Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Ada Syaratnya


__ADS_3

Malam pun telah menjelang, Tuan Alfonso, pak Galuh dan juga Ajun serta Gadis kini sedang duduk berkumpul di ruang makan.


Mereka nampak menikmati acara makan malam tersebut, sesekali terdengar celotehan Gadis yang membuat suasana menjadi lebih ramai.


Hingga akhirnya acara makan malam pun telah selesai, kini mereka berempat sudah berkumpul di ruang keluarga.


Gadis terlihat memeluk Ajun dari samping sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang milik suaminya.


Tuan Alfonso merasa sangat senang, karena putrinya terlihat sangat bahagia dengan pilihan hatinya. Dia juga bahagia karena Ajun memperlakukan Gadis dengan lembut.


"Ajun!" Tuan Alfonso terlihat meletakan cangkir teh ke atas meja.


"Yes, Dad," jawab Ajun.


"Apa kalian tidak ingin berbulan madu?" tanya Tuan Alfonso.


"Ajun terserah Gadis saja," jawab Ajun.


Tuan Alfonso langsung tersenyum mendengar jawaban dari Ajun, lalu pandangannya kini beralih pada Gadis.


"Bagaimana, Sayang?" tanya Tuan Alfonso.


Gadis terlihat berat untuk menjawab, dia lalu menatap Ajun dan Tuan Alfonso secara bergantian. Ajun yang seakan paham langsung menggenggam tangan Gadis dengan lembut.


"Sebenarnya Gadis juga ingin merasakan yang namanya bulan madu, Dad. Tapi, Gadis ngga mau pisah lama-lama sama Daddy juga sama Bapak." Gadis langsung menunduk.


Tuan Alfonso terlihat sangat senang saat mendengar ucapan dari putrinya, dia merasa bangga karena walaupun mereka belum lama bertemu, namun Gadis seolah begitu menyayangi dirinya.


"Pergilah, Sayang. Berbahagialah di tempat yang ingin kamu kunjungi, Dad yakin jika Ajun akan mengizinkan kamu untuk tetap tinggal bersama dengan Daddy. Walaupun tak akan dapat izin lama," ucap Tuan Alfonso.


Gadis terlihat menatap wajah Ajun penuh harap, Ajun pun langsung tersenyum lalu mengecup kening Gadis dengan mesra.


"Memangnya kamu mau bulan madu kemana?" tanya Ajun.


"Mau ke Turki, Om. Di sana lagi musim salju, Gadis mau main salju," kata Gadis.


"Boleh, tapi mulai sekarang panggilnya jangan Om. Aku berasa jadi sugar Daddy kalau kamu panggil aku Om terus," pinta Ajun.

__ADS_1


"Baiklah, Hubby. Bolehkan aku pergi ke Turki sama kamu?" tanya Gadis.


"Tentu, Sayang." Ajun mencondongkan wajahnya hendak mencium bibir istrinya, namun dengan cepat Gadis menahan dada Ajun.


"Terus, kalau pulang dari Turki nanti, Gadis masih bolehkan tinggal di sini sama Daddy, sama Bapak juga?" tanya Gadis lagi.


Awalnya Ajun terlihat enggan untuk mengizinkan Gadis untuk tinggal bersama dengan Daddynya, namun Ajun juga paham jika Gadis belum lama bertemu dengan Daddynya.


Tentu saja mereka membutuhkan waktu yang cukup, untuk saling mengenal dan saling memahami satu sama lainnya.


"Boleh, tentu saja boleh. Tinggal di sini selama yang kamu mau pun sangat boleh," jawab Ajun.


Wajah Gadis terlihat sumringah mendengar jawaban dari Ajun, begitu pun dengan Tuan Alfonso dan juga pak Galuh.


Mereka tersenyum karena Ajun begitu pengertian, tidak salah pikirnya mereka menikahkan Gadis dengan Ajun.


Karena selain umurnya yang sudah matang, dia juga memang terlihat dewasa dan lebih bisa berpikir dengan bijak.


"Terima kasih, Om. Eh, Hubby." Gadis langsung memeluk Ajun dengan erat.


"Sama-sama," ucap Ajun seraya mengacak pelan rambut Gadis.


"Sekarang kalian tidurlah, ini sudah larut malam. Besok bersiaplah, agar bisa segera pergi ke Turki," ucap Tuan Alfonso.


"Besok, Dad?" tanya Gadis.


