Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Cemburu'Nya Gia


__ADS_3

Setelah melakukan perjalanan selama 3 jam setengah, rombongan tour Aurora dan Aurelia pun sudah sampai di Bandara Internasional Soetta.


Saat mereka turun dari pesawat, wajah-wajah lelah begitu terlihat. Tapi, Sayangnya. Mereka belum bisa beristirahat.


Karena mereka, harus mempersiapkan konser ke lima yang akan di adakan di gedung kesenian yang ada di Jakarta.


Mereka hanya punya waktu 2 hari, untuk melakukan persiapan konser terakhir Aurora dan Aurelia. Karena ini merupakan konser terakhir, mereka harus mempersiapkan semuanya dengan matang.


Konser penutupan ini, harus menjadi konser termegah di antara semua konser yang sudah mereka jalani di empata negara sebelumnya.


Saat mereka akan keluar dari Bandara, ternyata VB, sudah menunggu kedatangan Elsa dan kedua putrinya. Dia bahkan membawa 3 buket bunga, yang khusus dia persiapkan untuk ketiga wanita cantik yang sudah mencuri hatinya.


Jangan di tanya, bagaiamna dengan wajah Gia. Karena sudah pasti, dia sangat kesal. Rasanya, dia ingin sekali mencakar wajah VB.


Apa lagi saat melihat VB, tersenyum dengan sangat manis, membuat Gia, ingin memuntahkan semua kekesalan'nya.


"Hai, Cantik." VB langsung memberikan satu buket bunga pada Elsa.


Gia langsung mendelik sebal, melihat VB yang memberikan bunga untuk Elsa.


"Terima kasih," ucap Elsa.


Elsa langsung menerima buket bunga dari VB, kemudian dia pun mencium aroma bunga yang VB berikan padanya.


Gia, langsung menghentakkan kakinya. Dia kesal, karena Elsa, juga terlihat seperti wanita yang kecentilan, menurutnya.


Gia langsung menghampiri Elsa dan VB, Gia langsung mengambil buket bunga dari tangan Elsa.


"Elsa, adalah calon istri gue. Lu, ngga boleh ngasih bunga ini, pada Elsa." Gia lalu memberikan bunga itu kepada VB.


VB langsung tersenyum kecut, dia tidak menyangka jika lelaki yang sudah berumur seperti Gia, bisa bertingkah seperti anak-anak. VB pun jadi ingin menggoda Gia.


Sedangkan Elsa, hanya memutar bola matanya, dia jengah melihat Gia yang berubah menjadi posesif.


"Baru calon, masih bisa gue bawa lari." VB lalu menghampiri Elsa, kemudian dia menggenggam tangan Elsa dan memberikan bunga itu kembali pada Elsa.


Gia, semakin geram dibuatnya. Rasanya Gia, sudah ingin memberikan bogem mentah di wajah sombong VB.


"Cantik, dengan setulus hati aku memberikan bunga ini pada'mu. Jika hati' mu memang sudah ada pemiliknya, terimalah bunga ini sebagai pengganti ku. Dan jika, kamu tak bahagia dengan'nya, aku bersedia menjadi suami untuk kamu dan bersedia menjadi Ayah dari kedua anak-anak kamu." VB langsung mengecup punggung tangan Elsa.

__ADS_1


Gia meradang, dia langsung mencengkram kerah jaket yang VB pakai.


"Kuping lu, Kayaknya ketutupan cangkang Duren. Makanya di bilanginnya susah banget, mau gue kasih bogem mentah?!" Geram Gia.


"Sabar, Bang. Jangan marah-marah nanti tambah tua, yang ada Cantik jadi berpaling sama yang muda kaya gue." VB seperti sengaja memanas-manasi Gia.


"Nyari mati, Lu?!" tanya Gia.


Tanpa Gia duga, Elsa, langsung memeluk Gia dengan erat. Elsa, lalu berbisik tepat di telinga Gia.


"Kamu beneran mau nikah sama aku?" Gia langsung menganggukan kepalanya," jangan ribut di sini, cepetan pulang. Kalau masih ribut juga, aku sama anak-anak bakalan pergi jauh." Gia langsung menggeleng.


Setelah mengatakan hal itu, Elsa, langsung melenggang pergi dan masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka sedari tadi.


