Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Di Balik Kaos Tipis


__ADS_3

Setelah mengingat jika dia sempat terjatuh dari motor, mata Gadis pun langsung membulat sempurna. Lalu, dia pun menggoyang-goyangkan kedua bahu Ajun dengan sangat kencang.


"Apa sih?" tanya Ajun.


"Si kitty, Om." Gadis terlihat ingin menangis.


"Siapa si Kitty?" tanya Ajun.


"Motor aku, Om. Masih di gudang, Kitty aku titipkan sama Mandor yang ada di sana." Mata Gadis terlihat berkaca-kaca mengingat motor kesayangannya.


"Ck! Aku kira siapa, nanti aku minta orang sana buat mengantarkan motor kamu. Sekarang kamu mandi terus tidur," ucap Ajun.


"Tapi, Om. Aku belum makan, laper." Gadis langsung mengelus perutnya yang terasa sakit karena belum sempat makan dari siang.


Tanpa banyak bicara Ajun langsung bangun dan melangkahkan kakinya, dia membuka lemari pendingin dan mencari bahan apa saja yang ada di sana.


Ternyata di sana masih ada udang, Ayam, Ikan dan sayuran.


"Mau makan apa?" tanya Ajun.


Gadis bangun dan menghampiri Ajun, dia melihat bahan yang ada lalu mengambil Ayam dan juga bayam. Tak lupa dia juga mengambil bumbunya dan semua yang diperlukan.


"Om suka pedes, ga?" tanya Gadis.


"Suka," jawab Ajun singkat.


"Kita masak balado Ayam dan tumis bayam, nasinya ada ngga?" tanya Gadis.


"Ada di magicom," jawab Ajun.


"Okeh...."


Gadis langsung fokus dengan pekerjaannya, dia mencari sendiri apa pun yang dia butuhkan. Melihat Gadis yang terlihat begitu cekatan, Ajun pun langsung duduk dan memperhatikan pekerjaan Gadis.


Empat puluh menit kemudian, Gadis pun langsung menata masakannya di atas meja makan. Ayam balado dan tumis bayam, sudah tersaji di atas meja.


Gadis terlihat puas dengan hasil masakannya, "dicicipi, Om."


Gadis terlihat tersenyum dengan sangat manis, kemudian Ajun pun mengambil sendok dan mencoba masakan Gadis.


"Enak," ucapnya membatin.


"Bagaimana, Om?" tanya Gadis.


"Lumayan," ucap Ajun.


"Issh, harusnya Om berkata kalau masakan aku sangat enak. Karena aku membuatnya dengan penuh cinta," ucap Gadis.

__ADS_1


"Ck! Mau makan atau mau ngomong mulu?" tanya Ajun.


"Mau makan Om, laper." Gadis langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan juga lauknya.


Setelahnya dia memberikannya pada Ajun, dengan senang hati Ajun pun langsung menerima piring dari Gadis.


"Terima kasih," ucap Ajun.


"Sama-sama, Om." Gadis langsung duduk dan mengisi piring miliknya.


Gadis dan Ajun pun makan malam bersama, tepat di tengah malam. Ajun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, kala melihat jam yang melingkar di tangannya.


Setelah selesai makan, Gadis langsung merapikan piring kotor dan mencucinya serta menyimpan sisa makanan di dalam lemari pendingin.


Melihat Gadis yang berlaku seperti seorang istri yang berbakti, Ajun langsung berpamitan kepada Gadis. Karena dia sudah sangat lelah, dia ingin segera mandi dan juga merebahkan tubuh lelahnya.


"Terima kasih untuk makanannya, aku ke kamar terlebih dahulu," pamit Ajun.


"Ya, Om. Beristirahatlah," ucap Gadis.


Ajun pun. mulai melangkahkan kakinya, namun baru saja beberapa langkah. Gadis sudah memanggilnya kembali.


"Om! Terus Gadis tidur di mana, Om?" tanya Gadis.


"Kamu tidurlah di kamar tamu, tapi... setelah selesai mencuci piring," ucap Ajun.


Ajun tak menjawab, dia hanya menyunggingkan senyuman tipis lalu Ajun pun langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya.


Gadis hanya bisa menatap kepergian Ajun dengan tatapan matanya yang penuh kekaguman, dari awal bertemu memang dia sudah menyukai Ajun yang terlihat dingin, cuek dan juga irit bicara.


Namun menurutnya lelaki seperti itu lebih menarik, daripada lelaki yang banyak omongnya, tapi dalam kenyataannya 0 besar.


