
Dua hari menjelang hari pernikahan, VB mengadakan konferensi pers tentang acara pernikahan akbar yang akan dia gelar di hotel berbintang.
Banyak para gadis dan para ibu-ibu yang patah hati, karena VB akan segera melepas masa lajangnya.
Para wartawan sudah berkumpul di sebuah gedung stasiun televisi swasta, mereka berdesakan menunggu apa yang akan dikatakan oleh seorang aktor muda bernama Vabriella Bian Fahreza.
Ruangan tersebut begitu riuh, para penggemar VB yang berada di rumah ataupun yang berada di sana, sudah begitu tak sabar untuk mendengarkan penuturan dari sang aktor.
Tak lama, datanglah VB dengan calon istrinya Dina Permata. VB terlihat begitu posesif saat merangkul pundak Dina.
Bahkan semua orang yang ada di sana pun bisa menyimpulkan, jika VB begitu tergila-gila pada sosok Dina. Gadis biasa yang mampu menaklukan lelaki tampan, yang begitu di puja oleh banyak kaum hawa.
Setelah sampai di tempat yang sudah di siapkan, VB dan Dina pun langsung duduk. Tanpa merasa malu, VB tetap merangkul Dina.
Bahkan saat salah satu wartawan mulai bertanya, VB
mengecup kening Dina sebelum menjawab pertanyaan tersebut.
"Selamat siang, Kak VB. Bagimana kabarnya? Lalu bagaimana dengan persiapan pernikahannya?" tanya wartawan A.
Sebelum menjawab, VB tersenyum manis pada Dina, lalu mengecup keningnya dengan lembut." Kabar kami baik, persiapan pernikahan kami sudah sembilan puluh delapan persen." Jawab VB tenang.
Wajah Dina terlihat merona karena perbuatan VB, menurutnya dia terlalu mengumbar kemesraan.
"Kalau boleh kami tahu, apa yang membuat Kakak jatuh cinta pada calon istri, Kakak? " tanya wartawan B.
VB melihat wajah Dina, dia menatap Dina dengan intens.
"Karena, dia mampu menggetarkan hatiku. Dia bisa membuatku bahagia hanya dengan melihat senyumnya saja, dia mampu membuat aku ceria hanya dengan menyebut namanya saja." Jawab VB kalem.
Tepuk riuh para wartawan pun terdengar begitu menggema, mereka sungguh terbawa suasana dengan jawaban VB.
Dina terlihat malu-malu, tapi VB tak perduli. Karena Dia terlihat makin cantik menurutnya. Bahkan, kalau saja diperbolehkan. Ingin rasanya VB langsung menautkan bibir mereka.
"Lalu, apa yang akan Kak VB lakukan setelah menikah nanti?" tanya wartawan C.
__ADS_1
VB menegakan tubuhnya, lalu dia pun menjawab dengan yakin pertanyaan dari wartawan tersebut.
"Aku akan berhenti dari dunia hiburan," jawab VB.
Jawaban VB berhasil membuat semua wartawan yang ada di sana melongo tak percaya, begitupun penonton yang ada di rumah langsung mendesah kecewa. Karena ternyata, VB akan berhenti dari karirnya yang sedang berada di atas puncak popularitas.
"Tapi kenapa, Kak?" tanya wartawan D.
Semua yang ada di sana langsung berharap-harap cemas, mereka menunggu jawaban dari VB.
"Aku takut, wanita cantik yang ada di samping aku ini akan cemburu kalau aku beradu akting dengan lawan main ku nanti." Jawab VB.
Semua yang ada di sana Dan juga penonton yang di rumah, langsung bersorak mendengar jawaban dari VB.
Menurut mereka, ucapan yang keluar dari mulut VB terasa sangat manis.
Pertanyaan demi pertanyaan pun, keluar dari mulut para wartawan yang ada di sana. Bahkan ada juga yang mempertanyakan, Kenapa VB memilih wanita yang lebih tua darinya?
VB pun menjawab setiap pertanyaan dari wartawan tersebut, dengan sangat bijak. Karena dia suka dengan wanita dewasa, dan yang terpenting dia suka dengan sikap dan sifat Dina.