Tanpa pikir panjang, Gia pun langsung mengikuti Elsa, masuk kedalam mobil tersebut. Sedangkan VB, menggunakan waktu itu untuk memberikan dua buket bunga lagi kepada Aurora dan Aurelia.


''Hai Cantik'nya, Om. Selamat ya, untuk konsernya. Semoga di konser berikutnya, kalian bisa tampil dengan maksimal." Gia mengecup kening twins A, secara bergantian.


"Tank's, Om.' Arora dan Aurelia berucap secara bersamaan.


Setelah menerima buket bunga dari VB, Aurora dan Aurelia pun langsung menyusul Bundanya, yang sudah duduk manis di dalam mobil.


Saat mobil sudah melaju, Elsa, baru tersadar. Jika di mobil tersebut, hanya ada Elsa, kedua putrinya, Gia dan juga Pak sopir.


Lalu, kemana Tuan Dirja? Apakah Tuan Dirja pergi bersama Crew, untuk melakukan pengecekan ke Gedung kesenian?


Karena penasaran, Elsa, menepuk pundak Gia. Lalu, Elsa pun lalu bertanya kepada Gia.


"Em, Tuan Dirja kemana?" tanya Elsa.


"Ya ampun, Sayang. Dia calon mertua kamu, panggil dia Daddy." Gia merangkul pundak Elsa, lalu mengerling nakal.


Elsa langsung mendorong wajah Gia, dia tidak suka saat Gia terlalu dekat dengannya. Bahkan, sampai merangkul pundaknya. Elsa takut, jika Gia akan melakukan hal yang lebih, apalagi di sana, ada anak-anaknya.


"Jangan suka kayak gitu, aku ngga suka. " Elsa langsung mencebik.


"Iya, ngga. Daddy cape, dia mau istirahat dulu." Gia menoleh ke arah Kedua putrinya yang duduk tepat di belakangnya.


Aurora dan Aurelia pun, langsung tersenyum dengan hangat.

__ADS_1


"Kalian pasti capek, nanti kalau sudah sampai rumah, Ayah pijitin." Gia berucap dengan tulus.


Mendengar ucapan Ayahnya, Aurora dan Aurelia pun langsung tergelak.


"Aku masih muda, Yah." ucap Aurora.


"Aku masih sehat bugar," ucap Aurelia.


"Kami tak perlu di pijat," ucap Aurora dan Aurelia bersamaan.


Gia, langsung menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.


"Lagian, ya. Kamu tuh harusnya ikut Daddy pulang, ngapain malah ikut kita?" tanya Elsa.


"Masih kangen," jawab Gia, sambil menyandarkan kepalanya di bahu Elsa.


"Ya ampun... Kamu nyebelin!" kesal Elsa.


Gia mendongakkan kepalanya, lalu dia memamerkan deretan gigi putihnya.


Tak lama, mobil pun berhenti di depan rumah sederhana yang Elsa tempati. Baik Elsa, Gia, juga Aurora dan Aurelia. Langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah sederhana tersebut, sedangkan Pak sopir, langsung menurunkan barang milik Elsa pun, Aurora dan Aurelia.


Saat mereka masuk kedalam rumah, Ibu Anira langsung menyambut mereka. Awalnya, Bu Anira merasa aneh saat melihat Gia yang ikut pulang bersama anak dan kedua cucunya.


Tapi, Bu Anira, ingat. Saat Elsa kemarin menelponya, dan menceritakan tentang apa yang Gia lakukan padanya.


"Puji Tuhan, kalian sudah sampai dengan selamat. Ibu sudah membuatkan makan siang untuk kalian, sekarang kita makan dulu." Bu Anira mengajak mereka untuk makan siang bersama.


Dengan senang hati, mereka pun langsung mengikuti Ibu Anira menuju ruang makan. Bahkan Gia pun tanpa ragu, langsung makan dengan lahap masakan yang sudah dibuat oleh ibu Anira.


Ibu Anira hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, karena calon menantunya itu kini terlihat seperti kucing manis yang penurut.


Padahal, dulu, Elsa, sempat bercerita jika lelaki yang bernama Gia, itu adalah lelaki yang sombong dan arogan.


+


+


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...

__ADS_1


__ADS_2