Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Malang Sekali


__ADS_3

Senyum sumringah kian terukir dari bibir Gia, dia merasa sangat bahagia karena pada akhirnya bisa mendapatkan apa yang dia inginkan.


Setelah lama berpuasa dia pun bisa mendapatkan pelepasannya, tentu hal itu sangat mempengaruhi terhadap kondisi kesehatan Gia yang terlihat semakin membaik.


Biasanya di awal paginya dia akan mual dan muntah, kini dia terlihat begitu segar. Tak ada tanda-tanda jika Pak CEO itu mengalami penurunan dalam kondisi kesehatannya.


"Mas, berangkat." Gia mengecup kening Elsa, lalu dia menatap Elsa dengan tatapn genitnya.


Elsa hanya bisa tersenyum dengan tingkah laku suaminya, karena semakin hari Gia sudah seperti anak ABG yang baru saja mengenal cinta.


Gia hendak melangkahkan kakinya untuk pergi bekerja, namun... dia malah kembali mendekati Elsa dan berbisik tepat di telinganya Elsa.


"Yang kemarin enak banget, Sayang. Masih berasa, kalau saja hari ini tidak ada meeting penting aku ingin ngelonin kamu aja seharian." Tubuh Elsa langsung meremang mendengar ucapan Gia, apa lagi saat deru napasnya menyapu wajah sampai ke leher jenjangnya.


"Udah ah, jangan ngomong mulu. Mending sekarang cepetan pergi, nanti perusahaan Dad bisa bangkrut gara-gara kamu." Elsa mendorong pelan tubuh Gia yang terasa begitu dekat.


Gia hanya tersenyum saat mendapatkan penolakan dari istrinya, padahal dia hanya membahas yang terjadi antara dia dan juga Elsa, bukan memintanya kembali.


Namun, Elsa seolah takut jika Gia akan menerkamnya saat ini juga. Tuan Dirja dan Bu Anira yang melihat kemesraan di anatara mereka pun langsung tersenyum senang.


Karena itu lah yang orang tua harapkan, melihat anak-anak dan cucunya bahagia. Beruntung Aurora dan Aurelia sedang tidak ada di rumah, mereka memang sedang ada banyak acara.


Pagi-pagi sekali mereka harus pergi ke sekolah, tentunya sambil menyiapakan segera perlengkapan untuk mereka syuting.


Aurora dan Aurelia memang sedang menjalani perannya sebagai model, mereka menjadi brand basador dari sebuah baju branded yang begitu terkenal di berbagai belahan bumi.


Tentu mereka ditemani oleh sang asissten yang sudah mengikuti sepak terjang dunia keartisan mereka, tentunya mereka juga di jaga oleh beberapa Bodyguard agar kekelamatan mereka terjamin.


"Ya udah, Mas berangkat. Dad, Bu, Gia berangkat duluan." Gia kembali mencium kening Elsa, kemudian dia pun mengecup kening Tuan Dirja dan mencium punggung tangan Ibu Anira.

__ADS_1


Setelah selesai berpamitan, dia pun langsung melajukan mobilnya menuju sebuah kantor. Karena dia memang akan melakukan meeting pagi ini bersama dengan investor asing dari negara A.


Setelah setengah jam melakukan perjalanan, akhirnya dia pun sampai di perusahaan milik keluarga Pranadtja. Saat tiba di loby, ternyata Ajun sudah menunggunya, senyum Ajun pun langsung mengembang kala melihat kedatangan Gia yang dirasa tepat waktu.


"Selamat pagi, Tuan. Mister Henry sudah menunggu kedatangan anda," sapa Ajun.


"Pagi sekali, di mana dia sekarang?" tanya Gia.


"Di ruang meeting, Tuan." Jawab Ajun.


"Hem, kalau begitu kita langsung ke ruang meeting saja sekalian." Kata Gia dengan nada memerintah.


Ajun pun menurut, dia mengekori langkahnya Gia dari belakang tubuh Gia menuju ruang meeting. Sesampainya di ruangan meeting, ternyata Mister Henry bersama asistennya Diyana sudah berada di sana.


