
Gia begitu bersemangat pulang ke rumah utama, tentunya dengan pengasuh yang dia bawa untuk membantu Elsa mengasuh putrinya Adelia.
"Yang, Mas pulang!" teriak Gia.
Elsa yang sedang duduk di runag tengah pun langsung menyahuti ucapan suaminya tersebut.
"Aku di ruang tengah, Mas," jawab Elsa.
Gia pun langsung menyusul Elsa ke ruang tengah, dia bisa melihat jika Elsa sedang menggendong putrinya yang terlihat sedang tertidur dengan sangat pulas.
"Yang!" Gia langsung menghampiri Elsa dan mengecup kening istrinya.
"Kenapa Dedenya ngga diboboin di box bayi saja?" tanya Gia.
"Akunya males bangun," ucap Elsa.
"Tuh kan, aku bilang juga apa? Kamu pasti kecapean, untung aku sudah melakukan antisipasi." Gia langsung bangun dan meminta Janda yang dia bawa untuk menghampiri Elsa.
Elsa merasa sangat kaget saat melihat seorang wanita yang sudah berumur berada tak jauh dari Gia, Elsa pun dengan cepat mengucapkan kalimat tanya pada suaminya.
"Ini siapa, Mas?" tanya Elsa.
"Ini adalah orang yang akan membantu kamu mengasuh putri kita," jawab Gia.
Mendengar ucapan Gia, elsa terlihat tersinggung. Karena dari awal dia sudah mengatakan jika dirinya tidak memerlukan bantuan dari seorang pengasuh.
Dia ingin mengurus Babynya sendiri tanpa bantuan dari pengasuh, kecuali bantuan dari ibu, suami dan juga mertuanya.
"Tapi, Mas. Aku kan sudah bilang jika aku tak memerlukan pengasuh," kata Elsa.
Elsa menghela napas panjang, lalu mengeluarkannya dengan perlahan. Dia berusaha untuk mengontrol rasa kesal di dalam hatinya.
"Dengarkan Mas, Sayang. Aku percaya kamu bisa melakukan semuanya sendiri, aku mencari pengasuh agar ada yang bisa membantu kamu. Kamu juga perlu waktu untuk diri kamu sendiri, kamu perlu waktu untuk istirahat dan memanjakan diri. Jadi, aku hanya ingin yang terbaik untuk kamu," jelas Gia.
Elsa tahu jika suaminya itu sangat menyayangi dirinya, dia juga tahu jika Gia juga membutuhkan perhatian dari dirinya.
"Baiklah, Sayang. Aku mau dibantu sama Bibinya," jawab Elsa.
mendengar ucapan istrinya, Gia pun merasa sangat senang karena akhirnya usahanya tidak sia-sia.
"Baiklah, perkenalkan nama kamu siapa, Bi?" tanya Gia.
"Nama saya Narti, Nyonya. Saya siap bekerja membantu Nyonya apa saja, mengasuh saya mau. Jadi asisten rumah tangga juga saya mau. Saya butuh uang untuk biaya anak saya sekolah," ucap Bi Narti.
__ADS_1
Hati Elsa pun menjadi terenyuh mendengar ucapan Bi Narti, dia pun jadi merasa bersalah karena tadi sempat menolaknya.
"Dia janda, Yang. Suaminya sudah meninggal, anggap saja kita membantunya untuk mencari nafkah demi anaknya," terang Gia.
"Iya, Mas," jawab Elsa.
"Bi, kamu tidurnya di kamar Baby Adelia saja. Biar sekalian jagain anak saya," ucap Elsa.
"Iya, Nyonya," jawab Bi Narti.
"Ya sudah, ayo saya antar." Elsa langsung bangun dan melangkahkan kakinya menuju kamar Baby Adelia.
Sampai di kamar Baby Adelia, Elsa langsung menidurkan Baby Adelia di dalam box Baby.
"Bibi istirahat saja dulu, kalau haus atau lapar bisa ke dapur. Saya tinggal dulu, kalau Baby Adelia bangun Bibi bisa langsung panggil saya. Kamar saya tepat di samping kamar Baby Adelia," ucap Elsa.
"Siap, Nyonya," jawab Bi Narti.
Setelah berpesan kepada Bi Narti, Elsa pun meninggalkan kamar Baby Adelia. Dia langsung masuk ke dalam kamar miliknya bersama dengan Gia, tentu saja dengan senang hati Gia pun terlihat mengikuti langkah istrinya.
