Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Gadis Hamil


__ADS_3

Gadis yang sudah tidak aneh dengan benda tersebut pun, langsung menurut. Dia segera pergi ke kamar mandi untuk melakukan tes urine.


Kini dia sudah mulai paham, kenapa Ajun membawanya ke Rumah Sakit. Karena suaminya itu ingin membuktikan, Gadis hamil atau tidak.


Ajun terlihat menunggu Gadis dengan harap-harap cemas, sungguh dia takut jika dugaanya malah salah.


Namun, dia tak mau berburuk sangka. Dia tetap saja berharap kepada Tuhan, agar memberikan yang terbaik untuk dirinya dan juga Gadis.


Setelah sepuluh menit menunggu, Gadis pun keluar dengan wajah datarnya. Hal itu membuat Ajun ketar-ketir, Gadis langsung duduk di samping Ajun.


"Bagaimana?" tanya Ajun.


"Apa yang Hubby harapkan saat ini?" tanya Gadis masih dengan wajah datarnya.


"Maunya kamu hamil," jawab Ajun lirih.


Ajun langsung tertunduk lesu saat melihat wajah datar Gadis, mungkin dia terlalu berharap, pikirnya.


"Terus, kalau akunya ngga hamil gimana?" tanya Gadis.


"Kita usaha lagi, Yang. Kan masih banyak waktu," ucap Ajun dengan senyum canggungnya.


"Kalau akunya hamil?" tanya Gadis lagi.


"Aku akan sangat senang, karena aku akan menjadi seorang Ayah." Ajun tersenyum dengan sangat manis.


Gadis memberikan tespeknya pada Ajun, Ajun yang bingung pun langsung menyerahkan tespek tersebut pada Dokter.


"Ini maksudnya bagaimana, Dok?" tanya Ajun.


Dokter wanita itu lalu menerima testpack dari Ajun, kemudian dia pun tersenyum hangat kepada Ajun dan juga Gadis.


"Selamat ya, Tuan. Istri anda positif hamil," ucap Dokter tersebut.


Ajun pun langsung tersenyum, lalu dia pun memeluk Gadis dengan sangat erat.


"Terima kasih, Sayang. Karena kamu sudah mau mengandung anakku, aku janji akan berusaha untuk menjadi Ayah yang baik." Ajun lalu mlerai pelukannya, kemudian dia mengecupi bibir istrinya dengan lembut.


"Hubby! Bau, jangan peluk dan cium kaya gini. Malu juga sama Bu Dokter," keluh Gadis.


Ajun terlihat menghentikan aksinya, lalu dia pun menatap dokter wanita yang berada di hadapannya. Kemudian, Ajun pun membungkuk hormat dan langsung meminta maaf kepadanya.


"Maaf, Dok. Aku terlalu bahagia," ucap Ajun.


"Tidak apa-apa, Tuan. Untuk mengetahui perkembangan janinnya, kita akan melakukan USG. Silahkan Nyonya Gadis'nya tidur di ranjang pasien!" titah Dokter tersebut.


"Tunggu dulu, Dok. Aku mau bertanya, kenapa istriku tak mau aku peluk? Katanya aku bau," keluh Ajun.


"Itu biasa terjadi pada ibu hamil, bahkan ada yang sampai membenci suaminya loh," terang Dokter.

__ADS_1


"Benarkah?" tanya Ajun.


"Ya, itu benar. Anda harus banyak sabar, nanti juga normal lagi," jelas Dokter tersebut.


"Oke!" jawab Ajun.


"Sekarang kita lakukan USG dulu," ajak Dokter.


"Ya!" jawab Gadis.


Gadis menurut, dia bangun dari duduknya, lalu dia pun langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang pasien.


"Siap, ya, Nyonya." Gadis nampak mengangukkan kepalanya.


Dokter tersebut nampak menyingkap baju yang Gadis pakai, kemudian menuangkan gel dan mulai menggerakkan alat ke perut Gadis.


Tak lama kemudian, dokter tersebut pun tampak tersenyum hangat. Dia menatap Gadis dan Ajun secara bergantian. Kemudian, mulai menjelaskan tentang kandungan Gadis.


"Janinnya sangat sehat, usianya 6 minggu. Beratnya sangat normal, organ tubuhnya pun sudah mulai terbentuk dengan jelas," Dokter wanita tersebut nampak menjelaskan.


Gadis dan Ajun saling pandang, kemudian mereka pun tersenyum. Mereka benar-benar tak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang kini telah menyelimuti hati mereka.


Bahkan tangan Ajun tah hentinya menggenggam tangan Gadis, sebenarnya dia sangat ingin memeluk istrinya itu.


Namun, Ajun sangat ingat jika Gadis tak menyukai bau tubuhnya.


