Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Mengembalikannya


__ADS_3

Elsa terlihat puas, karena bisa menghalangi niat VB yang ternyata memang ingin bermesraan dengan Dina. Bukannya apa-apa, mereka belum sah menjadi pasangan halal.


Elsa hanya takut jika Dina dan VB akan berdosa, karena melakukan hal yang memang tak boleh dilakukan sebelum mereka menikah.


Berbeda dengan kisah Elsa, dia memang mempunyai dua anak sebelum menikah. Akan tetapi, itu bukan murni keinginannya. Itu semua, terjadi karena kebodohannya Gia.


Tapi, Elsa merasa bersyukur. Karena walau bagaimanapun, dia mendapatkan dua putri yang yang sangat cantik dari kebejatan Gia kala itu.


Setidaknya, Elsa masih bersyukur. Walaupun dia pernah mendapatkan perlakuan tidak baik dari Gia, tapi Elsa mendapatkan dua putri yang cantik, genius dan memberinya banyak kebahagiaan.


Malam, ini Gi terlihat sedang asik duduk di sofa sambil memangku laptopnya. Elsa langsung menghampiri Gia, seraya membawa amplop lusuh berwarna coklat muda di tangannya.


"Mas, lagi sibuk?" tanya Elsa.


Elsa langsung duduk di samping Gia, kemudian dia memeluk erat tangan Gia dan menyandarkan kepalanya di pundak Gia. .


"Mas ngga sibuk, kamu mau apa?" tanya Gia.


Elsa langsung menutup laptop Gia, lalu memandang Gia dengan intens.


"Aku mau ngembaliin ini sama kamu," ucap Elsa.


Elsa lalu memberikan amplop coklat muda yang sudah lusuh tersebut ke tangan Gia, Gia pun langsung menerima amplop tersebut.


Dahinya terlihat mengernyit, kala dia mengambil amplop lusuh berwarna coklat muda tersebut. Lalu, dia kembali menatap Elsa.


"Apa ini, Sayang?" tanya Gia.


Gia terlihat kebingungan, dengan apa yang diberikan Elsa padanya.


Elsa langsung tersenyum, kemudian dia mengelus pundak Gia dengan lembut.


"Bukalah, Mas. Bagaimana kamu bisa tahu isinya, kalau kamu tidak membukanya?" ucap Elsa.


Gia pun dengan perlahan membuka amplop coklat lusuh tersebut, kemudian dia mengambil isinya. Ternyata, isinya adalah sebuah cek yang pernah dia berikan kepada Elsa.

__ADS_1


Gia' pun mengernyit heran, raut wajahnya yang tadi ceria kini terlihat suram. Dia merasa sangat bersalah kepada Elsa, dia masih ingat dengan jelas kala itu dia begitu pongah.


Dia tidak ingin bertanggung jawab, bahkan meminta maaf pun tidak. Malahan, dengan mudahnya dia melemparkan sebuah cek ke tangan Elsa pada saat itu.


"Ma--maksud kamu apa, Sayang? kenapa kamu memberikan cek ini kepada aku?" tanya Gia tergagap.


Gia begitu takut, Gia takut jika Elsa akan marah dan pergi meninggalkan dirinya karena cek tersebut.


"Tidak apa-apa, dulu kamu bilang uang itu sebagai biaya untuk menggugurkan kandungan ku jika aku hamil. Akan tetapi, pada kenyataannya aku tidak menggugurkan kandungan ku. Karena aku menyayangi mereka, maka dari itu aku mengembalikan cek ini kepadamu."


Elsa pun menjelaskan tujuannya, karena Elsa merasa tak berhak untuk memakai uang dari cek tersebut.


Mata Gia langsung berkaca-kaca, dia merasa sangat bersalah kepada Elsa. Dia langsung bersimpuh di kaki Elsa, sambil memeluk kaki Elsa dengan erat.


"Maafkan aku, Sayang. Maafkan atas perbuatanku di masa lalu, maafkan atas semua kesalahanku. Aku berdosa padamu dan juga kepada kedua anak kita." ucap Gia dengan isak tangisnya.


Elsa langsung mengusap lembut kepala Gia, lalu dia pun berkata dengan lembut.


"Aku sudah memaafkanmu, Mas. Mulai sekarang, kita akan memulai hidup yang baru. Tapi, kamu harus berjanji jangan pernah menyakiti aku dan juga anak-anak kita." Elsa terus saja mengelus lembut puncak kepala Gia, lelaki yang kini sudah membawa kebahagiaan untuknya.


