Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Pergi Jauh


__ADS_3

VB yang tak sabar langsung mengambil kado dari istrinya, dia pun membukanya dengan kasar. Hingga nampaklah apa yang ada di dalam sana, VB mengambil tespek yang bertuliskan kata positif.


Air matanya langsung meluncur bebas, dia menangis, dia sangat sedih dan juga bahagia. Semua rasa kini campur aduk menjadi satu.


"Maafkan aku, Sayang."


VB berucap dengan sangat lirih, kini dia seakan tak punya tenaga. Tubuhnya terasa lemas tak bertulang, dia bingung harus mencari istrinya kemana.


"Pantai, biasanya dia kan mencari pantai yang sepi untuk meluapkan rasa sedihnya." VB pun langsung melajukan mobilnya, dia berharap jika Dina ada di pantai yang kemarin pernah mereka singgahi.


Tak lupa VB pun menelpon Gia dan juga Elsa, dia meminta tolong untuk membantu VB agar bisa dengan cepat menemukan keberadaan Dina.


VB juga menelpon Dad dan juga Mom'nya, agar mau membantu VB. Awalnya Nyonya Miranda terdengar sangat marah, apa lagi dia tahu jika Dina pergi dalam keadaan mengandung.


VB melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia sudah tak sabar untuk segera bertemu dengan istrinya. Sungguh dia sangat berharap, kalau Dina berada di tempat yang kemarin.


Menjelang sore, VB sampai di pantai. Dengan cepat dia memarkirkan mobilnya, lalu dia pun mencari keberadaan istrinya di sana.


Sayangnya sampai dua jam dia berada di sana, dia tak kunjung menemukan istrinya, VB bahkan sengaja meninggalkan nomor ponselnya.


Dia meminta tolong pada orang-orang di sana agar memberikan kabar tentang keberadaan istrinya, bahkan VB pun menjanjikan uang yang besar jika salah satu diantara mereka bisa menemukan istrinya.


VB kembali ke Jakarta dengan lemas, sepanjang perjalanan dia hanya termenung. Seharusnya Dina tak pergi begitu saja, pikirnya.


Seharusnya dia mendengarkan dulu penjelasan darinya, namun dia sadar jika istrinya sedang mengandung. Dia sangat tahu jika wanita yang sedang bandung itu emosinya akan naik turun.


Mereka para wanita hamil tak boleh tersinggung, karena mereka diberi tiga kali lipat indra perasa. Jika sedih akan sangat sedih, jika marah akan sangat marah dan jika senang pun akan terlihat sangat excited.


"Maaf, Sayang. Maaf, aku harap kamu tidak berniat untuk meninggalakan aku untuk selamanya. Aku janji, aku akan berusaha untuk menjaga perasaan kamu." VB terus saja bergumam sepanjang perjalanan, dia bahkan sesekali terlihat memukul setir mobilnya.


Hampir pukul sepuluh malam VB sampai di rumahnya, saat ia turun dari mobil dan masuk ke dalam rumahnya, dia langsung mendapatkan hadiah dari Mom'nya.

__ADS_1


Plak! Plak!


Dua tamparan yang begitu keras mendarat tepat di pipi kanan dan kirinya, Nyonya Miranda terlihat begitu emosi. Ingin sekali dia mencakar wajah sang putra karena sudah bertindak bodoh.


"Jelaskan pada Mom, ada hubungan apa kamu dengan perempuan yang tadi siang ke kantor kamu?" tanya Nyonya Miranda.


Nyonya Miranda dan Tuan Alson memang langsung meminta asisten kepercayaannya untuk mengirimkan rekaman Cctv di ruangan VB.


Alangkah kesalnya mereka saat melihat rekaman Cctv tersebut, VB terlihat begitu intim saat bersama dengan wanita itu. Bahkan tatapannwanita itu terlihat begitu penuh damba saat melihat VB.


Perempuan itu pun terlihat begitu genit, dia mengusap lembut tangan VB dan juga sesekali terlihat mengerling nakal.


