Mr. Arogan Vs Kembar Genius

Mr. Arogan Vs Kembar Genius
Pergi Bersama Dengan Andrew


__ADS_3

Hari ini Melani terlihat sangat sibuk seperti biasanya, menjalani usaha dengan tema Caffe kekinian membuat Caffe yang dia kelola bersama dengan Reni selalu nampak ramai.


Apa lagi hari ini ada yang memesan kue ulang tahun, membuat Melani makin sibuk saja.


Malahan sekarang makin ramai saja, apa lagi setelah banyak pengunjung yang tahu tentang kualitas makanannya, minumannya dan juga pelayanannya yang bagus.


Melani juga selalu menyediakan minuman kekinian, baik panas atau pun dingin. Di Caffe yang Melani kelola juga menyediakan banyak makanan kekinian yang sedang tren di kalangan anak muda.


Makanya sekarang Caffe tersebut akan buka pukul 08.00 pagi dan akan tutup pukul 22.00 malam, tentunya dibagi dua shift kerja sesuai keinginan Reni.


Awalnya Melani kurang setuju, karena jika tutup terlalu malam dia khawatir dengan kedua buah hatinya yang tidak akan ada yang mengasuh.


Namun ternyata Reni bisa mengakalinya dengan berbagai tugas, jika pagi hari maka Melani' lah yang bekerja sekaligus mengawasi para pekerja yang bekerja.


Pada pukul 15.00 sore giliran Reni yang mengerjakan tugasnya, dia akan bekerja sampai pukul sepuluh malam.


Beruntung Reni mempunyai suami yang pengertian dan memberikan izin kepada Reni untuk bekerja sampai malam, untuk buah hatinya juga dia mempercayakannya kepada Babysitternya.


Reni memang lebih beruntung dari Melani, dia menikah dengan seorang kontraktor. Muda, sukses, banyak uang dan juga setia.


Walaupun banyak wanita yang datang menggodanya, ternyata dia bisa terus setia kepada Reni. Karena mereka punya rahasia sendiri untuk membuat rumah tangga mereka agar bisa tetap harmonis dan juga romantis.


"Mel!" Reni terlihat menyenggol lengan Melani.


"Apa sih? Datang-datang kok iseng banget," kata Melani.


Mendengar ucapan Melani, Reni nampak tertawa. Kemudian, dia kembali menyenggol lengan Melani.


"Apa sih? Elu nggak jelas banget deh, dari tadi iseng banget!" kesal Melani.


Melihat kekesalan di wajah Melani, Reni nampak terkikik geli. Melihat tingkah temannya, Melani langsung memutar bola matanya.


"Kayaknya ada yang mau jemput elu, deh!" ucap Reni.


"Siapa?" tanya Melani.


"Noh!" kata Reni seraya menunjuk seorang pria yang sedang berdiri sambil menyandarkan tubuhnya di pintu mobil dengan ekor matanya.


"Astaga!" pekik Melani saat melihat Andrew yang terlihat sedang berdiri di depan Caffe.


Andrew terlihat sangat tampan dengan menggunakan kemeja marun dan celana jeans panjang berwarna hitam.


Dia terlihat bukan seperti pulang kerja, namun seperti seorang pemuda yang akan berkencan dengan pacarnya.

__ADS_1


"Udah sono, siap-siap buat pulang. Udah ada jemputan tuh," kata Reni.


"Gue bawa mobil sendiri," kata Melani.


"Gue tahu, tapi sekali-sekali elu pulang dijemput berondongkan gak apa-apa," goda Reni.


Melani terlihat sangat kesal dengan apa yang diucapkan oleh Reni, karena Reni terkesan meledeknya.


Namun saat dia melihat jam dinding yang berada di ruangan tersebut, waktu memang sudah menunjukkan pukul 15.00 sore. Itu artinya dia harus segera pulang dari sana.


Melani pun terlihat bersiap untuk pulang, setelah siap dia pun mengambil tas selempangnya.


Reni nampak menghampirinya dan menuntunnya untuk keluar dari Caffe tersebut.


"Biar gue antar, takutnya elu malu saat ketemu calon jodoh elu," kata Reni seraya mengatupkan mulutnya menahan tawa.


Melani terlihat kesal luar biasa dengan tingkah dan ucapan dari sahabatnya tersebut, saat tiba di depan Caffe, Andrew terlihat tersenyum kala melihat Melani dan Reni yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Mau jemput, Mas?" tanya Reni seraya mengedipkan matanya.


