gelas kosong dan melemparkannya ke arah dokter Irawan, beruntung gelas itu tak mengenai dokter Irawan, namun langsung pecah mengenai tembok.


Para pengunjung yang sedang asik makan di Resto tersebut langsung ricuh, tak lama kemudian seorang security datang bersama dengan manajer Restoran tersebut dan menggeret Clarista untuk keluar dari Resto.

__ADS_1


__ADS_2