Senyum di bibir Gia tak pernah pudar, karena dia merasa senang ternyata rencananya kini telah berhasil. Tentu saja dia pun jadi berpikir, jika setelah ini waktu yang dia miliki bersama dengan Elsa akan lebih banyak lagi.
Tiba di dalam kamarnya, Gia langsung menggendong Elsa dan merupakan tubuhnya di atas kasur.
"Boboan sebentar, Yang. Mas kangen, Mas pengen peluk." Gia langsung menarik tubuh Elsa kedalam pelukannya.
"Mas, sekarang kan Baby Adelia akan tidur bareng Bi Narti kalau malam. Jadi, aku mau pompa Asinya dulu, biar kalau malam Baby Adelia haus Bi Narti ngga usah cape nyari aku," kata Elsa.
Senyum di bibir Gia pun makin merekah mendengar ucapan dari Elsa, dia benar-benar merasa sangat senang karena waktunya bersama Elsa akan lebih banyak lagi.
Bukannya dia merasa tak senang akan kehadiran putri ketiganya tersebut, namun dia juga memerlukan waktu untuk bisa berduaan dengan Elsa, agar keharmonisan rumah tangganya lebih terjaga.
"Baiklah, sekarang kamu lakukan tugas kamu dulu," jawab Gia seraya melepaskan pelukannya.
Setelah lepas dari pelukan suaminya, Elsa pun langsung bangun dan mengambil pompa Asi. Tentunya, dia juga mengambil beberapa botol kecil untuk tempat penampungan air susu miliknya.
Setelah itu, Elsa pun kembali duduk di atas ranjang sambil menyandarkan tubuhnya. Elsa kemudian membuka 3 kancing baju miliknya, lalu dia pun mengeluarkan sumber makanan milik Baby Adelia.
Mata Gia langsung melotot dengan sempurna, saat melihat dada istrinya yang terlihat begitu besar dan juga montok.
"Sayang!" Gia langsung menghampiri elsa dan mengelus dada istrinya.
"Udah Mas diam aja di situ, aku mau mompa Asi dulu," ucap Elsa seraya menepis tangan Gia.
__ADS_1
Gia langsung mencebik kesal, tapi dia tetap menurut. Dia pun menggeser letak tubuhnya, dia terlihat berbaring sambil memperhatikan Elsa yang mulai memompa air susunya.
"Ya Tuhan, montok sekali," Gumam Gia.
Elsa menggelengkan kepalanya saat mendengar gumaman dari mulut Gia, sesekali dia menatap wajah Gia yang terlihat menggemaskan baginya.
Elsa terlihat sangat telaten memompa asi nya sehingga dia pun mendapatkan 4 botol asi eksklusif miliknya.
Setelah itu, dia pun bangun dan hendak keluar dari kamarnya.
"Mau kemana?" tanya Gia.
Mau memberikan Asi ini, Mas, kepada Bi, dia Narti. Sekalian mau ngajarin cara nyimpennya yang baik itu seperti apa, "ucap Elsa.
"Tapi Mas kangen, Mas pengen peluk," ucap Gia dengan rengek manjanya.
"Sebentar saja, Mas. Aku tidak akan lama," ucap Elsa.
"Ya sudah aku izinin, tapi kiss dulu," ucap Gia.
Akhirnya Elsa pun mendekat kearah Gia, Gia duduk dan mengangkat tubuh Elsa. Lalu, dia menaikannya Elsa ke atas pankuannya.
Gia pun langsung mendongakkan kepalanya, lalu dia pun memberikan ciuman yang begitu mesra kepada istrinya.
Cukup lama mereka berciuman, hingga Elsa merasa kehabisan napas dan mengakhiri ciuman yang Gia berikan padanya.
"I love you, Sayang," kata Gia.
"Me too," jawab Elsa.
"Aku pergi dulu," pamit pulang Elsa.
"Jangan lama-lama," pinta Gia.
"Iya, Mas," jawab Elsa.
Setelah mendapatkan izin dari Gia, Elsa pun meninggalkan Gia sendirian di dalam kamarnya.
Dia ingin memberikan Asi yang sudah dia pompa kepada Bi Narti, agar Baby Adelia tak perlu lama menunggu jika Elsa tidak sedang bersama dengannya.
*
*
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya, ya... Like, comment, dan juga hadiahnya selalu Othor tunggu.