VB suka dengan apa pun yang ada di dalam diri Dina, Dina pengertian, Dina tak pernah langsung marah jika VB salah.
Karena dari awal, memang VB sudah berniat jika dia menikah nanti, dia akan fokus dalam menjalankan bisnis keluarganya.
Dia tidak akan berkecimpung di dalam dunia akting yang sudah membesarkan namanya lagi. Karena dia, tidak ingin rumah tangganya nanti retak hanya karena kesibukannya di dunia entertain.
Karena jika dia bekerja di sebuah perusahaan, dia akan berangkat pagi dan pulang sore hari. Tetapi beda jika dia bekerja sebagai aktor, dia tidak akan tahu kapan dia pulang dan dia tidak akan tahu kapan dia berangkat untuk bekerja.
Yang pasti, dia juga tidak akan tahu berapa lama dia harus menyelsaikan pekerjaannya dan yang paling penting untuknya, dia ingin menjaga hati Dina, dia tidak ingin perasaan Dina akan tersakiti nanti olehnya.
Karena terlalu seringnya dia beradu akting dengan lawan mainnya, yang memang selalu tampil cantik dan juga seksi.
Selesai melaksanakan konferensi pers, VB mengajak Dina untuk pulang. Karena Mom'nya begitu cerewet, katanya kalau tidak ada keperluan, mereka harus diam di dalam rumah.
Takutnya, ada hal yang tak diinginkan terjadi. Padahal jaman sudah modern, tapi, tetap saja titah orang tua tak boleh diabaikan.
__ADS_1
Padahal hanya ikut sebentar saja dengan VB, tapi Dina merasa lelah. Dia sudah berencana, jika pulang nanti akan langsung tidur siang, sedangkan VB, dia sudah berniat akan mengganggu calon istrinya.
Apa lagi, saat dia membuka aplikasi si hijau. Dia sangat senang karena Mom'nya bilang, jika dia sedang keluar untuk memesan kue untuk hari pernikahannya dengan Dina.
Otak VB pun sudah traveling, dia akan merealisasikan keinginan yang sudah terlintas di dalam benaknya.
Sayangnya, keinginan VB hanya tinggal keinginan, karena saat dia tiba di keduaman Fahreza. Elsa dan kedua putrinya, sudah menunggu mereka.
Alhasil, VB hanya bisa mendesah pasrah. Dia tak bisa melakukan apa pun jika sudah berurusan dengan kedua putri kembar Elsa tersebut.
"Sa, elu udah lama?" tanya Dina sambil menautkan pipinya.
"Sekitar sepuluh menit, kalian serasi banget deh." Puji Elsa saat melihat Dina dan VB yang menggunakan baju couple.
Dina terlihat tersenyum malu-malu, ini semua tentu idenya VB.
"Masa sih, Sa?" tanya Dina.
"Hu'um," jawab Elsa.
"Sa, elu ngapain kemari sih?" tanya VB dengan tatapan protesnya.
"Di suruh Aunty Miranda, katanya takut kamu khilap. Kamu kan orangnya ngga sabaran, takutnya merasa ngga ada penghalang langsung tancap aja. Kan bahaya, kalau nyembur duluan tapi belum SAH!"
VB langsung mendelik sebal, saat mendengarkan penuturan Elsa. Sedangkan Elsa, langsung terbahak melihat reaksi dari VB menurutnya itu sangat menggelikan.
"Yang, belain aku dong. Aku kan ngga mungkin ngelakuin itu, paling pegang-pegang doang. Paling banter, cium dikit doang." VB langsung memeluk Dina dari belakang.
"Ih! kebiasaan kamu tuh!" Dina langsung memukul tangan VB.
Elsa langsung tertawa melihat wajah VB yang langsung cemberut, dia seakan tak rela karena keinginannya hanya bisa jadi Ij angan semata.
+
+
__ADS_1
+
Selamat sore, semoga kalian sehat selalu. Jangan lupa tinggalkan jejak, Pk?