"Apa jenis kelaminnya sudah kelihatan, Dok?" tanya Ajun.


"Janin yang ada di dalam kandungan istri anda baru berusia 6 minggu, belum terlihat jenis kelaminnya. Nanti kalau Tuan dan Nyonya ingin mengetahui jenis kelaminnya, kita lihat lagi pada usia kandungan 20 minggu," ucap Dokter tersebut.


"Baiklah, aku mengerti," ucap Ajun.


Setelah melakukan pemeriksaan, akhirnya dokter tersebut pun meresepkan obat dan vitamin yang harus diminum oleh Gadis. Setelah selesai, Ajun pun tak lupa bertanya kepada dokter tersebut.


"Maaf, Dok. Saya mau tanya, kalau misalkan melakukan hubungan suami istri saat istri saya hamil, apa boleh?" tanya Ajun.


"Tentu saja boleh, Tuan. Hanya saja jangan terlalu sering, takutnya mengganggu pertumbuhan janin di dalam rahim istri anda," jelas Dokter.


"Ah, terima kasih, Dok. Yang penting saya tidak harus puasa," ucap Ajun jujur.


Dokter dan Gadis yang mendengar ucapan Ajun, hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Terlalu sering melakukan hubungan suami istri, artinya akan lebih sering Tuan menyemburkan cairan sperm* anda ke dalam rahim istri anda. Itu artinya akan menyebabkan janin yang istri anda kandung bisa gugur," jelas Dokter.


"Kalau begiti, nanti sperm*nya ngga usah dimasukkan kedalam. Di buang aja ya, Dok?" tanya Ajun lagi.


Dokter yang mendengar pertanyaan Ajun, hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


*/*

__ADS_1


Kini Ajun dan Gadis sudah sampai dikediaman Tuan Alfonso, senyum di binir mereka tak pernah luntur.


Kebahagiaan benar-benar menyelimuti relung hati mereka, tangan mereka saling bertaut. Tapi tetap saja Ajun menjaga jarak aman dengan istri kecilnya itu.


"Daddy!" teriak Gadis saat melihat Tuan Alfonso yang sedang duduk di ruang keluarga.


Gadis langsung berlari dan memeluk Tuan Alfonso dengan erat, jantung Ajun hampir saja copot saat melihat tingkah istrinya.


"Sayang, jangan lari-lari. Kamu lupa ka--"


"Maaf, Hubby. Gadis lupa," ucap Gadis.


Ajun hanya bisa menggelengkan kepalanya, lalu dia pun ikut duduk tepat di samping Gadis.


"Ada apa ini? Kenapa kalian terlihat sangat bahagia?" tanya Tuan Alfonso penasaran.


"Coba Daddy tebak," ucap Gadis.


Mendengar ucapan putrinya, Tuan Alfonso langsung terkekeh. Dia dari dulu tak suka main tebak-tebakan, lalu sekarang dia harus berusaha untuk menebak apa yang terjadi kepada putrinya, tentu saja dia tidak bisa.


"Aku bukan cenayang, Sayang. Katakanlah!" kata Tuan Alfonso.


"Baiklah, aku akan mengatakannya." Gadis menarik lembut tangan Tuan Alfonso, lalu mengeluskannya ke perut Gadis.


Mendapatkan perlakuan seperti itu, Tuan Alfonso langsung tersenyum. Dia pun mengerti dengan kode dari Gadis tersebut.


"Kamu hamil, Sayang?" tanya Tuan Alfonso.


"Yes, Dad. Daddy akan menjadi Kakek," jawab Gadis.


"Oh, Sayang. Daddy bahagia sekali, ternyata Tuhan sangat baik. Diusiaku yang semakin tua, aku masih diberikan kesempatan untuk mempunyai cucu." Tuan Alfonso mengeratkan pelukannya, lalu mengecup kening putrinya dengan lembut.


"Yes, Dad. Daddy akan segera menimang cucu," ucap Gadis.


Raut bahagia begitu terpancar dari wajah Tuan Alfonso, gadis dan juga Ajun.


"Gadis, apa benar yang Bapak dengar? Kamu hamil, Sayang?" tanya Pak Galuh yang ternyata sudah berada tepat di belakang Gadis.


"Iya, Pak. Itu benar," jawab Gadis.


"Ya Tuhan, Bapak senang sekali. Karena Ternyata, Sebentar lagi Bapak akan menjadi Aki. Bapak makin Tua," ucap Pak Galuh.


+


+


+


Selamat siang semuanya, selamat beraktifitas. Semoga kalian sehat selalu, terima kasih untuk yang sudah baca. Terima kasih untuk yang sudah ngasih like, hadiah dan juga Votenya.

__ADS_1


Semoga kalian tak pernah bosan membaca karya Othor yang satu ini, i love you sekebon kacang.


__ADS_2