
"Aduduh, Mom! sakit, Mom. Kuping aku nanti bisa putus," ucap VB." Sayang, bantuin aku, sakit, Sayang." Adu VB pada Dina.
Dina yang merasa namanya di sebut' pun, langsung bangun dan berusaha untuk melerai VB dari amukan Mom'nya.
Sebenarnya, Dina sangat senang saat melihat VB yang kena amuk Mom'nya. Tapi, dia juga tak tega melihat VB yang terlihat memelas padanya.
"Mom, tolong lepasin VB. Walaupun dia nyebelin, tapi kasihan kalau dijewer kaya gitu." Dina berusaha membela calon suaminya.
Lebih tepatnya, Dina tak mau ada keributan lagi di kamarnya. Dia sudah merasa sangat lelah, dia ingin beristirahat.
Secara, dia sudah cape menghadapi harinya yang harus menjadi pengasuh dadakan. Masa, dia harus menjadi penonton perdebatan antara anak dan ibu tersebut. Mau kapan coba, dia melakukan bobo cantiknya?
"Sayang, Mom, cuma belain kamu. Masa belum SAH, udah main sosor aja!" kesal Nyonya Miranda.
Dia tak mau, jika VB akan meminta Dina untuk melakukan itu sebelum mereka menikah. Memang benar jika mereka akan menikah, satu minggu lagi.
Tapi, itu bukan berarti jika VB harus melakukannya terlebih dahulu. Masa belum nikah udah di kasih DP, kan ngga lucu.
"Aku ngerti, Mom. Tapi, aku ingin tidur. Aku cape, kalau kalian berdebat terus besok kita ngga bakalan jadi fiting baju, Mom." Dina berucap dengan wajah memelas, dia lelah.
Dina ingin segera beristirahat, dia cape. Tiba-tiba di lamar oleh seorang brondong pemaksa saja sudah membuatnya lelah, apa tidak boleh jika dia ingin beristirahat?
Rasanya keinginannya begitu sederhana, ya kan?
Nyonya Miranda langsung melepaskan jewerannya, kemudian dia menghampiri Dina.
"Maaf, Sayang. Ya udah kamu bobo, Mom, akan mengajak VB untuk keluar." Nyonya Miranda langsung menuntun Dina ke tempat tidur.
Dina pun langsung merebahkan tubuhnya, sedangkan Nyonya Miranda membenarkan letak selimut Dina, Lalu, dia pun mengajak VB untuk keluar dari kamar Dina.
"Ayo, kota keluar. Biarkan Dina istirahat," ajak Nyonya Miranda.
"Mom, aku mau kasih sun sayang dulu buat calon istri aku." VB seakan belum rela jika harus berpisah dengan calon istrinya itu.
"Vabriella Bian Fahreza!" sentak Nyonya Miranda.
Dia sudah tak tahan dengan rengekan manja putranya, oh Ayolah, mereka belum sah. Tapi herannya, yang ada di pikiran VB hanyalah hal-hal yang berbau me,sum.
"Yes, Mom." VB langsung menunduk lesu, padahal dia hanya ingin mengecup bibir Dina sebentar saja.
__ADS_1
Sebentar menurutnya, entah selama apa nantinya kalau dia beri kesempatan.
VB jadi merasa, jika Mom'nya tak pernah pacaran dan berciuman. Dia menikah dengan Dad'nya karena dijodohkan, buktinya, dia tak mengerti keinginan anak muda.
Dengan langkah lesu, VB mengikuti langkah Mom'nya. Sedangkan Dina, hanya bisa mengatupkan mulutnya menahan tawa.
Dia tak menyangka, jika VB akan terlihat sangat menyedihkan. Hanya karena tak bisa berciuman dengannya.
*/*
Pagi-pagi sekali Dina sudah terlihat cantik, dia sadar diri jika dia sedang menginap di rumah calon mertuanya.
Dia tak boleh bermalas-malasan, walaupun waktu baru menunjukkan pukul enam pagi. Dina segera keluar dari kamarnya.
Dia segera melangkahkan kakinya ke dapur, dia ingin membuatkan sarapan untuk keluarga Fahreza.