Gadis segera menyelesaikan pekerjaannya, setelah itu dia pun langsung berlari menuju kamar yang pernah dia tiduri. Dia hanya mencuci muka dan menggosok giginya, lalu segera merebahkan tubuh lelahnya dan berusaha untuk memejamkan matanya.


"Ah, nikmat mana lagi yang kau dustakan?!" tanya Gadis pada dirinya sendiri.


Hari ini merupakan hari yang sangat melelahkan untuknya, bahkan bukan hanya tubuhnya yang terasa lelah, tetapi juga jiwanya terasa sangat lelah dan juga terasa sakit di setiap inci tubuhnya.


*/*


Malam yang gelap kini telah berganti, secercah cahaya sudah mulai menelusup masuk melalui celah gorden di dalam kamar bernuansa hitam putih itu.


Seorang pria dewasa yang tampan sudah mulai menggeliatkan tubuhnya, bahkan matanya sudah terlihat memicing karena merasa silau akan cahaya yang terkesan begitu memaksa untuk masuk.


"Jam berapa ini?" tanya Ajun.


Ya... pria dewasa nan tampan itu adalah Ajun, lelaki mandiri yang selalu bekerja dengan sepenuh hati dan begitu rajin untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah agar hidupnya bisa lebih baik lagi.

__ADS_1


Saat mata Ajun melihat jam yang bertengger cantik di dinding, mata Ajun langsung membulat sempurna. Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi, dengan cepat dia pun langsung berlari ke kamar mandi.


Dia ada meeting pukul sembilan pagi, bisa kacau kalau Gia marah karena dia datang terlambat. Hanya butuh waktu lima belas menit saja untuk Ajun mandi dan bersiap.


Mandi kilat pun dia jabani, yang terpenting tak kesiangan pergi ke kantor, pikirnya.


"Ya Tuhan, pukul delapan harus sudah di kantor. Bikin sarapan saja belum, alamat ngga sarapan pagi." Ajun mengambil perlengkapan kerjanya, lalu melangkahkan kakinya menuju dapur.


Setidaknya masih sempat meminum susu, pikirnya. Jadi perutnya masih bisa terisi, walaupun hanya dengan minuman.


Tiba di dapur, mata Ajun langsung membulat sempurna. Karena di atas meja makan sudah terhidang menu sarapan pagi yang terkesan berat untuk Ajun, Ada nasi, udang asam manis, tumis kangkung lengkap dengan sel terasi dan jangan lupa, ada segelas susu putih juga di sana.


Ajun juga melihat seorang wanita yang sedang mencuci bekas memasak dengan hanya menggunakan baju kebesaran miliknya.


"Ya Tuhan, kenapa bocah itu terlihat sangat seksi sekali? Lama-lama aku bisa khilaf," gumam Ajun.


"Om," panggil Gadis.


"Ya," jawab Ajun.


Ajun langsung menarik salah satu kursi yang ada di sana, lalu duduk dengan santai. Melihat Ajun yang duduk, Gadis pun langsung mengelap tangannya yang basah lalu menghampiri Ajun.


"Om, mau makan sekarang?" tanya Gadis.


"Ya, aku harus segera berangkat. Ada meeting pagi," jawab Ajun.


"Okeh," jawab Gadis.


Gadis langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi lengkap dengan lauknya, "makan yang banyak ya, Om. Biar kuat," ucap Gadis sambil mengerling nakal.


"Astaga!!" pekik Ajun.


"Biasa aja Om, mukanya. Gadis hanya bercanda," ucapnya.


Ajun pun mulai memasukan nasi ke dalam mulutnya, Gadia pun sama, dia memakan sarapannya dengan lahap. Saat Ajun melihat Gadis, matanya tak sengaja melihat dada Gadis yang tercetak jelas.


Ajun langsung menelan salivanya dengan susah payah, baru kali ini dia melihat dengan jelas dada seorang perempuan yang bersembunyi di balik kaos tipis miliknya.


"Ga--gadis..." panggil Ajun tergagap.


"Ya, Om," jawab Gadis.


"Ka--kamu, ngga pake dalaman?" tanya Ajun.


Sontak Gadis langsung melihat ke arah dadanya, saat melihat dadanya yang terlihat dengan jelas di balik kaos tipis milik Ajun, Gadis langsung berlari menuju kamar tamu.


"Om, mesuuuum!" teriak Gadis.

__ADS_1


__ADS_2