
Saat yang begitu dinantikan akhirnya tiba, hari ini adalah hari di mana Aurora dan Aurelia melaksanakan acara resepsi pernikahannya.
Gia mengadakan acara resepsi pernikahan tersebut di sebuah ballroom hotel termegah yang berada di pusat kota, sebuah acara resepsi pernikahan yang begitu mewah dia persembahkan untuk kedua putrinya.
Hal itu sengaja dia lakukan agar kedua putrinya merasa bahagia dan juga bangga, karena Gia mempersembahkan sebuah pesta yang tidak akan terlupakan seumur hidup mereka.
Sebenarnya Aurora dan juga Aurelia tidak begitu menginginkan acara resepsi yang sangat mewah, apalagi mengingat umur mereka yang masih sangat muda.
Bagi mereka menikah di usia muda dan bisa membahagiakan kedua orang tuanya saja sudah cukup sangat berharga.
Mereka malah menginginkan acara resepsi pernikahan yang sederhana saja, namun Gia bersikukuh jika dia ingin mempersembahkan yang terbaik untuk kedua putrinya tersebut.
Karena menurut Gia, setelah kedua putrinya menikah, tentu saja mereka bukan miliknya lagi. Namun, mereka menjadi milik suaminya.
Walaupun pada kenyataannya Gia dan Elsa adalah kedua orangtuanya, mereka akan sering mengunjungi Gia dan juga istrinya. Namun, tetap saja rasanya berbeda.
Semua orang terlihat bahagia menyambut pesta pernikahan tersebut, tentu saja yang paling berbahagia adalah Ibu Anira.
Walaupun kini kondisi kesehatannya semakin menurun dan dia hanya bisa duduk di atas kursi roda, namun dia benar-benar merasa sangat bahagia. Karena akhirnya dia bisa menyaksikan kedua cucu kembarannya menikah.
Bu Anira duduk di barisan paling depan, dia ditemani seorang perawat wanita yang selalu setia menjaganya dalam waktu dua puluh empat jam.
Hal itu bisa terjadi karena Gia dan Elsa begitu sibuk menyambut tamu yang hadir, bukan karena ingin mengabaikan Ibunya.
Air matanya sesekali terlihat mengalir di kedua pipinya, dia mengingat kala perjuangan Elsa mempertahankan kehamilannya walaupun hasil dari perkosaan.
Dia mengingatkan kala Elsa berjuang sendirian untuk melahirkan kedua putrinya, dia juga mengingat bagaimana pertemuan Elsa dengan Gia.
__ADS_1
Dia sangat ingat bagaimana Elsa bisa bersatu dengan Gia, bagaimana mulianya hati Elsa bisa memaafkan perbuatan bejat dari Gia.
Bahkan dia sangat ingat bagaimana cara Gia berusaha untuk memperbaiki hubungannya dengan Elsa, dia bersyukur karena semuanya kini berakhir bahagia.
Sekarang, Ibu Anira tidak pernah melihat air mata kesedihan di mata Elsa, karena Gia selalu saja berusaha untuk membahagiakan putrinya tersebut.
"Sus, tolong antarkan saya ke sana." Tunjuknya pada kedua cucunya.
Dia ingin menhampiri kedua cucunya sedang bersanding dengan psangannya di atas pelaminan, dia ingin mengucapkan selamat dan mendo'akan yang terbaik untuk mereka.
Suster wanita itu menurut, dia langsung mendorong kursi roda yang diduduki oleh bu Anira.
"Nenek!" seru Aurora dan juga Aurelia.
Aurora dan juga Aurelia terlihat begitu senang saat Ibu Anira menghampiri mereka, kedua putri Elsa itu langsung memeluk bu Anira dari samping kiri dan kanan.
Kemudian, mereka juga mengecup pipi bu Anira dengan penuh kasih sayang.
"Iya, takutnya nanti Nenek kecapean," kata Aurelia.
Mendapatkan perhatian dari kedua cucunya, bu Anira merasa senang, dia langsung tersenyum kemudian berkata.
"Ya, Nenek memang akan istirahat. Karena Nenek sudah sangat lelah, tapi sebelum itu Nenek ingin memeluk kalian," ucap Bu Anira.
"Ini sedang pelukan, kata Aurora.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Aurora, bu Anira nampak terkekeh. Kemudian dia mengecup kening kedua cucu kembarnya secara bergantian.
__ADS_1
Dia benar-benar merasa sangat bahagia, karena di detik ini dia masih bisa melihat kebahagiaan di mata kedua cucu kembarnya itu.
"Nenek ucapkan selamat untuk kalian, karena kini kalian sudah menikah dan kini kalian sudah menempuh hidup baru. Nenek do'akan, semoga kalian bahagia selalu. Tapi, walaupun sudah menikah, kalian jangan lupa untuk mengunjungi kedua orang tua dan adik-adik kalian," pesan Bu Anira.
"Tentu saja, Nek," jawab mereka bersamaan.
Bu Anira terlihat mengurai pelukannya, kemudian dia menatap kedua cucu menantunya Kiandra dan juga Cristian.
Mereka yang paham terlihat menghampiri bu Anira, lalu mereka berjongkok tepat di hadapan bu Anira.
"Ada apa, Nek?" tanya Cristian.
"Apa Nenek ingin berbicara sesuatu?" tanya Kiandra.
Bu Anira tersenyum ke arah kedua cucu memantunya tersebut, kemudian dia menganggukkan kepalanyam
"Ya, tolong jaga kedua cucuku. Jangan pernah sakiti merek," pinta Bu Anira
Kiandra dan juga Cristian terlihat mengelus lengan nenek dari istri yang mereka cintai, kemudian mereka berkata.
"Tentu saja aku akan berusaha untuk membahagiakan istriku," kata Kiandra
"Aku juga akan berusaha untuk menuruti semua keinginan istriku dan aku akan berusaha untuk membahagiakannya," kata Cristian .
Bu Anira tersenyum mendengar jawaban dari kedua cucu menantunya tersebut. Setelah mengatakan hal itu, tayapan mata bu Anira beralih kepada suster.
Dia meminta suster perempuan yang menjaganya, untuk mengantarkan dirinya ke kamar hotel yang sudah dipesankan oleh Gia.
__ADS_1
Dia ingin beristirahat, dia sudah sangat lelah. Tentu saja sebelum pergi dia juga berpamitan kepada Elsa dan juga Gia.
"Berisrtirahalah!" kata Elsa.