"Iya, Mbak. Mau jemput cewek cantik yang lagi beli kue di dalam sana," tunjuk Andrew pada seorang wanita yang sedang mengantri di depan kasir.


Mendengar ucapan Andrew, Melani terlihat kesal. Entah kenapa dia merasa sedikit kecewa karena ternyata Andrew hanya akan menjemput adiknya itu.


Namun dalam hatinya yang paling dalam, dia pun mengharapkan dirinyalah yang akan dijemput oleh Andrew.


Melani terlihat menghentak-hentakkan kakinya, lalu dia berjalan meninggalkan Andrew dan juga Reni.


Dia langsung berjalan ke arah mobilnya yang berada di parkiran, Melani terlihat merogoh tasnya, lalu dia mengambil kunci mobilnya.


Saat dia hendak membuka pintu mobilnya, tiba-tiba saja sebuah tangan kekar menggenggam tangan Melani.


"Aku datang kesini untuk menjemput, Mbak." Andrew nampak mengelus lembut tangan Melani.


"Terima kasih, tapi aku bawa mobil." Melani terlihat menepis tangan Andrew.


"Oh, ayolah, Mbak. Jangan marah, tadi aku hanya bercanda. Anita memang sedang ada acara di Caffe, milik Mbak. Aku kesini benar-benar mau menjemput Mbak," kata Andrew.


"Terus mobil aku bagaimana?" tanya Melani.


"Biarkan saja, kan ada Mbak Reni," kata Andrew.


"Lagian kamu tuh aneh, buat apa coba pake jemput segala," kata Melani.

__ADS_1


"Ada yang mau aku tunjukkin pada Mbak, mau ya, ikut denganku?" ucap Andrew mengiba.


"Baiklah, tapi jangan aneh-aneh," kata Melani.


"Tidak akan aneh-aneh," kata Andrew.


Setelah bernegosiasi, akhirnya Melani pun mau ikut masuk ke dalam mobil Andrew. Saat Melani sudah duduk dengan nyaman, Andrew pun langsung melajukan mobilnya.


Selama perjalanan, baik Melani atau pun Andrew tak ada yang berbicara. Hingga Melani menyadari jika jalan yang mereka lalui bukanlah jalan menuju komplek perumahan.


Melani pun langsung memalingkan wajahnya, dia menatap wajah Andrew dengan lekat.


"Kita mau pergi kemana?" tanya Melani.


"Ke suatu tempat," kata Andrew santai.


"Jangan macam-macam kamu!" ucap Melani memperingati.


"Tenang saja, cuma satu macam saja," ucap Andrew.


"Iih! Jangan bercanda, aku ngga mau kamu ajak pergi ke tempat yang ngga jelas," kata Melani.


"Kita pergi ke tempat yang jelas, bahkan di sana ada Merissa dan juga Fajri," kata Andrew.


"Maksudnya gimana? Aku ngga ngerti," kata Melani.


"Mbak diem aja, tenang dan nikmati perjalanan ini. Nanti juga Mbak tahu kita akan kemana," kata Andrew.


"Kamu nyebelin!" kata Melani.


Karena merasa kesal, Melani nampak memukul-mukul pundak Andrew. Andrew terlihat meringis kesakitan karena Melani memukul Andrew cukup keras.


Karena takut terjadi sesuatu saat berkendara, Andrew nampak menepikan mobilnya, dia terlihat membuka sabuk pengamannya lalu dia pun menangkap tangan Melani dan mengunci pergerakan tangannya.


"Mbak nakal banget sih, sakit tahu, Mbak!" kata Andrew seraya mencondongkan wajahnya.


"Ngga usah nyari kesempatan dalam kesempitan juga," kata Melani seraya memundurkan wajahnya.


Mendengar keluhan dari Melani membuat Andrew tertawa, dia merasa lucu karena wajah Melani terlihat sangat menggemaskan saat kesal seperti itu.


"Baiklah, aku tidak akan mencari kesempatan. Sekarang Mbak duduk anteng, kita akan ke suatu tempat yang mungkin Mbak akan suka," kata Andrew.


Setelah berkata seperti itu, Andrew langsung memasang sabuk pengamannya dan melajukan mobilnya kembali.

__ADS_1


__ADS_2