
"Kenapa? Ada apa sama Ibu?" tanya Elsa seraya masuk dan memperhatikan wajah Ibunya.
Ibunya terlihat sedang tidur dengan damai, bibirnya bahkan terlihat tersenyum dengan sangat manis.
"Ada apa dengan Ibu? Ibu terlihat sedang tidur dan dia terlihat baik-baik saja," kata Elsa.
Dia merasa tidak percaya jika suster berkata bahwa Ibunya sudah tiada, karena Ibunya terlihat baik.
"I--itu, Nyonya. Baru saja saya cek nadinya dan ternyata ibu Anira sudah tidak ada," kata suster tersebut dengan terbata.
Elsa terlihat memelototkan matanya, dia menghampiri suster tersebut Lalu mendorong pundaknya dengan cukup kencang.
Suster tersebut bahkan sampai memundurkan langkahnya beberapa kali, akibat dorongan dari Elsa.
"Jangan ngomong sembarangan, Mbak. Mbak nggak lihat Ibu saya terlihat tidur dengan sangat nyaman," kata Elsa dengan penuh kekesalan.
Suster tersebut nampak menundukkan wajahnya, dia terlihat meremat kedua tangannya secara bergantian.
"Maafkan saya, Nyonya. Tapi ini kenyataannya, saya sudah menelpon dokter untuk memastikan diagnosa saya," kata Suster tersebut.
Elsa terlihat tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh suster tersebut, namun saat Elsa ingin mengucapkan kata protesnya, seorang dokter nampak masuk dengan tergesa ke dalam kamar Ibu Anira.
Dokter tersebut nampak menghampiri Ibu Anira, duduk tepat di sampingnya dan langsung memeriksakan keadaannya.
__ADS_1
Tak lama kemudian, dokter tersebut nampak menghembuskan napas berat dan menggeleng-gelengkan kepalanya, dia berdiri lalu menghampiri Elsa
"Maaf, Nyonya. Tapi, bu Anira sudah pergi. Tuhan begitu menyayangi dirinya," kata Dokter tersebut.
Mendengar apa yang diucapkan oleh dokter tersebut, badan Elsa terlihat bergetar hebat. Lututnya bahkan terasa sangat lemas, dia langsung menjatuhkan dirinya ke lantai.
Elsa menangis sejadi-jadinya, dia benar-benar merasa sedih karena ditinggalkan oleh Ibunya. Ingin sekali rasanya dia berteriak, namun mulutnya seakan sulit untuk mengatakan apa pun.
Hanya air matanya yang berurai, melihat keadaan Elsa yang seperti itu, suster nampak mengambil ponselnya lalu dia menghubungi Gia dengan segera.
*/*
Suasana bahagia kini berganti dengan duka dan kehilangan, setelah dinyatakan telah berpulang, Gia langsung menyiapkan acara pemakaman untuk mertuanya, bu Anira.
Setelah acara pemakaman selesai, Elsa terlihat duduk terpaku di samping gundukan tanah basah bertaburkan kembang tujuh rupa.
Gia dengan setia memeluk dan mengecupi puncak kepala istrinya, dia berusaha untuk menghibur Elsa dari kesedihannya.
Namun rasa sedih dan kehilangan yang teramat dalam membuat Elsa tidak mampu untuk membendung kesedihannya. Air matanya terus saja merembes keluar.
Aurora juga sama, dia nampak bersedih dan terus saja menangis. Dia terus saja berada di dalam pelukan suaminya, Kiandra.
Begitu pula dengan Aurelia, dia nampak nyaman menangis di dalam pelukan Cristian. Adelia dan juga Alex nampak menangis seraya saling memeluk.
__ADS_1
Mereka merasa tidak percaya jika bi Anira kini telah berpulang, rasanya seperti mimpi saja.
Mereka masih begitu betah berada di pemakaman, padahal para keluarga dan juga kerabat sudah meninggalkan pusara bu Anira sejak tadi.
"Kita pulang, kita kembali ke rumah. Setiap ada kelahiran, pasti ada kematian. Kita harus berusaha untuk ikhlas menerima semua takdir Tuhan," kata Gia.
Elsa terlihat menganggukkan kepalanya di dalam pelukan Gia, dia sudah pasrah. Dia merasa sudah tidak ada tenaga, ditinggalkan orang tercinta benar-benar membuat dia tidak berdaya.
Semuanya pulang dalam keadaan terluka, karena harus meninggalkan orang tercinta di rumah barunya.
*
*
Ungkapan hati Othor.
Terima kasih untuk kalian yang sudah mendukung karya Othor yang satu ini, terima kasih yang sudah membaca dari awal sampai akhir. Tanpa kalian aku bukan siapa-siapa.
Sebagai ucapan terima kasih saya, waktu mau lebaran saya memberikan pulsa sebesar 20k untuk Kakak-kakak yang selalu setia membaca karya saya dari awal saya berkarya.
Untuk yang belum dapet pulsanya silakan DM saya kasih no ponselnya ke IG suliani_cucu
Ada kak Asthee, Evan Verrel sama neneng arnie yang belum DM saya. 🙏🙏🙏
__ADS_1