"Ya, besok siang. Reon sudah mempersiapkan semuanya untuk kalian berdua," ucap Tuan Alfonso.


Gadis terlihat begitu kegirangan karena akhirnya dia akan pergi ke negara yang sudah lama dia impikan. Gadis langsung melerai pelukannya dengan Ajun dan segera berjalan untuk menghampiri Tuhan Alfonso.


Dia langsung duduk di samping Tuan Alfonso dan memeluknya dengan sangat erat.


"Terima kasih, Daddy. Aku sangat bahagia," ucap Gadis.


"Sama-sama, sekarang tidurlah." Tuan Alfonso lalu melerai pelukannya kemudian dia mengecup kening Gadis dengan lembut.


Gadis tersenyum lalu dia membalas kecupan dari Tuan Alfonso, tak lupa dia juga mengecup kening pak Galuh. Lelaki paruh baya yang sedari dulu membesarkan Gadis, sehingga dia bisa bertemu kembali dengan ayah kandungnya.

__ADS_1


Setelah berpamitan kepada pak Galuh dan Tuan Alfonso, Gadis pun akhirnya kembali ke kamar yang dia tempati bersama dengan Ajun.


Sampai di dalam kamar, Ajun benar-benar membuktikan ucapannya kepada Gadis. Ajun langsung menggendong Gadis dan menurunkannya di atas ranjang berukuran besar di hadapannya.


Dia langsung mengurung pergerakan istrinya, lalu mulai mengecupi setiap inci wajahnya. Kemudian, Ajun menautkan bibirnya dengan bibir istrinya.


Dia sesap dan dia hisap nikmatnya madu yang terasa sangat manis dari bibir istrinya, tangannya begitu lihai membuka piyama tidur milik istrinya tanpa melepaskan pagutannya.


Tak lama kemudian, bibirnya pun langsung mengecupi garis leher istrinya hingga berlabuh tepat di dada istrinya. Tak terlalu besar memang, tapi begitu terasa menggoda untuk disentuh dan dimainkan.


"Ini tugas aku untuk memperbesar ukurannya, pasti akan lebih menggoda lagi kalau udah sering disentuh dan dimainin kaya gini," gumam Ajun dalam hatinya.


Bibir Ajun begitu aktif mengulum dan menggigit kecil puncak dada istrinya, sedangkan tangannya mulai sibuk mengelus lembut perut istrinya.


Mengelus lembut pinggang istrinya, hingga mengusap lembut milik istrinya.


"Basah, Yang." Ajun langsung memamerkan deretan gigi putihnya setelah mengucapkan hal itu.


Gadis yang sedang merasakan sensasi kenikmatan, merasa kesal karena Ajun malah menghentikan aksinya. Ajun terlihat memeperhatikan miliknya dan juga mengusapnya dengan lembut.


Gadis merasa gregetan dibuatnya, Gadis langsung mendorong tubuh Ajun dengan kasar. Hingga Ajun langsung jatuh terlentang dibuatnya, Gadis tersenyum lalu dia pun naik ke atas tubuh suaminya itu.


"Mau apa?" tanya Ajun.


"Mau main kuda-kudaan," jawab Gadis.


Ajun langsung tersenyum mendengar ucapan Gadis, lalu beberapa detik kemudian, Ajun terlihat memejamkan matanya kala Gadis menyatukan tubuhnya.


"Ya Tuhan!" pekik Ajun yang merasakan miliknya dicengkam erat oleh liang kelembutan milik istrinya.


Gadis mulai menggoyangkan pinggulnya secara perlahan, hal itu membuat Ajun benar-benar gelisah. Dia begitu menikmati permainan istrinya, namun dia juga ingin segera menjadi pengendalinya.


Apa lagi saat melihat Gadis yang sedang mendongakkan kepalanya sambil memainkan dadanya, membuat Ajun makin gelisah.


Ajun makin terlihat gelisah saat melihat mata Gadis yang terpejam dengan bibirnya yang dia gigit, Ajun makin tak tahan. Dia langsung mengangkat tubuh mungil Gadis dan membalikannya, dia langsung menghentak Gadis dari belakang.


"Hubby!" pekik Gadis.

__ADS_1


Rasanya milik Ajun terasa masuk semua ke dalam miliknya, lebih dalam dan lebih berasa. Ajun tersenyum puas melihat reaksi Gadis dan langsung menghentaknya dengan cepat.


__ADS_2