Tentu saja hal itu membuat Tuan Alson dan Nyonya Miranda merasa kesal, karena anaknya utu tidak berniat sama sekali untuk menepis tangan nakal perempuan itu.


"Siapa perempuan itu!?" tanya Tuan. Alson.


"Petugas Asuransi," ucap VB lirih.


"Maaf," ucap VB.


"Seharusnya kamu mempunyai batasan, kamu harus menjaga jarak dengan wanita manapun. Karena ada hati seorang istri yang harus kamu jaga!" bentak Nyonya Miranda.


"Maaf," hanya kata itu yang kembali terucap dari bibir VB.


"Telat, Dina sudah pergi. Mom, ngga mau tahu sekarang juga susul menantu kesayangan, Mom. Dia sedang mengandung, Mom tidak ingin terjadi apa pun terhadap menantu dan cucu, Mom." Nyonya Miranda langsung masuk dengan langkah kesal.


Tuan Alson memang kesal, tapi dia juga iba terhadap putranya itu. Dia pun terlihat mengambil nafas dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan.


"Dina sydah pulang ke pulau K, dia pulang ke desanya." Tuan Alson langsung menepuk pundak putranya.


"Benarkah Dad?" tanya VB.

__ADS_1


Ada binar bahagia di wajahnya, setidaknya dia bisa menyusul istrinya jika dia sudah tahu di mana keberadaan istrinya.


"Hem, bicarakan semuanya dengan Elsa dan Gia. Mungkin mereka bisa membantu," ucap Tuan Alson.


Setelah berkata seperti itu, Tuan Alson pun langsung meninggalkan VB. Dia sudah pasrah, dia menyerahkan semuanya kepada VB.


Itu rumah tangga anak dan menantunya, pikirnya. Dia bisa memberi jalan, dia bisa memberi nasehat. Tapi dia tidak bisa ikut campur lebih dalam lagi.


Tanpa banyak bicara, VB langsung melangkahkan kakinya menuju mobil yang baru saja dia parkir. Lalu, dia pun melajukan mobilnya menuju kediaman Pranadtja.


Dia ingin segera menanyakan pada Elsa di mana letak kampung istrinya berada, tentunya VB juga ingin meminta tolong kepada Gia agar dia bisa berangkat ke pulau K saat ini juga.


Karena setahu VB, dia mempunyai pesawat pribadi. Dia pun ingin meminjamnya dari Gia, siapa tahu Dia mau berbaik hati padanya.


Sampai di kediaman Pranadtja, VB pun melangkahkan kakinya dengan cepat. Dia sudah tak sabar untuk bertemu dengan Gia.


Seorang security bahkan langsung mengikuti VB, karena dia mengira jika VB akan membuat keributan di sana. Karena raut wajah VB terlihat tak bersahabat.


"Maaf, Tuan. Sebenarnya Tuan mau apa?" tanya security tersebut.


VB langsung mengalihkan pandangannya kearah security tersebut, "begini, Pak. Saya mau minta tolong, saya mau bertemu dengan Bang Gia dan juga Elsa. bisa?"


"Tapi ini sudah malam, Tuan. Ini sudah setengah sebelas, apa tidak sebaiknya besok saja?" tanya Security tersebut.


"Maaf, tidak bisa! Ini sangat penting, aku harus bertemu dengan mereka sekarang juga. Ini ada hubungannya antara hidup dan matiku," kata VB.


Mendengar penuturan dari VB, mau tak mau security tersebut pun langsung meminta VB untuk diam di luar. Sedangkan security tersebut terlihat masuk ke dalam kediaman Pranadtja, VB hanya bisa menunggu kedatangan Elsa dan juga Gia di depan halaman rumah keluarga Pratnadja.


Sungguh dia sangat berharap jika Elsa dan juga Gia bisa membantu dirinya saat ini, karena terus terang saja VB sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya.


Apalagi saat ini istrinya sedang mengandung buah cintanya dengan Dina, sungguh dia takut akan terjadi hal yang tidak di inginkan terhadap Dina dan buah hatinya.

__ADS_1


__ADS_2