Akan tetapi, dia dengan mudahnya memaafkan Gia dan juga memberikan kesempatan padanya.


" Terima kasih, Sayang. Aku berjanji, aku pasti akan berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakan kalian. Tapi, tolong jangan mengembalikan uang ini. Karena itu, akan sangat menyakitiku." Elsa pun tersenyum, kemudian dia berkata.


"Baiklah, kalau tidak boleh dikembalikan. Bagaimana kalau uang ini aku sumbangkan ke beberapa Panti Asuhan yang ada di kota ini? apakah kamu keberatan?" tanya Elsa penuh harap.


Gia langsung tersenyum, dia merasa bangga karena ternyata hati Elsa begitu lembut. Dia begitu baik, bahkan dia tidak mencairkan uang tersebut untuk berfoya-foya atau untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidupnya.


Tapi, Elsa malah berencana untuk memberikan sumbangan kepada anak yatim piatu. Gia benar-benar merasa bangga, tentunya dia juga banyak bersyukur karena Elsa benar-benar perempuan yang baik.


"Boleh, Sayang. Boleh, apapun keinginan kamu, lakukan saja. Itu adalah milikmu, hakmu." Gia menyusut air matanya yang terus saja keluar dari pelupuknya.


"Terima kasih, Mas." Kata Elsa.


"Sekali lagi aku minta maaf atas perbuatanku di masa lalu," ucap Gia.

__ADS_1


Gia merasa, jika Elsa benar-benar wanita terbaik yang Tuhan ciptakan untuknya. Yang mampu menerima dirinya dengan segala kekurangannya, yang mampu memaafkan segala kesalahannya dan mampu memberikan kebahagiaan untuk dirinya.


Gia langsung bangun dan menggendong Elsa ke tempat tidur, lalu Gia pun memeluk Elsa dengan penuh kasih. Sesekali Dia, terlihat menciumi puncak kepala Istrinya.


Gia benar-benar merasa bahagia, mempunyai istri seperti Elsa.


Bahkan, Gia membiarkan Elsa tidur pulas malam ini. Tak ada niatan, untuk mengganggunya malam ini.


*/*


Sinar matahari seakan menembus pori-pori kulit, hangat makin hangat dan lama kelamaan terasa menyengat. Elsa mengerjapkan matanya, rasanya dia begitu puas tidur malam ini. Terasa nyaman, tanpa adanya gangguan.


Matanya terlihat menyipit, kala sinar matahari yang terasa menyilaukan mata. Elsa sangat kaget, karena malam yang gelap ternyata sudah berganti dengan cahaya matahari yang begitu terang menyinari.


Elsa mengucek matanya, lalu melirik sekilas jam yang berada di dinding. Dia sangat kaget, saat melihat waktu yang sesudah menunjukkan pukul delapan pagi.


Elsa langsung bangun dan berlari ke kamar mandi, selama ritual mandi berlangsung. Dia tak hentinya menggerutu, dia merasa malu karena sudah bangun kesiangan.


Beruntung ini adalah hari minggu, sudha pasti Gia palingan sedang ngegym seperti biasanya. Sedangkan kedua putrinya, paling sedang bersantai bersama dengan Bu Anira atau Tuan Dirja.


"Ya ampun, kenapa aku bisa kesiangan?" tanya Elsa pada dirinya.


Setelah memakai baju dan memoles wajahnya dengan make-up tipis, Elsa pun segera melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga.


Tapi herannya, tak ada siapa pun di sana. Bahkan setelah Elsa mengitari seluruh ruangan yang ada di dalam rumah tersebut. Elsa tak menemukan siapa pun.


Sepi!


"Pada kemana sih? kenapa sepi banget, pelayan pun tak ada barang satu." Keluh Elsa.


Elsa pun segera melangkahkan kakinya menuju taman belakang, baru saja dia membuka pintu yang menghubungkan rumah utama dengan taman belakang. Tiba-tiba semua orang menghampirinya dan berteriak dengan sangat kencang.


"HAPPY BIRTH DAY!"


Seketika Elsa membeku, dia sangat terharu karena semua orang yang dia sayang kini telah berkumpul bersama di taman belakang.

__ADS_1


__ADS_2