Sampai di dapur, ternyata masih sepi. Belum ada siapa pun di sana. Dina pun segera membuka lemari pendingin, dia mencari bahan makanan yang bisa dia olah.
Dina mengambil, bakso, cabe, bawang, tomat dan beberapa bahan lainnya. Dia ingin membuat nasi goreng spesial untuk keluarga calon suaminya.
Dina pun langsung membuat nasi goreng, setengah jam kemudian, nasi goreng ala Dina pun sudah jadi. Dia langsung menyimpan nasi goreng buatannya, di atas meja makan.
VB langsung menyandarkan kepalanya di bahu Dina, dia seakan tak ingin lepas dari Calon istrinya tersebut. Apa lagi wangi alami yang menguar dari tubuh Dina, membuat VB ingin berlama-lama memeluk calon istrinya itu.
"Kamu ngapain, sih? Malu entar kalau ada yang lihat!" Dina berusaha untuk melepaskan pelukan VB.
Mata Dina pun celingukan, dia takut ada orang yang datang. Dia takut, ada yang melihat keisengan calon suaminya itu.
"Bentar aja, Yang. Mumpung belum ada Mom and Dad," ucap VB.
"Sabar napa sih?! bentar lagi juga halal, jangan kaya gini deh." Dina memukul tangan VB yang melingkar di perut Dina.
"Yang, jangan jahat dong. Sakit ini," rengek VB.
"Ck, lebay." Dina mencebik kesal.
Dina tetap berusaha untuk melepaskan diri dari VB, tapi VB malah menciumi leher jenjang Dina. Hal itu, membuat Dian menggeliatkan tubuhnya karena kegelian.
"Jangan kaya gitu, ih! geli, aku ngga kuat!" kesal Dina.
__ADS_1
"Panggil sayang dulu, baru aku lepas." Kata VB.
"Ampun, Sayang." Dina mencoba menuruti keinginan VB.
VB' pun langsung melepaskan pelukannya, dia langsung membalikan tubuhnya Dina hingga mereka pun kini saling berhadapan.
Tanpa Dina duga, VB langsung mengecup bibir Dina. Dina langsung mendorong dada VB dengan kenceng, VB bahkan hampir terjatuh kalau saja VB tak menyeimbangkan tubuhnya.
"Hahaha,, sukurin, tuh upah buat anak nakal kaya kamu." Kata Tuan Alson.
"Lagian ngga mau sabar, padahal tinggal menghitung hari." Cicit Nyonya Miranda.
Tuan Alson dan Nyonya Miranda langsung duduk di meja makan tanpa rasa bersalah, sedangkan Dina terlihat malu-malu. Berbeda dengan VB yang terlihat kesal, karena tak bisa melanjutkan keinginannya.
"Na, tolong ambilin piringnya. Dad mau sarapan," titah Tuan Alson.
Dina langsung mengambil piring untuk Tuan Alson, VB dan juga untuk Nyonya Miranda. Setelah itu, Dina juga membuatkan minuman hangat dan mengambilkan air putih untuk mereka semua.
*/*
Setelah kejadian yang memalukan tadi pagi, kini VB, Dina dan juga Nyonya Miranda sedang berada di butik desainer ternama.
VB yang sudah memiliki janji temu pun, langsung di sambut dengan baik. VB bahkan langsung disuguhkan dengan gaun-gaun pengantin yang begitu indah, bahkan VB juga langsung disuguhkan dengan gaun pengantin limitid edition.
Dina pun di buat bingung untuk memilih gaun pengantinnya, sedangkan VB langsung menjatuhkan pilihannya pada tuxedo berwarna putih.
Menurutnya pernikahan itu hal yang sakral dan suci, rasanya sangat pas jika dia menjatuhkan pilihan pada tuxedo berwarna putih tersebut.
Bahkan VB pun meminta pada Mom'nya, jika resepsi pernikahannya di hiasi dengan bunga mawar putih dan semuanya di dominasi dengan warna putih.
Dina pun jadi mengikuti langkah VB, dia memilih gaun putih yang terlihat serasi dengan tuxedo pilihan VB.
+
+
+
Kita bahas VB sama Dina dulu ya gengs, kita nuntun VB sama Dina sampai menikah ya...
__ADS_1