Gia pun dengan cepat menghampiri Mister Henry dan Diyana mereka pun langsung bersalaman, saling menanyakan kabar dan salam sapa.


Setelah berbasa-basi, dia pun mengajak Mister Henry untuk duduk kembali. Lalu, dia pun memulai acara meetingnya pagi ini dengan Mister Henry.


"Ajun..." panggil Gia.


Ajun yang sedang merapihkan berkas-berkas pun. langsung menolehkan kepalanya pada Gia.


"Ada apa, Tuan?" tanya Ajun penasaran, dia merasa heran karena melihat wajah bosnya terlihat bete. Padahal saat baru datang, Gia terlihat sangat bahagia dan senyum pun terukir terus di bibirnya.


"Aku pengen makan sup buah yang tak jauh dari kantor kita, tapi aku mau kamu menemani aku untuk membelinya di sana." Kata Gia mengungkapkan keinginan hatinya.


Pasalnya sup buah yang Gia maksud merupakan kios yang kecil tetapi ramai pengunjung, tempat itu tak pernah sepi bahkan walaupun masih sangat pagi.


Ajun sudah bisa membayangkan, jika dia harus mengantri bersama dengan Gia. Berapa lama dia akan berdiri di sana hanya untuk mendapatkan satu mangkok sup buah?

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Apa tifak sebaiknya kita meminta OB saja untuk membelikan sup buah untuk anda?" tawar Ajun yang sebenarnya dia begitu enggan untuk pergi ke sana.


Gia yang awalnya duduk langsung bangun dan mengambil dompet serta ponselnya, dia menghampiri Ajun dan langsung menarik tangannya.


"No, Ajun. Aku mau kita mengantri di sana dan memakan sup buahnya di sana. kita jalan saja, tempatnya juga tidak jauh." Ucap tagas Gia.


Ajun sampai kaget dibuatnya, dia bahkan terus menatap tangannya yang digenggam erat oleh Gia. Selama perjalanan menuju kios sup buah yang tak jauh dari kantor, banyak yang menatap aneh pada mereka.


Dua lelaki tampan dan gagah, berjalan beriringan sambil bergandengan tangan. Para karyawan dan semua yang melihatnya pun jadi berspekulasi, mungkinkah Ajun tak menikah juga karena menyukai bos'nya sendiri?


Sampai di kedai sup buah, ternyata benar sesuai dengan dugaan Ajun. Di sana sudah banyak orang yang mengantri, Gia dan Ajun pun harus bersabar menunggu antrian mereka tiba.


Setelah hampir 20 menit mengantri Akhirnya Gia pun mendapatkan semangkuk sup buah yang sangat dia inginkan. Dia terlihat sangat bahagia, karena sebentar lagi dia bisa mencicipi sup buah yang sudah menjadi keinginannya itu.


Ajun yang melihatnya hanya bisa memutar bola mata malas, dia tidak menyangka jika wajah bosnya akan berubah sumringah saat mendapatkan semangkuk sop buah.


Sayangnya, belum juga Gia sampai ke meja untuk makan sup buahnya, tiba-tiba saja ada seorang gadis yang berlari masuk kedalam kios tersebut.


Sialnya gadis itu langsung menabrak Gia, sontak dia langsung menaikkan tangannya agar mangkok berisi sup buah tersebut terselamatkan.


Sayangnya, sup buah tersebut langsung tumpah ke baju Ajun. Ajun terlihat sok bukan main, gadis itu pun tak kalah kagetnya dia langsung menghampiri Ajun dan membuang semua potongan-potongan buah kecil yang menempel di dada Ajun.


"Maaf, Tuan. Saya tidak sengaja, saya terlalu terburu-buru." Gadis itu terus saja mengambil potongan buah dari dada Ajun.


Ajun hanya diam sambil mencebik kesal, begitupun dengan Gia. Ambyar sudah keinginannya untuk menikmati sup buah tersebut.


+


+

__ADS_1


+


Selamat pagi, selamat beraktifitas. Maaf kalau selama tiga hari ini Othor ngga up, baru pulang aku. Cape, baru ini sempet ngetiknya.


__ADS_2