Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Obrolan Pengantar


__ADS_3

21:45


Pesta telah usai, semua tamu yang hadir sudah mulai membubarkan diri. Anita pun sudah diantar oleh Melani untuk masuk ke dalam kamar pengantin, karena dokter Irawan masih bercengkerama bersama dengan Ajun, Gia, VB dan juga Andrew.


Awalnya mereka ingin mengerjai dokter Irawan, agar dokter Irawan tidak jadi untuk melakukan pembukaan segel.


Namun ternyata, mantan Casanova itu sangatlah pandai dan tidak bisa dibohongi. Bahkan teman-temannya dan Kakak iparnya yang malah hampir terkecoh.


"Mau Kakak bantu atau bisa sendiri buka gaun pengantinnya?" tanya Melani.


"Buka sendiri saja, ini gampang ko. Aku bisa melakukannya, Kakak ipar tidak usah khawatir," ucap Anita.


Melani langsung tersenyum mendengar ucapan dari Anita, walaupun usianya baru dua puluh tahun, tapi Anita terlihat bisa bersikap dewasa.


"Baiklah, kalau begitu Kakak pamit," ucap Melani.


Melanie terlihat menautkan kedua pipinya secara bergantian.


"Iya, Kak," jawab Anita.


Melani pun nampak keluar dari kamar pengantin tersebut, selepas kepergian Melani, Anita langsung membuka gaun pengantinnya.


Kemudian, Anita mengambil kimono mandi dan memakainya. Setelah itu, Anita nampak duduk di depan meja rias dan dia pun terlihat membersihkan wajahnya, lalu membuka riasan di atas kepalanya.


"Selesai, waktunya cuci muka dan gosok gigi. Ngga usah mandi, dingin," kata Anita.


Begitulah Anita, dia tidak pernah mau mandi malam. Karena menurutnya dia akan kedinginan, padahal air hangat pun ada.


Anita pun segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, dia langsung mencuci mukanya dan juga gosok gigi.


Setelah selesai, dia keluar dari kamar mandi dan Anita langsung membuka lemari pakaiannya.


Dia mencari baju ganti, namun di dalam lemarinya tidak ada satu pun baju miliknya. Dia pun menjadi heran dibuatnya, sebenarnya kemana semua bajunya?


"Kemana semua baju-bajukuku? Kenapa tidak ada satu pun? Masa iya aku harus memakai kimono mandi saja?" tanya Anita kepada dirinya sendiri.


Dari pada pusing, Anita pun memutuskan untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang pengantin mereka. Ranjang yang berukuran besar dan terlihat sangat nyaman untuk dia tiduri.


"Lelah sekali, padahal acara resepsinya hanya beberapa jam saja," kata Anita.

__ADS_1


Karena terlalu lelah, Anita pun akhirnya tertidur dengan memeluk bantal guling. Tak lama kemudian, dokter Irawan nampak masuk ke dalam kamar pengantin mereka.


Dokter Irawan nampak tersenyum saat melihat istrinya yang tengah tertidur dengan pulas, dia menghampiri Anita dan menunduk lalu mengecup keningnya dengan mesra.


Matanya tertuju pada tubuh Anita yang hanya berbalut kimono mandi saja, kaki mulus milik istrinya terlihat menggoda.


Bahkan kimono mandi yang Anita pakai, hanya menutupi setengah paha istrinya saja. Hal itu membuat dokter Irawan terlihat menahan napasnya.


"Sekarang kamu boleh tidur, tapi sebentar lagi... jangan harap kamu bisa merasa tenang," ucap Dokter Irawan seraya mengusap paha istrinya.


Anita yang telah tertidur dengan pulas, tak melakukan pergerakan apa pun.


Setelah mengatakan hal itu, dokter Irawan pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Dia merasa sangat lelah.


Dia sangat berharap jika dengan mengguyur tubuhnya menggunakan air dingin, dia akan merasa lebih segar dan bisa menikmati malam ini bersama dengan istrinya.


Lima belas menit kemudian, dokter Irawan pun sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk kecil yang melilit di pinggangnya.


Tanpa basa-basi, dia pun langsung merebahkan tubuhnya di samping tubuh Anita. Dia mengusap lembut punggung istrinya, lalu mulai mengecupi leher jenjang istrinya.


Awalnya Anita terlihat tak merespon sama sekali. Namun, lama-kelamaan dia terlihat kegelian.


Terdengar lenguhan dari bibir Anita, dokter Irawan pun terlihat bersemangat untuk melakukan hal yang dia inginkan.


Dokter Irawan terlihat meraba-raba area sensitif istrinya, Anita yang baru pertama kali merasakan sentuhan seorang lelaki pun langsung menggeliat dan menggelinjang.


Tubuhnya meliuk-liuk, seperti penyanyi dangdut yang sedang bergoyang. Apa lagi kala dokter Irawan mulai menyingkap kimono mandinya dan mengusap milik istrinya.


Kemudian, dia pun meraba titik terkecil milik istrinya dan menggerakkan dua jari tangannya dengan gerakan memutar.


"Aduh, enak." Anita tanpa sadar mengucapkan hal itu.


Dokter Irawan nampak tersenyum saat melihat reaksi dari istrinya tersebut, dia lalu membalikkan tubuh Anita, sehingga mereka pun kini saling berhadapan.


"Pak dokkter ngapain? Kenapa Pak Dokter nakal sekali?" tanya Anita seraya mengusap matanya.


"Maaf aku hanya ingin meminta hak aku, karena aku sudah tak sabar ingin merasakannya," ucap Dokter Irawan.


Anita nampak terdiam, lalu dia pun bertanya.

__ADS_1


"Kata teman aku buka segel itu sakit, memangnya Itu benar?" tanya Anita.


Dokter Irawan tersenyum mendapatkan pertanyaan dari istrinya, kemudian dia pun mulai memberikan pengertian.


"Tentu saja akan terasa sakit, karena itu pertama kalinya untuk kamu. Tapi, aku jamin selanjutnya hanya akan ada rasa nikmat yang kamu rasakan," kata Dokter Irawan.


"Benarkah?" tanya Anita penasaran.


"Ya, kalau tidak percaya kita harus segera melakukannya. Agar kamu bisa merasakannya," kata Dokter Irawan.


"Sepertinya, suamiku ini sangat berpengalaman sekali kalau dalam urusan ranjang," kata Anita.


Mendengar ucapan Anita, dokter Irawan terlihat menghela napas panjang, kemudian dia pun mulai berkata.


"Maaf, karena sebelumnya aku memang bukan lelaki baik. Aku--"


"Jangan berkata apa pun, aku mau menikah dengan Pak Dokter suami messumku, itu artinya aku harus menerima kamu apa adanya. Tentunya, kamu harus bisa menjadi lelaki yang lebih baik lagi," ucap Anita.


"Aaah, so sweet. Kenapa istri kecilku manis sekali?" tanya Dokter Irawan.


"Iih, Pak Dokter bikin aku malu," kata Anita.


"Terima kasih, Sayang. Karena kamu sudah mau menerima aku apa adanya, boleh sekarang kan,Yang?" tanya Dokter Irawan.


"Baiklah, tapi harus pelan-pelan," ucap Anira malu-malu.


"Tentu, Sayang. Aku tahu ini yang pertama untuk kamu, jadi harus sangat pelan," kata Dokter Irawan.


Setelah mengatakan hal itu, dokter Irawan pun langsung mengecupi setiap inci wajah istrinya dengan sangat lembut.


Kemudian, dia menatap wajah istrinya yang terlihat begitu cantik di matanya. Lalu, dia pun menatap bibir mungil milik istrinya, sebuah ciuman hangat dia labuhkan di bibir istrinya.


Tangan dokter Irawan pun tak tinggal diam, dia langsung menarik tali kimono mandi milik istrinya, sehingga dengan leluasa dia bisa melihat tubuh istrinya yang terlihat begitu indah di matanya.


Apa lagi saat melihat dada istrinya, dia nampak semakin bergairah. Memang ukurannya tidak terlihat besar, namun begitu menantang di mata dokter Irawan.


Bibir dokter Irawan mulai mengecupi garis leher istrinya dengan tangannya yang terlihat bermain di area dada istrinya, Anita yang baru pertama kali merasakan hal tersebut, hanya bisa memejamkan matanya seraya menggigit bibir bawahnya.


Tangannya pun terlihat mencengkram kuat lengan dokter Irawan, kala bibir suaminya itu mulai bermain di puncak dadanya.

__ADS_1


__ADS_2